
" Hentikan !"
Suara itu menghentikan Hasbi dan Fathi.
" Apa yang kalian lakukan ? Tidakkah kalian dengar Kayla menangis !"
" Pak Sultan ." Ucap Hasbi.
" Maaf Pak Sultan tapi ini bukan urusan anda dan saya harap anda tidak ikut campur urusan saya !" Ucap Hasbi.
" Memang anda bukan urusan saya. Tapi Fathi dan Kayla urusan saya. Mbok ambil Kayla !" Ucap Sultan.
Mbok ingin mengambil Kayla tapi Hasbi menghindar dan hendak pergi keluar.
" Jangan bawa Kayla. Kalau anda ingin hak asuh Kayla silahkan ajukan ke pengadilan. Jika pengadilan mengizinkan baru anda boleh bawa Kayla. Jika anda memaksa terpaksa saya lapor polisi atas tuduhan penculikan anak." Hasbi tertawa mendengar Sultan bilang penculikan.
" Apa? penculikan? Aku papahnya , bagaimana bisa dituduh menculik anakku sendiri?"
" Bisa saja karena anda membawanya secara paksa."
" Aku tidak perduli laporkan saja !" Hasbi pergi keluar dia tidak perduli lagi. Tekadnya sudah bulat.
Fathi berlari mengejar Hasbi tapi tubuhnya ambruk Fathi pingsan.
" Fathi !"
Sultan berlari mendekati Fathi. Ia mengangkat kepala Fathi ke pangkuannya. Sultan menepuk-nepuk pipi Fathi. Tidak ada reaksi, akhirnya Sultan mengangkatnya dan membawa ke mobil.
Hasbi yang melihatnya langsung menghampiri sultan.
" Kenapa Fathi ?"
" Anda pikir kenapa? Seorang ibu yang tak berdaya ketika anaknya diambil. Anda pikir Fathi akan baik-baik saja jika ia akan kehilangan anaknya. Tolong jangan sakiti Fathi lagi dia sudah cukup menderita." Sultan menutup pintu mobil dan melajukan mobilnya ke rumah sakit.
Hasbi mengajak Mbok untuk ikut dengannya. Ia mengikuti mobil Sultan.
Mobil berhenti di depan IGD. Perawat datang membawa brankar, Sultan turun sambil memangku Fathi dan membaringkannya di brankar.
Perawat mendorong brankarnya masuk ke dalam ruang periksa. Sultan di larang masuk. Salah satu perawat menanyai status pasien. Hasbi datang menyusul.
" Bagaimana keadaanya?"
Bugh..
Sultan menonjok Hasbi, sampai Hasbi mundur ke belakang. Hasbi tidak membalas. Ia merasa pantas di tonjok.
" Di mana otak lo hah ! Kenapa lo selalu menyakiti Fathi. Dia wanita baik. Anaknya adalah hidupnya, bagaimana mungkin lo mau pisahkan mereka !"
Hasbi diam, dia tidak tahu harus berkata apa . Dokter keluar.
" Keluarga pasien Fathi." Dokter memanggil keluarga pasien.
" Saya dok ." Sultan dan Hasbi menjawab bersamaan dan maju menghampiri dokter.
"Yang mana suaminya ?" Sultan dan Hasbi saling menatap.
" Saya calon suaminya." Sultan menjawab.
" Anda siapanya ?" Tanya dokter pada Hasbi.
" Saya ...mantan suaminya." Jawab Hasbi.
__ADS_1
" Baiklah saya tidak mau ikut campur masalah pribadi pasien. Tapi tolong jaga dia dengan baik. Jangan buat dia stress dan lelah. Itu tidak baik untuk kesehatannya. Lebih baik pasien di rawat dulu karena dia mengalami demam . Tolong urus administrasinya agar pasien segera dipindahkan ke ruang rawat. Permisi " Dokter berlalu dari hadapan keduanya.
" Saya harap anda pergi sebelum Fathi bangun dan jangan bawa Kayla atau Fathi akan semakin terpuruk." Ucap Sultan.
" Anda jangan...." Belum.selesai Hasbi bicara. Sultan sudah pergi. Sultan tidak mau terpancing emosi dan bertengkar dengan Hasbi di rumah sakit. Masih ada yang lebih penting yaitu mengurus administrasi Fathi. Agar Fathi segera di pindahkan.
Fathi kini sudah berada di ruang rawat . Sultan sudah menelepon orang tua Fathi dan juga orang tuanya. Tapi dia tidak bilang penyebab Fathi di rawat.
Mbok dan Kayla ikut menemani Fathi. Sultan ingin ketika Fathi bangun dia melihat Kayla sehingga Fathi akan merasa tenang.
Hasbi pergi tapi tidak pulang. Ia menginap di hotel.
Sedangkan Mala yang sendirian merasa bosan. Ia menelepon Hasbi ..
" Halo .." Suara Hasbi terdengar.
" Halo Mas Assalamu'alikum." Mala senang teleponnya diangkat.
" Wa'alaikumsalam. Ada apa ?"
" Gak ada apa-apa, aku kangen aja." Jawab Mala dengan manja.
" Gak usah telepon kalau gak penting. Udah ya aku mau istirahat cape ." Hasbi menutup teleponnya.
Mala mencelos mendengar sambungannya terputus. Ia membanting ponselnya.
Amih kapan sembuhnya. Dia mau cepat-cepat kerja ke toko.
Sementara di Bandung di rumah sakit.
Fathi membuka matanya.Ia mendengar suara di sekitarnya. Fathi melihat ada orang tuanya juga orang tua Sultan.
" Bun.." Semua orang langsung melihat Fathi. Mereka menghampiri Fathi.
" Kayla Bun ..Kayla ." Fathi menangis. Ia sudah ingat kenapa dia ada di sini.
" Tenang, Kayla sama Fariz . Mereka sedang di kantin."
" Tapi Hasbi..Mas Hasbi membawanya Bun."
" Tidak Hasbi tidak membawanya..tenang saja."
Ceklek....
" Tuh Kayla sudah datang sama Fariz."
Fathi melihat ke arah pintu. Ia senang melihat Kayla. Sultan mendekati Fathi dan mendudukkan Kayla disamping Fathi.
" Mama..akit ?" Fathi menangis dan membelai Kayla. Ia menganguk.
" Iya Mamah sakit...tapi gak apa-apa kan Mamah minun obat biar cepet sembuh." Jawab Fathi
" Papa Mama akit."
" Iya sayang. Kita do'akan Mamah cepet sembuh ya." Sultan berkata dengan lembut.
" Iya..mama mbuh ya ." Fathi tetawa bahagia.
" Iya sayang ..terima kasih ." Fathi membelai rambut Kayla.
" Mamahnya di sun biar cepet sembuh !" Ucap Sultan.
__ADS_1
Kayla mencium pipi Fathi. Fathi mencium balik pipi Kayla.
" Terima kasih A Fariz, kalau gak ada A Fariz saat itu Fathi gak tahu lagi. Mungkin Kayla gak akan di sini sekarang. " Fathi menatap Sultan.
" Jangan berterima kasih padaku. Sebenarnya Hasbi tidak berniat mengambil Kayla dia hanya emosi aja. Dia juga menyesal sudah melakukan itu. Dia tidak jadi mengambil Kayla." Ucap Sultan.
" Aku tidak mau bertemu dengannya lagi A..aku tidak mau berurusan lagi dengannya." Fathi masih takut dengan Hasbi.
" Iya..sekarang kamu dan Kayla sudah aman." Sultan berusaha menenangkan.
" Fathi..setelah melihat kejadian ini Ayah jadi ragu kalau harus membiarkan kamu sendiri di Bandung. Kamu kembali saja ke Jakarta. Tinggal sama Ayah dan Bunda lagi." Ucap Ayah.
" Tapi Yah..Fathi gak mau ke sana , nanti ada Mas Hasbi dan dia mengambil Kayla lagi." Icap Fathi.
" Tidak nak, ada Ayah dan Bunda dia tidak akan berani. Justru kalau kamu sendiri dia akan leluasa."
" Kecuali kamu sudah ada pendamping, baru Ayah tenang membiarkan kamu jauh dari Ayah."
" Tapi Yah..Fathi.."
" Maaf Ayah..izinkan saya untuk menjadikan Fathi istri saya." Sultan berkata dengan tegas dan yakin.
" Apa??" Fathi terkejut mendengar Sultan.
" Apa maksud A Fariz ?" Fathi bertanya.
Sultan mendekati Fathi dan duduk di kursi sebelah Fathi. Fathi juga bangun dan duduk di tempat tidurnya. Kayla di ambil Mbok dan keluar bersama yang lain. Mereka membiarkan Sultan bicara empat mata pada Fathi.
" Fathi sebenarnya aku mencintaimu dan aku sudah minta izin pada Ayahmu untuk mendekatimu. Aku akan menunggu mu siap untuk menjalin hubungan kembali. Tapi sepertinya melihat kejadian ini, aku pun tak tenang. Jadi lebih baik aku melamarmu sekarang dan kita menikah secepatnya." Fathi lebih kaget lagi mengetahui kalau Sultan mencintainya.
" Aku mencintaimu dan ingin membahagiakanmu. Aku berjanji tidak akan pernah berpoligami. Kau yang pertama dan terakhir untukku. Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya Fathi, hanya kepadamu. Maukah kamu menjadi bagian dari hidupku dan menghabiskan sisa waktu hidupmu bersamaku, sampai kita tua dan punya banyak cicit ?"
Fathi tertegun ia tidak tahu harus jawab apa. Dia takut untuk menikah lagi, rasanya menyakitkan. Tapi kejadian barusan membuatnya sadar dia wanita ..butuh seseorang untuk melindunginya, seseorang yang bisa dia andalkan , berbagi cerita tentang suka dukanya. Dia tak mungkin membebani orang tuanya. Ia sudah punya anak jadi dia harus mandiri. Sultan orang baik dan Sultan mencintainya, Fathi dapat melihat cinta dari pancaran matanya, masalahnya dia tidak mencintai Sultan.Tapi cinta akan datang karena terbiasa bukan. Apakah dia terima lamaran Sultan. Dia tak bisa memutuskan. Semua dia serahkan pada-Nya.
" Maaf.. A Fariz bolehkah aku sholat istikharah sampai aku yakin dengan jawabanku ?" Pinta Fathi.
" Tentu, itu lebih baik jadi kita yakin bahwa jawaban-Nya adalah takdir kita. Aa juga akan sholat istikharah." Sultan tersenyum lega. Dia pikir Fathi akan menolaknya begitu mendengar kata maaf .
" Fathi sebelum kamu ada jawaban lebih baik kamu tinggal bersama Ayah dan Bunda. Tidak ada bantahan !" Ayah masuk dan langsung bicara.
" Iya Ayah " Fathi pasrah akan keputusan Ayahnya dia tidak mau membuat mereka cemas.
...----------------...
Halo ..aku up lagi ..semoga suka.
Terimakasih pada pembaca setia Fathi.
Alhamdulillah akhirnya Fathi di lamar Sultan.
Kalian mau jawabannya apa ? di terima atau gak..
Jangan lupa like, komen nya ya...
Jika berkenan bunga nya juga 😁
Terima kasih semuanya.😙😙😙
jangan lupa jaga kesehatan
❤❤❤ Love You All ❤❤❤
__ADS_1
Sambil nunggu author up bab selanjutnya mampir ke cerita teman author ya ..ceritanya keren semoga kalian suka