Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Kembali Kerumah


__ADS_3

"Benarkah??",


Baik Anisa maupun Gita, sama-sama terkejut melihat Danar berada disana. Gita langsung menunduk malu, sementara Danar tersenyum dan langsung memeluk istrinya.


"Terima kasih sudah memberiku kesempatan. Aku bahagia sekali, aku janji akan bersikap baik padamu. Aku akan membahagiakanmu!!",


Anisa menatap haru putra dan menantunya, ia senang karena pada akhirnya Danar telah menyadari kesalahannya dan mau memulai semuanya dari awal dengan Gita.


"Mama bahagia, akhirnya kalian bersama!!", ucap Anisa mengusap sudut matanya.


"Aku juga bahagia ma. Maaf karena aku sempat membuat mama kecewa. Aku janji tidak akan membuat mama kecewa lagi!!", ucap Danar lembut


Anisa memeluk anak dan menantunya. Akhirnya impiannya terwujud, dan semoga akan segera hadir Danar junior di keluarga Adiaksa.


"Kalian akan menginap disini kan?", tanya Anisa penuh harap


Gita menatap suaminya,


"Kami akan pulang ma!!", ucap Danar pelan,


"Tidak apa-apa, kalian bisa menginap lain waktu. Mama paham jika kalian ingin menghabiskan waktu bersama. Dan mama berdoa, semoga segera hadir malaikat kecil dikeluarga kita!!", ucap Anisa menatap menantunya


Gita langsung memerah mendengar kata malaikat kecil, dia malu karena Anisa membahas bayi. Padahal dirinya dan sang suami baru saja akan memulai semuanya. Danar yang melihat Gita malu-malu, semakin menggoda istrinya


"Sesuai permintaan mama!!", ucap Danar tersenyum menatap istrinya. Pipi Gita semakin memerah, ia yakin sekarang dirinya sudah seperti kepiting rebus


"Sudah, jangan menggoda menantu mama. Sebaiknya kita makan malam dulu!",


Mereka semua berjalan menuju ruang makan, berbagai makanan sudah tersaji diatas meja.


"Makanlah yang banyak, kalian butuh banyak tenaga untuk memulai semuanya!!", gumam Anisa


Gita seperti biasa mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya. Danar tersenyum menerima piring dari Gita, lalu memakannya dengan lahap.


****


"Hati-hati membawa menantu kesayangan mama!!", ucap Anisa berpesan


"Tentu saja ma. Kalau begitu kami pergi dulu!!",


Anisa melambaikan tangan, dia masih berdiri didepan rumahnya meski mobil sang putra telah hilang tak terlihat. Perempuan itu terlanjur bahagia, dan dia berharap kebahagiaan itu akan bertahan selamanya.

__ADS_1


"Semoga Allah benar-benar menakdirkan kalian bersama!!", ucap Anisa kemudian masuk kedalam rumahnya.


Sedangkan didalam mobil, Gita merasa sedikit canggung. Perjalanan mereka kini, rasanya sama seperti beberapa bulan yang lalu saat mereka baru saja menikah. Jika dulu Gita bahagia namunn berakhir kecewa, kali ini dia berharap sebaliknya. Keputusannya memberi Danar kesempatan bukan serta merta tanpa alasan. Danar adalah suaminya, pria yang mengucap akad atas namanya. Meski dia pernah melakukan kesalahan yang begitu besar, tapi Danar juga berhak mendapat kesempatan kedua. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan.


"Apa yang kamu pikirkan?", tanya Danar pada sang istri


"Em, aku hanya memgingat perjalanan ini. Ini persis seperti saat kita baru saja menikah. Meninggalkan rumah mama dan pergi kerumah baru!!", jawab Gita menatap suaminya


Danar ingat betul, dimalam pengantin mereka. Dia meninggalkan Gita begitu saja karena mendapat kabar Tari masuk rumah sakit. Perempuan itu meminum cairan pembersih lantai karena Danar menikahi wanita pilihan mamanya. Bukan keluar kota seperti yang Danar katakan pada istrinya. Ia pergi ke rumah sakit dan merawat kekasihnya. Hingga sebulan setelah itu, Danar menikah siri dengan Tari.


"Maafkan aku karena meninggalkanmu dimalam pernikahan kita!!", ucap Danar menyesal


Gita tersenyum lalu menatap suaminya,


"Tidak apa-apa mas. Aku sudah memutuskan memberimu kesempatan. Artinya aku juga sudah memaafkan semua kesalahanmu!!", jawab Gita bijak


Danar membelai rambut istri pertamanya, Gita memang wanita baik. Dan betapa bodohnya dia pernah menyia-nyiakan wanita sebaik Gita.


"Terima kasih atas kesempatan yang kamu berikan. Aku janji tidak akan menyia-nyiakannya!!",


Gita tersenyum, jujur dia gugup. Jantungnya berdegup kencang,


"Kamarmu dikamar atas!!", Gita menaikkan alisnya sebelah


"Mulai sekarang, kamarmu kembali dilantai atas. Kamar yang memang seharusnya menjadi milikmu!!", Gita hanya mengangguk, dia urung masuk ke kamar tamu. Kakinya kini melangkah menaiki tangga. Danar mengekori Gita menaiki tangga, saat tiba dilantai dua, Gita berbalik lalu menatap suaminya.


"Kamar kamu disebelah mas!!", ucapnya polos


Danar tersenyum melihat kepolosan istrinya,


"Mulai malam ini, aku akan tidur disini bersamamu!!", jawaban Danar tentu membuat Gita dag dig dug


Pria itu dengan santai masuk kekamar Gita. Kamar yang sudah lama Gita tinggalkan karena pindah ke kamar tamu.


Perempuan itu memasuki kamarnya dengan perasaan campur aduk, Danar sedang membuka bajunya, dan berjalan santai ke arah lemari dengan bertelanjang dada. Dan dengan santai pula memakai kaosnya didepan Gita.


"Kau tidak mau ganti baju?", tanya Danar saat melihat Gita hanya diam ditempat


"Ah, i-iya!!", perempuan itu segera mengambil baju dilemari kemudian masuk kedalam kamar mandi. Gita membersihkan diri karena tubuhnya terasa lengket.


Jujur dirinya sedikit takut saat berduaan bersama sang suami. Apalagi ingatan kejadian malam itu kembali menghampirinya.

__ADS_1


Tok Tok Tok


"Git, kamu tidak apa-apa kan?. Kenapa lama sekali berada didalam?", ucap Danar dari luar


"Iya, ini sudah selesai!!", Gita membuka pintu kamar mandi dan melihat suaminya berdiri didepannya.


"Kenapa lama sekali, hm??", tanya Danar menatap istrinya dengan lembut


"Ti-tidak ....!",


"Kamu masih takut berdua denganku?", tevak Danar. Perlahan Gita mengangguk sambil menunduk


Danae segera membawa sang istri ke pelukannya.


"Aku paham kamu masih takut berduaan denganku. Aku sadar, kesalahanku memang begitu besar. Aku tidak berbuat macam-macam, aku janji. Dan aku akan menunggu sampai kamu siap!!",


Gita bernafas lega, tanpa sadar tangannya membalas pelukan sang suami. Hal itu membuat Danar tersenyum. Setidaknya, Gita mulai terbiasa dengan dirinya dan lambat laun, rasa takutnya akan hilang.


"Sekarang ayo kita tidur!!", Gita mengangguk


Danar tidur sambil memeluk istrinya. Tentu Gita merasa bahagia saat ini. Dia berharap, ini semua bukan mimpi. Perempuan cantik itu mulai memejamkan mata dan menyusul sang suami yang lebih dulu masuk ke alam mimpi.


****


Berbeda dengan sejoli yang kini tengah merasakan kebahagian. Tari justru terlihat kacau,


"Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia. Danar hanya milikku, dan selamanya hanya akn menjadi milikku!!", racaunya sambil tertawa


Botol minuman keras berserakan dilantai, suasana apartemen terlihat sangat berantakan. Bungkus makan ada disana sini.


Seseorang menatapnya dengan kesal,


"Hentikan sikap bodohmu itu!!",


****


Kira-kira, siapa yang datang ya?


Sedikit info ya kakak, novel ini kan judulnya berbagi cinta. Isinya jelas tentang makan hati dan perasaan. Bagi yang males bacanya, bisa baca ceritaku yang lain ya. Kalian ketik aja " AfkaRista", disana ada cerita receh lainnya yang cukup layak kalian baca.


Makasih

__ADS_1


__ADS_2