Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Kegelisahan Danar


__ADS_3

Tari tidur dengan posisi miring dengan memunggungi suaminya. Bukan mau seperti itu, apalagi mereka baru berbaikan. Hanya saja, perkataan mertuanya selalu terngiang dan membuatnya tak mampu memejamkan mata. Danar sendiri dapat merasakan kegelisahan yang menerpa sang istri. Permintaan mamanya tentu sangat sulit dikabulkan oleh Tari.


"Kamu belum tidur?", tanya Danar


"Hm!!", sahut istrinya


Danar menghela nafas, bagaimanapun dia masih mencintai istrinya itu. Permintaan Anisa terasa begitu berat, Danar sendiri belum tentu mampu melakukannya. Tapi yang jadi masalah, bagaimana jika benihnya akan tumbuh pada gadis yang dia nodai waktu. Kalau hal itu sampai terjadi, mau tidak mau Danar harus bertanggung jawab dengan menikahinya. Dan pada akhirnya, secara tidak langsung dia melaksanakan permintaan mamanya dan menduakan Tari.


"Tari, bicaralah. Katakan apapun yang ingin kamu katakan!", pinta Danar


Tari berbalik, matanya memandang lekat wajah sang suami. Terlihat kegelisahan dimata wanita itu.


"Apa kamu akan melakukan seperti yang mama inginkan jika aku memang tidak bisa memberikan keturunan padamu?", tanya Tari pada akhirnya.


Lidah Danar kelu, ingin sekali dia menjawab tidak. Tapi bagaimana jika takdir tak sesuai keinginannya.


"Katakan, Mas. Aku butuh kepastian akan hal ini. Aku akan melakukan cara apapun agar bisa hamil anakmu. Tapi aku ingin kamu berjanji untuk tidak menduakan aku!!", lirih Tari


Danar memeluk istrinya dengan hati gelisah.


"Aku akan selalu ada untukmu, Tari. Kamu tidak perlu khawatir. Kita akan berusaha bersama-sama!!",


Tari terdiam. Bukan jawaban seperti ini yang Tari inginkan. Kenapa Danar tidak menjawab dengan kata, ya. Apa arti jawaban Danar barusan menandakan jika suaminya akan menduakannya suatu saat nanti?.


"Yang aku mau hanya jawaban, ya, mas. Hanya kata itu yang aku inginkan. Bukan hanya janji kau akan menemaniku dan kita berjuang bersama. Menemani bukan berarti tidak menduakan!!", mata Tari mulai berkaca-kaca. Ia tak bisa menebak apa yang ada dikepala suaminya. Kenapa Danar seolah berat untuk mengatakan, ya.


"Tari, aku ... !",


"Aku tidak sanggup jika harus berbagi cinta kamu. Aku tidak bisa!!", akhirnya Tari menangis. Secinta ini dia pada Danar.


"Katakan kalau kamu tidak akan melakukan itu, Mas. Jangan duakan aku!. Kamu masih mencintai aku kan, Mas!!",

__ADS_1


Danar hanya mampu memeluk istrinya, tanpa menjawab apa-apa. Dia berusaha menenangkan Tari tapi tidak dengan hatinya yang begitu gelisah. Tidak ada yang bisa Danar janjikan. Dia tidak mau menyakiti Tari jika janji yang dia katakan nantinya akan dia langgar.


*


*


*


"Sayang ..., lebih cepat!!",


Suasana panas terasa dikamar sebuah villa. Keduanya terus meneguk manisnya surga dunia tanpa mengenal waktu. Keringat mengalir, tak urung menghalangi kegiatan keduanya. Justru pasangan suami istri itu semakin dilanda gai*ah yang lebih dan lebih lagi. Eran*an panjang terdengar disaat keduanya mencapai puncak entah yang keberapa kalinya.


"Aku mencintaimu!!",


"Aku juga mencintaimu, sayang!!",


Dirga mengecup kening istrinya lama. Membawa tubuh polos itu kedalam pelukannya. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain bersama dengan orang yang kita cintai. Impiannya membangun rumah tangga dengan wanita yang dia cintai telah terwujud. Kedepannya, dia hanya perlu menjalani rumah tangga yang bahagia. Melewati badai yang mungkin menyapa, bersama-sama.


"Kamu bahagia hidup denganku?", tanya Dirga tiba-tiba. Gita mendongak kemudian menatap suaminya.


"Hanya ingin tahu saja!!", jawab Dirga asal


"Tidak ada yang lebih membahagiakan selain hidup denganmu. Aku bahkan sangat bersyukur karena Allah mengirimkan kamu sebagai pasangan hidupku. Kamu pria sempurna yang mau menerima aku apa adanya, tanpa memandang aku siapa dan dengan masa lalu yang seperti apa. Bukankah aku sangat beruntung bisa menjadi istrimu!!", ucap Gita jujur


Dirga tersenyum, "Aku yang beruntung memiliku kamu sebagai istriku. Kamu perempuan kuat dan tegar yang pernah aku temui. Kamu juga dewasa dalam segala hal dan bisa melengkapi hidupku yang sebelumnya kurang berwarna!!",


Gita membelai lembut wajah tampan suaminya, "Apapun yang terjadi nanti, aku harap kita bisa melewatinya bersama. Seberat apapun masalah yang kita hadapi, jangan menutupi hal sekecil apapun padaku, begitupun dengan aku. Keterbukaan pasangan adalah kunci kebahagiaan. Karena tidak akan ada rahasia yang berujung salah paham dan perpisahan!!",


Dirga kembali memeluk istrinya, "Tentu saja. Aku tidak akan menutupi hal sekecil apapun padamu. Kita pasti mampu melewati apapun yang akan terjadi!!",


Keduanya hanyut dalam pelukan hangat yang mereka ciptakan. Rasa syukur tak henti mereka panjatkan atas nikmat yang telah Allah berikan.

__ADS_1


"Butik kamu sudah siap launcing minggu depan!", celetuk Dirga memberi tahu.


"Iya. Kata Linda (Asisten Gita), pesanan sudah banyak pas terakhir aku post beberapa baju. Bahkan tim produksi sempat kewalahan karena pesanan yang membludak!!",


"Aku bangga karena kamu bisa sukses sekarang. Dan kamu bisa mewujudkan impian terpendam kamu!!",


"Kamu tidak keberatan jika aku bekerja, kan?",


Dirga menatap istrinya, "Aku tidak mau menghalangi mimpimu. Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan, asal tidak lupa tanggung jawabmu sebagai istri. Lagipula butikmu hanya berjarak beberapa meter dari kantor. Kita bisa berangkat dan pulang bersama setiap hari!!",


"Terima kasih sudah sangat mendukung dan pengertian padaku. Aku janji tidak akan melalaikan tanggung jawabku sebagai istri!!",


Dirga tersenyum, "Apapun akan aku lakukan asal kamu bahagia!!", Gita sangat terharu mendengar ucapan suaminya. Betapa beruntungnya karena Allah mengirinkam pria sesepurna Dirga untuknya.


Mereka larut bersama malam yang semakin gelap. Hingga keduanya terbuai ke alam mimpi.


*


*


*


"Apa ada perkembangan?", tanya Agung


"Belum tuan, wanita itu masih terlihat biasa. Dia bekerja dipagi hari hingga sore. Dan dia sudah berhenti dari klub tempatnya bekerja dulu!!",


"Apa tidak ada tanda-tanda mencurigakan?",


"Sejauh ini, aman tuan!!",


"Lanjutkan pengawasan kalian. Jangan sampai ada yang mengetahui hal ini!!",

__ADS_1


"Apa yang kamu sembunyikan dariku?",


Deg


__ADS_2