
Mala merenggangkan pelukannya pada Hasbi, terlihat wajah Hasbi yang sendu , matanya memancarkan luka. Pasti berat ..beban yang dipikul suaminya.
Harusnya sebagai istri ia meringankan bebannya dan mengerti keadaannya . Bukan menambah pikiran ! Mala merasa malu sekarang ...malu pada dirinya sendiri , apa yang sudah dia lakukan ? Meminta hak disaat ia merebut hak istrinya , Hasbi tidak berlaku kasar padanya. Hasbi hanya tidak mencintainya dan ia juga tahu itu saat menikah dengan Hasbi. Lalu sekarang ia menuntut cintanya, egois bukan dirinya !
Hasbi juga sudah bilang tidak bisa mencintainya dan akan memperlakukannya sebagai teman . Jika ia mencintai Hasbi itu salahnya bukan Hasbi, itu masalahnya bukan Hasbi.
" Aku yang memberinya beban , aku yang memberinya luka. Maafkan aku Hasbi." Batin Hasbi.
Mala menatap bibir Hasbi lalu beralih menatap matanya. Wajah Mala semakin mendekat . Entah sadar atau tidak Mala saat ini menempelkan bibirnya .
Tidak ada reaksi dari Hasbi , ia hanya diam . Ingin ia melepaskannya , tapi ia takut melukai perasaan Mala. Hasbi meminta maaf pada Fathi dalam hatinya.
Mala tersadar dan menjauhkan wajahnya .Ia lalu lari ke kamarnya.
Hasbi menatap kepergian Mala.
" Maaf Mala , aku tahu kau juga terluka . Maaf aku tidak bisa mengkhianatinya. " gumam Hasbi
Hasbi kembali masuk ke dalam kamar Fathi.
Ia duduk termenung di kasurnya. Apa yang harus dia lakukan pada rumah tangganya agar semua berjalan baik .
Ya Allah berilah petunjuk Mu , berikan jalan terbaik untuk semuanya. Apakah ia harus menceraikan salah satu dari mereka? sangat sulit bila ia disuruh memilih.
Kalau ditanya siapa yang ia cintai, ia bisa menjawab dengan cepat dan yakin Fathilah wanita yang ia cintai.
Tapi dengan Mala ia pun berat bercerai dengannya, ia sudah terikat janji pada almarhum juga ia tak tega pada Mala.
Pernikahannya dengan Mala hanya status saja , ia tetap memberi nafkah lahir padanya dan memenuhi segala kebutuhannya . Tapi ia tak bisa memberikan cinta.
Tak sadar, perlahan mata Hasbi terpejam.
Saat ini Hasbi berada di rumah Fathi untuk menjemputnya ia sudah tak sabar, ingin bertemu.
Fathi keluar dari kamarnya, membawa Kayla dan tas berisi perlengkapan mereka.
Ayah dan bunda tidak ada, Fathi tersenyum.
" Mas sudah lama menunggu, maaf ya aku tadi beresin perlengkapannya dulu. Bunda ke mana ?"
" Aku tidak bertemu bunda dari tadi !"
" Oh.. tapi tadi bunda yang memberitahu kalau ada mas menjemputku. "
__ADS_1
" Benarkah , kalau begitu aku ingin bertemu bunda ingin pamit ."
" Aku gak tahu bunda di mana ? sudah yuk kita berangkat sudah semakin sore !"
" Iya hayu ."
Mereka keluar rumah ..lembayung senja begitu indah. Hasbi sempat tertegun.
Hasbi menjalankan mobilnya. Ia melajukan mobil ke arah berbeda dari rumahnya. Hasbi menyadari itu tapi entah kenapa ia tetap melajukan mobilnya.
Mobil berhenti di depan sebuah rumah yang baru pertama kali ia lihat . tapi anenya ia seperti sudah terbiasa nampaknya Fathi juga demikian .
" Ayo mas, kita masuk hari ini giliranmu bersamaku ! "
Hasbi tersenyum dan menggendong Kayla , tangannya yang lain merangkul pinggang Fathi .
Mereka masuk dengan perasaan bahagia.
Begitu masuk Hasbi di sambut Foto pernikahannya dan Fathi. Mereka terus berjalan melewati foto itu .
Brak...
Foto itu tiba -tiba terjatuh, kaca bingkainya pecah..Fathi akan mengambilnya tapi Hasbi mencegahnya, dan memberikan Kayla pada Fathi.
Sementara Hasbi membereskan Foto yang terjatuh itu.
Saat Hasbi akan membuang sampahnya ke dapur. Ia terhenti seakan sadar akan sesuatu.
Tangga.. tangganya tidak ada. Tadi Fathi menaiki tangga disini. Ia melihatnya dengan jelas ! sekarang ke mana tangga itu pergi.
" Fathi.. Fathi.. Kayla .." Hasbi mencari mereka di sepenjuru ruangan rumahnya. Semua ditelusurinya namun tak ditemukan jejak Fathi. Fotonya juga menghilang.
Mata itu terbuka dengan cepat . Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Syukurlah ini hanya mimpi .Ia masih berada di kamarnya.
Jam menunjukkan pukul setengah 4 pagi. Hasbi beranjak ke kamar mandi untuk berwudhu. Masih ada waktu untuk sholat tahajud.
Hasbi tak memikirkan lebih jauh mimpinya , ia hanya menganggap itu bunga tidur.
Saat adzan subuh terdengar, ia teringat kebiasaannya sholat subuh berjamah dengan Fathi.
Lalu Hasbi tersadar bahwa kini ada Mala juga sebagai makmumnya. Ia lalu ke kamar Mala untuk mengajaknya sholat berjamaah.
Tok..tok..
__ADS_1
" Mala..Mal...bangun ! kita sholat subuh berjamaah !"
Ceklek...
" Iya mas.. ada apa ?"
" Kamu baru bangun , cepat wudhu kita sholat berjamah di mushola , aku tunggu ya !" Hasbi pergi ke mushola, ia audah rapi dengan pakaian kokonya dan sarung tak lupa peci putih.
Sambil menunggu Mala, Hasbi bershalawat dengan memejamkan mata. Ia teringat Fathi yang begitu merdu ketika bershalawat dan begitu menghayati hingga Fathi selalu menangis ketika bershalawat .
Fathi pernah bilang " aku menangis karena aku begitu rindu orang yang belum pernah kutemui, tapi terasa begitu dekat di hati. Aku ingin sekali melihat wajahnya , semua perkataan dan perbuatannya menjadi teladan seluruh umat manusia bahkan untuk yang kafir sekalipun."
" Ayo mas.. aku sudah siap !" Hasbi tersadar dari lamunannya begitu mendengar suara Mala. Ia membuka matanya lalu mengatur posisi berdirinya untuk memulai sholat.
Hasbi kemudian Iqomah dan membaca niat sholat.
Mereka berdua sholat dengan khusyuk.
...----------------...
Sama dengan Hasbi , Fathi juga sedang melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan ayah dan bundanya. Kayla dibaringkan di samping sajadahnya. Agar tidak menangis.
Setelah sholat mereka tadarus sejenak. Suara Fathi begitu merdu penuh penghayatan.
Kayla terbangun mendengar suara Fathi tapi ia tidak menangis. Kayla terlihat semangat, ia tengkurap dan duduk. Kayla kemudian bertepuk tangan .
Fathi melanjutkan mengajinya. Kadang Kayla akan menepuk-nepuk Al Qur'an.
Setengah jam mereka mengaji. Fathi membereskan mukena dan Al-Qur'annya .Ia bergegas ke dapur untuk memasak. Kayla ikut bunda belanja bahan makanan untuk makan siang nanti.
Di rumah Hasbi. Mala sedang memasak sarapan untuk Hasbi. Ia tidak memasak banyak karena yang makan hanya mereka berdua . Rumah ini terasa sepi. untunglah Fathi tinggal satu atap. Kalau hanya mereka berdua maka saat Hasbi kerja ia tinggal sendiri. Semoga seterusnya mereka tinggal satu atap .
Masakan telah tersaji di meja makan. Mala memanggil Hasbi ke kamar Fathi . Belum sampai ia ke kamar, Hasbi sudah keluar dan mengunci pintu kamar.
"Ayo kita makan, aku ada rapat pagi dan kunjungan proyek hari ini !"
" Ayo mas ." Hasbi melangkah lebih dulu , diikuti Mala di belakang.
Mereka sarapan dengan tenang .Hasbi tidak mengeluarkan satu patah kata sekalipun, berbeda ketika ada Fathi ia akan perhatian sekali pada Fathi. Rumah ini menjadi terasa hidup dan hangat saat ada Fathi dan Kayla.
Fathi baru pergi satu malam , tapi rumah ini terasa berbeda . Terasa dingin dan sepi.
...----------------...
__ADS_1