
"Aku akan mengatakan jika ayahnya sudah meninggal!!."
Deg
Agung menatap tidak percaya mendengar ucapan perempuan itu. "Bagaimana bisa kamu akan mengatakan hal itu jika nyatanya ayah dari bayimu masih hidup dan sehat!."
Anya menatap Agung, "Lalu aku harus mengatakan apa? Mengatakan jika ayahnya masih hidup dan memiliki keluarga lain, begitu? Lebih baik aku membohonginya daripada membuatnya sakit hati!."
Agung menghela nafas kasar, rupanya tidak mudah menghadapi sikap keras kepala Anya. "Aku memberimu waktu untuk berfikir. Aku harap kamu mempertimbangkan hal ini dengan baik. Jangan hanya memikirkan harga diri, pikirkan bayimu juga!", ucap Agung lalu berdiri, " Satu hal yang perlu kamu tahu. Putraku selama ini mencarimu bahkan sejak kejadian malam itu!," Agung benar-benar pergi meninggalkan rumah Anya setelah mengatakan hal itu.
Perempuan 22 tahun itu duduk dengan pikiran gelisah. Keputusannya menolak pertanggung jawaban dari Agung bukan hanya karena dia membenci putra pria tersebut. Tapi juga karena dia tidak mau dicap sebagai pelakor oleh keluarga itu nantinya. Stigma masyarakat tentang hal satu itu begitu sensitif, hujatan, makian, cacian bahkan bullyan kerap kali dilontarkan baik secara langsung maupun tidak langsung tanpa mereka tahu alasan yang sebenarnya.
Kamu pasti bisa, Anya. Yang perlu kamu lakukan hanya menjauh dari mereka. Ya ... Kamu harus pergi jauh agar mereka tidak bisa mengusik hidupmu lagi.
*
*
__ADS_1
*
Agung sudah mengirim pesan kepada Anisa, mantan istrinya. Dia tengah duduk disebuh cafe untuk menunggu kedatangan perempuan itu. Setelah dengan sedikit perdebatan, akhirnya Anisa setuju untuk bertemu dengan mantan suaminya.
Hampir setengah jam menunggu, akhirnya Anisa tiba. Dia terlihat enggan dan Agung tahu tahu hal itu. Hanya saja, masalah Anya harus dia bicarakan dengan Anisa.
"Katakan apa yang ingin kamu sampaikan. Aku tidak punya banyak waktu!", ucap Anisa langsung.
Agung menatap mantan istrinya sejenak, menyeruput kopi ekspreso yang dia pesan lalu mulai berbicara, "Ini masalah Danar!."
"Ada apa dengan Danar?", tanya Anisa dengan tatapan tajam.
"Jangan bertele-tele, katakan saja intinya!."
Agung kembali menatap Anisa, perempuan didepannya berbeda dengan yang dia kenal belasan tahun lalu. "Danar menodai seorang gadis. Dan sekarang, gadis itu hamil anak Danar!!."
Agung memperhatikan wajah Anisa, tidak ada keterkejutan dari wajah itu. Apa mungkin Anisa sudah tahu hal ini, pikir Agung.
__ADS_1
"Apa lagi yang kau rencanakan? Setelah belasan tahun membuang kami, sekarang kau kembali dengan kebohongan yang kau siapkan? Kau pikir aku akan percaya? Hahah, tidak Agung. Aku tidak akan percaya apapun yang keluar dari mulutmu. Kau pasti ingat bukan, kenapa rasa percayaku padamu hilang begitu saja?."
Agung terdiam, rupanya Anisa masih menyimpan memori kenangan masa lalu mereka. Dimana kala itu Agung selalu membohongi istrinya dan berakhir dengan terbongkarnya perselingkuhannya dengan Tania. Sejak saat itu, Anisa tidak percaya apapun yang Agung katakan.
"Aku tahu, kau pasti tidak akan percaya padaku. Tapi yang aku katakan kali ini bukanlah sebuah bualan. Kau bisa menyelidinya sendiri!."
Anisa menatap mantan suaminya, dia melihat tidak ada kebohongan dimata itu. Pikirannya mendadak gelisah, jika benar yang Agung katakan itu artinya, Danar harus bertanggung jawab terhadap gadis itu. Tapi siapa gadis itu, dimana dan darimana dia berasal?
"Namanya Anya Rosalia. Dia adalah karyawan Royal Group. Umurnya baru 22 tahun dan dia ...", Agung menjeda kalimatnya, "Seorang gadis yatim piatu."
Anisa menutup mata, dadanya bersenyut nyeri membayangkan seperti apa kondisi gadis itu sekarang. Bagaimana bisa Danar melalukan semua ini?. Apa tekanan darinya yang membuat Danar melakukan semua hal ini?. Apa karena permintaannya tentang keturunan yang membuat Danar nekat menodai seorang gadis.
"Kapan kejadian itu terjadi. Dan bagaimana bisa kamu mengetahui hal ini?", selidik Anisa
Agung kemudian menceritakan kejadian di klub malam dua bulan yang lalu. Hal itu membuat Anisa menitikkan air mata. Sebagai seorang ibu, dia tidak membenarkan apa yang Danar lalukan. Tapi menurut cerita Agung, Danar melakukannya tanpa sadar karena waktu itu dia sedang patah hati karena pernikahan Gita, mantan menantunya.
"Silahkan kamu selidiki dulu soal Anya. Aku yakin kamu belum sepenuhnya percaya padaku. Cari tahulah sendiri soal gadis itu. Dan kita bisa bertemu lagi setelah kamu yakin akan semuanya!", ucap Agung
__ADS_1
Anisa menghela nafas, sebenarnya tanpa menyelidiki apapun dia percaya pada ucapan Agung. Sebagai mantan istri, Anisa tentu tahu kapan pria itu berkata jujur dan tidak jujur. Tapi tidak ada salahnya dia ikut memastikan kebenaran akan gadis bernama Anya tersebut.
"Mama!."