Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 61


__ADS_3

Hasbi merasa marah sekali. Dia lelah, pulang ke rumah berharap dapat ketenangan dan beristirahat. Tapi Mala justru menuduhnya selingkuh. Selingkuh dengan siapa ? Berurusan dengan 2 wanita saja bikin pusing. Yang satu bikin dia cemburu yang satu menuduh selingkuh.


Hasbi menenangkan pikirannya, diruang kerja.


Sementara Fathi sudah sampai di Bandung ia diantar oleh Sultan. Fathi sebenarnya tidak mau diantar tapi Sultan memaksa. Alasannya karena Fathi adalah wanita . Sultan tidak akan tega, membiarkan Fathi pulang dengan jarak jauh membawa mobil sendiri dengan anak kecil.


Sesampainya di Bandung, Sultan langsung turun dan menaiki mobil yang mengikutinya. Ia tidak akan mampir karena hari sudah malam besok juga ia ada pekerjaan penting. Fathi sangat berterima kasih pada Sultan.


Sultan langsung pulang.


Fathi sekarang sedang berbaring di kasur bersama Kayla. Sehari di Jakarta banyak yang terjadi. Pertemuannya pertama kali dengan Amih, pertemuannya dengan Sultan dan keluarganya. Pertemuannya dengan Sisca yang membuat ia mencabut sahamnya di restoran itu. Resty sudah mengirim copyan isi surat perjanjian itu. Fathi sudah membacanya dan ia setuju.


Fathi juga teringat Sultan yang tidak disadarinya ternyata semakin dekat dengannya. Ia juga bingung kenapa ketika ngobrol dangan Sultan ia merasa nyaman. Sultan baik dia tidak pernah berusaha mendekatinya dan gombal atau modus seperti pria lain. Banyak yang sudah mendekati Fathi tapi Fathi selalu menghindar. Ia justru takut pada mereka. Perlahan Mata Fathi mulai terpejam.


Fathi sedang bersiap-siap ke restoran. Ia akan membawa Kayla.


Fathi menaiki mobilnya. Saat dia sedang berkendara tiba -tiba ada mobil yang menghadangnya. Fathi tidak turun ia justru mengunci semua pintu.


Fathi melihat Hasbi. Ia lalu membuka pintu dan keluar. Hasbi menghampirinya dan masuk ke dalam mobil ia membuka pintu belakang . Hasbi menggendong Kayla. Tatapannya tajam . Hasbi lalu berjalan ke arah mobilnya. Tapi Fathi berlari dan mencegah Hasbi membawa anaknya.


"Lepas dia anakku, aku ayahnya aku yang akan rawat dia !"


" Tidak Mas jangan, Kayla anakku jangan bawa dia. Kayla sayang..Kayla..!"


" Diam..kau boleh menikah lagi tapi Kayla ku ambil alih hak asuhnya. Atau kita kembali rujuk dan besarkan Kayla sama-sama."


Hasbi masuk ke dalam mobil. Supir melajukan mobilnya.


" Tidak...Tidak..Kayla...Kayla...!"


Fathi bangun terduduk nafasnya terengah ..dia bermimpi. Fathi turun dan mengambil minum di nakas. Ia melihat jam sudah jam 3. Ia ke kamar mandi. Lebih baik ia sholat tahajud. Semoga itu hanya mimpi buruk, kembang tidur tidak berarti apa-apa.


***


Di kediaman Hasbi Mala sedang sarapan seorang diri. Hasbi sudah pergi. Mala teringat dari dia bangun dia tidak menegur Hasbi sama sekali. Hasbi tidak perduli. Justru bagus menurutnya, ia pun sedang malas bicara.


Hasbi sudah mengajukan cuti untuk hari ini. Ia akan ke Bandung, tapi Hasbi tidak bilang pada Mala.


Hasbi berangkat setelah sholat subuh, Hasbi berlalu begitu saja. Ia pergi keluar tanpa pamit pada Mala. Sedangkan Mala terdiam sendu. Mengapa Hasbi tak berusaha meyakinkannya dan membujuknya.


Hasbi menjalankan mobilnya ke arah Bandung. Ia benar-benar akan menemui Fathi.


Jam 7 Fathi sedang sarapan bersama Mbok dan Kayla. Rencananya hari ini ia akan ke restorannya tapi karena mimpi semalam ia mengurungkan niatnya.


Sultan merasa tidak tenang. Dia gelisah tapi tidak tahu kenapa.


" Kenapa kamu Riz ? " Tanya Papah Sultan. Ia melihat Sultan seperti tidak enak


"Gak tahu Pah..perasaan Fariz kok gak enak ya." Jawab Sultan.


" Gak enak gimana?" Tanya Mamah Sultan.


" Gak tahu..Fariz juga, gelisah tapi Fariz inget sama Kayla juga Fathi."


" Coba kamu telepon Fathi takutnya ada apa-apa." ucap Papah.

__ADS_1


Sultan menelepon Fathi, tapi tidak di angkat. Ia semakin gelisah. Ia ingin pergi ke Bandung tapi ia ada pekerjaan penting.


" Tidak diangkat Pah. "


" Coba lagi mungkin tadi Fathi tidak dengar."


Sultan mencoba lagi tapi tetap sama tidak diangkat. Ia bahkan sudah mengulanginya sampai 5 kali. Tetap tidak di angkat. Sultan semakin gelisah.


" Tidak diangkat Pah."


" Kamu hari ini ada agenda apa aja?" Tanya Papah.


" Aku ada rapat pagi ini. Dengan dua perusahaan penting. " Jawab Sultan.


" Begini saja, biar Papah yang wakilkan rapat kamu. Kamu ke Bandung aja biar kamu tenang. " Papah memberikan solusi.


" Tapi Papah juga kan harus ke kerja." Ucap Sultan.


" Gak apa-apa biar kantor Papah , Asisten Papah yang urus."


" Baiklah Pah kalau begitu Fariz akan ke Bandung sekarang."


" Sayang kalau ada apa-apa telepon kami ya , kamu jangan pergi sendiri. Ajak supir sama 1 bodyguard ." Pesan Mamah.


" Iya Mah." Sultan lalu minum dan berdiri.


" Aku berangkat dulu. Do'akan Mah Pah.." Sultan mencium tangan kedua orang tuanya.


" Iya hati-hati." Pesan Mamah.


" Iya .Assalamu'alaikum."


Sultan bergegas ke mobilnya ia mengajak supir dan bodyguard. Mereka berangkat ke Bandung.


Selama dalam perjalanan ia terus mencoba untuk menghubungi Fathi.


" Ke mana sih ini orang ? Bikin khawatir aja sekarang malah tidak aktif ponselnya." Gerutu Sultan.


Sementara yang dikhawatirkan sedang bermain dengan Kayla di taman dekat rumahnya. Ia sedang berjalan-jalan pagi bersama Kayla.


Kayla sangat senang, Dia sudah lancar berjalan jadi dia tidak bisa diam. Mbok juga ikut jalan-jalan. Kayla ingin pisang keju bakar. Fathi sedang menunggu pesanannya jadi Kayla berjalan bersama Mbok yang mengikuti Kayla.


Saat Fathi sedang membayar pesanannya tiba-tiba...


CIIIIIT..


Terdengar suara mobil mengerem dengan kencang. Perasaan Fathi sudah tidak enak. Ia berlari ke arah jalan di mana orang-orang sudah berkerumun.


Kayla menangis dengan kencang. Fathi menerobos kerumunan. Ia melihat Kayla di gendong seorang pria yang tidak tampak asing baginya.


Orang itu berbalik. " Apa saja yang kamu lakukan sampai Kayla lari ke jalan? Bagaimana kalau aku tidak bisa mengerem tepat waktu !" Orang itu memarahi Fathi.


" Maaf Hasbi, tapi saya sedang membayar kue pesanan Kayla. Saya benar-benar tidak tahu. Sini Kayla biar saya gendong."


" Tidak usah..kamu tidak becus menjaganya. Biar Kayla saya bawa !"

__ADS_1


Fathi terpaku. Semua mimpinya menjadi nyata . Tidak..Hasbi tidak boleh membawa anaknya.


" Tidak bisa ..Aku ibunya aku yang akan mengasuhnya."


Perdebatan mereka menjadi perhatian orang-orang sekitar yang berkerumun. Mbok berusaha melerai mereka.


" Bu Pak , sudah kasihan Kayla. Kita bicarakan nanti di rumah saja."


" Naik mobil !" Perintah Hasbi.


Fathi naik ke kursi depan . Mbok naik di belakang. Hasbi memberikan Kayla pada Fathi. Lalu ia masuk ke mobil.


Tak lama mereka sampai di rumah Fathi.


Fathi turun langsung ke dalam. Mbok langsung ke dapur. Hasbi ikut Fathi masuk langsung duduk di sofa.


" Bisakah kamu menjaganya dengan baik ? Aku jadi ragu setelah kejadian tadi." Ucap Hasbi.


" Aku minta maaf itu memang salahku. Tapi aku tidak sengaja melakukannya. " Ucap Fathi sambil memeluk Kayla. Ia merasa bersalah pada Kayla. Sebenarnya ia merasa gemetar dan masih lemas melihat Kayla yang hampir yang tertabrak. Untunglah Hasbi sempat mengerem tepat waktu.


" Maaf Pak, bukan salah Ibu. Saya yang menjaga Kayla. Ibu saat itu sedang membayar makanan yang Kayla inginkan. Kayla berlari mengejar bola yang tiba-tiba menggelinding di depannya. Saya kejar Kayla tapi dia pikir saya mengajak main justru semakin kencang larinya. saya tidak menyangka Kayla tiba-tiba lari ke tengah jalan. Maaf Pak. " Ucap Mbok. Ia merasa sangat bersalah pada majikannya Fathi yang dimarahi Hasbi.


" Harusnya kamu gendong Kayla jangan biarkan Kayla jalan-jalan di tempat umum. "


" Iya Pak..maaf ."


" Papa ..dong ." Kayla meminta di gendong Hasbi.


Hasbi mengambil Kayla dari pangkuan Fathi.


" Aduh anak Papah kasian..." Hasbi mencium kepala Kayla.


" Kalau kamu tidak bisa, Biar aku yang menjaganya. Mala bisa mengurusnya dengan baik. Aku akan mengajukan hak asuh Kayla."


" Tidak Mas, jangan ! Kayla hidupku jangan ambil dia dariku."


" Kayla juga hidupku dia anakku. Kau menjauhkannya dariku !"


" Aku tidak menjauhkannya tapi kau yang melepaskan kami !"


" Aku tidak melepaskan kalian, Kau yang memilih pergi. "


Mbok mengambil Kayla dari gendongan Hasbi tapi Hasbi menolaknya.


" Tidak..biar Kayla ku bawa pulang. Jika kau ingin bersama Kayla maka kau harus rujuk dengan ku dan kita asuh Kayla bersama-sama." Hasbi berdiri dan hendak pergi. Fathi mencegah Hasbi .


" Tidak..jangan kau bawa Kayla. " Fathi merebut Kayla dari gendongan Hasbi . Tapi Hasbi mempertahankan Kayla hingga Kayla menangis.


" Hentikan !"


...----------------...


Terima kasih sudah membaca cerita author dan memberi like, komen hadiah juga vote thankyou so much 😗😗💙💙💙


Semoga aja Kayla tidak jadi di bawa Hasbi ya.. see u soon

__ADS_1


Jangan lupa jaga kesehatan.


💖💖💖 Love You All 💖💖💖


__ADS_2