Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 41


__ADS_3

Hasbi keluar kamar saat makan malam. Tanpa banyak kata Hasbi langsung ke meja makan. Entah sadar atau tidak Hasbi melewati Mala yang berdiri di pintu ruang makan. Mala mendekati Hasbi. Saat tangannya akan menyentuh pundak Hasbi. Hasbi langsung duduk, hingga Mala hanya menyentuh angin.


Mala ikut duduk di samping Hasbi. Ia mengambil piring Hasbi dan mengisinya dengan nasi.


" Mas mau makan sama apa?" Tanya Mala. Hasbi melihat hidangan di meja.


" Apa aja." Hasbi menjawab dengan ketus.


Mala menyabarkan dirinya. Walaupun sebenarnya ia ingin berteriak pada Hasbi. Mala mengambilkan semur ayam dan balado telor juga tahu goreng . Kemudian ia berikan pada Hasbi.


Hasbi menerimanya tanpa senyum sedikitpun. Ia lalu berdo'a dan mulai makan. Mala makan dengan tidak berselera. Hatinya masih penasaran ada apa dengan Hasbi. Sebenarnya apa yang terjadi di rumah Kak Fathi.


Mala ingin bertanya tapi dia takut. Hasbi kelihatannya dalam mood tidak baik. Mala hanya makan setengah piring saja. Ia hanya menunggu Hasbi menghabiskan makannya.


Hasbi sudah selesai makan dan langsung meninggalkan meja makan tanpa melihat ke arah Mala. Dia pergi ke kamar Fathi. Walau Fathi sudah tidak tinggal di rumah ini lagi. Kamarnya masih tetap terjaga.Selalu dibersihkan setiap hari. Seolah-olah ada penghuninya. Memang ada penghuninya yaitu Hasbi. Dia kadang tidur di kamar Fathi.


Mala hanya bisa diam tak berani menegur atau bertanya pada Hasbi. Mala lalu membersihkan meja dan menaruh piring kotor di wastafel. Ia langsung ke kamarnya. Sejenak ia melihat ke pintu kamar Hasbi.


" Biarlah dia tenang dulu. Besok baru aku akan bertanya padanya." Gumam Mala kemudian masuk ke kamarnya.


Hasbi sekarang sedang duduk di pinggir tempat tidurnya. Ia mengambil foto dirinya dan Fathi yang berada di nakas. Dia ingat foto ini adalah foto ulang tahun pernikahan mereka yang pertama. Senyum Fathi begitu lepas hingga terlihat lesung pipinya di kiri dan kanan, cantik sekali . Mereka mengambil foto ini di Bali di pinggir pantai saat matahari beranjak turun, sambil melihat mega yang berwarna oranye sungguh indah. Saat itu mereka sangat bahagia. Tak pernah ada pikiran untuk berpisah hanya terbayang menua bersama memiliki banyak anak dan cucu.


Tapi lihatlah apa yang terjadi ! Takdir berkata lain. Kebahagiaannya perlahan terkikis. Mimpinya sirna. Cintanya menghantam karang. Hasbi dilema. Diusapnya foto itu " Sayang mengapa kau ingin berpisah denganku ? Apakah kau tidak mencintaiku lagi ? Mana janjimu ? untuk berjuang bersama melawan badai yang akan menghancurkan cinta kita. Kau biarkan cinta kita terhempas menabrak karang. Aku harus apa Fathi ? Aku sadar jika menahanmu bersamaku kau akan tersakiti setiap saat. Senyummu selama ini tidak tulus hanya senyum untuk menutupi luka. Tapi untuk melepasmu pun aku tak sanggup. Aku terlalu mencintaimu hingga diri ini tak rela jika kau suatu saat menjadi milik yang lain dan bahagia bersama yang lain. Aku harus apa Fathi ?" Hasbi meneteskan air mata.


Fathi adalah wanita yang kuat dan tangguh. Ia tidak mudah menyerah . Jika Fathi sampai meminta cerai, itu berarti ia sudah tidak sanggup lagi menahan luka. Haruskah Hasbi melepasnya agar Fathi bisa bahagia ? Pikiran Hasbi terus berputar-putar dan menimbang mana yang lebih baik dan apa yang dia inginkan. Bayangan-bayangan saat ia mulai mengenal Fathi lalu menjadi dekat, berpacaran hingga mereka menikah berkelebat dipikirannya. Hasbi kemudian ke kamar mandi. Ia belum sholat isya.

__ADS_1


Setelah ia sholat. Hasbi mengaji dan berdzikir untuk menenangkan hatinya.


***


Hasbi sedang berjalan-jalan di Ancol bersama Kayla dan Mala. Fathi mengikuti mereka dari belakang. Hasbi tertawa bahagia bersama Mala. Ia melihat Fathi yang berdiri di pinggir pantai. Hasbi berlari menghampiri Fathi. Hasbi menggenggam tangan Fathi dan tersenyum padanya . Tapi Fathi justru meneteskan air mata. Tangan Fathi yang digenggamnya berdarah. Hasbi begitu terkejut. Ia menarik Fathi untuk melihat luka pada tangannya tapi Fathi berteriak kesakitan. Tiba - tiba ombak besar membawa mereka ke tengah. Mereka terseret ombak sampai tengah lautan.


" Mas lepaskan aku . Aku tidak bisa berenang jika kau pegang terus." Fathi berusaha melepaskan tangan Hasbi.


" Jangan Fathi atau kita akan terpisah. Tetap pegang tanganku !" Hasbi berusaha berenang ke tepian. Tapi sulit karena satu tangannya memegang Fathi. Datang penolong seorang pria memakai ban dan pelampung untuk menyelamatkan mereka.


" Mas lepas. Kita akan sama-sama mati jika Mas terus menggengam tanganku. Lepaskan agar kita bisa selamat dan sampai ke tepi. Jangan seperti ini Mas." Fathi bicara sambil berusaha agar tubuhnya tetap mengambang kadang airnya ada yang tertelan. Pria penolong itu mengulurkan tangannya. Hasbi terpaksa melepaskannya. Fathi menggapai tangan pria itu dan ia langsung memegang ban. Fathi mengulurkan tangannya pada Hasbi tapi saat Hasbi ingin menggapainya ombak besar kembali datang. Hasbi terombang-ambing di lautan. Ia mencari di mana Fathi tapi tidak terlihat. Hasbi sudah lelah ia akhirnya pasrah.


Hasbi terbangun dan langsung duduk. Ia merasa sesak nafas . Jantungnya berdetak dengan cepat. Bajunya basah oleh keringat. Ia melihat sekelilingnya ternyata ia masih berada di kamarnya. Ia bermimpi, di mana mimpinya terasa sangat nyata. Jantungnya saja masih berdebar kencang.


Hasbi masih memakai koko dan sarung. Mungki ia tertidur ketika dzikir tadi. Hasbi melihat jam dindingnya . Sudah jam 2 pagi. Hasbi lalu wudhu.Ia akan sholat sunat tahajud dan istikharah.


***


Mala keluar kamar jam 6 ia akan menemani Mas Hasbi sarapan. Tapi Mala terkejut begitu Bibi bilang bahwa Mas Hasbi sudah berangkat tanpa sarapan.


Ini sudah keterlaluan. Hasbi mengabaikannya dan tidak bercerita jujur pada Mala. Mala terpaksa menelepon Amih.


" Halo Aaaalamu'alaikum Amih."


" Wa'alaikumsalam sayang. Apa kabar?"

__ADS_1


" Tidak baik Amih. "


" Tidak baik bagaimana ? "


"Mas Hasbi mengabaikan aku Amih."


" Mengabaikan bagaimana? Bukankah memang saat ini giliran Fathi."


" sepertinya terjadi sesuatu pada mereka. Hasbi pulang saat makan siang Amih. Dan tidak keluar. Sampai waktu makan malam tiba." Mala bercerita kepada Amih.


Setelah menceritakan semuanya pada Amih. Mala menutup teleponnya. Mala kemudian menelepon Fathi. Waktu Mala menelpon Fathi, Nada suaranya terdengar sangat kesal.


" Kak Fathi tolong katakan padaku.Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Mas Hasbi seperti itu? Katamu ini adalah kabar bahagia buatku? Tapi Hasbi terlihat seperti orang yang sedang sedih . Dia tidak bergairah .


" Hm..lebih baik kamu tanyakan pada Hasbi saja. Maaf aku tidak bisa lama-lama. Karena sedang membuat susu untuk Kayla. Aku tutup ya teleponnya. Assalamu'alaikum ."


...----------------...


Hai readera terima kasih masih setia membaca ceritaku. Jangan lupa like, komen, dan hadiahnya. Masukan juga ke dalam favoritmu ya 😊. Terima kasih..


Aku juga punya cerita lain berjudul " Gibran Si Genius Tersembunyi " Di baca ya.💛💛


Maaf typo masih bertebaran. Terima kasih semuanya Love you ❤❤❤


Oh Ya Author juga ada rekomendasi cerita yang bagus dari Kak Irma Kirana. 👇

__ADS_1



Semoga kalian suka ya . Jangan lupa mampir terima kasih 😙😙😙💛💛💛


__ADS_2