Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 36


__ADS_3

Fathi sedang lomba tarik tambang dengan Hasbi. Mereka saling tarik menarik. Tiba-tiba datang Mala membantu Hasbi menarik tambang. Fathi sekuat tenaga menarik tambangnya agar tidak kalah. Mala mengeluarkan gunting dan tersenyum pada Fathi. Mala Menggunting tambang itu di saat Fathi sedang menariknya sekuat tenaga. Akibatnya, Fathi terjengkang ke belakang. Fathi sudah pasrah dan memejamkan mata. Beruntung ada seorang pria yang menolong Fathi sebelum ia terjatuh ke tanah. Punggung Fathi menabrak dada pria itu. Fathi menoleh ke belakang ia ingin mengucapkan terima kasih. Tapi Fathi tak dapat melihat wajahnya.


Pria itu bertanya keadaannya. " Apakah kau baik-baik saja?" Fathi tak dapat bersuara hanya mengangguk.


" Alhamdulillah. Semoga kau selalu baik-baik saja karena aku tak rela jika kau terluka. Lepaskan tali itu jika membuat kau tersiksa. Aku akan selalu berada di belakangmu." Fathi tertegun dan berusaha melihat wajah itu. Tapi sungguh sulit ia tak dapat melihatnya. Lalu matanya terbuka. Ia melihat sekeliling. Ia masih berada di mobil.


Rupanya ia tertidur. Mimpi itu, adalah mimpi yang semalam. Ia pun tak dapat melihat wajah pria itu.


Apa maksud mimpinya? Kenapa dia bermimpi hal yang sama? Apakah ini petunjuk dari Allah atas sholatnya? Mungkinkah tali itu menggambarkan pernikahannya? Walau sekuat tenaga ia menarik tali itu, akhirnya tali itu terputus. Apakah artinya aku harus bercerai dengan Hasbi? Siapa pria itu? Mengapa begitu sulit melihat wajahnya? Apa maksud perkataannya? Banyak pertanyaan di otak Fathi seputar mimpi itu. Ia tidak sadar jika mobil telah berhenti.


" Fathi...Fathi !" Amih memanggil Fathi dengan menepuk tangannya. Fathi tersentak menatap Amih.


" Iya Amih ."


" Ayo turun ngapain bengong ! Tolong bantuin Hasbi bawain Barang di belakang ya."


" Iya Amih." Fathi turun dan menghampiri Hasbi.


Kayla memakai Stroller yang di dorong oleh Mala. Fathi membawa tas perlengkapan Kayla . Hasbi membawa tas bekal. Amih mengajak Fathi berjalan di sisinya. Hasbi dan Mala berjalan berdampingan.


Apakah ini konpirasi mereka untuk menjauhkan Hasbi dan Kayla darinya. Pikiran negatif menghantui Fathi. Astagfirullah....berulang kali Fathi lafalkan dalam hati.


Mereka berhenti di setiap kandang hewan. Kayla terlihat senang. Fathi memperhatikan Hasbi dan Mala yang sedang bersama Kayla. Mereka seperti keluarga kecil yang bahagia. Senyum Fathi, tersenyumlah. Semua akan baik-baik saja. Fathi memberi sugesti pada hatinya.


Di sebelah Fathi ada seorang pria bersama dengan anak kecil sedang melihat kijang.


" Om..aku boleh ngasih makan kijang?" Tanya anak kecil itu

__ADS_1


" Gak boleh sayang. Kita dilarang memberi makanan pada mereka. Semua hewan yang di sini sudah dikasih makanan oleh petugasnya." Jawab pria itu. Fathi hanya mendengarkan tanpa menoleh pada mereka.


" Kenapa emangnya om? Nanti mereka kelaparan.


" Mereka tidak akan kelaparan. Mereka akan baik-baik saja.Justru kalau kita kasih makan terus makannya gak cocok, nanti mereka sakit." Begitu mendengar pria itu bilang baik-baik saja Fathi langsung menoleh pada mereka. Pria itu sudah beranjak pergi bersama anak itu. Fathi menatap punggungnya yang perlahan menjauh. Mengapa suaranya sama dengan pria yang ada dalam mimpinya. Mungkin hanya kebetulan.


Fathi merasa seseorang merangkulnya dari belakang. " Kamu ngapain di sini. Ayo kita makan." Hasbi menggandeng tangan Fathi.


" Kak Fathi sini. Kita makan siang. Nanti kita lanjutkan jalan-jalan lagi." Mala sedang menyuapi Kayla. Fathi hanya tersenyum.


" Mas ini aku sudah siapkan makan buat kamu." Mala menyodorkan piring berisi nasi dan lauk pauk.


Hasbi duduk di samping Mala. Amih menarik Fathi untuk duduk di sampingnya. Hari ini Fathi seperti robot hanya menurut apa yang mereka katakan. Tak ingin berdebat atau meminta sesuatu. Ia cuma tersenyum. Apih tidak ikut. Ia ada janji bermain golf dengan sahabatnya.


Kayla berdiri dan berjalan perlahan ke arah Fathi. " Hey..cucu eyang mau ke mana? Jangan ganggu namah, mamahnya lagi makan. Sama Bubu aja yah." Amih memberikan Kayla pada Mala.


" Fathi ayo makan yang banyak. Kita masih akan berjalan lagi melihat hewan yang lain." Fathi tersenyum menanggapi Hasbi yang dibalas senyum lebar Hasbi.


" Mala kamu sudah pernah naik sepeda belum di ragunan? Tanya Amih.


" Belum pernah Mih, emang boleh main sepeda di sini ?"


" Boleh, tuh ada tempat penyewaan sepeda. Kamu main sepeda gih sama Hasbi ! Biar Kayla di jaga sama Fathi dan Amih," Amih menunjuk tempat penyewaan sepeda.


Mala melirik pada Hasbi. Hasbi berdiri dan mengajak Mala menyewa sepeda. " Fathi kamu mau ikut. Ayo kita naik sepeda sama-sama." Hasbi mengajak Fathi juga.


" Tidak usah, Fathi di sini saja. Nanti kalau Kayla nangis Amih gak bisa menenangkan. Gantian saja kalau kalian sudah, baru Fathi yang main sepeda."

__ADS_1


" Iya Amih." Fathi menjawab singkat. Lagi pula ia sudah menduga hal ini. Ia juga tidak berharap .


" Ya sudah ." Hasbi berjalan dengan Mala menuju tempat penyewaan sepeda.


" Fathi sudah makannya?"


" Sudah Amih."


" Kalau sudah sekalian diberesin ya sayang. Sampahmya masukin plastik. Kotak makannya di tutup lagi masukin tas. Biar nanti begitu Hasbi selesai main sepedanya kita bisa langsung jalan."


"Iya Amih." Fathi tersenyum lebar. Ia merasa mertuanya ini lucu. Tadi bilang gantian main sepeda. Barusan bilang setelah Hasbi selesai bersepeda kita akan langsung jalan lagi. Plin plan sekali. Rupanya mertuanya ini sedang berusaha menjauhkannya dari Hasbi dan mendekatkan Mala dengan Hasbi.


Fathi membereskan semuanya. Kalau tahu gini tadi dia minta Hasbi mengajak Mbok Jum. Ia merasa seperti ART yang di ajak jalan-jalan oleh majikannya.


" Sepulang dari sini Hasbi akan ke rumah Mala. Seminggu ke depan waktunya Hasbi dengan Mala. Kamu jangan ganggu mereka, jangan menelepon Hasbi. Seminggu itu Hasbi milik Mala. Jadi, Adil bukan? Kayla juga akan ikut dengan Hasbi." Celetuk Amih tiba-tiba.


" Apa ? Amih maaf, kalau masalah Kayla, Fathi tidak setuju! Kayla masih kecil. Dia akan bingung jika pindah-pindah. Lebih baik Kayla tetap bersama Fathi. Kenapa harus digilir juga ?" Setelah seharian menahan emosi, akhirnya Fathi bersuara . Menolak ide Amih. Lagi pula Amih tidak berhak ikut campur dan mengatur keluarganya.


" Kalian berdua istri Hasbi, Kalian juga ibu Kayla. Kamu yang melahirkannya dan Mala yang merawatnya. Biar adil maka Kayla juga akan bergantian tinggal dengan kamu seminggu dan dengan Mala seminggu. Menurut Amih itu adil."


" Amih, maaf. Kenapa Amih ikut mengatur apa yang harus kami lakukan. Ini keluarga kami. Biarkan kami yang mengatur dan menjalaninya. Jangan ikut campur terlalu dalam. Maaf Amih. Mungkin sikap Fathi tidak sopan pada Amih. Tapi sebagai seorang ibu dan seorang istri Fathi merasa Amih sedang berusaha menjauhkan Fathi dengan anak dan suami Fathi." Fathi mengeluarkan apa yang selama ini dirasakannya.


Sedangkan Amih tidak menjawab.


"Amih, boleh Fathi bertanya ? Sebenarnya apa yang membuat Amih seperti tidak suka pada Fathi. Apakah Amih ingin Fathi mundur dari pernikahan ini, dan pergi meninggalkan Mas Hasbi juga Kayla?"


Pertanyaan yang sebenarnya tidak akan mempengaruhi keputusannya. Ia hanya ingin tahu alasan Amih selalu memojokkannya dan berpihak pada Mala.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2