
Hasbi tidak konsentrasi mendampingi Bosnya rapat. Ia teringat pada Fathi yang tadi dilihatnya sedang tertawa bersama pria lain. Ia tidak melihat jelas siapa pria itu.
Dan Fathi juga meninggalkan anaknya di rumah, demi untuk bertemu laki-laki lain. Kalau begitu, lebih baik ia ambil Kayla. Karena Fathi sudah menelantarkan anaknya.
Perasaan cemburu sudah membutakan Hasbi. Membuatnya tidak bisa berpikir jernih sampai menuduhnya menelantarkan Kayla. Yang jelas Hasbi merasa terhempas setelah ia berandai-andai bisa rujuk kembali dengan Fathi. Ia sudah merasa bosan di rumah kesepian tanpa anak dan istri yang dicintainya. Ia tak bisa mencintai Mala terlebih Mala tidak bisa memberinya anak.
" Pak Hasbi..!" Panggilan Ryan menyadarkan Hasbi dari lamunannya.
" Bisakah anda konsentrasi Hasbi ?" Tanya Ryan.
" Maaf Pak..maaf." Hasbi mulai fokus pada pekerjaannya.
Fathi sedang berada di ruangan Resty.
" Res ..bisa kan bantu gue?" Tanya Fathi setelah ia menceritakan masalahnya.
" Bisa nanti gue bikinin surat perjanjian antar lo sama Sisca. Tapi kok bisa begitu ya?" Heran Resty. Ia menduga ada hal lain yang mendasari keputusan Sisca.
" Apanya?"Tanya Fathi tidak mengerti.
" Iya, Tiba-tiba dia mau balikin saham lo."
" Entahlah. Mungkin karena omsetnya besar. Udahlah gue juga gak bisa ngontrol, jadi lebih baik saham nya gue pindahin aja ke Bandung. Buat usaha lain." Jawab Fathi. Ia merasa itu lebih baik.
" Tadi lo ketemu siapa di restoran ?" Tanya Resty.
"Oh.. ketemu Sultan Alfarizki." jawab Fathi
" Fariz ?" Resty memastikan.
" Iya ..lo kenal Res?" Tanya Fathi heran. Ternyata benar Fariz sepupunya. Tapi Fathi tidak tahu.
" Iya lah gue kenal. Perusahaan dia pakai firma hukum gue." Alasan Resty.
" Wah..ternyata dunia sempit." ucap Fathi.
" Oleh-oleh Bandung mana nih?" Tanya Resty. Fathi menepuk jidatnya.
" Gue hampir lupa, gue ke sini kan tujuannya mau ngasih lo oleh-oleh, gara-gara Sisca jadi lupa ."
" Nih !" Fathi memberikan bungkusan besar pada Resty.
" Makasih banyak. Cantik." Ucap Resty senang.
" Gue pulang dulu ya Res, ada janji makan siang . Makasih semuanya. " Fathi pamit.
" Sama-sama. Makasih oleh-olehnya. Salam untuk Ayah Bunda dan Fariz ya ." Ucap Resty.
" Ok..bye. Asaalamu'alaikum." Mereka berpelukan dan cium pipi kiri dan kanan.
" Wa'alaikumsalam."
Fathi pergi dari kantor Resty dan langsung pulang ke rumah. Dia belum memberi tahu Bunda mengenai undangan makan siang keluarga Sultan.
__ADS_1
Jalanan lumayan macet. Harusnya dia pakai supir. Fathi merasa lelah kalau macet begini.
Pukul 11 dia baru sampai di rumah. Fathi bilang pada Ayah dan Bundanya kalau ada undangan makan siang di rumah kelarga Sultan.
Mereka menanyakan bagaimana Fathi bisa bertemu Sultan. Fathi menceritakan pertemuannya dengan Sultan juga masalahnya dengan Sisca. Ayah tidak menyangka Sisca seperti itu.
***
Sisca sedang melamun di ruang kerjanya. Ia kalah lagi dengan Fathi. Dulu ia menyukai Hasbi tapi Hasbi suka dengan Fathi. Sekarang ia menyukai Sultan dan kejadian sama berulang lagi. Sultan lebih menyukai Fathi. Dia harus bagaimana agar Sultan menyukainya.
Sementara Fathi sudah sampai di rumah Keluarga Sultan.
" Ayah kok bisa tahu rumah Sultan ?" Tanya Fathi.
" Oh..dulu sepulang dari Bogor kita sempat saling berkunjung ya Bun." Jawab Ayah.
" Iya. Ayo turun ,"
Mereka turun dan berjalan ke teras . Di sana sudah menunggu, Keluarga Sultan.
" Assalamu'alaikum ." Ucap Ayah kompak dengan Fathi dan Bunda.
" Wa'alaikumsalam. Ayo silahkan masuk. "
" Wah Pak Rizki lama tidak bertemu. Saya kaget waktu Fathi bilang di undang makan keluarga Sultan."
" Haha..iya..sepertinya banyak kemajuan Pak." Ucap Papah Sultan yang mengandung kode. Semua mengerti kecuali Fathi.
" Iya..iya..benar." Jawab Ayah Fathi.
" Papa...dong ." Kayla yang berada dalam gendongan Fathi meminta gendong pada Sultan.
" Sini sayang di gendong Papah." Sultan mengambil Kayla dari gendongan Fathi ia menggendongnya dan foto selfi.
" Kayla sun Papa..kita Foto ayo ." Sultan mengambil foto beberapa kali. Ada saat Kayla sun pipinya. Lalu sebaliknya, dan ada beberapa gaya lagi bahkan tanpa Fathi ketahui ia mengambil foto Fathi dibelakangnya sedang tersenyum melihat Sultan dan Kayla.
Sultan mengirim foto itu pada Sahabatnya Ryan dan Azka. Ryan yang sedang makan siang bersama Hasbi membuka foto yang dikirim Sultan.
Ryan tersenyum. Tapi tidak dengan Hasbi yang ada di sebelah Ryan . Ia dapat melihat foto itu. Foto Fathi bersama sahabat Bosnya. Ada juga foto Kayla yang mencium pria itu.
Ia marah melihat foto itu.Sudah sedekat itukah mereka. Hasbi tidak rela, jika Kayla punya Papah baru. Sedangkan ia sendirian tanpa anak. Ia tidak rela. Ia akan merebut Kayla.
***
Mala sedang makan siang. Amih belum sembuh jadi ia tidak bisa ke toko. Mala sedang makan siang sendiri. Ia teringat tadi pagi saat ia akan mencuci baju Hasbi ia memcium bau parfum perempuan. Apa Hasbi selingkuh.
Ia menyudahi makannya dan mengambil ponsel. Mala menelepon Hasbi.
" Halo Assalamu'alaikum " Mala terkesiap mendengar suara seorang wanita yang mengangkat telepon Hasbi.
"Hani.." Dia juga mendengar suara Hasbi memanggil wanita itu Honey. Mala lekas menutup teleponnya.
Mala bergegas ke kamar. Ia berganti baju . Ia berniat akan pergi ke kantor Hasbi. Ia tidak akan membiarkan ada celah palakor dalam rumah tangganya.
__ADS_1
40 menit Mala sampai di kantor Hasbi. Saat bertanya pada resesionis mereka mengatakan Hasbi tidak ada di tempat. Hasbi sedang keluar.
Mala Semakin yakin dengan dugaanya kalau Hasbi telah berselingkuh. Ia lalu pergi dan berencana ke rumah Amih.
***
" Kamu jangan bicara sembarangan ya Mala. Hasbi tidak pernah selingkuh !" Amih tidak terima saat Mala mengadu bahwa Hasbi telah selingkuh.
" Tapi Mala punya buktinya Amih. Mala tidak bicara sembarangan !" Mala pun berusaha meyakinkan Amih bahwa perkataanya benar.
" Mungkin Hasbi memang kesepian di rumah karena tidak anak. Mungkin dia juga tidak mencintaimu. Tapi Hasbi tidak akan pernah selingkuh. Kalau dia memang ingin menikah lagi dan mencintai wanita lain.Amih akan kabulkan . Asal Hasbi bahagia dan punya keturunan ."
Mala seperti mendengar suara petir menggelegar, gunung meletus. Angin kencang. Badannya terasa dingin. Dia sangat shock mendengar ucapan Amih yang mengizinkan Hasbi menikah lagi jika Hasbi mencintai wanita lain.
" Kamu juga, Amih minta izinkan Hasbi menikah lagi, atau kamu bujuk dia agar mau menikah lagi, agar Hasbi bisa mendapat keturunan !" Amih mengatakannya dengan tenang. Tidak seperti reaksi Mala.
" Apa??? " Seperti ada boom Hiroshima yang dasyat, apa dia tidak salah dengar ?.
" Amih, istri mana yang akan mengizinkan Suaminya menikah lagi? Atau bahkan membujuk suaminya untuk menikah lagi ?" Mala protes pada Amih.
" Kalau kamu istri yang baik dan ingin kebahagiaan Hasbi maka kamu akan izinkan. Kamu juga tidak akan kesepian. Karena jika menikah lagi Hasbi akan punya anak dan rumah kalian akan ramai suara bayi." Haruskah seperti itu menjadi istri yang baik.
" Maaf Amih..tapi rasanya Mala tidak akan bisa !" Mala lalu keluar. Ia pulang ke rumahnya.
Niatnya ingin mendapat dukungan Amih. Dia malah dipojokkan oleh Amih. Kenapa Amih sangat tega? Kenapa Mas Hasbi begitu kejam ? Ia tidak mau di poligami. Tidak akan pernah.
***
Jam 7 malam Hasbi sudah pulang. Dia tidak bisa fokus bekerja jadi lembur pun percuma. Ia pulang saja . Tapi tumben rumahnya gelap. Hasbi menyalakan lampu ruang tamu begitu masuk. Dilihatnya Mala tidak ada, Biasanya dia ada di ruang tamu mungkin dia di kamarnya.
Hasbi pergi ke kamarnya dan Mala sedang meringkuk di atas tempat tidur. Apa dia sakit ?
" Mala kamu kenapa?" Tidak ada jawaban. Hasbi mendekati Mala dan memanggilnya.
" Mala kamu kenapa?" Masih hening. Hasbi mengguncang pundak Mala.
" Mala Mas nanya, tolong di jawab. Kamu kenapa?.
Mala langsung duduk dan menatap Hasbi tajam.
" Mas yang kenapa ? Kenapa Mas selingkuh? Masih kurang kah aku bagimu. Jika kau memang mau melampiaskan hasratmu tidak pantaskah aku. Kenapa harus mencari pelampiasan lain. Aku halal bagimu, Mas. Apa karena aku tidak bisa punya anak? Itu juga semua karena mu. Aku tidak bisa punya anak karena mu Mas ! Dan ini balasanmu padaku !" Mala histeris dia mengeluarkan semua unek-uneknya dengan penuh amarah.
" Selingkuh ? Apa maksudmu ? Dan kau tidak perlu mengingatkan aku tentang penyebab kamu tidak bisa punya anak. Aku bosan mendengarnya. Itu juga bukan salahku. Kau celaka atas keputusanmu sendiri . Jangan salahkan orang lain atas keputusanmu !" Hasbi membalas perkataan Mala juga dengan menggebu.
"Aku baru pulang lelah dan lapar. Bukannya menyiapkan aku makan kau malah menuduhku !" lanjutnya. Hasbi lalu keluar sambil membanting pintu.
...----------------...
Wow...suasana semakin panas.
Hai author crazy up semoga suka ya..Jangan lupa dukung author terus biar tambah semangat.
Terima kasih sudah membaca cerita author dan memberi like, komen , bunga kopi dan votenya.💖💖💖💖
__ADS_1
Jangan lupa jaga kesehatan
💓💓💓 Love You All 💓💓💓💓