Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 32. Jadikan Aku Satu-Satunya.


__ADS_3

Fathiyah bergegas pergi.


" Aku pergi dulu Mala, hati-hati di rumah . Kita bertemu satu minggu lagi." Ucap Hasbi kemudian menyusul Fathi ke mobil.


Siapa yang bisa menebak takdir, dalam kurun waktu singkat takdirnya berubah. Hidupnya yang semula terpuruk, kembali bangkit dengan kehadiran gadis mungil nan menggemaskan bak pelita. Kini pelitanya telah di bawa pergi. Ia sendirian ..sepi , gelap, dingin. Itulah yang dia rasakan.


Kemala hanya diam tak bergeming di depan pintu memandangi mobil yang membawa pelitanya pergi. Bahkan mobil itu sudah hilang dari pandangan. Namun Mala masih tegak berdiri di sana.


Perlahan air mata turun semakin deras bersamaan dengan isak tangis yang semakin kencang. Mengundang perhatian mereka yang berlalu lalang. Tak ada yang berhenti tuk sekadar bertanya ada apa ? Mereka hanya melihat sekilas dengan perasaan iba lalu kembali berjalan.


Setelah sekian menit berlalu Kemala masuk ke dalam dan mengunci pintu.


Kejam..kenapa Hasbi kejam sekali padanya. Inikah balasan untuk pengorbanannya. Kesabarannya mengurus Kayla, penantiannya akan cinta Hasbi. Haruskah di balas seperti ini.


Ingin ia teriak dan mengeluarkan semua bebannya. Mala mengambil ponselnya dan menelepon sesorang. Nada sambung terdengar .


" Halo, Assalamu'alaikum ." Terdengar suara wanita di seberang sana.


" Wa'alaikumsalam Amih ." Mala menjawab dengan isak tangis.


" Mala...kamu kenapa Mala ? Ada apa ?" Amih terdengar khawatir.


" Amih..amih, aku harus bagaimana? Mereka membawanya pergi. Anakku di bawa pergi ."


" Apa maksudmu Mal ? bicara pelan -pelan. Atau begini saja, Amih akan ke sana. Kamu tunggu ya ! Assalamu'alaikum ."


Sambungan terputus.Mala mematikan ponselnya. Ia berbaring meringkuk di atas sofa.


Setelah ia termenung menangis sendiri 20 menit kemudian datang Amih tuk melihat Mala dan mencari tahu apa yang terjadi.

__ADS_1


Mala langsung menghambur dalam pelukan Amih. Ia menumpahkan semua yang dirasakannya. Sambil terisak Mala menceritakan apa yang terjadi.


Amih tersentak mendengarnya. Hasbi tak pernah menceritakan tentang ini padanya. Mengapa Hasbi memutuskan hal ini secara sepihak tanpa bertanya padanya. Amih pikir semua baik-baik saja. Apakah ini atas permintaan Fathi ? Tega sekali mereka pada Mala.


Amih membelai rambut Mala. "Sudah sayang, jangan khawatir. Amih akan menyuruh mereka kembali ke sini. Kita bujuk Fathi agar tidak usah pindah !" Tuturnya.


Mala menggeleng. Tidak ! bukan Fathi yang dia inginkan untuk kembali tapi Kayla. " Tidak Amih ! Mala tidak ingin Fathi kembali ke rumah ini. Mala ingin Kayla..Mih..!!"


" Amih rasa tidak mungkin kita memisahkan Kayla dengan Fathi. Ia ibu kandungnya. Bila kau ingin bersama Kayla, satu-satunya jalan adalah kalian semua tinggal satu atap kembali. " Usul Amih .


" Semua ini adalah ide Fathi. Dia sendiri yang ingin pindah. Tapi kenapa Fathi harus membawa Kayla ?" Kemala berusaha membujuk Amih agar Amih mau memihaknya serta membawa Kayla kembali ke rumah ini.


" Sayang..dengar ! Kayla adalah anak kandung Fathi . Ia yang lebih berhak atas hak asuh Kayla. Kau bisa ikut merawatnya, jika kalian tinggal bersama." Amih memberi pengertian kepada Mala. Ia mengerti kenapa Mala seperti ini.


" Sekarang Kamu ambil positifnya saja Mal. Dengan kamu berdua saja bersama Hasbi tanpa Fathi dan Kayla, kamu bisa lebih dekat lagi dengan Hasbi. Dia tidak punya alasan lagi untuk menghindar dari kamu."


" Sekarang kamu istirahat saja di kamar. Amih pulang dulu ya. Apih kasian di rumah sendiri. Jangan lupa kunci semua pintu dan jendela. " Amih pamit pada Mala .


Sementara Fathi dan Hasbi sudah berada di rumah baru mereka. Mereka baru saja selesai membereskan barang bawaan mereka. Untuk furniture semuanya sudah rapi sebelum mereka pindah. Tapi Hasbi sepertinya sedang melamun. Pikirannya teringat pada Kemala. Dia sendirian di rumah. Hasbi khawatir apakah Mala akan baik-baik saja ? Dia pasti sedih.


" Mas..!" Fathi menyentuh pundak Hasbi dan memanggilnya. "Kamu kenapa mas ? Apa kamu khawatir pada Mala ? Ya sudah pergi saja ke sana jika kamu khawatir. Aku tidak mau kamu bersamaku tapi pikiranmu pada wanita lain. Pergilah sana !" Fathi bangkit dari duduknya.Ia beranjak masuk kamar bersama Kayla.


" Ish...pusing banget. Semua serba salah kan ." Hasbi mengacak rambutnya. Ia menyusul Fathi ke kamar.


" Sayang..."Panggilnya begitu Hasbi membuka pintu kamar.


Ia menghampiri Fathi yang sedang berbaring bersama Kayla.


" Maaf..aku khawatir pada Mala karena saat ini dia sedang sendiri ," Tuturnya seraya duduk di samping Fathi.

__ADS_1


Fathi menatap Hasbi " Nanti aku juga sendiri kalau kamu ke rumah Mala ," Sarkas Fathi.


" Tapi kau ada Kayla yang menemanimu , sedangkan Mala dia hanya sendiri. Ia pasti kesepian ." Fathi mendelik tak suka dengan ucapan Hasbi.


" Terus.. sekarang kau mau apa? Kau mau ke sana menemaninya. Silahkan, pergi temani dia! Selamanya jangan kembali ke sini !"


" Tidak.. aku hanya khawatir." Sanggahnya cepat. " Saat ini giliranku bersamamu sampai seminggu ke depan. Tapi aku telepon dia boleh ya ?" Tanyanya.


Fathi memutar bola matanya malas "Terserah kamu mas. Kamu tidak mengerti konsepnya ya mas. Jika kamu bersamaku hilangkan segala hal tentang Mala dari pikiran dan hatimu. Saat ini kamu milikku. Semuanya hati dan pikiranmu. Tak ada telepon atau sms menyangkut Mala. Begitu juga sebaliknya saat kamu bersama Mala jangan pikirkan aku. Kamu mengerti mas !" Tutur Fathi panjang lebar.


" Jadikan aku satu-satunya saat kamu bersamaku. Dengan begitu aku akan lupa bahwa aku telah di madu. " Tambahnya.


Kayla merangkak turun ke bawah. Ia mencoba berdiri dan bejalan menuju pintu. Fathi turun dari pembaringannya. Ia mengikuti Kayla berjaga -jaga bila Kayla terjatuh.


Hasbi tercenung sejenak. Ia melihat ke arah Kayla dan Fathi. Benar seharusnya seperti itu. Saat ia bersama Fathi ia tak seharusnya memikirkan Mala. Tapi ia adalah seorang suami yang mempunyai tanggung jawab terhadap istrinya. Bukan karena cinta namun Fathi ternyata cemburu.


" Kayla mau ke mana sayang?" Fathi menggendong Kayla.


" ton tun ." Kayla menunjuk ke luar.


" Oh..mau nonton kartun . Yuk kita keluar nonton kartun ." Fathi menurunkan Kayla dan menggandengnya. Kayla senang ketika dia berjalan. Mereka berjalan ke ruang keluarga.


Di kamar Fathi memang belum ada Tv.


Hasbi bangkit menyusul mereka. Ia tidak akan memikirkan Mala. Saat ini adalah waktunya dengan Fathi. Ia hanya akan fokus pada Fathi dan Kayla. Hasbi menutup pintu kamar tanpa membawa ponsel yang sedang bergetar dan menyala tanda ada telepon masuk. Tertera nama Amih . Ponsel terus bergetar kemudian mati tak lama bergetar kembali.


Amih merasa kesal karena teleponnya tidak di angkat. Sebenarnya sedang apa mereka? ini baru jam setengah 6.


Apa mereka sengaja tidak mau menjawab teleponnya. Ia ingin ke rumahnya tapi tidak tahu alamatnya.

__ADS_1


__ADS_2