Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 47


__ADS_3

Setelah sholat subuh berjamaah. Fathi langsung masak sarapan untuk Hasbi. Untungnya Kayla masih tidur. Jadi dia bisa masak dengan tenang.


Begitu ia selesai masak terdengar suara tangis Kayla. Fathi langsung berlari ke kamar. Takut Hasbi sedang mandi dan Kayla terjatuh.


Ceklek


Begitu ia membuka pintu ia melihat Kayla yang sedang duduk di atas kasur sambil menangis. Terdengar suara air di kamar mandi. Rupanya Hasbi sedang mandi.


Fathi membawa Kayla keluar. Ia membuat susu untuk Kayla. Hasbi keluar kamar mandi. Ia tak melihat Kayla. Mungkin di bawa Fathi , tadi ia seperti mendengar Kayla menangis.


Ceklek


Fathi masuk ke dalam kamar sambil menggendong Kayla.


" Mas..sudah selesai mandinya."


Hasbi sedang memakai kemejanya begitu Fathi masuk. Fathi lalu membaringkan Kayla di atas tempat tidur dan memberikan susu botolnya. Ia menghampiri Hasbi untuk membantunya mengancingkan kemeja. Kemudian ia mengambil celana panjang dan duduk di tepi kasur. Fathi melebarkan celana itu seperti memakaikan celana pada anak-anak. Ia memberi kode untuk Hasbi memasukkan kakinya. Hasbi tersenyum lalu ia mendekati Fathi dan memasukkan kakinya kanannya di susul kaki kirinya. Hasbi kemudian melepaskan handuknya. Fathi menaikkan celana Hasbi dan memasukkan kemejanya ke sisi dalam celana. Ia kemudian mengaitkan celana Hasbi dan menaikkan zippernya . Fathi mengambil ikat pinggang dan memberikannya pada Hasbi. Hasbi memakainya sementara Fathi merapikan baju belakang Hasbi .


Pagi ini Hasbi didandani seperti anak kecil. Entahlah Fathi sangat ingin mendandani Hasbi. Seperti sekarang ia sedang menyisiri Hasbi. Hasbi ingin protes karena gaya rambutnya tidak sesuai tapi Fathi langsung melotot padanya.


Fathi bahkan memakaikan Hasbi pelembab wajah.


" Diam Mas.. kamu itu sering di ruangan ber ac wajah kamu jadi kering mulai sekarang harus pakai pelembab ya Mas."


" Iya.. Fath." Hasbi hanya pasrah.


" Udah belum aku mau sarapan, nanti telat !"


" Sebentar satu lagi." Fathi menyemprotkan minyak wangi pada Hasbi tapi masalahnya yang di semprotkan itu minyak wanginya Fathi bukan Hasbi.


"Sudah selesai. Hayu kita sarapan sekarang !" Fathi mendekati Kayla dan menggendongnya. Mereka keluar kamar menuju ruang makan.


" Wow...sarapan spesial ."


Banyak hidangan tersaji di meja makan. Telor balado, semur daging prekedel kentang, bihun , sambel goreng tempe, ayam goreng.


" Kau membuat Nasi uduk ?"


" Iya.. aku buat nasi uduk . Nanti kamu bawa buat bekal ya kasih juga buat bos kamu. "


" Iya ..sekarang ayo kita makan."


Fathi mendudukkan Kayla di bangku bayi. Mereka sarapan dengan tenang.


15 menit kemudian mereka selesai Hasbi bergegas berangkat takut terlambat, tidak lupa membawa bekal dari Fathi.


Fathi mencium tangan Hasbi dan Hasbi mencium kening Fathi. Juga pipi Kayla.


Setelah mobil Hasbi sudah tak terlihat. Fathi segera ke dalam . Ia akan memandikan Kayla.


Fathi dan Kayla sudah terlihat cantik. Fathi memasukkan perlengkapan Kayla di tas .Ia akan menitipkan Kayla di rumah ibunya, sementara ia akan pergi ke kantor temannya.


Saat Fathi akan keluar datang Mbok Jum.


" Eh Mbok itu ada nasi uduk di meja. Mbok makan ya..saya sama Kayla mau pergi dulu ke rumah bunda. Kalau ada tamu jangan suruh masuk ya Mbok."


" Iya Bu. Makasih ."

__ADS_1


"Ya sudah saya pergi dulu Mbok ..Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam."


...***...


Hasbi sampai di kantor tepat waktu. Para karyawan menatap Hasbi begitu ia lewat. Terutama karyawan wanita. Hasbi merasa tak nyaman. Apakah ada yang salah dengan penampilannya ?. Ia sedang menyalakan komputernya. Datang Ryan bosnya. Ryan memperhatikan Hasbi.


" Kamu tampak lebih segar. Ternyat uti membuat kamu lebih baik ..bagus ." Ucapnya lalu masuk ke ruangannya.


Hasbi masuk ke dalam ruangan Ryan dan memberikan berkas yang harus ditandatangani. Tak lama masuk dua orang pria berjas rapi.


Hasbi sempat tertegun sesaat. Lalu ia menganggukan kepala tanda menghormati kedua pria itu yang merupakan sahabat Ryan.


" Kalian pagi-pagi sudah ke sini mau apa?" Tanya Ryan ketus.


" Mau ngajak sarapan Pak Ryan. "


" Hem...Sorry gue udah sarapan. Gue gak boleh berangkat kerja sama istri gue, kalau belum sarapan." Ujarnya sombong.


" Sombong amat yang udah punya istri. Ya udah temenin aja kita sarapan di deket sini." ucap Azka.


" Iya..gue lagi bosen nih, pengen sarapan sesuatu yang berbeda. " Ucap Sultan.


" Gue lagi mager , Lo pergi berdua aja ."


" Maaf sebentar.." Hasbi keluar tak lama ia kembali lagi.


" Kebetulan tadi istri saya masak banyak dan dia menitipkan ini untuk Pak Ryan." Hasbi memberikan bungkusan titipan Fathi.


Ia membuka beberap kotak makan .


" Pucuk di cinta Ulam pun tiba. Kita mau makan, datang makanan. Kayanya enak nih." Ucap Azka bersemangat.


" Sebentar Pak saya akan minta piring pada OB." Hasbi keluar.


" Tuh Riz.. liat ! enakkan punya istri. Ada yang bikinin bekal buat kerja."


Sahabatnya kadang memanggilnya dengan nama Rizki atau Fariz. Suka-suka merekalah.


" Eh tapi ini dari istri yang mana ya yang pertama atau kedua? Eh salah dari Fathi atau Kemala?" Tanya Azka penasaran.


Ceklek....


" Ini Pak piringnya. OB meletakkan 3 piring dan sendok di meja . Tidak lupa air mineralnya.


" Terima kasih Mas Jun ."


" Iya..Pak sama-sama." OB itu keluar.


Ryan dan 2 sahabatnya mengambil makan bergantian. Saat makanan mulai masuk ke dalam mulut mereka , mereka merasa takjub dengan rasanya.


" Hasbi ini enak sekali. Siapa yang masak ini ? " Ryan sangat menikmati makannya.


" Istri saya..Fathi Pak. " Ryan saling lirik dengan Sultan dan Azka.


" Hm ..enak sekali Bi. Lain kali kamu bawain lagi ya." Hasbi hanya tersenyum menanggapi ucapan Azka . Dia sendiri tidak tahu apakah dia masih bisa menikmati masakan Fathi.

__ADS_1


" Lo gak tahu malu. Minta bawain makanan sama orang !" Sarkas Ryan.


" Lo juga tadi diajakin nyari sarapan katanya malas udah sarapan di rumah. Sekarang kenapa malah makan lagi ?"


" Iya kan sayang .Orang udah bawain. Kita harus menghargai pemberian orang lain ."


Sultan tidak perduli dengan perdebatan dua sahabatnya .Ia hanya sedang menimmati masakan Fathi yang sangat lezat. Makanan Fathi akan jadi makanan Favoritnya. Sultan tersenyum sendiri membayangkan Fathi memasak untuknya dan mereka makan bersama setiap hari.


" Eh..bro. Lo kenapa makan sambil senyum-senyum sendiri ?" Tanya Azka.


" Hah ..gak apa-apa. Kalian terus aja berdebat biar makanannya gue yang abisin. "


" Enak aja.. jangan maruk jadi orang !" Azka langsung makan dan tidak berdebat lagi.


...***...


Fathi sekarang berada di kantor Advokat. Ia akan bertemu dengan temannya di sini.


" Selamat pagi. Maaf bisa bertemu dengan Bu Resti ?"


" Pagi, Maaf kalau boleh tahu siapa nama Mba dan apa Mba sudah membuat janji dengan Bu Resti ?"


" Ah iya ..nama saya Fathiyah Azahra . Saya sudah membuat janji dengan beliau."


" Sebentar ya bu. Saya beri tahu Bu Resti dulu."


Resepsionis bernama Dewi itu menelepon Resti di ruangannya.


" Silahkan tunggu sebentar Mba, Bu Resti masih ada tamu." Ucapnya ramah.


" Baik terima kasih, Mba." Fathi duduk di sofa.


Setengah jam dia menunggu.


" Hai..Fathi Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam. Resti ! ya ampun Lo pangling banget. "


" Kenapa? Gendutan ya gue."


" Bukan ih..seginimah gak gendut. Cuma Lo kan dulu gak pernah dandan. Sekarang coba liat rambut aja di warnain, alis jadi runcing, bibir merah delima . Cantik banget tahu."


" Makasih. Lo mah masih sama kaya dulu cantik glowing. Yuk ah ke ruangan gue."


...----------------...


Semoga kalian suka bab ini ya. Mau apa Fathi ke kantor Resti ya ? mau sekadar bertemu Resti atau ada yang lain ?


Wah Sultan ngebayangin Fathi terus.


Terima kasih komennya, emang ngeselin yah Hasbi dan Mala ini 😁. Sabar ya . Nantikan up selanjutnya. Terima kasih like dan hadiah juga votenya ya πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™ berarti banget buat author .


Jangan lupa jaga kesehatan.


πŸ’–πŸ’– Love You AllπŸ’–πŸ’–


Maaf typo nya masih bertebaran.

__ADS_1


__ADS_2