Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 17


__ADS_3

Amih mengerti Fathi tidak menanggapi ucapannya , pasti ini juga berat untuknya, Tapi ia benar-benar ingin yang terbaik untuk mereka bertiga.


Fathi terus membuat kue tanpa mengucapkan apapun. Tangannya bekerja dengan lincah. Jadilah 2 jenis kue, kue sponge cake dan kue getuk.


Adzan ashar terdengar, mereka menjeda kegiatannya untuk sholat ashar terlebih dulu.


Fathi pergi ke kamarnya, sekilas ia melihat ke arah Mala dan Kayla lalu melanjutkan langkahnya kembali ke kamar.


Amih menghela nafasnya. Ia juga merasa serba salah , ia ingin membantu Mala tapi secara tidak langsung ia pasti menyakiti perasaan Fathi. Bila ia tidak membantu Mala , kasihan Mala selamanya akan menjadi istri yang tidak dicintai .


Mungkin lebih baik dia bicara pada Hasbi untuk membuka hatinya pada Mala.


Amih juga pergi ke kamarnya untuk bersiap sholat ashar.


Fathi menunggu amih di ruang sholat untuk sholat ashar berjamaah.


Amih datang bersama Mala dan Kayla yang sudah memakai mukena kecil , terlihat imut dan menggemaskan. Reflek Fathi mengambil Kayla dan menciuminya.


" Ayo Fathi kita sholat, kamu yang jadi imamnya !" ucap amih.


Mala mengambil Kayla dari gendongan Fathi dan di dudukkannya di samping sajadah Mala. Mereka mulai sholat berjamaah.


Setelah sholat selesai , Fathi melanjutkan memasak untuk makan malam, ia harus menguatkan hati dan menebalkan kupingnya selama masak bersama amih.


Rencananya Fathi akan memasak sop iga , tahu goreng, sambal goreng tempe, capcay , dan membuat sambal tomat tak lupa menyediakan lalaban.


Amih membantu mencuci semua bahannya. Fathi mengambil panci presto untuk merebus daging iganya agar empuk.


" Fathi.. apa selama kamu di rumah bunda, kamu menceritakan tentang keluarga kamu ?" Fathi yang akan memasukkan daging ke dalam panci presto yang sudah mendidih terhenti sebentar.


" Maaf amih, tapi Fathi tidak akan pernah menceritakan masalah rumah tangga Fathi pada siapapun. Termasuk orang tua Fathi. " Fathi melanjutkan kegiatannya memasukkan daging. Ia lalu membuat bumbunya.


Amih sedang memotong -motong tempe untuk dibuat sambal goreng tempe.


" Bagus.....tindakanmu sudah benar, sebaiknya masalah keluarga biar menjadi rahasia keluarga jangan diumbar-umbar, nanti malah menjadi aib. Orang lain hanya sekedar kepo, bukan ingin membantu . Amih percaya sama kamu, kamu wanita yang tegar ."


" Aku bukan wonder woman yang bisa terus menahan rasa sakit , akupun bisa hancur amih " batin Fathi.


" Amih akan menggoreng tahunya ."


" Jangan sekarang amih , nanti saja biar masih hangat kalau sekarang nanti dingin !" Cegah Fathi.


" Oh.. begitu, baiklah amih akan membuat minuman saja lalu nanti taro di kulkas ."


" Amih.. istirahat saja nanti amih lelah , biar Fathi kerjakan sendiri !"

__ADS_1


" Tidak apa-apa , kan amih yang mengusulkan makan malam. Masa amih cuma liatin doang ! kamu tenang aja, amih gak apa-apa ."


" Aku bukan khawatir sama amih, tapi aku takut emosi kalau amih terus membicarakan Hasbi dan Mala ." Fathi menggerutu dalam hati.


" Astagfirullah...." Fathi istigfar setelah sadar dia sudah berpikiran jelek .


" Ada apa Fathi ?" Tanya amih mendengar Fathi istigfar.


" Tidak ada apa-apa amih !"


Fathi menggoreng tempe yang sudah dipotong-potong amih hingga kering .


Lalu ia mengangkatnya dan ditiriskan, Fathi menumis bumbu sambal gorengnya.


Amih bersin-bersin mencium wangi sambal goreng begitu juga Fathi karena Fathi menambahkan banyak cabe, mas Hasbi dan orang tuanya suka pedas.


Amih tidak kuat lalu ia pergi ke dalam.


" Amih ke dalam dulu, tidak kuat bersin terus !"


" Iya amih ." Ternyata ampuh untuk mengusir amih ...pikir Fathi, sambil tersenyum kecil.


" Astagfirullah... maafkan aku ya Allah, berikan yang terbaik untuk keluargaku, kedua orangtuaku dan kedua mertuaku, amiiiin. " Gumam Fathi.


Fathi melanjutkan masak sendiri, lebih baik seperti ini pikirnya. Kuping dan hatinya tidak akan panas kagi.


Fathi beranjak ke kamarnya. Ia melihat Mala, Kayla dan amih di ruang tengah. Kayla sudah terlihat cantik , Mala juga sudah berdandan. Ia memakai baju tunik tangan panjang dan celana panjang.


Fathi bergegas ke kamarnya dan mandi.


Lima belas menit Fathi selesai mandi. Ia mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.Lalu mengeringkan badannya . Setelah badannya kering Fathi memakai handbody lotion. Lalu ia memakai gamis yang dibelikan Hasbi saat suaminya ke Dubai dulu ikut dengan bosnya. Bajunya sangat indah dan terlihat mewah .Fathi belum pernah memakainya karena dia belum ada acara yang pantas untuk memakai baju itu.


Sekarang ia akan memakainya, ia tak ingin kalah cantik dari madunya. Apalagi ada mertua dan orang tuanya. Persaingan di mulai.


Fathi bercermin untuk memastikan dirinya sudah tampil cantik. Ia lalu keluar menuju ruang tengah.


" Kayla..mamah kangen sama kamu..sini !" Fathi mengambil Kayla.


Fathi teringat ia belum menggoreng tahunya.


" Mala boleh minta tolong gorengin tahunya !"


" Kenapa tadi gak sekalian , tadi amih mau gorengin gak boleh !" Sela Amih .


" Maaf amih , bukan begitu !" Fathi menjawab dengan suara lembut sambil mengontrol emosinya.

__ADS_1


" Ya.. sudah tidak apa -apa , biar Fathi yang menggoreng tahu !" Fathi menyerahkan Kayla kembali.


" Iya.. biarkan Mala bersama Kayla , dia sudah kangen sama anaknya !" Ucap amih dengan lembut tapi menusuk hati Fathi.


" Tidak apa amih, biar Mala yang masak tahu, kasian kak Fathi pasti cape masak sebanyak itu !"


" Udah kamu di sini aja jagain Kayla , Fathi gak apa-apa kan ada amih yang bantuin . Kasian Kayla masih kangen kamu." Amih akan berdiri untuk pergi ke dapur.


" Tidak usah amih, cuma goreng tahu tidak akan cape, amih duduk manis aja di sini ya." Fathi langsung berlalu ke dapur.


" Ya sudah.. ." Amih duduk kembali.


" Assalamu'alaikum ." Terdengar suara seseorang mengucap salam.


Mala bangkit dan beranjak ke depan untuk melihat siapa itu .


" Wa'alaikumsalam " Jawabnya seraya membuka pintu .


" Bu siti.. Pak Malik, silahkan masuk ." Mala terkejut melihat orang tua Fathi, ia masih merasa canggung pada mereka.


" Terima kasih. Fathinya ada ?" Tanya Siti Aminah setelah masuk.


" Ada.. sedang masak di dapur, silahkan duduk bu , pak !"


" Oh.. Kayla sini sayang sama oma, oma kangen sama kamu. " Bu Siti mengambil Kayla dari gendongan Mala. Lalu ia duduk bersama suaminya. Mala masuk ke dalam untuk memberitahu amih kalau ada orang tua Fathi.


" Lihat yah..anak kita yang masak , dia cuma ngasuh Kayla !"


" iya bun, mungkin mereka bagi tugas. Sudah jangan berfikiran negatif !" ucap pak Malik.


" hem ayahmah, mana bisa bunda berpikiran negatif kalau anak kita di madu ! Apalagi hidup satu atap sama pelakornya. Pikiran bunda tuh, Fathi pasti menderita ! "


" Kita do'akan saja semoga Fathi diberi kekuatan dan kebahagiaan. sst...ada Bu Najwa !"


" Eh..ada besan sudah datang. Ayo kita ke dalam saja, Mala panggil Fathi yah, tolong kamu sekalian tata makanan di meja !"


" Iya amih." Mala langsung ke belakang memanggil Fathi.


...----------------...


Halo..Terima kasih sudah mampir dan membaca cerita author, maaf masih banyak typo bertebaran. Semoga kalian suka ya sama cerita ini.


Mohon dukungannya , cerita ini author ikutkan lomba, tolong ikut promosikan ya..😊.


Terima kasih untuk semua readers yang sudah membaca , memberi jempol juga komennya. Juga terima kasih banyak untuk hadiah nya . 💗

__ADS_1


Apalah arti tulisan ini tanpa readers tercinta ..love you All 😚😚😚💞💞💖


"


__ADS_2