
Mala tersenyum pada Hasbi, Hasbi mengusap puncak kepala Mala sambil tersenyum.
Amih yang melihat itu merasa senang. Ia berjanji akan membantu dengan cara halus agar Mala dan Hasbi bisa lebih dekat lagi.
Hasbi beranjak bangun dan menghampiri Fathi dan Kayla. Ia menggendong Kayla.
" Duh anak papah, semangat banget... ikut papah yuk kita main di taman."
Fathi duduk bersama Mala dan amih.
" Fathi..maafkan amih ya ! amih terlalu memaksakan kehendak amih dan ikut campur dalam masalah rumah tangga kalian."
" iya amih, Fathi mengerti, amih ingin yang terbaik untuk kami. Percayalah pada mas Hasbi dan kami , amih jangan khawatir. "
" Iya..!"
" Kak Fathi..aku juga minta maaf, sebagai seorang wanita yang masuk ke dalam rumah tangga kalian aku tidak tahu diri. Padahal aku tahu kenapa mas Hasbi menikahiku. "
" Aku mengerti Mala, ..Mala percayalah pada Allah dia menggariskan takdir yang terbaik untuk setiap makhluk ciptaanNya. Bahkan nyamuk sekalipun ada takdirnya . Hanya do'a dan keikhlasan yang bisa membuat kita bisa melewati takdir itu."
" Tidak semua takdir senang berakhir bahagia, atau takdir sulit dan berat berakhir sengsara tergantung bagaimana kita menyikapinya dan mau menerimanya. Usaha yang baik akan menghasilkan kebaikan, usaha yang tidak baik akan menghasilkan kepahitan. "
" Usaha apa kak?"
" Usaha kita untuk mengubah takdir , atau membuat takdir itu menjadi baik untuk kita !"
" Contohnya ?"
" Contohnya, ada 2 orang anak sma yang baru lulus, mereka tak punya uang untuk kuliah . Mereka putuskan untuk bekerja. Mereka melamar ke sana kemari tak ada yang menerima mereka . Si A merasa lelah dan frustasi , ia kesal karena mencari pekerjaan sangat sulit, sementara ia adalah harapan keluarganya untuk memperbaiki ekonomi mereka, ia putus asa akhirnya ia mengambil jalan pintas dan menjadi pencuri. Sedangkan Si B juga merasa lelah dan frustasi, tapi ia menghadapi dengan tenang dan yakin pasti ada jalan untuk ia mendapat rizki. Ia berjalan bukan untuk mencari pekerjaan tapi mencari ide. Akhirnya ia melihat ada seorang penjual cilok. Ia menemukan ide dan pulang. Ia berbicara pada ibunya ingin berjualan cilok , ibunya setuju dan membantunya, dengan modal seadanya Ia membuat cilok yang berisi bermacam - macam rasa dan menjualnya berkeliling. ternyata banyak yang suka ia akhirnya sukses dan punya banyak pegawai untuk membuat dan menjajakan ciloknya. Apa kamu mengerti poinnya Mala ? Mereka sama-sama ditakdirkan tidak mendapat pekerjaan tapi mereka berdua menyikapi takdir itu berbeda. Nasib merekapun berbeda. Jangan menyalahkan Allah dengan nasib buruk yang kita jalani , semua kadang karena sikap dan keputusan kita sendiri !"
" Kau benar Mala, maafkan aku..!"
" Sikapilah semua yang terjadi di hidup kita dengan baik, ikhlas dan pasrah pada Nya. Insyaallah Ia akan memberi kedamaian, kekuatan dan jalan keluar dari masalah kita !"
" Iya kak "
" Aku juga minta maaf padamu Mala , aku bukan manusia suci yang tak berbuat dosa. Maaf ya jika kata-kataku ada yang menyinggungmu."
" Iya kak, sama-sama ."
" Fathi juga minta maaf pada amih,.."
" Iya sayang..sama-sama !"
" Pantas Hasbi begitu mencintai Fathi, ia wanita yang baik , Sholeh dan tulus. " batin amih.
" Tidak heran kenapa mas Hasbi sangat mencintainya !" batin Mala.
Hasbi datang dengan menggendong Kayla yang menangis .
" Ya Allah Kayla kenapa mas ? Cup...cup..sayang sini sama mamah ..sh..sh..." Fathi mengambil Kayla dan menggendongnya. Ia memeluknya dan menepuk-nepuk punggung Kayla untuk memberi rasa aman dan nyaman.
__ADS_1
Tapi Kayla tak kunjung berhenti menangis.
" Tadi Kayla gak sengaja jatuh."
" kok bisa sih mas ?" Tanya Mala.
Ia hendak mengambil Kayla dari gendongan Fathi untuk membantu menghentikan tangisnya.
" Yuk ..sama bubu sayang , "
" Iya Fath..berikan pada Mala dia lebih tahu cara menenangkan Kayla !"
Fathi menyerahkan Kayla pada Mala. Mala memeluknya dalam gendongannya dan mengusap lembut kepalanya.
" ssh..sayang...cup..cup..anak bubu jagoan pinter..jangan nangis ya..kita bikin susu yuk..ssh..ssh..." Kayla berhenti menangis dan memeluk bubunya.
" Ikatan batin mereka sudah terjalin, karena Mala mengurusnya dengan telaten sejak kecil. Jadi amih harap kamu tidak masalah dengan kedekatan mereka. "
" Tidak..mih."
" Aku tidak keberatan
..masalahnya bukan kedekatan mereka tapi..ah sudahlah aku jelaskan kalian juga tak akan mengerti yang aku maksud..yang aku rasakan ..!" batin Fathi.
Hasbi berada di dapur bersama Kayla dan Mala.
" Maafin papah sayang...kamu jadi jatuh ..sakit ya ..coba papah liat !"
Mala tertawa melihatnya, anaknya sangat lucu sekali. Hasbipun ikut tertawa.
" Aduh..papah dipukul, sakit sayang ..hik..hik.." Hasbi pura-pura nenangis.
" Yah..papah dicuekin !"
" hahaha..mas..mas..liat Kayla udah bisa marah sama kamu..!"
" Iya..nih masih kecil dah bisa ngambek.." Hasbi mengusap puncak kepala Kayla. "
" Mas..susu Kayla sudah mau habis, terus popok , bajunya juga udah pada kecil !"
" Oh..ya udah nanti setelah makan siang kita belanja ya !"
" Sekarang aja mas, nanti keburu panas !"
" Ya udah ..ayo siap-siap !"
" Mas saja sama kak Fathi..aku di rumah aja !"
" Gak... Fathi di
rumah aja, kamu yang pergi ! kamu yang lebih tahu apa yang dibutuhkan Kayla . ayo siap-siap ! Kayla juga ikut ya..asyik kita jalan -jalan ." menurut Hasbi lebih baik Mala yang pergi .Mereka akan pergi bertiga.
__ADS_1
" Baiklah mas.. tunggu sebentar ya..aku ganti baju dulu sekalian Kayla juga !"
Mala pergi bersama Kayla ke kamar. Fathi mendengar semua percakapan mereka.
" Jadi aku tidak tahu kebutuhan anakku sendiri dan aku tidak tahu cara menenangkan anakku. Begitu menurut kalian mas ?" batin Fathi.
Fathi melangkah ke dapur dan mengambil minum.
" Fath, aku akan pergi bersama Mala dan Kayla membeli keperluan Kayla . Kamu mau nitip apa ?" " Kenapa aku gak boleh ikut mas ?" batin Fathi.
" Tidak usah mas aku bisa beli sendiri, aku ijin mau ketemu temen aku boleh mas ?"
" Temen yang mana ?"
" Sisca mas, aku bosan di rumah terus mas..boleh ya !" " Ajak aku..ajak aku ," Harap Fathi dalam Fathi.
" Ya udah boleh, tapi jangan lama-lama ya . Nanti pulangnya mau di jemput ?" "kenapa kamu gak larang dan ajak aku ikut kamu ? "batin Fathi.
" Gak usah mas nanti kamu cape habis jalan-jalan !" Fathi sengaja menekankan kata jalan-jalan.
" Ok..terserah kamu. Hati-hati ya di jalan ...mau pergi kapan ?"
" Sekarang aku mau siap-siap dulu !" Fathi langsung pergi ke kamar .
Hasbi keluar untuk menyiapkan mobil.
Tak lama Mala sudah selesai dan pamit pada amih.
" Mih..Mala pergi dulu sama mas Hasbi dan Kayla. Mau membeli kebutuhan Kayla yang sudah habis !"
" Iya..pergilah hati-hati di jalan. Duh cucu eyang sudah cantik, mau jalan-jalan ya ?"
" Iya eyang..dadah eyang...salim !" Mala memegang tangan Kayla untuk salim pada amih.
Fathi juga sudah rapi , ia pamit pada amih.
" Mih.. Fathi pergi dulu tadi sudah ijin sama mas Hasbi. !"
" Kamu ikut sama Hasbi juga ?"
" Tidak usah khawatir amih, Fathi tidak ikut mereka, Fathi tidak akan ganggu mereka. Fathi pergi dulu amih.. mobil on line nya sudah menunggu di depan ! Assalamu'alaikum ."
" Aa'alaikumsalam."
" Amih Mala juga berangkat assalamu'alaikum "
" Wa'alaikumsalam." Jawab amih.
" Amih sendirian dong !" gumam amih.
...----------------...
__ADS_1