
Fathi sudah sampai di depan kantor Sultan ia diantar supir pribadi. Fathi menggendong Kayla sambil membawa kotak makan untuk makan siang mereka.
Seperti janjinya ia akan datang saat makan siang. Ia langsung masuk ke dalam dan melangkah menuju lift.
“ Maaf Bu, tapi di larang masuk kecuali karyawan. Kalau Ibu ada perlu bisa disampaikan pada bagian resepsionis Bu.”
Seseorang mencegahnya.
Fathi menghela nafas, ia lalu pergi ke bagian resepsionis.
“ Maaf bisa bertemu dengan Tuan Sultan Alfarizki?”
“ Ibu sudah ada janji ?”
“ Sudah.”
“ Baik tunggu sebentar Bu ya, saya konfirmasi dulu dengan sekretaris beliau. Maaf dengan Ibu siapa?”
“ Dengan Ibu Fathi.”
“ Ok sebentar..” Fathi membaca tag name di pakaian wanita yang sedang menelepon, Rosdiana.
“ Maaf Bu, Pak Sultan sedang keluar. Ibu silahkan tunggu di lobi, kalau mau menunggu.”
“ Baiklah terima kasih.”
Akhirnya terjadi juga apa yang dia takutkan, Kayla meminta turun pada Fathi. Ia yang kerepotan pun menurunkan Kayla. Ia mengajak Kayla duduk di sofa lobi.
Ke mana suaminya pergi, bukankah dia sudah tau kalau istrinya ini mau ke kantornya mengantar makan siang.
“ Mama.. susu.” Kayla meminta susu. Fathi mengeluarkan dot susu.
Kayla duduk di sofa dengan anteng. Fathi mencoba menelepon Sultan.
Ponselnya mati tidak aktif. Fathi menutup kembali ponselnya dan menaruhnya di meja.
Ia memperhatikan sekitar, banyak yang sedang menatapnya dan berbisik bisik dengan temannya. Ia paling malas jika harus menjadi pusat perhatian. Apakah ia pulang saja?
Ia menatap makanan yang dia bawa dan disimpannya di atas meja. Sayang sekali makanan itu masih banyak, ah iya dia pergi saja ke tempt Resty dan makan siang bareng Resrty.
Fathi menggendong Kayla, Lalu ia mengambil bekal yang ia bawa dan hendak beranjak dari sana.
“Tunggu...!”
Seseorang berteriak. Fathi terus berjalan.
“ Fathiyah !”
Orang itu memanggil.
Fathiyah berhenti dan melihat ke belakang. Sultan sedang berjalan cepat ke arahnya. Fathi mengernyit heran.
" Kamu dari tadi ada di kantor?" Tanya Fathi setelah Sultan berada di hadapannya.
__ADS_1
" Iya, aku tungguin kamu. Tapi karena lama akhirnya aku turun untuk menunggu kamu di bawah. Kamu kenapa gak naik ke atas dan malah mau keluar ?"
" Aku sudah lama nunggu kamu di lobi. Susu Kayla aja sudah habis satu botol. Kata mba Rosdiana kamu sedang keluar dan suruh aku nunggu di sini. Karena lama aku mau pulang aja .Mau ke kantornya Resty aja ngajakin makan siang bareng. sayang kan kalau bekal yang ku bawa gak ke makan ?" Fathi menjelaskan panjang lebar.
" Apa? kamu sudah dari tadi di sini ? "
" Iya "
" ERIK !" Sultan teriak memanggil Erik asisten pribadinya.
" Aku sudah bilang kan, kalau ada orang bernama Fathi yang datang suruh langsung naik ke ruanganku."
" Iya tuan, saya sudah sampaikan sampaikan ke sekretaris tuan. "
" Seharusnya kamu kalau di kasih amanat kerjakan sampai tuntas, jangan cuma menyampaikan lantas berpangku tangan. Kamu cek apakah sudah datang orang tersebut. Saya pesan begitu karena dia orang penting. Apa saya salah mengandalkan kamu. Seperti kamu yang salah mengandalkan sekretaris ku. "
" Maaf tuan, saya salah. "
" Panggil Rosdiana kemari?"
" Baik tuan."
" Papa..!" Kayla memanggil Sultan
" Iya sayang, maafin Papah sayang. Kamu pasti kesal ya nunggu lama." Sultan menggendong Kayla.
" Ayo kita duduk di sofa, sebentar ya aku mau bereskan ini dulu. Aku akan tepati janji aku sama kamu."
Mereka melangkah menuju sofa tempat Fathi tadi duduk.
" Kamu Rosdiana ? "
" Iya..Tuan ."
" Kenapa kamu bilang saya keluar dan menyuruh wanita ini menunggu saya di sini. "
"Hm..itu tuan, saya sudah menelepon sekretaris tuan dan bilang ada yang mencari tuan. Tapi dia bilang tuan tidak ada."
" Erik..kamu urus semuanya. Saya tidak mentolelir apapun, pecat mereka. Dan saya beritahu pada kalian semua, ini adalah Fathiyah Azahra istri saya dan Kayla anak saya."
" Ayo sayang kita ke atas ..." Ucapnya pada Fathi.
Mereka pun pergi ke ruangan Sultan.
***
Mala benar-benar terjebak setelah dia makan siang dengan Reyhan kemarin. Ia langsung mengundurkan diri. Sekarang ia berada di sini. Di kantor Reyhan.
Reyhan menjadikan Mala sekretarisnya.
Reyhan mengajak Mala makan siang. Tapi Mala menolak. Ia memilih pergi bersama teman-temannya sekalian reuni katanya.
Reyhan tidak memaksa, dia tidak ingin membuat Mala tidak nyaman.
__ADS_1
Dalam hubungan pekerjaan Reyhan memang profesional.
Sementara Hani mulai merasakan benih-benih cinta pada Hasbi. Tapi dia tahu Hasbi sudah menikah, jadi ia menekan perasaan itu. Ia tidak mau menyakiti hati seorang istri. Ia juga wanita. Ia tidak mau merusak kebahagiaan orang lain. Apalagi kebahagiaan orang yang di cintainya.
Ia akan menghapus perasaan ini dengan cara menjaga jarak pada Hasbi. Ia tidak akan makan siang bersama lagi.
Seperti sekarang ia sedang makan di kantin. Hani sengaja tidak membawa bekal makan siang.
Hasbi heran dengan sikap Hani yang seolah menjaga jarak dengannya. Tidak ada lagi senyum ceria dan cerewetnya yang membuat dia terhibur dan merasa tidak kesepian. Karena itu dia lebih betah di kantor. Di rumahnya ia merasa sepi dan hambar.
***
3 bulan berlalu. Hari ini adalah hari resepsi pernikahan Fathiyah Azahra dan Sultan Alfarizki . Hasbi merasa terkejut saat menerima undangan 2 minggu yang lalu.
Walaupun ia telah bercerai tapi ada rasa tak rela dan sakit saat mengetahui Fathi akan menikah lagi. Dia bahagia jika Fathi sudah menemukan pasangan yang baik untuknya, sungguh Ia berdo'a semoga Fathi selalu bahagia.
Hasbi tersenyum, melihat mereka di pelaminan. Ia sedang mengantri untuk mengucapkan selamat pada pengantin. Seperti inikah yang Fathi rasakan saat dia menikah lagi dengan Mala? bahkan saat itu hubungan mereka masih suami istri. Pasti lebih sakit. Seperti inikah senyum Fathi? Harus tersenyum walau hati terluka untuk menunjukkan bahwa ia baik-baik saja. Air matanya sudah habis malam itu. Di malam ia menerima undangan Fathi. Kini ia mengerti mengapa Fathi lebih memilih bercerai.
Mala mendampingi Hasbi , ia cemberut karena Hasbi sibuk dengan pikirannya sendiri dan tak menganggapnya ada.
Mala melihat ada Amih dan Apih di depan sedang bersalaman dengan pengantin. Amih menangis pada Fathi dan mendo'akan semoga Fathi bahagia.
Mala juga melihat ada Reyhan bersama istri dan anaknya. Mereka seperti keluarga kecil yang bahagia. Mungkin benar Reyhan mengajaknya bekerja untuk menebus rasa bersalahnya bukan untuk kembali padanya.
Mengapa hatinya tiba-tiba merasa kosong dan sepi di tempat yang seramai ini, ia merasa asing. Ia merasa hidupnya menyedihkan. Tak ada cinta untuknya. Hasbi bersamanya karena merasa hutang budi dan janji, sedangkan Rey berbuat baik padanya karena merasa bersalah padanya.
Wajah Mala yang terlihat murung dan sendu menjadi perhatian seorang Reyhan. Ia melihat Mala dan suaminya seperti asing satu sama lain.
Tatapan lekat Reyhan pada Mala tertangkap oleh istrinya. Ria tersenyum .
" Apakah dia orangnya Mas?" Tanya Ria.
Reyhan menengok pada istrinya.
" Wanita yang kau ceritakan padaku ?" Ria memperjelas.
" Iya sayang. Dia orangnya ." Reyhan menjawab seraya mengangguk.
" Dia cantik tapi terlihat kesedihan dan luka di matanya Mas. Kapan kau akan mengatakannya dan memberikan kebahagiaan padanya Mas ?"
" Ria, Mas tidak akan melakukannya. Semua telah terjadi kamu adalah takdirku saat ini sedangkan Mala hanya masa lalu ."
" Tidak Mas, seperti pesan Mami aku akan kembalikan kebahagiaan kamu dan Mala . Aku siap kapanpun kau mau bersamanya. Kau sudah berhasil membujuknya untuk menjadi sekretarismu tinggal tahap selanjutnya. Ayolah Mas masa kau tidak bisa menaklukan hati wanita. "
" Ria, apakah kamu tidak sakit hati saat meminta ini padaku, apa karena kamu tidak mencintaiku?
" Tidak Mas, justru karena aku mencintaimu aku ngin memberikan yang terbaik untukmu. Jadi aku akan pergi dengan tenang. Aku bisa bertemu Mami dan bilang kalau aku berhasil membuatmu bahagia."
" Ria sikapmu telah membuat aku mudah menerimamu dalam hidupku, Mami tidak salah memilihmu. Mami benar kau memang mudah membuat orang sayang padamu. Hatimu tulus, aku mencintaimu ."
" Terima kasih Mas atas kasih sayangmu dan kebaikanmu. Aku juga mencintaimu. "
Mereka saling tersenyum mesra. Ria menyenderkan kepalanya di bahu Reyhan.
__ADS_1
Kemesraan mereka tak luput dari perhatian Kemala.
...----------------...