
Fitting baju pengantin berjalan dengan lancar. Persiapan pernikahan sudah masuk 75%, sepuluh hari lagi, mereka akan resmi menjadi suami istri.
"Yank, makan siang dulu ya. Aku lapar!!", ajak Dirga. Sebenarnya, Dirga hanya ingin memecah suasana canggung diantara mereka.
Gita hanya mengangguk, dia masih malu atas kejadian tadi pagi. Apalagi saat fitting tadi, Dirga terus menatapnya dengan tatapan yang berbeda.
Pria berstatus calon suaminya itu membelokkan mobilnya ke sebuah restoran. Setelah turun dari mobil, keduanya berjalan masuk.
"Eh, maafkan saya pak!!", ucap Gita saat tak sengaja menabrak seorang pria paruh baya.
"Tidak apa nak, saya juga kurang hati-hati!!", jawab pria tersebut. Dirga memperhatikan pria tersebut, dia nampak tidak asing dengan muka itu. Tapi siapa, dia lupa.
"Kalau begitu, saya duluan!!", Gita menganggukkan kepala. Pria itu berlalu pergi, dan Dirga baru mengingat sesuatu.
"Sayang, kamu masuk dulu. Dompetku ketinggalan didalam mobil!!", ucap Dirga. Tanpa curiga, Gita masuk lebih dulu kedalam restoran. Sementara Dirga, ia segera keluar lalu mencari pria yang tadi menabrak Gita.
"Tunggu ... !", teriak Dirga saat melihat pria itu akan masuk kedalam mobil. Pria itu urung masuk, kemudian menatap Dirga.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?", tanya Agung tanpa basa-basi.
"Saya Dirga. Anda, tuan Agung Adiaksa bukan?", tebak Dirga
Pria itu menatap Dirga lalu tersenyum,
"Ya, aku Agung Adiaksa!!",
Dirga mendekat kemudian berdiri didepan Agung.
"Saya tidak tahu maksud kedatangan anda kemari. Entah ingin menemui putra dan menantu anda. Atau ingin mencari keberadaan istri anda!!",
"Mungkin, dua-duanya!", jawab Agung santai
"Perempuan yang anda tabrak tadi, dia calon istri saya. Lebih tepatnya, mantan menantu anda. Saya harap, anda mengerti maksud saya berkata seperti ini. Karena saya yakin, anda berbeda dengan istri dan putri anda!", Agung mengangguk, dia langsung paham maksud perkataan Dirga.
"Aku mengerti!!", ucap Agung tersenyum
"Dan satu lagi tuan, jika anda mencari istri anda. Dia ada ditempatku!", lanjut Dirga
"Tidak masalah, sepertinya Tania butuh suasana baru!", ujar Agung kemudian masuk kedalam mobil.
Dirga menatap kepergian Agung dengan lamat. Dia tak menduga akan jawaban Agung yang terkesan santai bahkan seolah tak peduli pada istrinya. Dirga mengedikkan bahu, toh bukan urusannya. Pria itu kemudian masuk kedalam restoran. Dia mencari keberadaan Gita lalu tersenyum saat wanita cantik itu melambaikan tangan kearahnya.
"Sudah pesan?",
__ADS_1
"Sudah, aku pesankan kakak seperti biasa!!",
"Terima kasih!!", ucap Dirga kemudian duduk disamping Gita.
Suasana masih terasa sedikit canggung. Gita melirik calon suaminya, begitupun sebaliknya.
"Sayang, kenapa aku merasa sejak tadi kau diam saja!!", celetuk Dirga saat melihat Gita tidak seperti biasanya.
"Masa sih, perasaan kamu saja mungkin, yank!",
"Tidak, kamu diam sejak tadi pagi. Apa kamu malu karena tadi pagi aku ... !!",
"Stop yank, jangan bahas masalah itu!!",
"Kenapa?. Kamu malu ya??!", goda Dirga. Pria itu terkekeh melihat wajah Gita yang sudah merona
"Permisi ...!", ucap pelayan menaruh pesanan Gita dimeja.
"Terima kasih!!", ucap Gita. "Makan yank, jangan melihatku terus!!", sambungnya. Dirga hanya tersenyum.
Selanjutnya, mereka mulai menikmati makanan yang mereka pesan. Sesekali Dirga menyuapi Gita dan mereka tertawa bersama. Tanpa mereka sadari, sejak tadi ada seseorang yang menatap mereka dengan tatapan iri. Hatinya berdenyut nyeri melihat keromantisan keduanya.
Kamu terlihat sangat bahagia Git. Aku menyesal telah menyakitimu. Andai aku bisa memutar waktu, aku tidak akan menyia-nyiakanmu. Dan akhirnya, aku kehilangan kamu.
"Gita!!", panggil Danar
Dirga dan Gita berhenti kemudian menatap Danar dengan malas.
"Mau apa lagi?. Jangan ganggu Gita lagi!!", ujar Dirga
"Aku tidak punya urusan denganmu. Aku hanya ingin berbicara dengan Gita!!", sergah Danar
Dirga tersenyum sinis,
"Ini peringatan terakhir untukmu. Gita adalah calon istriku, dan kami akan segera menikah. Jadi, jangan pernah menampakkan wajahmu dihadapan kami lagi!!",
Deg
Danar menatap mereka dengan tatapan sendu,
"Sebelum janur kuning melengkung, kalian masih bukan siapa-siapa. Dan aku masih memiliki kesempatan untuk kembali pada Gita!!",
Bugh
__ADS_1
Dirga memukul wajah Danar karena geram dengan kalimat yang pria itu keluarkan.
"Sayang, hentikan!!", pinta Gita, namun Dirga tak menghiraukan.
"Kurang ajar ... Berani sekali kau berbicara seperti itu. Setelah semua yang kau berbuat pada Gita, kau pikir kau pantas mendapatkannya kembali. Itu tidak akan pernah terjadi. Karena apa, karena Gita sekarang milikku dan selamanya akan menjadi milikku!!", tegas Dirga
Danar berdiri kemudian menatap Dirga dengan senyum sinisnya.
"Apa yang salah?. Gita pernah menjadi istriku, dan kami pernah menghabiskan waktu bersama. Apalagi, aku pria pertama yang menjamah tubuhnya!!", ucapnya penuh kemenangan
Plak
Gita menampar pipi Danar dengan keras, dia menatap Danar dengan tajam.
"Kau sungguh tak tahu malu. Kau berucap dengan bangga tapi kau melupakan semua perbuatan jahatmu padaku. Kau menghianati aku, kau menyakitiku dan kau juga membunuh anakku. Apa kau pikir, aku mau kembali padamu?. Jangan mimpi Danar, aku bahkan sangat membencimu. Aku sangat menyesal karena pernah menjadi istrimu. Dan aku tekankan, ini pertemuan terakhir kita. Aku akan segera menikah, jika kau masih punya malu. Jangan pernah mengganggu kebahagiaanku lagi!!",
Gita menarik tangan Dirga lalu masuk kedalam mobil. Dia melirik calon suaminya yang sejak tadi hanya diam.
"Yank!!", panggil Gita. Namun Dirga hanya diam
"Yank, kamu marah padaku?", tanya Gita dengan suara bergetar. "Maaf!!",
Akhirnya perempuan itu tak bisa membendung air matanya. Tanpa sadar, ucapan Danar menusuk hatinya. Ia merasa tak pantas bersanding dengan Dirga, sekarang.
Melihat calon istrinya menangis, Dirga langsung merangkul lalu memeluk kekasih hatinya.
"A-aku minta maaf, aku sadar jika yang Danar ucapkan benar. A-aku merasa tidak pantas untukmu!!", ucapnya sesegukan
Dirga mengusap air mata Gita,
"Aku akan membatalkan pernikahan kita!!",
Deg
*
*
*
*
OMG ada apa?
__ADS_1