Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Hari Bahagia


__ADS_3

"Tunggu ... !",


Semua mata tertuju pada sosok yang baru saja memasuki balroom. Dia berjalan tergesa menghampiri pengantin pria.


"Dasar adik kurang ajar. Beraninya kamu memajukan pernikahanmu tanpa memberitahuku, hah!!. Kamu tahu, aku langsung meninggalkan pekerjaanku karena ulahmu!!",


"Awh ... sakit kak. Lepaskan!!", ucap Dirga karena Adi menjewer telinganya. Dia bahkan tak menghiraukan para tamu yang menatap mereka heran, bahkan ada yang tertawa melihat hal itu.


"Kak, lepaskan. Kau membuatku malu!!", keluh Dirga


"Biarkan saja. Kau memang perlu diberi pelajaran!!",


Seorang wanita yang menggendong balita dan seorang gadis remaja menghampiri mereka.


"Sayang, lepaskan. Kau membuat acaranya tertunda!!", ucap Mika. Adi segera melepaskan jewerannya lalu tersenyum kikuk.


"Silahkan pak, bisa di lanjut. Maaf karena ada insiden kecil!!",


Dirga berdecak kesal, Januar dan Gita hanya bisa tersenyum melihat tingkah keduanya. Adi beserta istri dan anaknya langsung duduk dikursi yang disediakan. Dia sunggul kesal pada Dirga. Mereka berencana akan datang dua hari sebelum hari pernikahan. Tapi tiba-tiba semalam, Dirga memberi tahu jika pernikahan mereka dimajukan hari ini. Walau jarak Siangpura - Indonesia tidak terlalu jauh. Tapi tetap saja kan butuh persiapan.


"Baiklah, karena semua sudah siap. Mari kita mulai acaranya!!", ucap penghulu


Dirga kembali berjabat tangan dengan penghulu. Dan dengan lantang juga sekali nafas. Dirga lancar mengucap ijab qobul. Ketika kata sah menggema, Gita tak mampu menahan rasa haru. Ia meneteskan air mata bahagia. Hari ini, dia telah resmi menjadi nyonya Ibrahim. Mengembang tugas sebagai seorang istri, dalam keadaan apapun bersama pria bernama Dirga Ibrahim.


Penandatanganan buku nikah telah mereka lakukan. Sekarang Dirga tengah menyematkan cincin kawin mereka dijari manis istrinya, begitupun sebaliknya. Dengan lembut, Dirga mencium kening istrinya setelah Gita meraih dan menyalami tangannya.


Januar berkaca-kaca menatap putra tunggalnya menikah. Rasa haru sekaligus bahagia begitu ia rasakan. Pengantin baru itu menghampiri Januar,


"Selamat nak, kalian akhirnya resmi menjadi suami istri. Pesan papa, tetaplah saling terbuka dan jujur. Pondasi nomor satu dalam rumah tangga adalah kejujuran dan saling terbuka juga komunikasi. Jangan menutupi apapun dari pasangan yang akan menimbulkan kesalahpahaman. Tidak selamanya rumah tangga bahagia, ada kalanya cobaan akan datang dan menguji rumah tangga kalian. Jika kalian sudah memiliki pondasi yang kokoh, apapun yang akan menimpa kalian nanti. Papa yakin, kalian akan tetap bersatu dan mampu melewati masalah yang terjadi. Jangan mudah termakan berita miring yang belum tentu benar. Komunikasikan dulu dan bicara dengan kepala dingin. Semua masalah bisa teratasi jika dibicarakan dengan baik. Tetaplah saling bergandengan tangan dan melangkah bersama. Papa tahu, cinta kalian begitu besar. Dan papa yakin, kalian akan bahagia!!",


Gita kembali menitikkan air mata. Dirga memeluk papanya, dan ia terlihat mengusap sudut matanya.


"Terima kasih atas semuanya, Pa. Dirga janji akan menjaga dan menyayangi istri dan anak Dirga kelak!!",


Januar tersenyum, "Tentu, sayangi dan cintai istrimu. Jangan pernah buat dia menangis. Kau juga terlahir dari rahim seorang ibu. Jika nanti kalian memiliki anak. Kau akan tahu, sehebat apa sosok seorang perempuan itu!!", Dirga mengangguk. Kini giliran Gita yang mencium tangan mertuanya.


"Jaga anak nakal itu. Papa serahkan dia padamu. Jika dia berani melukaimu, katakan pada papa. Papa akan langsung menghukumnya!!",


Gita tersenyum, lalu memeluk mertuanya. "Terima kasih Pa. Terima kasih karena sudah melahirkan putra sebaik Dirga. Terima kasih karena kalian menerima aku apa adanya. Aku tidak bisa memberikan apapun kecuali cinta dan kasih sayang. Aku hanya bisa mengabdikan hidupku untuk suami dan keluargaku!!", Januar mengeluh kepala Gita lembut.


"Papa bahagia karena akhirnya kalian bersatu. Semoga kalian selalu diberkati kebahagiaan!!",


Setelah sungkem pada Januar, Adi, Mika dan Ana juga Andre menghampiri mereka. Tamu undangan lain tengah menikmati sajian yang tersedia.

__ADS_1


"Selamat, akhirnya cinta kalian dipersatukan dalam ikatan rumah tangga. Aku tidak bisa berpesan apapun, karena aku yakin. Dengan kekuatan cinta yang kalian miliki, kalian mampu melewati semua yang akan terjadi nanti!!",


"Terima kasih kak. Maaf karena membuatmu meninggalkan pekerjaanmu secara mendadak!!",


Adi mendengus, "Semua tidak gratis bung. Kau harua membayar kerugianku!!",


Dirga tertawa, "Tenang saja. Itu urusan kecil!!",


"Kau memang menyebalkan!. Git, hati-hati dengannya. Aku sarankan, kalian tidak tidur sekamar malam ini!!", Dirga melotot


"Hei, dia istriku. Tentu harus sekamar denganmu. Ada-ada saja, kakak ini!!",


Adi tersenyum mengejek, Mika dan putrinya menghampiri Dirga dan Gita.


"Selamat, adikku. Akhirnya kalian menikah juga. Aku bahagia sekali. Semoga rumah tangga kalian langgeng dan segera diberi momongan!", ucap Mika antusias


"Terima kasih banyak kak. Semua juga berkat kakak!!", jawab Gita memeluk Mika


"Ingat pesanku. Jika Dirga berani menyakitimu, aku tidak segan-segan membuat perhitungan dengannya!!",


Dirga kembali mendengus, suamu istri ga ada akhlak, bathinnya.


"Kak Mika sayang, kamu tahu kan perjuanganku untuk mendapatkan cinta wanita didepanmu. Apa kamu pikir aku akan menyia-nyiakan semuanya?!", ujar Dirga kesal


"Ya kan manusia tempatnya khilaf dan salah Dir, siapa tahu kamu melakukan kekhilafan nanti!!",


"Aku percaya padamu!!",


Mika dan Adi meninggalkan pengantin baru itu karena putra mereka merengek minta cake.


"Selamat Git. Akhirnya kamu menemukan behagiaan yang kamu cari. Jangan pernah lupakan aku ya!!",


Gita memeluk Ana, "Kamu adalah sahabat sekaligus keluargaku An. Tentu aku tidak akan melupakanmu!!",


"Selamat pak, semoga pernikahan kalian langgeng hingga maut memisahkan!!", ucap Andre


"Terima kasih. Dan cepatlah menyusul!!",


Andre tersenyum kemudian melirik kekasihnya. Ana langsung memerah saat sang kekasih menatapnya.


Acara ijab qobul sudah selesai, semua tamu sudah pulang dan kerabat serta teman dekat mereka kembali ke kamar masing-masing. Begitupun dengan pengantin baru. Resepsi akan diadakan mulai jam 6 petang. Dan masih ada waktu istirahat untuk mereka. Gita sudah memakai baju biasa karena tadi MuA sudah membersihkan make up dan hiasan kepalanya.


Gita merasa begitu canggung apalagi sekarang dia sekamar dengan suaminya.

__ADS_1


"Sayang, kamu yang mandi dulu apa aku?", tanya Dirga


Gita yang merasa gugup hanya menggeleng, "Kamu duluan saja, sayang!!",


"Tidak mau mandi bareng saja?", ucap Dirga menggoda. Gita menggeleng cepat, hal itu membuat Dirga gemas. Pria itu berjalan lalu berdiri dibelakang istrinya. Dan menatap wajah Gita dari pantulan cermin.


"Kamu cantik sekali!!", bisik Dirga. Pria itu sudah menyandarkan kepalanya dileher Gita. Gita dapat merasakan hembusan nafas suaminya yang membuatnya merinding. Tangan kekarnya bahkan telah memeluk erat perutnya.


"Sa-sayang!!", ucap Gita terbata


"Kalau pemanasan sedikit, tidak apa-apa kan?", suara Dirga terdengar serak, Gita menatap wajah suaminya dari cermin. Dia bisa melihat jika mata suaminya sudah dipenuhi kabut gairah.


Ish, siapa yang tidak akan tergoda, coba. Gita begitu cantik, apalagi sekarang beberapa bagian tubuhnya menonjol sempurna. Dirga pria normal, tentu ia tergoda melihat istrinya. Tanpa aba-aba, Dirga menggendong Gita dan membawanya ke sofa.


Pria itu terus memandangi keindahan sempurna didepannya. Gita semakin salah tingkah saat Dirga menatapnya lekat seolah akan menerkamnya.


"Sayang, aku mencintaimu!!",


"Aku juga mencintaimu, mas!!",


Dirga memajukan wajahnya, dia memagut bibir indah istrinya. Ciuman lembut itu mampu membuat keduanya melayang. Tangan Dirga menarik tali yang melingkar diperut istrinya dan seketika, ia langsung disuguhi keindahan dua gundukan kembar milik Gita. Pria itu menelan salivanya kasar, jiwa kelelakiannya bangkit seketika, tanpa ijin dia membuka pengait yang menutupi keduanya.


"S-sayang!!", Gita langsung menutup kedua asetnya karena malu.


"Jangan ditutupi, sayang. Aku menyukainya!!", suara Dirga terdengar seperti hipnotis. Tangan kekar itu menyingkirkan tangan mungil yang menutupi keindahan tersebut.


Lenguhan kecil terdengar saat Dirga melahap salah satunya. Kenyal dan hangat, bathinnya. Gita hanya mampu meremas rambut sang suami saat dia mulai terbuai dan merasakan perasaanya yang aneh tapi nikmat itu.


Dirga melahap bergantian benda tersebut, nafasnya semakin memburu, cobranya mulai tegang dan dia ingin lebih dari ini.


"Sayang, sebentar saja, boleh kan?",


Gita yang juga merasa panas, hanya bisa mengganguk, Dirga kembali menggendongnya dan membawanya ke ranjang. Pria itu terus memandangi istrinya, matanya tak henti memandangi wajah cantik sang istri. Dirga kembali memagut bibir Gita, namun kali ini lebih dalam dan menuntut. Tidak tahan, Dirga berdiri lalu membuka baju dan celananya hingga meninggalkan boxer saja. Dia kembali mendekati sang istri yang terlihat gugup menatapnya. Suasana kamar menjadi panas dingin. Apalagi tadi Gita melihat sesuatu yang membuatnya jantungnya ingin melompat. Ya, walau masih didalam sangkar sih. Tapi tetap saja kentara.


"Bolehkan, sayang!!",


Gita hanya bisa mengangguk, Dirga menyingkirkan pakaian yang dikenakan istrinya, dan membuka kain terakhir ditubuhnya, hingga


Tok Tok Tok


*


*

__ADS_1


*


Hahaha, sabar mas Dirga, tunggu malam saja. Baru sah kok mau kangusng unboxing, sabar hoy tahan napa!!


__ADS_2