Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 82. Sultan disikat


__ADS_3

Hasbi melihat Hani selalu melamun. Ada apa gerangan dengannya ?


" Hani !" Hani terkesiap mendengar Hasbi memanggil.


" Hah...iya Pak. "


" Kamu ada masalah ?"


" Maaf Pak, saya tidak ada masalah apa-apa ."


" Kalau begitu kenapa melamun. Ingat kalau sedang bekerja jangan melamun nanti fatal akibatnya."


" Iya Pak..maaf."


" Kalau kamu tidak enak badan lebih baik kamu pulang !"


" Tidak Pak..tidak apa-apa, saya cuma ada masalah pribadi saja ."


" Oh.. Kalau kamu bisa lebih lega dengan bercerita, saya siap mendengarkan walau mungkin tidak bisa membantu karena saya tidak mungkin ikut campur masalah pribadi kamu tapi setidaknya kamu akan merasa sedikit lebih lega. "


" Iya Pak. Saya ...saya." Aduh gimana ya? gak apa-apa kali ya curhat sama Pak Hasbi. Biar peraaaanku lebih lega .tapi malu [ batin Hani ].


" Keluarga saya selalu memojokkan saya agar saya segera menikah. Umur 26 seperti saya katanya sudah melewati batas usia menikah. Ibu bilang nanti sulit jodoh. Jadi mereka selalu membahas pernikahan pada saya. Lalu sebenarnya ada pria yang dikenalkan teman saya beberapa hari yang lalu dan dia mengajak saya untuk ta'aruf. Pria itu serius karena dia memang sedang mencari istri. Tapi rasanya aneh aja gitu, teman saya yang tidak begitu dekat dan lama gak ketemu tiba-tiba datang ngenalin cowok yang mau ngajak ta'arufan. Kenapa saya ? Sedangkan teman dia banyak dan kualifikasinya melebihi saya. Seperti ada sesuatu gitu. Makanya saya ragu. "


" Begini saya tidak bisa menyuruh kamu untuk menolak atau menerima karena saya tidak tahu mana yang terbaik buat kamu. Tapi Allah tahu. Minta petunjuk pada Allah sholat istikharah curhatkan semua padaNya . Insyaallah dia akan memberi petunjuk dan jalan keluar terbaik untukmu. Dan masalah orang tua kamu jangan terlalu dipikirkan mereka hanya ingin yang terbaik untuk anaknya. Mereka hanya ingin anaknya bahagia. Bilang saja pada mereka kalau kamu juga sedang meminta pada Allah dan menanti jodoh yang Allah siapkan. "


" Iya Pak... terima kasih hati saya sudah terasa lebih baik. Sekarang saya siap bekerja lagi !" Hani tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.


Hasbi membalas senyum Hani. "Iya semangat..!"


Mereka mulai bekerja lagi.


Sementara nun jauh di sana di sebuah kota yang dijuluki kota Pahlawan. Fathiyah sedang merajuk pada Sultan. Pasalnya, Sultan membuatnya malu di ruangan dokter tadi. Kini mereka berada di ruang keluarga .


" Sayang..udah dong jangan marah ya. Aku kan nanya gitu wajar ! Dokternya juga gak apa-apa, malah dia bilang hal itu yang paling sering ditanyakan suami. Berarti banyak kan yang bertanya seperti itu bukan aku aja !" Ucap Sultan.


" Tapi kan pasti dokternya nganggap aku ini sebagai istri tidak berbakti pada suami? menolak keinginan suami. Aku malu A ."


" Aku khawatir sama kamu dan dede. Kamu tahu sendiri bagaimana ganasnya aku. Nanti kalau aku melakukannya terus dia kenapa-napa gimana? Makanya aku bertanya sama dokter. Sekarang aku tahu ternyata boleh asal pelan-pelan dan lembut. "


Fathiyah mencibir Sultan. " Kamu di suruh pelan dan lembut . Yakin bisa ?"


" Yah..terpaksa demi dede. Tapi kasih bonus ya !"


" Gak ada bonus-bonusan kamu tidur di luar malam ini !"


" Hah..kok begitu , gak bisa dong ! Apa salah dan dosaku ? "


" Jangan berlagak lupa, kamu tadi melakukanya dengan sengaja !"


" Melakukan apa ? Masalah apalagi ini ? ya Tuhan !"

__ADS_1


" Kamu tidak merasa bersalah ?"


" Bersalah apa ? Aku tidak tahu. Please katakan padaku !"


" Kamu tadi dekat-dekat wanita saat menebus obat di apotik. "


Sultan diam alisnya bertaut, matanya menyipit dia sedang mengingat momen yang dikatakan Fathi.


" Oh.. tapi itukan petugas apotik yang sedang menerangkan obat. Suaranya begitu kecil jadi aku mendekat agar bisa mendengar lebih jelas. "


" Ya dan terus mendekat, sampai dia berbisik di telingamu. Modus !"


" Ya ampun sayang kenap kamu jadi cemburuan begini ?"


" Kenapa kamu tidak suka ?"


" Suka sayang .. suka, karena cemburu menandakan cinta. Tapi jangan semua orang di cemburui. Lihat situasi dan kondisi juga !"


" Iya tapi kamu juga nempel-nempel sama cewek lain !"


" Ya ampun sayang, kan lagi rame apotiknya jadi kadang bersenggolan."


" Ya udah sekarang buka baju kamu !"


" Hah buka baju !"


" Iya .. cepet buka!"


" Iya. "


" Tapi malu mah "


" Udah cepet. Atau tidur di luar !"


" Iya..iya .. ternyata selain cemburuan kamu jadi agresif ya. Papah suka. " Sultan membuka bajunya.


" Celananya juga buka !"


" Celana juga ? Ok.. !" Setelah dibuka bajunya Sultan membuka celananya kini ia hanya memakai celana kolor.


" Sudah sayang. Ayo kita ke kamar ."


" Siapa suruh ke kamar. Duduk di sofa !"


" Hah di sofa? di sini ?"


" Iya cepet duduk !"


" Nanti ada yang liat bagaimana ? Ini masih siang ."


" Gak akan ada yang lihat. Cepet !"

__ADS_1


" Iya .. iya sayang gak sabaran amat. " Sultan duduk manis di sofa ia deg-degan menanti apa yang akan di lakukan Fathi. Sultan penasaran. Fathi memakai sarung tangan.


" Buat apa sarung tangan itu sayang ?"


" Udah kamu diam saja !" Fathi memungut baju dan celana Sultan. Lalu ia berjalan ke dapur.


" Sayang ..kok aku di tinggal ." Panggil Sultan.


Fathi pergi dan tidak kembali. Sekitar 15 menit kemudian Ia datang sambil membawa sikat cuci yang lembut.


" Ayo Pah..kita ke kamar." Ajak Fathi.


" Ha serius.. ayo !" Sultan mengikuti Fathi dengan semangat.


Mereka ke kamar. Sultan menutup pintu dan langsung memeluk Fathi.


" Kamu mandi dulu. Ayo !" Fathi menarik Sultan ke kamar mandi.


Ia mengisi bathtube dengan air hangat.


" Masuk pah.. biar Mamah mandiin ." Ucap Fathi. Pikiran Sultan langsung travelling membayangkan adegan yang seru.


" Oh..ok dengan senang hati." Sultan hendak membuka kolornya tapi Fathi mencegahnya.


" Gak usah di buka.. langsung masuk aja !" Sultan menurut. Lalu Fathi ikut masuk ia membasahi badan Sultan dan menyabuninya.


Sultan merasakan ada sesuatu yang kasar menggaruk kulit pynggungnya.


" Kamu sedang apa Fath ? Ini punggungku kenapa kaya di sikat ya ?"


" Emang aku lagi sikatin biar bersih apalagi kamu dari rumah sakit, nempel-nempel ama cewek !"


" Ya ampun sayang . Emang aku baju di sikatin."


" Udah kamu diem aja kalau gak mau tidur di luar !" Sultan pasrah di sikatin seluruh badannya. Mulai dari punggung , dada tangan kaki leher untung tidak bagian kerisnya. Dan untung lagi tidak pakai detergent atau sabun colek. Hilang sudah bayangan adegan panas di kamar mandi.


Setelah di sikat Fathi menyiram dengan air. Lalu Sultan ia suruh bangun dan mandi sendiri.


" Udah ah aku cape. Kamu mandi sendiri aja ! Udah gede juga masih di mandiin. Jangan lupa kerisnya juga dimandiin biar bersih !" Fathi lalu keluar kamar mandi. Meninggalkan Sultan yang melongo dengan perkataan Fathi.


" Yang minta di mandiin siapa ? Dia yang ujug-ujug main sikat. Aduh luntur gak ya kegantengan gue disikat Fathi ? Hei keris kamu denger kata Nyonya, kamu harus dimandiin sampai bersih. Sabar ya siapa tahu nanti malam kamu dapat ritual !" Gumamnya. Sultan bangun dan bercermin .


" Masih ganteng malah tambah bersinar. Untung cuma daki yang luntur ." Gumamnya ia terkekeh sendiri.


" Bini gue kenapa hamilnya begini amat ya. Inimah gue harus jauh-jauh dari kaum hawa. Mulai sekarang dilarang ada wanita ke lantai 5. Biar aman. " Sultan bergumam sendiri sambil mandi.


...----------------...


Baca juga cerita teman author ya..👇


__ADS_1


__ADS_2