
Sisca terkejut melihat Fathi berkunjung ke rumahnya.
" Ada angin apa seorang Fathiyah ke mari ? tumben suami lo ngijinin lo pergi sendiri?" tanya Sisca begitu ia duduk .
Sisca sahabat Fathi sejak SMA . Ia tahu sejak menikah Hasbi protektif terhadap Fathi, Hasbi tak pernah mengijinkan Fathi untuk pergi sendiri.
"Karena suami gue sekarang sedang sibuk, guenya maksa mau ketemu lo, kangen berat gue !":
" Bisa aja lo, biasanya kalau lo kangen gue, berarti lo ada masalah ?" Sisca menatap Fathi dengan tegas.
" Gak..kok, gue beneran kangen !"
" Kayak kita baru kenal aja Fathi, gue tahu semenjak menikah, lo jadi lebih tertutup ama gue. Dulu tuh kalau ada masalah apapun lo selalu cerita ama gue , tapi pas menikah dengan Hasbi, lo bahkan jarang menemui gue !"
" Maaf ya sayang , tapi kan lo tahu setelah menikah kaki gue terikat ijin suami, mulut gue terhalang kewajiban gue untuk menjaga kehormatan suami gue. Jadi gue gak bisa cerita dan pergi sembarangan. Sorry ya beb !" Fathi memeluk Sisca.
" Iya sayang gue ngerti kok ! Walaupun lo gak bisa cerita masalah lo, rumah gue terbuka 24 jam buat lo. Kalau gue gak ada lo tahu di mana gue naruh kunci kan ?"
" Iya ..makasih beb !"
" Eh..iya , lo mau gue ambilin minum atau ambil sendiri?"
" Mana ada tamu ditanyain begitu? itu kode buat gue ambil sendiri ya ?" tanya Fathi .
" Hahaha bukan beb, tapi kode kalau lo anggap aja rumah sendiri, lo kan bukan tamu !"
" Alasan ..bilang aja males ! Mamah sama papah ke mana?" tanya Fathi sambil berlalu ke dapur.
" Lo gak tahu BoNyok kan pindah ke Bandung, gue cuma sendiri di sini, udah 4 bulan !" Jawab Sisca menyusul Fathi ke dapur.
" Yah..padahal gue kangen sama mamah , kangen masakannya sama omelennya !"
" Hahahaha iya mamah gue juga kangen sama lo, katanya Fathi si tengil ke mana ya kok jarang ke sini mamah kangen pengen ngomelin !" Fathi terkekeh mendengarnya.
" Nanti deh Insyaallah kapan -kapan gue ke Bandung, silaturahmi sama mamah ."
" Harus itu , tar kita pergi bareng !"
" Lo lagi ngapain tadi , pas gue datang kayanya lagi sibuk ?"
" oh ..itu, tadi gue abis ngerjain kerjaan buat besok rapat , terpaksa gue bawa pulang soalnya kemaren belum sempat gue kerjain . Kemaren sibuk banget gue !"
" Oh... lo masih kerja di tempat yang dulu?"
" Iya masih ! Coba aja..lo pas lulus dulu gak langsung merid, kan bisa kerja bareng gue !"
" Ya ... bis mau gimana lagi, mas Hasbi udah ngelamar gue, kata bunda niat baik jangan ditunda-tunda, ya udah gue langsung nikah ama dia."
__ADS_1
" Eh..iya anak lo mana ? gue belum ketemu , semenjak dia pulang dari rumah sakit !"
" lagi sama bapaknya !"
" Loh ..katanya Hasbi sibuk tapi kok bisa ngasuh anaknya ?"
" Ya ..sibuk jalan-jalan sama Kayla anak gue !"
" Lo gak ikut nemenin , tar diambil orang lo suami lo !" gurau Sisca.
" Udah diambil Sis" Gumam Fathi pelan .
" Apa ?? lo ngomong apa Ftah gak kedengeran .
" Gak kok..gue gak bilang apa-apa !" Fathi tersenyum. Tapi Sisca menangkap kesedihan di mata Fathi.
" Ada apa denganmu Fath? semoga semua baik-baik saja dan kamu selalu bahagia Fath ." batin Sisca.
" Oh iya...Fath lo mau mie instan ? gue masakin ya , gue lagi pengen mie nih !"
" Sini gue aja yang masak , lo tunggu aja di dalam sana !"
" Ah.. akhirnya lo ngerti juga kode gue !" Sisca bergegas ke dalam.
Fathi tersenyum. Ia segera mengambil panci kecil dan memasak air. Lalu membuka kulkas dan mengambil telor, baso juga sosin.
Sementara Hasbi dan Mala sedang mencari baju untuk Kayla.
Mereka memasuki butik yang berada di mall, Mala bergelayut di lengan Hasbi yang mendorong Stroller bayi.
Seseorang mengawasi mereka , ia terkejut melihat Hasbi, "bukankah Hasbi itu suami wanita yang berhijab , lalu siapa wanita itu?" gumamnya.
" Apa Riz?" tanya seorang wanita di sampingnya.
" Ah..tidak apa-apa !" Jawabnya lalu kembali memilih baju-baju imut untuk hadiah .
Ia terus melirik ke arah Hasbi, kenapa mereka terlihat mesra? apa Fathi tahu ? apa hubungan mereka?
"kurang ajar kalau mereka sampai selingkuh dan menyakiti dia, lihat saja akan ku ambil dia darimu ! yang tidak bisa menjaganya dan membahagiakannya !" batinnya.
" Riz, sudah yuk kita ke kasir, lihat ! aku rasa ini cukup !" ucap wanita yang bersamanya , menyadarkan dia dari lamunanya.
" Ok..ayo !" Mereka berjalan menuju kasir yang kebetulan ada Hasbi di sana sedang transaksi.
Sultan Alfarizki alias Fariz alias Rizki suka -suka yang memanggil, memperhatikan pasangan di depannya . Kelihatannya mereka sangat dekat , pikirnya.
Ia juga melihat anak yang berada di stroller bayi , itu anak yang waktu itu dilihatnya bersama wanita berhijab itu. Apakah mereka selingkuh sambil membawa anak? tanyanya dalam hati.
__ADS_1
Ah..kenapa dia kepo sekali, itu bukan urusannya , ia kenal juga tidak . Tapi sungguh ini sangat mengusik hatinya. Fariz berpikir apakah wanita itu sedang bersedih? apakah dia bahagia ? Dia benar-benar tak bisa menghilangkan wanita itu dari pikirannya.
Sampai dia berada di rumah kakaknya dia terus berpikir tentang wanita itu.
" Khem....Riz..Riz...!" Nayla bingung kenapa Fariz diam saja.
" Ha...iya kak kenapa?" Fariz tersadar mendengar kakaknya yang memanggil dengan kencang.
" Kamu yang kenapa? dari kita pulang beli kado kamu diam saja ada apa?"
" Tidak ada apa-apa kak !"
" Bener, kok kakak gak percaya ya !"
" Terserah kakak percaya apa gak, Fariz mau ke atas dulu liat si ndut !" Fariz naik ke atas ke kamar keponakannya yang berumur 3 tahun, yang di panggilnya ndut, karena memang badannya yang ndut tapi lucu menggemaskan .
" Itu anak...harusnya kamu juga sudah punya anak Riz, kalau saja kakak tahu dia wanita tidak baik, kakak tidak akan mengenalkannya padamu, dan membuat kamu seperti ini, tidak percaya lagi pada wanita dan cinta . Maafkan kakak Riz ."
Nayla pun pergi ke kamarnya untuk berganti baju.
Sementara di rumah Sisca , Fathi sedang menonton televisi, dan Sisca mencuci mangkok bekas mereka makan.
Sebenarnya bukan ia yang menonton tv, tapi tv yang menonton Fathi. Itu karena Fathi terlihat tidak fokus menonton hanya melamun.
Sisca menghampiri Fathi dan duduk di sampingnya. Ia menatap Fathi yang sedang melamun.
" Hey..ngelamun aja lo ! mikirin apa sih Fath ?"
"Gak kok siapa yang melamun ?"
" hoho...siapa yang melamun? lo ..kalau gak ngelamun kenapa lo gak ketawa sedangkan itu acara komedi, penontonnya aja pada ketawa ?"
" Ya ..emang gak lucu, mereka mah ketawa juga karena di bayar !"
" ngeles aja lo!"
" Jam berapa sekarang ?" tanya Fathi
" Jam setengah 12 , kenapa mau pulang ?"
" Gak ! nanti aja abis ashar pulangnya."
" Oh..ok! up to you, terserah lo.. gue sih happy aja lo di sini , gue ada temennya ." Sisca tahu mungkin Fathi butuh waktu untuk menyendiri.
...----------------...
"
__ADS_1