
"Aku akan membatalkan pernikahan kita!!",
Deg
Gita semakin terisak. Inikah akhir nasib percintaanya?. Kenapa disaat dia sudah mulai merajut mimpi, semua seakan dihempaskan begitu saja.
"I-iya. T-tidak masalah, kamu berhak mendapat wanita yang jauh lebih baik dariku!!", ucap Gita yang masih membenamkan wajahnya didada bidang milik Dirga. Jujur, ini lebih sakit daripada saat dia harus kehilangan Danar.
Pria itu mengurai pelukannya, lalu mengangkat wajah cantik yang terus menunduk itu.
"Tentu. Aku sudah menemukan wanita yang terbaik. Dan kami akan segera menikah!!",
Gita kembali menunduk, air mata semakin mengalir derasa dipipi putihnya. Perempuan itu tak mau Dirga melihat kerapuhannya, dia tak mau dikasihani. Walau nyatanya, ternyata selama ini semua yang Dirga berikan hanya palsu belaka. Hatinya hancur dan dadanya terasa begitu sesak, lebih tepatnya, ia sangat kecewa. Kecewa pada dirinya sendiri karena dengan mudahnya terpedaya oleh semua bualan Dirga. Atau mungkin, sudah takdirnya dia harus hidup sendiri, selamanya.
Ya Rabb, kenapa Kau mengulangi luka ini lagi. Bahkan pria yang aku harapkan, juga melukai hatiku. Dan, yang paling menyakitkan, dia sudah mempunyai penggantiku secepat ini. Apa aku tidak pantas bahagia?. Kenapa semua hanya semu. Semua seperti mimpi indah yang tiba-tiba hancur bagai debu.
"Selamat, semoga kau selalu bahagia!!", Gita hendak turun dari mobil Dirga, namun pria itu menarik tangannya.
"Mau kemana?", tanya Dirga menatapnya heran
"Pulang!!", jawab Gita sembari terus menangis
"Lihat aku!!", pinta Dirga. Namun sayang, Gita masih enggan menatapnya. Pria itu gemas, Dirga menarik dagu calon istrinya. Dan mau tak mau, akhirnya mata mereka bersitatap. Gita tak mampu memandang wajah itu. Wajah pria yang memberinya harapan dan juga mimpi. Namun, wajah itu juga yang menghancurkannya.
"Aku memang membatalkan pernikahan kita!", Dirga menjeda ucapannya. "Bukan karena aku kecewa padamu!",
Gita memberanikan diri menatap pria yang memenuhi seluruh hatinya. Dia jadi bingung,
__ADS_1
"Aku tidak pernah memandang masa lalumu. Akupun tidak melihat kamu siapa dan berasal dari mana. Kau tahu betul bagaimana perjuanganku untuk mendapatkanmu. Apa kau pikir, aku akan menyia-nyiakannya begitu saja?. Tentu saja tidak!", jelas Dirga
Ingin sekali Gita berucap. Tapi nyatanya, mulutnya begitu kelu. Dia hanya bisa menatap Dirga dengan nanar. Apa lagi yang akan pria itu lakukan. Tidak puaskah dia menghancurkan hati dan perasaannya.
"Aku memang membatalkan pernikahan kita. Karena aku ingin kita menikah lusa!!", Dirga melanjutkan penjelasannya. Dia semakin gemas karena Gita hanya melongo mendengarkan ucapannya.
"Kau mendengar ucapanku kan?", tanya Dirga. Gita hanya mengangguk, "Kau setuju dengan rencanaku?",
"Jadi sejak tadi, kamu mengerjaiku?. Kamu menipu dan membohongiku", tanya Gita pada akhirnya.
"Coba kamu ingat-ingat. Kapan aku menipu dan membohongimu?", Gita menatap Dirga tajam. Pria bergidik ngeri mendapat tatapan tajam setajam silet macam. "Aku serius. Aku hanya tidak mau Danar terus mengganggumu!!", ucapnya membela diri.
Bugh
Bugh
Gita memukul dada Dirga berkali-kali, ia kesal karena ternyata, pria itu hanya mengerjainya. Gita kembali terisak, namun kali ini lebih kencang.
"Jahat, jahat. Aku sudah berfikir macam-macam. Ternyata kamu hanya mengerjaiku!!", ucapnya terisak. Dirga justru tersenyum, dia membelai rambut Gita dengan lembut.
"Kenapa kau tertipu?. Bukankah kau tahu, betapa besarnya aku mencintaimu. Cintaku padamu bukan kaleng-kaleng!!",
"Awk ... !", Dirga meringis mendapat cubitan dari Gita
"Aku kesal. Aku kesal .... ", teriak Gita
"Jangan menangis lagi. Aku tidak mau mata cantikmu bengkak dihari pernikahan kita!!",
__ADS_1
Gita kembali menatap calon suaminya,
"Apa kamu yakin, kita akan menikah lusa?", tanya Gita ragu
"Kenapa?. Kau tidak mau menikah denganku?. Atau kau mau kembali pada pecundang Itu??", tanya Dirga dengan nada kesal. Pria itu kembali meringis karena cubitan diperutnya.
"Kenapa kamu hobi sekali mencubitku. Nanti saja kalau kita sudah sah. Cubit aku di ... !", Dirga menaik-turunkan alisnya, membuat Gita menatapnya jengkel.
"Ish, jangan berpikir mesum. Aku serius bertanya!!",
"Tentu saja aku serius. Kita hanya tinggal mengabari WO untuk mempercepat semuanya!!", ucapnya enteng
"Tapi kan kasihan mereka!",
"Aku akan membayar tiga kali lipat!!",
"Ck, sombong sekali pak!!", cibir Gita
"Jaman sekarang, tidak ada yang tidak mungkin. Kau tahu karena apa?",
"Apa?", tanya Gita malas
"*The Power Of Money!!",
*
*
__ADS_1
*
Mbak Gita kena prank mas Dirga haha*