
Hasbi sedang dalam perjalanan pulang. Rapat tadi berjalan lancar , untunglah Fathi mengantarkan berkasnya tepat waktu . Kalau tidak, bisa gagal proyek yang disiapkan sebulan ini.
Hasbi sudah merindukan Fathi, semoga malam ini , dia bisa bersama Fathi tanpa gangguan . Semoga Mala mau mengerti dan membiarkan dia tidur bersama Fathi.
Hasbi menyetir dengan hati-hati, terkadang ia tersenyum sendiri, mengingat tingkah Fathi yang lucu.
Hasbi sudah sampai di rumahnya. Ia memarkirkan mobilnya di garasi. Sebelum turun Hasbi melihat jam tangannya yang bermerk Rolex itu. Ternyata sudah jam 18.15 .
Hasbi turun dengan membawa tas kerjanya.
Ceklek..
" Assalamu'alaikum " Hasbi masuk lalu menutup pintu.
" Wa'alaikumsalam " Kedua istri Hasbi menyambutnya lalu mereka mencium tangan Hasbi.
Mala yang pertama mencium tangannya, Hasbi hanya tersenyum tipis. Namun saat berganti Fathi yang mencium tangannya sambil menggendong Kayla, Hasbi tersenyum lepas dam mencium kening Fathi.
Hati Mala sakit melihatnya , tapi dia sadar Hasbi belum mencintainya, Hasbi hanya mencintai istrinya. Semoga suatu hari Hasbi bisa berlaku sama padanya.
Mala beeniat mengambil tas kerja Hasbi dan akan di letakkan di ruang kerjanya.
" Tidak usah Mal, biar aku bawa sendiri . terima kasih ." Hasbi menolak ketika Mala akan mengambil tasnya.
" Oh.. baiklah mas, sekarang mas makan dulu, makan malam sudah siap !"
" Lebih baik mas sholat dulu, biar tenang makan malamnya. Waktu magrib hanya sebentar !" Saran Fathi.
" Baiklah mas ke kamar dulu ya ." Hasbi di antar Fathi ke kamar mereka, Hasbi menyimpan tasnya di atas meja kerja di kamar Fathi.
Mala merasa sedikit kesal tapi benar apa yang dikatakan Fathi waktu magrib hanya sebentar.
Hasbi lalu ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu. Hasbi keluar hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya. Dilihatnya ke sekeliling kamar tidak ada Fathi. Ia mengambil baju yang sudah disiapkan Fathi termasuk segitiga bermuda .
Saat Hasbi membuka handuknya , pintu terbuka
" Astagfirullah mas , kenapa gak di kamar mandi pake bajunya ?" Untunglah yang masuk Fathi bukan Mala, Ia tak pernah bertelanjang dada di hadapan Mala.
Fathi membalikkan badan membelakangi Hasbi.
" Kenapa berbalik badan ? kaya baru liat aja aku begini, kamu bahkan sudah pernah liat aku polos !" Hasbi terkekeh melihat Fathi yang malu-malu. Fathi berbalik badan.
" hehehe lupa mas , mungkin karena sudah lama aku jadi malu" wajah Fathi memerah
" Untung mas sudah wudhu, coba kalau belum , habis kamu sayang !" Ucap Hasbi sambil berpakaian
__ADS_1
" Ya.. Alhamdulillah , ayukurlah kalau begitu !" Fathi tersenyum.
" Sudah cepat sholat mas , nanti waktunya keburu habis !" lanjut Fathi.
" Iya .. sayang ." Hasbi menggelar sejadah. Fathi pergi kembali ke dapur.
" Bagaimana kak ?" tanya Mala.
" Dia sedang sholat, Kayla sudah makan Mal ?"
" Sudah kak !"
" Alhamdulillah, anak pinter..biar cepet gede ya ." Fathi mengajak Kayla bicara.
" Sini biar aku yang gendong agar kau bisa melayani Hasbi makan !"
" Ah..iya kak .Makasih."
" Kayla sama mamah.. iya .." Fathi menciumi Kayla membuat Kayla geli dan tertawa.
Setelah 10 menit Hasbi datang bergabung. Mala menyiapkan makanan untuk Hasbi ke dalam piring . Lalu dia mengambil untuk dirinya.
" Kamu tidak makan yang ?" tanya Hasbi pada Fathi.
Hasbi membantu Fathi mengambilkan makan.
" Sudah, mas makan saja , aku bisa sendiri kok !"
" Gak apa-apa sayang , sudah kewajibanku juga untuk membantumu. Sepertinya aku harus membeli kursi makan untuk Kayla ."
" Iya mas ." Jawab Fathi. Fathi melirik Mala, sepertinya Mala tidak suka dengan sikap Hasbi padanya , ya iya lah wanita mana yang suka suaminya bermesraan dengan wanita lain, meskipun wanita itu masih istrinya. Karena Fathi juga begitu . Tapi dia berusaha menekan perasaan itu dan mentolelir segala yang Hasbi lakukan untuk Mala. Karena Mala juga istrinya .
Mala mencengkeram sendok dan garpu dengan kencang. Mengapa mereka seperti tidak menganggapnya ada dan asyik sendiri dengan keromantisan mereka.
Bullshit semua yang dikatakan Fathi, nyatanya dia licik. Sengaja menggendong Kayla agar dapat perhatian Hasbi.
" Ini pertama kali aku makan masakan Mala , dan rasanya enak ya mas ."
" Iya sayang , masakan Mala memang enak ." puji Hasbi .Fathi melirik Mala dia sengaja memuji masakan Mala dan memancing Hasbi untuk memujinya agar Mala tak merasa diabaikan .
" Terima kasih pujiannya , agar kau bisa menikmati makan dengan nyaman biar Kayla aku yang gendong !"Mala bangkit dan menghampiri Fathi. Ia mengambil Kayla dan menggendongnya.
Fathi ingin menolak karena dia ingin Mala makan dengan tenang. Tapi dia tak mau ada perdebatan di meja makan terlebih di hadapan Hasbi.
Mala kembali duduk sambil memangku Kayla.
__ADS_1
" Ayo Fathi makan yang banyak. Mala juga makan yang banyak ." Hasbi sempat lupa kalau ada Mala bersama mereka sampai Fathi tadi bertanya tentang masakan Mala. Sejujurnya lebih enak masakan Fathi tapi dia juga berusaha menghargai Mala dan menganggap Mala sebagai istrinya.
Dia harus bisa menahan dirinya pada Fathi di depan Mala, untuk menjaga perasaan Mala. " Hah ," Hasbi menghela nafas, sekarang dia hanya bisa bermesraan dengan Fathi di kamar .
Biasanya kalau dirumah, dia bebas bermesraan dengan Fathi, mau dimanapun. Kini tidak bisa sebebas dulu, berasa di rumah mertua !.
" Iya mas ." Jawab Mala dan Fathi serempak.
Mereka makan dengan tenang , tapi ada seorang yang makan dengan perasaan jengkel. Karena Hasbi tidak perhatian padanya.
Padahal Mala sengaja menggendong Kayla agar Hasbi menyuapinya, atau perhatian padanya. Ini tetap saja Fathi yang menjadi pusat perhatian Hasbi. Keberadaan Kayla tidak berpengaruh.
Selesai makan Mala langsung ke kamarnya bersama Kayla. Fathi sedang mencuci piring.
" Sini mas bantu cuci piringnya !"
" Tidak usah , mas duduk manis saja !"
" Kenapa ? kan biar cepet ? "
" huh...boro-boro cepet yang ada makin lama, kamu godain terus .. udah sana !"
" iya..iya ..paduka ratu ." Hasbi menuruti Fathi dan duduk manis di tempat tadi mereka makan, sambil memperhatikan Fathi.
Cukup 5 menit, Fathi selesai cuci piring.Mereka berdua berjalan ke kamar.
Hasbi sedikit merasa heran , kenapa Mala tidak mengajaknya ke kamar. Biasanya dengan alasan Kayla , Mala selalu mengajaknya ke kamar.
Baguslah kalau Mala tidak menganggunya malam ini , dia bisa bermesraan dengan Fathi sampai puas. Waktunya buka puasa setelah lebih dari 7 bulan dia berpuasa, tidak melakukan hubungan suami istri.
Hasbi tidak pernah melakukannya bersama Mala walau mereka sudah pasangan halal, rasanya entahlah... dia tidak bisa melakukannya. Bayangan Fathi yang menangis menghantuinya.
" Oh..iya sayang aku punya sesuatu untuk kamu ." ucap Hasbi setelah mengunci kamarnya.
" Apa itu mas ?" Tanya Fathi pada Hasbi yang sedang mengambil sesuatu di dalam tas kerjanya.
" Pejamkan mata dulu !" Perintahnya seraya menyembunyikan sesuatu di belakang tubuhnya.
" Apa sih mas ? bikin penasaran aja deh !"
" 1....2....3 , buka mata kamu !"
...----------------...
"
__ADS_1