
Tak lama Fathi mandi ia sudah berpakaian. Rambutnya di tutupi handuk yang dililit ke atas.
Hasbi membuka matanya begitu mencium wangi yang segar. Ia lalu beralih menatap Fathi. Ia beranjak ke kamar mandi sekarang sudah ashar dia belum sholat.
Fathi menyiapkan baju untuk Hasbi. Ia memgeringkan rambutnya dengan hairdryer. Setelah kering Fathi mengikat rambutnya lalu memakai hijab.
Fathi keluar kamar untuk melihat Kayla. Ia merasa bersalah pada Kayla karena telah meninggalkannya.
Fathi melihat Kayla sedang menonton Tv bersama Mbok.
" Mbok..Kayla nangis gak ?"
" Gak kok bu, Kayla pinter ..ya. "Mbok bettanya oada Kayla.
" Iya.." Celetuk Kayla. Fathi tertawa .
" Anak Mamah pintar." Fathi menciumnya.
" sudah makan Mbok ?"
" Ibu ini kan tadi baru dikasih sama Ibu. Baru 2 jam yang lalu."
" OH..iya ..ya .Baru 2 jam . Aku tuh berasa sudah lama Mbok
ninggalin Kayla !" Fathi terkekeh.
" Tadi sudah minum susu Bu." Mbok memberitahu pada Fathi.
" Syukurlah. Saya ke dalam sebentar ya Mbok ."
" Iya Bu."
Fathi pergi ke kamarnya. Ia akan mengatakan niatnya pada Hasbi kalau dia akan pindah.
" Mas .." Panggil Fathi ketika ia membuka pintu. Fathi melihat Hasbi sedang sholat. Ia menepuk jidatnya . Tadi ia sudah wudhu dan berniat sholat tapi malah langsung melihat Kayla.
Fathi segera bersiap sholat. Ia menepuk Hasbi dari belakang. Menandakan ia ikut menjadi makmum.
Hasbi selesai lebih dulu . Fathi tersisa 2 rakaat lagi. Hasbi kemudian berdo'a menunggu Fathi selesai.
Mereka sekarang sedang berada di ruang keluarga bersama Kayla.
" Mas, Fathi ingin bicara !"
Hasbi melihat ke arah Fathi. Tanda ia mendengarkan.
" Fathi akan pindah ke rumah Bunda malam ini !"
" Kenap begitu ? Kamu tidak nyaman Mas ke sini."
" Bukan begitu. Aku sudah meminta cerai padamu. Maka aku akan pergi."
" Tapi aku belum menalakmu . Dan aku tidak akan menalak sampai Hakim ketuk palu. Lagi pula kau tidak usah pindah. Rumah ini adalah milikmu. Kau tinggal saja di sini dengan Kayla agar aku mudah melihat kalian. "
__ADS_1
" Justru itu Mas aku ingin pergi jauh darimu. Aku ingin melupakanmu." Batin Fathi.
" Aku tidak bisa Mas. Aku tetap akan pindah ke rumah Bunda. Kita sudah akan bercerai aku tidak ingin hal seperti tadi terulang lagi. Aku ingin menjaga jarak darimu Mas !"
" Huh..Baiklah kapan kau ingin ke rumah Bunda? aku akan mengantarmu. Dulu aku meminta mu baik-baik dari orang tuamu. Sekarang aku akan mengembalikanmu secara baik-baik. Maaf sekali lagi karena aku menyakitimu. "
" Iya Mas . Aku juga minta maaf mungkin ada perkataan atau perbuatanku yang menyakitimu selama aku menjadi istrimu ."
" Jadi ini akhirnya Fathi. Kita benar-benar akan berpisah. Dan saat ini adalah saat terakhir kita bersama ."
Fathi hanya mengangguk.
" Aku ingin pergi nanti habis magrib ya . "
" Baiklah aku masih ada waktu beberapa jam untuk bersama kalian. "
...***...
Hasbi dan Fathi saat ini sedang berada di rumah Bunda. Mereka sedang duduk bersama diruang keluarga.
" Maaf Yah..maafkan Hasbi yang melanggar janji untuk membahagiakan istri Hasbi anak ayah. Hasbi mengecewakan dan menyakitinya." Hasbi menunduk.
" Sudahlah nak Ayah tahu situasi yang kamu alami . Meski Ayah kecewa dan ingin marah Tapi itu sudah takdir. Walau kalian sudah berpisah nanti , ingatlah nak kamu adalah ayah Kayla . Kewajibanmu tetap menafkahinya, juga menikahkannya suatu saat nanti. Kamu juga wajib dan bertanggung jawab untuk pendidikannya. Sebagai orang tua, kalian harus bersama-sama mengasuh dan mendidik Kayla. Tak ada mantan ayah atau mantan ibu atau mantan anak. Ingat itu Hasbi ! Jadi kapanpun kau datang untuk melihat anakmu, kau diterima setiap saat."
" Iya Ayah.. Hasbi akan ingat. "
" Kamu itu baik Hasbi . Tapi kamu terlalu baik. Sampai rela mengorbankan kebahagiaan keluargamu untuk orang lain . Ya ..tidak salah berbuat kebaikan. Tapi carilah kebaikan yang barokah.. baik untuk semua orang bukan hanya 1 orang. Ini adalah pelajaran bagimu . Jangan sampai hal ini terulang lagi. Kesalahanmu 1 kau mengambil keputusan dengan tergesa dan tanpa bertanya pada Nya. Kau menganggap hutang nyawa pada Mala. Padahal kau hanya berhutang nyawa pada Allah Hasbi. Dia yang menyelamatkanmu bukan Mala. Sekarang semua telah menjdi bubur. Ayah pun ingin yang terbaik untuk kalian dan ini terbaik menurut ayah..Terima kasih nak Hasbi sudah menjaga Fathi selama ini dan sudah memberi cucu yang cantik untuk ayah. Juga terima kasih sudah melepaskan Fathi. Semoga kamu selalu bahagia. Seringlah silaturahmi dengan Ayah. Jangan sungkan untuk bertemu ayah."
" Iya Ayah. Terima kasih banyak. Dari dulu ayah selalu memperlakukan Hasbi seperti anak ayah ."
...***...
Tiba -tiba ada telepon dari Amihmya.
" Iya Hallo."
" Hasbi pulang . Mala tidak keluar kamar sejak tadi siang . Mala bahkan belum makan . Pulang sekarang ."
" Baik Amih."
" Huh..kapan hidupku akan tenang." Hasbi melajukan mobilnya kearah rumahnya dia berubah haluan.
Sampai di rumahnya sudah ada Amih di depan pintu.
" Assalamu'alaikum. "
" Wa'alaikumsalam. Hasbi kamu bujuk Mala supaya makan. Amih mau pulang. Apih sudah telepon Amih dari tadi. "
" Iya Amih."
Hasbi mencium tangan Amih. Lalu keluar menuju mobil. Setelah mobil Amih tidak terlihat. Ia masuk ke dalam.
Hasbi ke kamar Mala. Ia belum menceritakan perihal tentang ia dan Fathi yang akan bercerai juga Kayla yang akan dibawa Fathi. Ia tidak ingin Mala dan Amih ribut dan membujuknya mengambil Kayla. Ia tidak akan tega melakukan itu.
__ADS_1
" Mala...Mal. Buka pintunya !" Teriak Hasbi sambil menggedor-gedor pintu.
" Mala buka atau Mas akan marah !"
Hasbi terus menggedor pintu. Sampai akhirnya Mala membukanya.
Hasbi melihat penampilan Mala. Mata sembab rambut acak-acakan, hidung merah.
" Kita bicara sambil makan ayo."
Sebenarnya Hasbi sudah makan. Tapi ia ingat tadi Amih bilang kalau Mala belum makan dari siang.
Hasbi ke dapur dan ke meja makan. Ia melihat ada makanan di meja makan . Ia mengambilkan untuk Mala.
" Makanlah , kamu belum makan dari siang !"
Mala mendekatkan piringnya lalu mulai makan.
Hasbi hanya menemani Mala ia tidak ikut makan.
" Setelah ini aku mau bicara." Mala diam saja ia hanya mengangguk dan meneruskan makannya.
Setelah selesai makan mereka kembali ke kamar.
" Maaf, aku telah berkata yang melukai hatimu."
" Aku juga minta maaf telah menamparmu." Mala membelai pipi Hasbi dan akan mengecupnya, tapi Hasbi menjauh.
" Tidak apa-apa . Aku mau bicara serius. Hasbi mengajak Mala duduk di atas kasur.
" Aku harap kau tidak pernah lagi ke kantorku. Dan sebelum membeli apapun izinlah dulu padaku. Atau jika kau pergi kemanapun, beritahu aku mau ke mana ? dengan siapa? ada perlu apa? naik apa? Karena kau istriku, tanggung jawabku. "
" Iya maaf. " aku tidak akan mengulanginya lagi."
" Dan jangan kamu menemui Fathi atau Kayla lagi !"
" Apa ? kenapa?"
" Tidak apa-apa . Hanya jangan menemui mereka lagi. ok !"
" Kalau tidak bertemu Fathi.. aku tidak masalah. Tapi jika tidak bertemu dengan Kayla aku tidak tahu... sekarang saja aku rindu ."
" Aku juga rindu mereka. Kita hanya akan hidup berdua tanpa anak selamanya .. pasti sepi Mala . "
...----------------...
Hai semoga suka ya . Terima kasih masih membaca cerita author.
Selamat long week end dan Happy New Year....
Jangan lupa jaga kesehatan dan selalu pakai masker jika di luar rumah.
author punya cerita lain tentang Anak Genius. judulnya Gibran si Genius yang Tersembunyi. Di baca ya semoga suka
__ADS_1