Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Egois


__ADS_3

"Mama akan segera mengurus perceraian kalian!."


Danar terbelalak, ucapan Anisa menusuk hatinya. Danar akui, ia salah. Ia telah menyakiti Gita. Tapi untuk berpisah dengan Gita, rasanya ia tak sanggup.


"Aku tidak akan menceraikan Gita Ma!." tolak Danar tegas


Anisa menatap anaknya tajam,


"Jangan egois!!. Gita berhak bahagia dan kamu tidak bisa membahagiakannya. Jadilah pria gentle, kau harus memilih. Dan sejak awal, kau sudah memilih kekasihmu itu, jadi lepaskan Gita!."


"Sekarang kenapa mama menyuruhku melepaskan Gita. Bukankah dulu mama yang memaksaku menikahinya!!." tantang Danar


"Kau benar, tapi mama tidak menyuruhmu berpoligami. Jika saja mama tahu kau akan menyakitinya, mama tidak akan rela mengorbankan Gita untuk menjadi istri pesakitanmu!!." Anisa menatap putranya nyalang, "Mama lebih memilih menyerah dan membesarkanmu seorang diri Danar. Kau tentu tidak lupa bagaimana perjuangan hidup kita dulu. Papamu lebih memilih perempuan lain dan menelantarkan kita. Kau tahu bagaimana rasanya menjadi anak yang terabaikan. Kau tahu bagaimana sulitnya mama bangkit dalam keterpurukan. Kau tahu betul bagaimana sakitnya menjadi orang yang dinomorduakan. Kau pikir, Gita tidak sakit hati dengan perbuatanmu padanya. Kau sama saja seperti papamu!!."


Deg


Tidak, Danar tidak mau disamakan dengan papanya. Pria itu dengan tega meninggalkan dan menelantarkannya demi bersama dengan selingkuhannya.


"Aku tidak sama dengan papa!." sangkal Danar


Anisa tertawa sinis,


"Kau sama!!. Kau menikah lagi saat sudah memiliki istri, kau bahkan membawa Tari kerumah kalian. Apa kau tahu bagaimana perasaan Gita?. Haha, tentu saja tidak. Mata hatimu sudah tertutup oleh cinta butamu. Kau bahkan melupakan fakta bahwa perebut papamu adalah mertuamu sendiri!!."


Lagi-lagi Danar tak menjawab. Semua yang mamanya katakan memang benar.


"Kau memaafkan Tari dengan mudah, kau bahkan memberikan semua yang Tari minta dengan gampang. Tapi bagaimana dengan Gita?, apa kau pernah mengingatnya saat kau membelikan barang-barang mahal untuk madunya?. Tidak Danar, tidak!!." jelas Anisa, kekecewaan dan kemarahannya sudah mencapai puncak. Dia menyesal telah menikahkan mereka dan membuat hidup Gita menderita.


Saat mereka masih dalam perdebatan, Dirga keluar dari kamar Gita. Pria itu menatap dingin kearah Danar.


"Apa dia sudah tenang?!." tanya Anisa pada Dirga

__ADS_1


"Hm!." jawab Dirga dengan deheman


"Apa aku bisa menemuinya?!." tanya Anisa berharap


"Dia tidak ingin menemui siapapun saat ini!!." sahut Dirga


"Aku akan bicara padanya!!." ujar Danar mencoba masuk tapi Dirga menahannya,


"Jangan membuatnya semakin bersedih. Kau pikir dengan melihatmu ia akan senang?. Jangan lupakan jika kaulah penyebab dia seperti ini. Jikalau ada orang yang paling dia hindari, itu adalah kau!!." ucap Dirga tegas


"Tapi aku suaminya!!." jawab Danar tak mau kalah.


"Suami?!. Apa kau masih pantas disebut sebagai seorang suami setelah semua yang kau lakukan padanya?. Menduakannya, menghianatinya bahkan kau membuatnya kehilangan seorang anak!!." ucap Dirga geram, kenapa Danar masih egois setelah semua perbuatannya pada Gita.


"Aku memang bersalah, aku akui itu. Tapi bagaimanapun, aku masih suaminya. Aku berhak bicara dengannya!!." Danar tak mau mengalah, dia tetap ingin menemui Gita


"Terserah padamu, jangan salahkan aku jika Gita mengusirmu!." jawab Dirga dingin, pria itu kemudian melangkah pergi.


Danar memaksa masuk, Anisa yang tak mau putranya berbuat nekat, akhirnya ikut masuk kedalam.


"Ini aku!."


Deg


Gita paham betul suara itu. Suara milik pria yang telah menghancurkan hidupnya. Tanpa sadar tangannya terkepal, emosi mulai merasuki dirinya. Ingatan kejadian-kejadian pahit kembali memenuhi kepalanya. Matanya memerah menampakkan raut kemarahan. Gita berbalik lalu menatap Danar dengan tajam,


"Untuk apa kau kemari, pembunuh!!."


Deg


Danar tertegun ditempat, kalimat yang Gita ucapkan mampu membuatnya kembali merasa bersalah. Hatinya sakit mendengar tuduhan istrinya

__ADS_1


"Git, a-aku!!."


"PERGI!!. PERGI DARI SINI, AKU TIDAK MAU MRLIHAT WAJAHMU. KAU PEMBUNUH, KAU SUDAH MEMBUNUH ANAKKU!!." teriak Gita


Anisa segera mendekat dan memeluk menantunya, ia tahu Gita masih sangat terpukul atas kehilangan bayinya.


"Maafkan aku ... maafkan aku!!." lirih Danar, pria itu mulai meneteskan air mata. Dia bersimpuh didepan ranjang istrinya. Memohon ampun dan berharap Gita mau memaafkannya,


"KAU PIKIR DENGAN MEMAAFKANMU BISA MENGEMBALIKANNYA?. KAU SUDAH MEMBUNUHNYA, KAU MEMBUNUH ANAKMU SENDIRI. SAMPAI KAPANPUN AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANMU, PERGI DARI SINI. PERGI!!!."


Gita semakin histeris, Anisa bahkan tak mampu menenangkannya. Hingga Dirga datang dan memeluknya,


"Tenang lah, ada aku disini!!." ucap Dirga lembut


"Usir pembunuh itu kak. Usir dia dari sini. Aku tak sudi melihat wajahnya lagi!!."lirih Gita pilu,


"Sebaiknya kalian pergi dulu. Ini bukan waktu yang tepat kalian berada disini!!." pinta Dirga


Danar tersulut emosi, ingin sekali dia memukul wajah Dirga. Disini, dialah suami Gita. Kenapa pria itu bersikap seolah dialah suaminya.


"Kita pergi Danar!!." ajak Anisa


"Tapi Ma ... !."


"Gita butuh waktu. Sebaiknya kita pulang!!."


"Aku akan tetap disini, aku akan menjaganya!." ucap Danar bersikeras


"Ada Dirga yang akan menjaga Gita!!."


"Tapi aku suaminya. Akulah yang pantas berada disini, bukan dia!!!." ucap Danar tak terima

__ADS_1


"Kita akan segera bercerai. Pergilah sekarang juga!!."


Deg


__ADS_2