Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 50


__ADS_3

Mala sedang duduk di ruang keluarga bersama Amih. Di depan mereka tersaji berbagai macam kue di atas meja.


" Amih mau makan siang ?" Mala bertanya dengan gugup. Entah kenapa kali ini ia merasakan aura berbeda dari Amih.


" Amih sudah makan, Kamu beli mobil baru?" Tanya Amih sambil menatap tajam Mala.


" Iya Mih, Mas Hasbi cerita ya ?"


" Iya.."


" Oh..." Mala tersenyum kaku "Ternyata Mas Hasbi suka cerita ya sama Amih" Batin Mala.


" Hasbi telepon sama Amih , minta maaf karena bulan ini tidak bisa ngasih untuk Amih . Amih tidak masalah karena buat Amih bukan nominal yang penting, tapi perhatian anak pada orang tuanya. Cuma Amih penasaran apa Hasbi punya masalah keuangan. Amih menanyakannya pada Hasbi. Jika benar begitu mungkin Amih bisa bantu. Kamu tahu jawaban dia apa ?"


Mala menggeleng. " Mala habis membayar DP mobil sebesar 50 juta. Buat apa kamu beli mobil ? Kenapa gak izin sama suami kamu?


" Maaf Amih, dulu Mas Hasbi pernah janji pada saya waktu Kak Fathi pindah rumah. Katanya dia akan membelikan saya mobil untuk pergi jika Mas Hasbi sedang di rumah Kak Fathi."


" Dia pasti akan belikan jika sudah saatnya. "


" Tapi Amih , Mas Hasbi baru membelikan Kak Fathi rumah."


" Kamu kan tahu Fathi minta pisah rumah. Memangnya mau di suruh tinggal di mana Fathinya ? Di rumah Amih? Ya Hasbi terpaksa membeli rumah baru buat tinggal Fathi. Terus masa beli yang jelek. Biar adil harus sama dengan rumah ini. Minimal nyaman." Amih menerangkan pada Mala.


" Kamu tahu Hasbi baru membeli rumah , dan kamu malah membeli mobil ! Kredit lagi !" Amih mengusap dahinya.


" Seumur hidup Hasbi tidak pernah membeli kredit. Karena itu dia selalu menabung dulu. Begitu cukup uangnya baru dia beli cash ! Kenapa dia belum beliin kamu mobil karena uangnya memang belum ada." lanjut Amih.


" Maaf Amih.. Mala tidak tahu, karena Mas Hasbi tidak pernah cerita."


" Kamu nya yang beli tanpa izin. Kalau kamu izin pasti Hasbi akan bilang . Sekarang sudah terlanjur. Lain kali kalau mau apa-apa dan kalau keluar dari rumah walau sepuluh langkah izin sama suami dulu. Sebab suami yang bertanggung jawab kalau ada apa-apa sama kamu. Jangan menambah bebannya Hasbi. Beban dia sudah banyak !" Ucap Amih tegas.


" Iya Amih maaf ."


" Fathi tahu kamu beli mobil ?"


Glek....


Mala menelan ludahnya. Mala menunduk. " Tahu Amih ." Ucapnya.


" Tahu dari mana ?" Suara Amih membuag jantung Mala berdegup kencang.


" Kemarin Mala ke sana."


" Apa?? Ngapain ?"


" Mau ketemu Kayla. Mala kangen."


" Ketemu Kayla atau pamer mobil ?"


" Mau ketemu Kayla ! Beneran. "


" Terus ada Kaylanya?"


" Ada tapi lagi tidur. Padahal Mala kangen banget. Tadinya mau nunggu Kayla bangun. Tapi Fathi nyuruh Mala pulang. "


Melihat wajah Mala yang sendu. Amih jadi tidak tega. " Baiklah ayo ikut dengan Amih kita ke sana sekarang."


" Benarkah Amih. Sebentar Mala ganti baju dulu !" Mala tersenyum senang dan bergegas pergi ke kamar untuk ganti baju.


" Aku harus bagaimana Tuhan ? Serba salah ." Gumam Amih pelan.


5 menit kemudian Mala sudah berganti baju. Dia juga membawa kado untuk Kayla. Mereka naik mobil Amih.


Fathi sedang memasak untuk banyak untuk di bawa ke kantor Resty. Seperti janjinya dia akan membawa makan siang untuk Resty. Tapi ada perubahan rencana. Semula dia akan ikut makan siang bersama tapi Hasbi ingin bicara padanya. Jadi dia hanya akan mengantarkan makanan ini.

__ADS_1


Fathi sudah memutuskan ia akan pergi dari rumah ini. Ia tidak mau menjadi goyah melihat Hasbi .


Nanti dia akan membicarakannya pada Hasbi.


Tok...Tok...


" Assalamu'alaikum"


" Mbok kaya ada orang di luar coba liat siapa Mbok."


" Iya Bu." Mbok pun beranjak ke depan.


Tak lama Mbok kembali. " Bu ada Ibunya Mas Hasbi."


"Oh..tolong buatkan minum ya Mbok ."


" Yang asem atau yang manis bu ?"


" Ha..maksudnya ?"


" Iya itu ada Bu Mala juga mau dikasih minum yang asem atau manis bu?" Fathi terkekeh mengingat Mala yang minum air jeruk asem.


" Sekarang yang manis aja Mbok soalnya ada mertua. Saya ke depan dulu ya."


" Iya Bu."


Fathi mengangkat Kayla yang sedang duduk di bangku bayi. Lalu ia menggendongnya dan membawanya ke depan. Ia melihat Mala duduk berdampingan dengan Amih.


" Amih apa kabar ?" Suara Fathi mengalihkan perhatian mereka yang semula sedang melihat Berita. Mala tersenyum melihat Kayla.


" Alhamdulillah baik, kabar kamu dengan Kayla bagaimana?"


"Alhamdulillah sehat. Mala bagaimana kabarnya?"


" Sehat apalagi sudah diberi vitamin c, terima kasih !" Jawab Mala agak menyindir Fathi mengingat kemaren ia di beri minum air jeruk yang uasem banget.


" Aduh Kayla sayang sini sama Eyang, kangen banget Eyang sama kamu."


Amih mengambil Kayla dari gendongan Fathi. Lalu Mbok datang membawa minum dan kue.


" Terima kasih Mbok."


" Iya Bu..permisi saya ke belakang dulu." Fathi mengangguk.


" Amih maaf boleh saya gendong Kayla, saya sudah kangen."


" Sebentar Amih juga baru gendong."


" Ah iya Kayla Bubu bawa kado bawa Kayla."


Mala dan Amih bermain dengan Kayla.


Fathi bingung ia ingin melanjutkan masak tapi fathi tidak mau meninggalkan Kayla. Ia lebih memilih menemani Kayla. Tapi Hasbi akan segera ke sini. Ia harus apa?


" Silahkan Amih Mala diminum ."


" Iya tar aja terima kasih. Amih main sama Kayla dulu. "


Fathi diam memperhatikan mereka bermain dengan Kayla. Kayla terlihat seperti mengantuk. Ia minta digendong oleh Fathi. Fathi menggendong Kayla dan membawanya ke dapur untuk membuat susu botol.


" Mbok maaf tolong bikinin susu Kayla.Makasih ." Fathi kembali ke dalam. Ia tidak enak jika meninggalkan Amih ke kamar.


" Kayla mau tidur ?"


" Iya Mih." Jawab Fathi sambil mengayun -ayun Kayla.

__ADS_1


" Ya sudah tidurkan saja dulu. Nanti kamu ke sini lagi."


" Iya Amih."


Setengah jam kemudian Fathi kembali duduk bersama Amih.


" Kamu sedang buat apa ? Masak banyak sekali, ada acara ?"


" Gak Mih, cuma ada yang pesan katering gitu untuk makan siang nanti."


" Oh..ya , syukur deh. Wanita memang harus segala bisa. Jangan cuma ngabisin uang suami doang. "


Mala mendengus memdengar ucapan Amih.


" Ya sudah kalau kamu sibuk Amih pulang dulu. Kamu selesaikan pekerjaanmu. Lihat sekarang sudah jam 9 lewat."


" Iya Amih.." Fathi mengantar Mala dan Amih ke depan sampai mobil.


" Amih pulang dulu Fath , Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam."


" Alhamdulillah." Fathi lekas ke dalam untuk melanjutkan masaknya.


...***...


Di sinilah ia sekarang bersama Mbok dan Kayla di gendongannya. Resty sudah menunggunya di lobi kantor.


" Nih ..seperti janji gue. Semoga kalian suka."


" Wah banyak banget Fath makanannya. "


" Sedikit kok sesuai jumlah orang yang lo kasih ke gue."


" Makasih banyak ya Fath. Btw ini masakan lo semua kan ?"


" Iya..lah , lo tenang aja gue tahu makanan favorit lo!"


" Siip ..oh ya kami udah masukin berkas ke pangadilan lo tinggal tunggu surat panggilan. "


" Ok..makasih banyak. "


" Sama-sama."


" Ya ampun anak lo gemesin banget. Cantik kaya ibunya."


" Cantikan tante yang gendong ya Kay?" Kayla memeluk Resty. Tangannya yang satu memainkan rambut Resty dari belakang. dia suka memainkan rambut Resty yang panjang dan bergelombang.


" Eh ya..sorry tapi gue gak bisa ikut makan bareng. Hasbi katanya mau ngomong sesuatu. Jadi gue balik sekarang ya..Semoga kalian menikmati masakan gue.."


" Ya...gue pikir kita makan bareng .Ya udah deh lain waktu aja ya." Mereka lalu berpelukan. Fathi pun pamit bersama Mbok dan Kayla.


...----------------...


Hai HAPPY NEW YEAR.


Mari sambut tahun baru dengan do'a dan harapan tuk lebih baik. Tahun baru


Lembaran baru


Harapan baru


Kisah baru


Terima kasih untuk kalian semua yang mendukung author. Yang kalian berikan buat author sangat berarti. Di sana terselip harapan untuk author. Maaf author hanya bisa up 1 bab hari ini. Karena ada acara keluarga.

__ADS_1


Sambil menunggu saya up bisa di baca karya teman author👇



__ADS_2