Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja

Berbagi Cinta : Cintai Aku Sekali Saja
Saingan Baru


__ADS_3

Tari berusaha mendekati suaminya, namun Danar seolah enggan berdekatan dengannya. Dia sudah merayu seperti biasanya, tapi yang ada, Danar malah mengacuhkan dan meninggalkannya tidur. Jujur, Tari mulai takut kehilangan Danar. Dia mengingat ucapan mertuanya mengenai anak. Dan Tari memutuskan akan melakukan pemeriksaan pada dirinya. Setidaknya, jika ada anak dirumah tangga mereka, Danar akan terikat dengannya selamanya.


Disinilah dia berada, di sebuah rumah sakit. Dan Tari sedang menunggu giliran untuk melakukan pemeriksaan.


"Ibu Mentari!!",


"Saya sus!!",


Tari masuk kedalam ruangan dokter. Kemudian duduk didepan perempuan berhijab tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu??",


Tari nampak ragu, namun akhirnya dia mengatakan tujuannya. "Saya ingin melakukan pemeriksaan pada diri saya dok. Saya sudah menikah hampir empat tahun. Tapi saya belum juga hamil!!",


Dokter tersebut tersenyum, "Baiklah, silahkan berbaring diranjang bu!!",


Dokter melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari tes urine, tes darah dan beberapa tes lainnya.


"Hasilnya akan keluar dua hari lagi, bu!!",


Tari tersenyum, setelah selesai diperiksa. Dia memutuskan kembali ke butik.


Jujur, Tari sedikit diliputi perasaan cemas. Dia takut terjadi sesuatu yang padanya. Padahal mereka sering berhubungan badan, tapi mengapa sampai sekarang dia belum kunjung hamil?. Jika Danar yang bermasalah, Gita tidak akan hamil waktu itu. Itu artinya, kemungkinan besar masalahnya ada padanya.


Maka dari itu, Tari melakukan pemeriksaan diam-diam. Jika ia menyetujui permintaan mertuanya, dan melakukan pemeriksaan bersama Anisa, ia takut hasilnya mengecewakan. Dan Anisa akan kembali tidak menyukainya.


Hampir setengah jam, akhirnya Tari tiba dibutik. Dia langsung menuju ruangannya. Beberapa hari belakangan butiknya sedikit sepi.


"Permisi bu, ini ada laporan dari teman ibu!!",


"Terima kasih, Kan!!",


Tari segera memeriksa laporan yang diberikan asistennya. Camelia, temannya yang merupakan seorang desainer menaikkan harga desainnya. Ya, selama ini Tari memang tidak membuat desain sendiri. Dia meminta desain dari temannya. Lebih tepatnya, dia membeli desain Camelia untuk koleksi bajunya di butik. Itu sebabnya harga baju di butik Tari sangat mahal, tentunya karena desain yang limited edition dan yang mampu membeli di tempatnya hanya orang-orang kalangan atas.


"Kan!!", panggil Tari, asistennya itu langsung menemui atasannya.

__ADS_1


"Ada apa bu?",


"Aku ingin melihat laporan keuangan butik!!", Kania mengangguk kemudian mengambil laporan yang diminta Tari. Istri Danar itu, tampak serius membacanya.


"Omset kita menurun bulan ini. Apa ada masalah?", selidik Tari


"Pelanggan kita sebagian berpindah ke AG Fashion, bu!", jelas Kania


Tari mengerutkan dahi, "AG Fashion?. Butik baru?. Dimana?", selidik Tari


"Kalau butiknya sendiri, belum ada di Indonesia bu. Mereka memasarkan produknya lewat Instagram. Dan ... !",


"Dan apa?",


"Produk mereka harganya lebih murah dari produk kita. Pilihannya banyak dan fashionable. Bahannya juga nyaman digunakan!!", jawab Kania pelan


"Bagaimana bisa kau tahu?. Kau pernah membelinya?",


Kania menunduk, "A-adik saya yang beli, bu. Maaf!!',


Sial, kalau begini. Pelangganku bisa hilang. Siapa sebenarnya pemilik akun ini?. Belum selesai satu masalah, kenapa sekarang muncul saingan baru!!.


"Ya sudah, kamu boleh keluar!!", Kania mengangguk kemudian pergi.


Tari memijat kepalanya, dia sungguh pusing. Banyak sekali yang membebani pikirannya belakangan ini.


Ceklek


Tari menatap pintu dan terlihat Kania masuk kedalam ruangannya.


"Ma, mama dari mana saja?. Kenapa mama menghilang?. Bahkan ponsel mama tidak aktif!!",


Tania duduk disofa, wajahnya terlihat tidak bersahabat. "Seharusnya kamu memberikan mama minum, bukan memberondong mama dengan banyak pertanyaan!!", sahutnya kesal


Tari menghela nafas, ia berdiri kemudian berjalan ke arah lemari pendingin yang ada diruangannya. Mengambil minuman dingin kemudian memberikannya pada Tania. Perempuan itu langsung membukanya dan meminumnya seperti orang kehausan.

__ADS_1


"Sebenarnya mama ini kenapa?",


"Anak sialan itu menyekapku. Dirumah tengah hutan yang kotor dan berdebu!!", sungut Tania. "Dia juga memberiku makan makanan sederhana. Aku selalu diawasi 24 jam, bahkan aku belum mandi beberapa hari. Awas saja, aku akan membalas semua perbuatannya padaku!!",


Tari menaikkan sebelah alisnya, "Maksud mama, Dirga yang menculik mama?",


"Ya, siapa lagi memang!!",


"Tapi kenapa?",


Tania menatap Tari tajam, "Semua karena kamu!!. Gara-gara kamu mengadu soal Gita. Aku merencanakan akan mencelakainya. Tapi aku malah di sekap lebih dulu!!",


Tari membulatkan matanya, bahkan hanya rencana, Dirga sudah mengetahuinya lebih dulu. Pria itu tidak bisa dianggap remeh. Apalagi sekarang, Gita adalah istrinya. Tentu Dirga akan menjaganya lebih ekstra.


"Mama akan membuat perhitungan dengan anak sialan itu!!",


"Ma, jangan melakukan hal bodoh yang akan mencelakai mama sendiri. Dirga yang sekarang, lebih menakutkan. Dia seperti malaikat pencabut nyawa yang akan berbalik menyerang kita, bahkan ketika kita belum melakukan apa-apa!!",


*


*


*


Agung menatap bangunan tua didepannya. Seperti informasi yang ia terima. Disinilah rumah gadis yang telah Danar renggut kehormatannya, tinggal. Agung sudah mencari informasi mengenai gadis tersebut dan rupanya, gadis itu seorang anak yatim piatu.


Aku harus mengawasinya, bathin Agung.


Pria itu segera pergi. Dia harus kembali ke Perancis untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sementara Tania, orang suruhannya bilang. Dirga sudah melepaskan wanita itu dan Agung yakin. Tania akan menemui putrinya.


*


*


Kira-kira, apa yang akan terjadi dengan gadis yang diperkosa Danar. Lalu apa yang akan Agung lakukan sebenarnya?

__ADS_1


__ADS_2