Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Nomor Dua


__ADS_3

Gita menatap nanar kepergian suaminya. Kepergian Danar dengan tiba-tiba juga wajah paniknya membuatnya menyadari jika suaminya begitu mencintai Tari.


Kau tidak bisa berharap Danar selalu disampingmu Git. Bagaimanapun, suamimu bukan milikmu seorang. Bathinnya berkata


Gita memakai kembali piyama tidurnya kemudian berusaha memejamkan mata. Sayangnya, matanya tak mau terpejam sama sekali. Hati dan pikirannya masih tertuju pada sang suami.


Haruskah dia menghubungi Danar?. Ah tidak, Danar pasti tidak akan menerima panggilannya ketika dia bersama Tari. Dirinya bahkan selalu menjadi yang nomor dua. Berharap menggeser posisi Tari dihati suaminya adalah hal mustahil. Walau hubungan mereka sudah membaik tapi tak bisa dipungkiri, bukan dirinya yang berada dihati Danar.


Wanita cantik itu kembali berusaha memejamkan mata ditengah kegundahan hatinya. Entah berapa lama hingga ia mulai masuk ke alam mimpi.


****


Sudah dua hari Danar tidak pulang sejak kepergiannya malam itu. Pria itu hanya mengabarinya jika dia sedang banyak urusan pekerjaan. Gita tak mempermasalahkannya, toh suaminya memiliki dua istri. Sudah pasti sekarang mereka tengah menghabiskan waktu bersama. Hal itu sudah biasa baginya.


Saat ini Gita tengah menikmati hari liburnya dengan menonton televisi. Dia menekan tombol untuk mencari chanel yang menarik. Hingga dia menemukan satu tayangan yang mengusik hatinya.


Danar sedang menemani Tari membuka butik milik perempuan itu, Mentari Butik. Ah, Gita ingat jika Tari memang pernah berkata tentang butik. Jadi rupanya sekarang butik itu sudah dibuka. Benar kan dugaannya, bukan urusan pekerjaan seperti yang suaminya katakan, sibuknya Danar ternyata menemani Tari yang sedang membuka butik barunya. Butik Tari terlihat begitu mewah, dari tempat, dekorasi, bahkan pakaian yang dijual. Semuanya begitu memukau. Pantas saja jika mereka sampai mengundang media.


Hati Gita terasa tercubit, suaminya selalu menomorsatukan madunya. Sedangkan dirinya?, selalu dinomorduakan. Gita mulai ragu, benarkah Danar memang mencintainya. Atau semua hanya bualan semata. Hatinya telah tertutup karena cintanya pada Danar. Bahkan untuk sekedar tahu ketulusan suaminya, dia tak bisa. Benar kata orang, cinta itu buta. Dan dirinya telah dibutakan oleh cintanya pada sang suami.


Tak mau menambah kegundahan hatinya. Gita mematikan televisi dan kembali ke kamarnya.


****

__ADS_1


Sementara Anisa kini tengah memperhatikan menantu keduanya juga sang putra. Perempuan paruh baya itu tengah menonton televisi yang menyiarkan pembukaan butik milik Tari.


Danar belum berubah, dia masih termakan bujuk rayu wanita ular itu. Aku harus melakukan sesuatu. Kalau tidak, menantu kesayanganku akan tersingkir. Aku akan menjalankan rencanaku sekarang juga.


Anisa sudah mengganti semua aset Danar menjadi namanya. Tapi wanita itu belum membatasi keuangan Danar. Dan hari ini, semua akan dikendalikan olehnya. Dia tidak rela hartanya terus dinikmati oleh menantu keduanya, sementara menantu kesayangannya tidak mendapat apa-apa.


"Blokir semua keuangan wanita itu juga batasi jumlah uang direkening Danar!." Perintah Anisa kepada asistennya


"Baik nyonya!."


Anisa beranjak lalu mengambil tasnya. Dia meminta supir untuk mengantarkannya menemui Gita. Sudah beberapa hari dirinya sibuk mengurus usahanya diluar kota dan belum sempat menemui menantu kesayangannya. Hari ini dia akan mengajak Gita ke suatu tempat dan membuat dunia tahu, siapa dirinya sebenarnya.


Mobil Anisa sudah berada dipelataran rumah putranya. Dia turun kemudian masuk kedalam rumah. Mulai besok, Anisa akan mempekerjakan asisten rumah tangga dirumah Danar. Tentunya bukan asisten rumah tangga biasa, tapi juga merangkap sebagai mata-mata yang akan melaporkan setiap.gerak gerik putra dan menantnya. Lagipula, kasihan jika Gita sendiri yang harus mengerjakan semua pekerjaan rumah.


"Hallo anak Mama, bagaimana kabarmu?!."


"Aku baik Ma!." Jawab Gita memeluk mertuanya


"Maaf baru menemuinya sekarang. Mama sibuk mengurus bisnis mama!."


"Tidak apa Ma, aku mengerti jika mama sibuk!." Jawab Gita tersenyum


"Kau tidak sibuk kan hari ini?!." Gita menggeleng

__ADS_1


"Kalau begitu, ganti bajumu sekarang. Mama akan mengajakmu ke suatu tempat!."


Gita mengangguk kemudian masuk kedalam kamar. Wanita itu memilih pakaian yang cocok untuknya, pilihannya jatuh pada dress selutut warna navy lengan pendek. Setelah memakainya, tak lupa dia merias diri juga memakai anting-anting panjang dan menguncir kuda rambutnya.


Gita mematut penampilannya dicermin, setelah semua dirasa pas, Gita keluar dari kamarnya. Dia menuruni anak tangga lalu berjalan keruang tamu dimana mertuanya berada.


"Ayo Ma!."


Anisa menatap Gita takjub, menantunya terlihat begitu cantik. Penampilan Gita terlihat begitu sempurna. Namun, kini mata Anisa tertuju pada gaun yang Gita kenakan. Itu bukan gaun biasa, tapi gaun mahal. Mungkinkah Danar yang membelikannya?.


"Kamu sangat cantik sayang!." Puji Anisa


"Terima kasih Ma!."


"Gaunmu bagus, apa Danar yang membelikannya?!." Tanya Anisa memastikan


Gita terdiam lalu menatap mertuanya.


"Em, sebenarnya ... Gaun ini pemberian Dirga!!."


****


Nah lo!

__ADS_1


Yang komen sekalian aku jawab disini ya. Bukan sengaja membuat pelakor selalu didepan ya kakak, aku sengaja membuat karakter Gita seperti ini dulu. Tapi nanti akan ada bab dimana Gita berubah menjadi wanita yang lebih keras. Tungguin selalu ya


__ADS_2