Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 80 Sekretaris Pria.


__ADS_3

Tengah malam Fathi terbangun. Terdengar suara detik jam beriringan dengan jangkrik yang bernyanyi.


Fathi tidur dengan gelisah, ia miring ke kiri lalu ke kanan tak juga dapat terpejam kembali. Di lihatnya jam yang menghias dindingnya. Jam itu angka dan jarum jamnya dapat menyala dalam gelap.


" Baru jam 1. Tapi aku tidak bisa tidur lagi." Gumamnya pelan. Fathi lalu memindahkan tangan Sang suami dan menyibakkan selimutnya. Ia beranjak bangun dari peraduan.


Ia berjalan lunglai menuju kamar mandi. Di bukanya pintu kamar mandi secara perlahan agar tidak membangunkan sang suami. Ia lalu menutup pintu kembali.


5 menit kemudian Fathi keluar. Ia melangkah mengambil perlengkapan sholatnya. Fathi menggelar sajadah biru dan memakai mukena sutra mas kawin pernikahannya dari Sultan.


Fathi mulai sholat dengan khusyu. Sementara itu tangan Sultan meraba-raba kasur dengan mata terpejam. Karena tak menemukan yang dicarinya Sultan membuka sebelah matanya dan melihat ke arah sisinya tidak ada Fathi.


Ia lalu membuka kedua matanya dan ia melihat Fathi sedang sholat. Sultan pun duduk sejenak. Lalu ia pergi ke kamar mandi.


Tak lama Sultan keluar dan mengambil perlengkapan sholatnya. Ia memakai baju koko dan sarung. Lalu ia menggelar sajadah di samping sajadah Fathi. Sultan mulai sholat dengan khusyuk.


Beberapa puluh menit kemudian mereka selesai sholat. Fathi membereskan perlengkapan sholatnya dan juga Sultan. Ia lalu kembali ke tempat tidur dan berbaring di samping Sultan . Ia membaca do'a dan beberapa surat pendek.


" Kamu kalau sholat bangunin Papah ya biar kita berjamaah gak sendiri-sendiri kaya tadi. "


Fathi tersenyum " Iya Pah, maaf ya aku mau bangunin tadi gak tega. Aku gak bisa tidur jadi aku sholat aja ."


" Kenapa gak bisa tidur? apa ada yang sakit atau ada sesuatu yang kamu pengen?"


" Gak Pah, Alhamdulillah gak ada yang sakit, aku juga gak mau apa-apa. Aku memang sudah biasa kalau sudah terbangun susah tidur lagi." Sultan lalu memeluk Fathi.


" Sekarang tidur lagi sini Papah kelonin biar bisa tidur. " Ledek Sultan lalu ia menepuk-nepuk bokong Fathi, Fathi terkekeh.


" Aku bukan Kayla Pah yang harus di mpok-pok bokongnya biar tidur."


Sultan ikut terkekeh " Udah kamu gak usah protes tidur aja. " Tangan Sultan yang semula menepuk-nepuk bokongnya, lama-lama menjadi mengelus-elusnya terkadang di remas.


Fathi tersenyum lebar sambil terpejam. " Ih Pah kok jadi modus sih. Padahal aku udah mau mau masuk ke alam mimpi barusan. "


Sultan tertawa " Iya..iya ..sok bobo aja, kasian kamu harus banyak istirahat." Sultan akhirnya menepuk -nepuk punggung Fathi. Tak lama Fathi tertidur. Sultan mencium keningnya dan mengecup bibir Fathi lalu ikut tidur.


***


Pagi hari ini Hani berangkat kerja lebih awal. Ia bahkan tidak sempat sarapan. Ia membeli sarapan di jalan dan memakannya di pantry kantor.


Hani sengaja berangkat lebih pagi karena dia pusing mendengar orang tuanya yang selalu memojokkannya untuk menikah, bahkan ibunya ingin mengenalkannya pada anak teman-temannya.


Bagaimana kalau dia cerita kalau ada pria yang mengajaknya ta'aruf, bisa-bisa langsung di suruh setuju dan segera menikah. Haruskah dia terima tawaran itu.


Ponsel Hani berbunyi. Dia melihatnya tertera nama Rere pada layar ponselnya. Hani mengangkatnya.

__ADS_1


" Halo Assalamu'alaikum Han."Sapa wanita dibseberang sana.


"Wa'alaikumsalam, Ada apa Re ?" Jawab Hani.


" Gimana masalah kemarin ? Mau kan ?" Jawab Rere.


" Aku bingung Re, masalahnya aku gak kenal sama Abangmu. Rasanya aneh aja gitu tiba-tiba minta ta'aruf."


" Gak aneh lagi Han, sekarang banyak kok yang begitu. Artis aja mereka ta'arufan sampai nikah. Kalau gak kenal makanya kenalan. Kemarin kan udah ketemu orangnya kamu bisa nilai sekilas tentang dia. Untuk mengenal lebih dalam lagi ya kamu harus ketemu lagi, ngobrol banyak, tanya-tanya tentang dia yang kamu mau tahu. Gimana, mau ketemu lagi ? Nanti aku atur pertemuan berikutnya. Mau ya ?"


Hani memijit pelipisnya " Ok deh ! Kamu atur aja pertemuan berikutnya tapi kalau aku gak klik aku boleh nolak kan ya ?"


" Iya say..kamu tenang aja gak ada paksaan kok, anggap aja kamu lagi seleksi calon suami yang terbaik. Ya udah kalo gitu gue tutup ya . Nanti gue hubungin lo untuk pertemuan selanjutnya. Kalo lo jadi ama dia jangan lupa ama gue ya...pj nya say . Hahaha..ya udah bye, Assalamu'alaikum ."


" Hehehe iya , wa'alaikumsalam." Hani menutup ponselnya.


"Huh..semoga ini keputusan terbaik. Anggap aja ini langkah untuk move on ." Gumamnya.


" Apanya yang move on ?" Suara itu mengejutkan Hani. Ia berbalik melihat ke arah pintu.


" Hasbi." Gumamnya.


" Ah..tidak, ini aku lagi baca cerita novel di Hp." Alasan Hani.


" Oh.." Hasbi masuk ke dalam dan membuat teh tarik.


" Tidak terima kasih, saya sudah sarapan. Silahkan diteruskan makannya. Sebentar lagi jam kerja dimulai. Saya tinggal dulu ya ." Hasbi meninggalkan pantry.


" Ya ampun, malu banget gue." Gumamnya dan melanjutkan makan sarapannya.


***


Sultan sampai di kantornya. Ia langsung duduk di kursi kebesarannya.


Masuk seorang pria. Ya setelah insiden itu dan maklumat Fathi agar tidak dekat-dekat kaum hawa. Sultan langsung menelepon bagian HRD dan meminta sekretaris Pria untuk sementara Erik lah yang menggantikan tugas Wulan.


" Erik sudah di buka lowongan untuk sekretaris?" Tanya Sultan.


" Sudah tuan."


" Bagus..ingat harus pria ya." Tegas Erik


" Iya ..tuan ." Sahut Erik sambil menahan senyum. Sultan menautkan alisnya melihat Erik.


" Kenapa senyum-senyum?" Tanya Sultan.

__ADS_1


" Ah tidak tuan ." Erik masih menahan senyumnya.


" Kamu jangan pikir macem-macem ya.." Sultan curiga pada Erik.


" Pikir apa tuan ?" Tanya Erik.


" Kamu pasti pikir aku belok, karena mau sekretaris cowok ." Erik tergelak, ia tak kuasa lagi menahan tawanya.


" Maaf Tuan, bukan begitu."


" Heh Erik kalo saya belok, sudah lama saya pacaran sama kamu. Bukan menikah dengan Fathi. Sebagai ukuran cowok kamu ganteng, macho sangat menarik. Tapi sayang saya masih suka buah melon dan kacang bukan pisang dan telor."


Erik langsung diam dan menetralkan wajahnya yang masih cengengesan.


" Khem..sama saya juga masih suka melon dari pada tutup gelas, Tuan."


" Kenapa pembahasan kita jadi absurd gini sih. Kerja yang bener Erik ! mana berkas yang harus saya tanda tangani ?"


" Ini Tuan, "


" Oh ya nanti siang, tolong kosongkan jadwal sampai jam 2 ya, takutnya ada isteri saya ke sini !" Sultan mengingatkan Erik.


" Siap,Tuan."


Tok...Tok...


" Coba lihat siapa?" Perintah Sultan pada Erik.


Erik membuka pintu. Ia melihat seorang wanita berpakaian lumayan seksi. " beh ..calon pengangguran, liat aja kalo dia nekat godain si Bos, auto pecat inimah." Batin Erik


" Ada apa?" Tanya Erik.


" Maaf Pak Erik saya mau ketemu Pak Sultan mau memberi laporan divisi pemasaran. " Wanita itu menjawab dengan gaya centilnya.


" Sebentar !" Ucap Erik.


" Tuan ada yang mau laporan dari divisi pemasaran." Ucap Erik minta persetujuan Sultan


" Suruh masuk." perintah Sultan.


" Masuk..tapi saya mau ngasih saran aja nih ya. Jangan deket-deket Pak Sultan ya, bahaya !"


" Hem. Saya suka menantang bahaya." Wanita itu malah menanggapi dengan genit. Ia masuk ke dalam.


" Terserah lo dah, gue dah kasih peringatan karena kasian." gumamnya pelan.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2