
Fathi dan amih kembali duduk bersama Mala. Mala tersenyum pada amih.
Amih menggendong Kayla dan bercanda dengannya.
" Alhamdulillah, Kayla sehat dan ndut..Mala memang sangat telaten mengurus Kayla, dia ibu yang hebat ." Celetukan Amih membuat hati Fathi seperti tersayat. Ia tersinggung tapi ia tak ingin membalas ucapan amih .
Fathi tak ingin bersikap tidak sopan pada orang tua, memang selama koma Mala lah yang telah merawat Kayla, bukan dirinya karena selama ini ia koma. Lantas apakah itu berarti dia ibu yang buruk. Mengapa amih harus berkata seperti itu ? Tak tahukah amih perkataannya telah menyinggung hati seorang ibu, yang telah melahirkan dengan bertaruh nyawa.
Fathi menahan perasaannya dengan mengepalkan tangannya diatas paha di balik hijabnya. Mala hanya tersenyum menanggapi ucapan amih.
" Ah.. iya syukurlah ada Mala ketika aku koma setelah melahirkan Kayla. Terima kasih Mala, telah merawat anakku ! Sekarang, aku yang akan merawat Kayla dengan baik ."
Perkataan Fathi membuat Mala terkejut, Fathi seperti sedang menegaskan kepemilikannya atas Kayla, bahwa dia ibu kandungnya. Apakah Fathi tersinggung dengan ucapan amih ?
Amih sendiri tidak menyadari bahwa perkataannya menyinggung Fathi , ia terua bermain dengan Kayla.
" Ya.. kalian harus merawatnya dengan baik ! Kayla sayang ..kamu beruntung sekali punya 2 ibu yang sayang sama kamu dan akan merawat kamu dengan baik ." Dengan santai amih berkata seperti itu dan tersenyum pada Kayla .
Amih tidak melihat wajah Fathi yang sudah memerah. Kepalan tangannya semakin kencang.
Fathi mengambil nafas panjang lalu dikeluarkan pelan-pelan, diulanginya beberapa kali sambil beristigfar, setelah beberapa kali ia merasa tenang . Ya Allah cobaan paling berat memang dari mertua.
" Syukurlah kalau menurut amih Kayla beruntung memiliki 2 ibu, semoga ke depannya Kayla akan terus bahagia dengan keadaannya. Tapi aku selalu berdo'a semoga Kayla tidak akan mengalami apa yang ku alami. Semoga takdir Kayla tidak menjadi seperti kami ." Fathi berkata dengan lembut tapi membuat amih langsung bereaksi menatap Fathi.
" Khem..Takdir seseorang itu berbeda dan rahasia tak ada yang tahu, tapi kita harus siap untuk menerimanya, amih ingin yang terbaik untuk Kayla dan semuanya. Siapkan saja Kayla dengan bekal ilmu dan agama agar dia menjadi wanita kuat dan hebat yang bisa melalui semua takdir yang digariskan untuknya."
Apakah itu ditujukan untuknya ? apakah amih pikir dirinya wanita lemah tidak kuat untuk menerima di madu ? Fathi merasa ucapan amih bukan hanya untuk Kayla tapi terselip sindiran untuknya .
__ADS_1
Fathi tersenyum lebar hingga menampakkan lesung pipinya.
" Amih benar.. Takdir memang tak ada yang tahu..aku akan bekali Kayla dengan ilmu dan agama agar dia menjadi wanita yang kuat dan sabar menghadapi segala ujiannya terutama orang -orang terdekat yang menyakitinya, dan juga aku akan bimbing dia agar mempunyai etika yang baik dan tidak menyakiti perasaan orang lain. "
" Seperti Amih yang sudah mengajari ku banyak hal dan membuatku menjadi wanita kuat dan sabar , terima kasih ." Sarkas Fathi selanjutnya.
Mala tidak menyangka Fathi akan berkata seperti itu.
" Hm.. Kayla sepertinya sudah mengantuk biar aku tidurkan dia !" Mala mengambil Kayla dari amih. Dia tidak nyaman berada di tengah perdebatan dua orang ini. Lebih baik dia menyingkir dan masuk kamar.
" Oh.. benarkah , Kayla sudah ngantuk ya sayang.... ya sudah Kayla bobo ya sama bubu ..muah ." Amih mencium pipi Kayla. Lalu menyerahkan Kayla pada Mala.
" Aku akan membuatkan susunya." Fathi beranjak ke dapur dengan cepat dia ingin menenangkan hatinya yang bergejolak.
" Hm.. maaf Mala ya , kamu harus berada dalam situasi seperti ini. Kamu pasti merasa serba salah . Tapi tenanglah semua akan baik -baik saja . Fathi sebenarnya wanita yang baik ia hanya belum bisa menerima takdirnya , mungkin masih kaget , begitu sadar ternyata suaminya sudah menikah lagi , amih harap kamu memahaminya ya ." Amih berkata lembut pada Mala. Meminta pengertian Mala atas sikap Fathi.
Mala pamit pada amih untuk menidurkan Kaya. Mala pergi ke dapur untuk mengambil susu Kayla.
" Kak susunya sudah jadi ?"
" Sudah nih..!"
" Ah.. biar Kayla sama aku aja , kamu temani amih aja ! sini Kayla nya. " Fathi berubah pikiran , lebih baik dia yang menidurkan Kayla, ia tak mau bertemu amih dulu . Takutnya nanti dia mengucapkan kata-kata yang nanti akan disesalinya.
Karena pada dasarnya manusia selalu berkata di luar kontrol ketika dia sedang emosi.
Mala mengiyakan saja , ia menyerahkan Kayla pada Fathi. Mala mengerti situasi yang sedang terjadi. Memang lebih baik Fathi menenangkan diri dulu.
__ADS_1
Fathi beranjak ke kamar sambil menggendong Kayla, tidak lupa membawa susunya.
Mala kembali ke ruang tengah menemani mertuanya.
" Loh... kamu gak jadi nidurin Kayla ?"
" Enggak mih, Kayla tidur sama Fathi ."
" Kenapa ? kamu tidak boleh ya sama dia mengasuh Kayla ? " amih tidak suka dengan sikap Fathi yang egois. Kayla juga anak Mala, Mala yang mengasuhnya dari kecil. Fathi ingin menyangkal ucapan amih. Baru mulutnya terbuka ,
" Kenapa sih dia egois banget . Padahal kamu juga sudah mengasuh Kayla dari kecil . Apa dia bersikap baik sama kamu selama ini ?"
Amih sudah bicara banyak dan bertanya .
" Hm..iya kak Fathi baik sama Mala . "
" Benarkah ? kamu jangan menutupi kalau dia tidak baik sama kamu ! Kamu bisa cerita sama amih , anggap amih ini ibu kamu , jangan sungkan bercerita sama amih !"
" Iya amih.. terima kasih . Tapi memang kak Fathi baik sama Mala.
" Kamu memang wanita baik dan lembut, kamu menyayangi Kayla seperti anak kamu sendiri. Begitu besar hati kamu menerima semua ujian ini." Amih menggemggam tangan Mala.
" Tidak amih.. aku bukan wanita baik , aku ini orang ketiga di rumah tangga mas Hasbi, aku membuat seorang lelaki setia mengkhianati istrinya, aku membuat mas Hasbi menyakiti Fathi . Mas Hasbi merasa bersalah dan dia menderita amih, dia tidak bahagia. Kami tidak bahagia !"
" Amih mengerti, kamu jangan merasa bersalah, ini bukan salah kamu tak ada yang mau seperti ini. Ini sudah takdir kalian bertiga, kalian harus bisa melewatinya bersama. Buatlah semuanya merasa nyaman "
" Kamu harus sabar lambat laun Hasbi pasti akan mencintaimu . Kamu wanita yang baik, lembut , cantik. Pria mana yang akan menolak wanita sepertimu. Kalian bisa menjadi istri yang baik untuk Hasbi. Banyak kok kenalan amih yang poligami dan mereka bisa bahagia bersama-sama bahkan punya anak banyak ." Amih mencoba membesarkan hati Mala.
__ADS_1
Tanpa mereka tahu Fathi mendengarkan pembicaraan mereka. Hatinya benar -benar terluka mendengar ucapan amih yang lebih condong memihak Mala.