
"Aku minta, berhenti bekerja dengannya!."
Gita melerai pelukan suaminya, dia menatap pria yang kini berada didepannya.
"A-Aku ... Tidak bisa Mas!." lirih Gita
Wajah Danar berubah, pria itu terlihat sedikit mengeraskan wajah.
"Jadi kau lebih memilih dia dibanding suamimu sendiri?!."
Gita menggeleng cepat,
"Aku sudah terikat kontrak kerja dengan Royal Company, dan aku tidak bisa keluar begitu saja!."
"Aku akan membayar uang dendanya!." Jawab Danar enteng. Yang dia tahu, jika seseorang melanggar kontrak/perjanjian, maka wajib membayar denda.
"Mas, sejak awal kau sudah setuju jika aku bekerja. Tapi kenapa sekarang kau mempermasalahkannya?."
Danar terdiam, memang benar, dulu dirinyalah yang menyuruh Gita bekerja. Tapi sekarang, melihat kedekatan Gita dengan rivalnya, tentu ia merasa tidak suka.
"Sekarang lain cerita sayang, hubungan kita sudah membaik. Tentu aku tidak suka melihatmu dekat dengan pria lain selain aku!."
Pipi Gita merona mendengar kata sayang dari mulut suaminya.
"Mas, hubungan akan berjalan baik jika keduanya saling percaya!."
Danar menghela nafas, benar yang Gita katakan. Kepercayaan adalah kunci utama. Dan dasar pondasi yang kokoh dalam sebuah hubungan.
"Dirga memang memiliki perasaan padaku. Tapi dia juga tahu jika aku hanya mencintaimu!."
Danar tersenyum, "Kamu mencintaiku?!." Tanyanya kemudian
Gita mendadak salah tingkah,
"Bu-Bukankah kamu sudah tahu akan hal itu?!."
Danar kembali memeluk istrinya, "Aku senang karena kamu memilihku!." Pria tampan itu menatap wajah sang istri, memandang lekat mata indah tersebut. Perlahan, Danar mulai mendekatkan wajahnya lalu mendaratkan kecupan singkat dibibir yang sudah candu untuknya.
Gita membeku, jantungnya berdebug begitu kencang. Walau bukan pertama kalinya mereka berciuman. Namun rasanya ia begitu gugup.
"Aku tahu, kau masih takut untuk mengulanginya. Tapi ijinkan aku untuk menghapus semua bayangan pahit kejadian malam itu. Mari kita mulai semua dengan awal yang indah!!."
__ADS_1
Jujur Gita masih takut, kejadian malam itu jelas masih ia ingat. Namun sekarang suasananya berbeda, Danar dalam kondisi sadar. Lagipula, menolak ajakan suami itu dosa.
"Kau mau kan?!." pinta Danar
Gita menatap mata suaminya, mata pria yang dia cintai itu terlihat berkabut. Tak mau mengecewakan sang suami, wanita itu akhirnya mengangguk perlahan.
Danar tersenyum senang, ia kembali mencium Gita dengan lembut. Awalnya terasa kaku, namun perlahan Gita mulai membalas suaminya. Merasakan respon dari istrinya, Danar menuntun Gita ke ranjang, lalu merebahkannya disana. Pria itu kembali menatap wajah cantik istrinya.
"Aku mencintaimu!." Bisik Danar,
Wajah Gita kembali memerah, rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang dihatinya. Penantiannya selama ini telah membuahkan hasil, akhirnya dia dapat merasakan cinta dari suaminya.
Keduanya larut dalam malam panjang yang indah. Danar menggumamkan namanya berkali-kali, begitupun dengan Gita yang menyebut nama suaminya kala dia mencapai titik puncak percintaan mereka. Bukan hanya sekali, mereka mengulanginya hingga beberapa kali. Danar akui, tubuh Gita telah membuatnya candu. Apalagi wangi tubuhnya, Danar sangat menyukainya.
Erangan panjang kembali terdengar dari mulut pria tersebut. Nafas keduanya terengah dengan keringat yang membasahi tubuh mereka.
"Terima kasih sayang!."
Danar membawa Gita dalam pelukannya. Wanita itu memejamkan mata dengan nafas naik turun. Perlahan matanya terbuka, Gita menatap suaminya yang tersenyum kearahnya.
"Ke-Kenapa?!." Tanyanya malu
"Kau sangat cantik, dan aku menyesal karena baru menyadarinya!."
"Apa kau ingin berbulan madu?!." Tanya Danar tiba-tiba
Gita mendongak lalu menatap suaminya,
"Aku rasa sudah tidak perlu. Bulan madu hanya untuk pasangan yang baru menikah. Dan kita sudah menikah hampir setahun!." Jawab Gita
Ada rasa bersalah dihati Danar, pernikahan mereka memang berawal tidak baik. Bahkan dia meninggalkan Gita dimalam pengantin mereka. Kemudian membawa Tari kerumah, istri mana yang tidak sakit hati. Tapi Gita masih berbesar hati menerimanya dan memberi kesempatan kedua walau Danar sudah menyakitinya begitu dalam.
"Bulan madu tidak hanya untuk pasangan yang baru menikah. Siapapun bisa melakukan bulan madu kembali. Aku hanya ingin menebus semua kesalahanku padamu!." lirihnya
"Aku sudah memaafkanmu mas!." Jawab Gita
"Aku tahu, aku hanya ingin kita seperti pasangan lainnya. Menikmati masa-masa indah berdua, jalan-jalan, berfoto bersama. Aku ingin melewati semuanya denganmu!."
Hati Gita menghangat mendengarnya,
"Baiklah, ayo kita bulan madu!."
__ADS_1
Danar tersenyum mendengar jawaban istrinya, dia menatap Gita lekat
"Kau ingin pergi kemana?!. Paris, Korea, Maldives atau kemana?!." Tanya Danar antusias
Gita terkekeh melihat tingkah suaminya,
"Dulu aku punya mimpi, aku ingin pergi ke Maldives bersama orang yang aku cintai!!."
"Baiklah, kalau begitu kita akan pergi ke Maldives!." Potong Danar namun Gita menggeleng membuat alis pria itu terangkat,
"Kenapa?!." Tanyanya heran
"Kita akan ke Maldives tapi versi Indonesia!!."
"Maksudmu, Maldives yang di Gorontalo?!." Tanya Danar lagi
"Hm!."
"Kenapa bukan yang di luar negeri?!".
Gita tersenyum menatap suaminya,
"Negeri kita tak kalah bagus dengan negara luar. Untuk apa pergi jauh-jauh jika ada yang bagus di negeri sendiri!!."
Danar terdiam sejenak, kemudian tersenyum
"Kau memang luar biasa. Baiklah, kita akan pergi kemanapun yang kau mau!!."
Dua insan saling memeluk untuk menyalurkan kasih sayang mereka. Hingga bunyi ponsel Danar membuat pria itu melirik Gita sekilas kemudian mengambil ponselnya.
"Hallo ....!."
"......!."
"Baiklah, jangan takut. Aku segera kesana!." Ucap Danar dengan nada khawatir. Pria itu langsung memakai pakaiannya dengan terburu-buru
"Ada apa mas?!."
"Aku harus pergi, Tari membutuhkanku!."
*****
__ADS_1
Yah, Gita ditinggal nih ...