
Sudah lima hari Gita tinggal dirumahnya, pagi ini seperti biasa, dia kembali ke rutinitas untuk bersiap pergi ke kantor. Sejak kedatangannya lima hari yang lalu, setiap hari Danar selalu datang dan mengajaknya berangkat kerja bersama, namun Gita selalu menolaknya. Tapi pria itu tidak menyerah, bahkan kadang dia datang ke kantor untuk menjemputnya.
"Git, hari ini kamu berangkat sendiri dulu tidak apa-apa kan?. Aku ...!", Gita tersenyum menatap sahabatnya.
"Aku tahu An, Andre akan menjemputmu kan?, hati-hati naik motornya. Jangan lupa pegangan, takut-takut kamu nyunsep kalo doi tiba-tiba ngebut!!", Ana mendengsu kesal, tapi tak lama ia tersenyum
"Kamu memang pengertian, terima kasih cinta!!", Ana mencium pipi sahabatnya lalu pergi
Gita tersenyum melihat kebahagiaan sahabatnya. Setidaknya sahabatnya memilih orang yang benar-benar menerima dan mencintainya dengan tulus. Andre, kekasih Ana, adalah teman satu divisi yang memang sejak lama Ana sukai. Dan ternyata, Andre juga menyukai sahabatnya. Gita hanya bisa mendoakan semoga sahabatnya bahagia.
Wanita cantik itu mengambil tas dan kunci mobil. Namun belum masuk kemobilnya, ia di kejutan dengan kedatangan Danar.
"Kamu akan ke kantor kan?. Ayo aku antar!!", ucapnya tersenyum
"Em, tidak perlu mas. Aku sudah akan berangkat!", tolaknya halus
Danar tidak menyerah, dia kembali membujuk Gita seperti sebelumnya.
"Ini sudah hari ke enam kau menolak ajakanku. Sebenarnya, ada yang ingin aku katakan. Apa kamu ada waktu?!", tanyanya penuh harap
Gita menatap suaminya, lalu mengangguk. Akhirnya dia menerima tawaran Danar untuk mengantarnya ke kantor. Danar membukakan pintu untuk istrinya, lalu berbelok dan masuk ke kursi kemudi.
"Kamu sudah sarapan?", tanya Danar saat mobil yang dikendarainya mulai menaju
Gita mengangguk, dia tidak mau terlalu lama menatap suaminya. Akhirnya dia lebih memilih menatap keluar jendela.
"Aku harap kamu akan memberiku kesempatan. Aku ingin kamu kembali kerumah kita!", ucap Danar
Gita bergeming, dia masih ragu. Apakah dia harus kembali ke rumah itu atau tidak. Hatinya berkata ingin, tapi raganya masih menolak.
"Masalah Tari, kamu tidak perlu khawatir. Dia memilih tinggal di apartemen!", ucap Danar memberi tahu
"Jujur aku ragu mas, aku bingung. Apa aku harus kembali kerumah atau tidak. Ada atau tidaknya Tari, sama sekali tidak berpengaruh apapun!", ucap Gita yang masih menatap keluar jendela
Danar memandang istri pertamanya. Ia tahu jika Gita masih sakit hati kepadanya.
"Aku tahu kesalahanku begitu besar padamu. Aku hanya ingin menebus semuanya Git. Apa aku salah jika aku ingin memulai semuanya dari awal denganmu?", Gita menoleh lalu menatap suaminya
"Tidak ada yang salah mas. Hanya saja, aku takut. Sejak awal bukan aku yang kamu inginkan. Bukan aku yang kamu cintai. Ada tanda tanya besar dikepalaku, apa sebenarnya alasanmu tiba-tiba baik padaku. Jika hanya karena kejadian malam itu, bukankah aku sudah katakan jika aku tidak mempermasalahkannya. Kamu tidak perlu merasa bersalah apalagi merasa harus bertanggung jawab padaku. Atau semua karena mama Anisa?!!", tanya Gita ragu
Danar menggeleng cepat,
"Semua tidak ada hubungannya dengan mama. Ini semua murni keinginanku. Aku sungguh ingin berubah Git, aku ingin menebus semua kesalahanku padamu. Maukah kau memberiku kesempatan!!",
Gita masih bergeming, dia ingin tapi takut.
"Aku belum bisa memberi jawaban sekarang mas. Aku harap kamu mengerti!!", Danar mengangguk dan tersenyum
__ADS_1
Jujur dia kecewa, tapi mau apa lagi. Semua juga karena perbuatannya. Sudah untung Gita mau memaafkannya.
****
"Kamu pulang jam berapa?. Nanti aku akan menjemputmu!!", tanya Danar saat mereka sudah tiba dikantor istrinya
"Tidak usah mas, aku akan pulang bersama Ana!!", jawab Gita beralasan
"Kamu akan bonceng bertiga dengan Ana dan kekasihnya??", Gita terdiam, dia tidak bisa beralasan lagi
"Aku akan menjemputmu jam lima. Tidak ada penolakan!!", ucap Danar saat Gita akan menyahuti perkataannya.
Cup
Gita membeku ketika Danar mencium pipinya. Apa dia berhalusinasi?,
"Sampai jumpa nanti!!",
Tidak, Danar memang menciumnya. Gita menatap suaminya. Pria itu tersenyum manis kearahnya. Gita yang sedikit salah tingkah segera turun dari mobil, dia bahkan tak menghiraukan Danar yang melambaikan tangan padanya.
"Tumben, kamu berangkat dengan suamimu!!",
Gita mengelus dadanya kaget saat Dirga tiba-tiba berada disampingnya.
"Pak, kurangi hobi anda mengagetkan saya!!", ucapnya kesal
"Selamat pagi pak Dirga!!", sapa seorang karyawan
"Selamat pagi nona Gita!!",
"Pagi juga Anya!!",
Gita segera memasuki lift saat Dirga menatapnya tajam. Wanita itu mendengus kesal,
"Kak, bagaimana kamu bisa mendapatkan calon istri, jika kamu begitu dingin pada semua wanita!!", ucapnya jengkel. Pasalnya bukan satu dua wanita yang sering menyapa Dirga, tapi Dirga tidak merespon sama sekali.
"Aku tidak tertarik dengan janda!!", ucapnya sarkas
"Jaman sekarang, janda lebih menggoda!!", jawab Gita menggoda sang atasan
"Ck, tidak tertarik!!. Kecuali jandamu!!", jawabnya asal. Sedangkan Gita melotot kesal mendengar jawaban kakanya.
Ting
Pintu lift terbuka, mereka melangkah menuju ruangan masing-masing.
"Siapkan bahan meeting dengan Mandala Grup besok. Kita harus menenangkan kerjasama ini!!", perintah pria tampan tersebut
__ADS_1
"Siap pak!!", jawab Gita tanpa melihat bosnya
****
Anisa baru saja kembali dari luar kota untuk mengurus bisnis kosmetiknya. Perempuan paruh baya itu sudah tidak sabar ingin menemui menantunya.
Sudah jam lima sore, dan sebentar lagi Gita akan pulang dari kantornya. Dia sengaja menunggu Gita didekat kantornya karena ingin membicarakan sesuatu pada menantu kesayangannya.
Tak lama Gita keluar dari lobi, sopir Anisa segera melajukan mobilnya dan berhenti tepat disamping istri Danar tersebut.
"Mama!!", ucap Gita terkejut
"Masuklah, kita pulang bersama!!", Gita mengangguk lalu masuk kedalam mobil mertuanya.
"Apa kabar sayang?", tanya Anisa lembut
"Aku baik ma, mama juga baik kan?", mertuanya itu mengangguk
"Mama merindukanmu, kamu tidak keberatan kan kalau kita kerumah mama?!!",
"Tentu ma!!",
Menantu dan mertua itu mengobrol banyak hal, sesekali mereka tertawa bersama. Mereka bahkan tidak menyadari jika sudah sampai dirumah Anisa.
"Kita sudah sampai nyonya!", ucap sang sopir
"Oh, benarkah?. Kami bahkan tidak menyadarinya!!", jawabnya tertawa
Anisa dan Gita turun dari mobil kemudian berjalan masuk kedalam rumah.
"Istirahatlah dikamarmu, nanti kita akan makan malam bersama!!",
"Seharusnya mama yang istirahat. Mama baru saja pulang dari luar kota!!", jawab Gita pada mertuanya
"Sebenarnya, ada yang ingin mama katakan!!", ucap Anisa serius. Anisa membawa menantunya ke kamar. Mereka berdua duduk ditepi ranjang.
"Mama bukan ingin membela Danar, tapi mama sudah melihat keseriusannya. Dia sungguh menyesal Git, dia sudah berubah. Mama tidak akan memaksamu, tapi mama harap kamu mau memberinya kesempatan!!", ucap Anisa to the point
Gita menggigit bibir bawahnya, sebenarnya dia juga memikirkan hal ini. Dia akui Danar sudah cukup berusaha. Beberapa hari ini suaminya itu selalu datang dan mengajaknya berangkat kerja bersama, walau selalu ia tolak tapi pria itu tidak menyerah. Kadang juga menjemputnya dikantor. Bukan hanya itu, Danar juga sering mengirim makan malam untuknya dan Ana. Bahkan setiap pagi, selalu ada kiriman bunga mawar merah dari suaminya.
Jujur Gita tersentuh, dia bahagia karena Danar mulai perhatian padanya.
"Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Dan setiap kesalahan berhak menerima maaf. Mama serahkan semua padamu, mama tidak punya hak untuk memaksamu. Semua keputusan ada ditanganmu karena kamu yang akan menjalani semuanya!!", ucap Anisa bijak
Gita menatap mertuanya, dia sudah membulatkan hati dan mengambil keputusan
"Aku, aku akan memberi mas Danar kesempatan!!",
__ADS_1
"Benarkah!!",