Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 24


__ADS_3

Fathi selesai makan burger. Ia membereskan sisa makannya di meja. Dia harus tahu diri ini dirumah orang .


Hasbi menunggu dengan setia.


" Fath..tadi kamu makan pedes level berapa ? " Tanya Hasbi.


" Level 10 mas , gila pedes banget..kapok aku mas !"


" Kamu tuh..nanti sakit perut gimana , bibir sampe merah begitu. Jangan makan pedes lagi !"


" Iya mas ."


Fathi selesai membereskan meja , ia lalu mengambil minum dan duduk. Dari tadi minum terus..beser..beser deh .


" Mas ..Fathi mau ngomong boleh ?"


" Dari tadi juga kan udah ngomong !"


" Maksudnya bicara hal yang serius ih !"


" Iya boleh ."


" Mas ... kira-kira bisa gak kalau kita tinggalnya pisah atap ? maksud Fathi.. aku, kamu, sama Kayla, terus Mala pisah rumah terserah mau aku yang pindah atau Mala. Nanti mas atur aja waktunya mau 3 hari atau seminggu bergantian ...gitu mas gimana?"


Hasbi menatap Fathi mencoba membaca isi hatinya lewat pancaran mata, dan raut wajah.


" Apa yang kamu rasakan ketika berkata hal seperti itu ?" tanya Hasbi


" Hah..kenapa ?" tanya balik Fathi.


" Dapat ide dari mana ? aku gak mau pisah atap. Masalahnya ada Kayla . Kalau Kayla sama kamu maka Kemala akan kesepian. Kalau Kayla sama Mala kamu ibu kandungnya. Jadi biarlah kita satu atap agar kita bisa mengasuh Kayla bersama-sama !"


" Mas kita coba dulu ya..banyak kok yang poligami pisah atap !"


" Sekarang mas tanya sama kamu yang membuat kamu ingin pisah atap itu sebenarnya apa ?"


" Ya..ya...karena ...karena Mala ataupun aku pasti tidak kuat kalau melihat mas Hasbi bermesraan dengan salah satu diantara kami ....."


" Berarti kalau dengan yang lain kuat ?"


" Mas mau mati !" Hasbi terkekeh.


" Mas ini tuh untuk saling menjaga perasaan satu sama lain, juga agar kamu tidak canggung dekat aku karena ada Mala begitupun sebaliknya." Fathi melanjutkan ucapannya.


" Kalau masalah Kayla ..ya dia bersamaku, aku ibu kandungnya !"


" Tapi amih tidak akan mengijinkan , jika harus memisahkan Kayla dengan Mala. Mala yang mengurusnya sejak kecil."


" Dan aku ibu kandungnya !!"

__ADS_1


" Semua juga tahu itu Fathi, tapi bukan berarti kita bisa memisahkan mereka !! tidak bisakah kita hidup bersama ?"


" Mas ..tidak mengertikah kamu di mana masalahnya?" tanya Fathi.


" Kamu..kamu masalahnya Fathi... ide gila kamu ini masalahnya, kenapa harus pisah rumah? kita baik -baik saja !" Hasbi berdiri dan menatap Fathi dengan wajah datarnya. Fathi ikut berdiri.


" Menurut kamu baik-baik aja ?... Apakah kamu tidak menghargai perasaan kami ?...kami cemburu, iri , sakit hati , terluka , menangis, itu baik-baik saja ?.. Bagi kamu tidak masalah , yang penting hati kamu tenang dan fine- fine aja !!" Fathi kecewa pada Hasbi yang menganggap sepele perasaannya.


" Kamu menikahi Kemala juga karena agar hati kamu tenang, tidak dihantui rasa bersalah seumur hidup kamu. Semua demi kamu sendiri mas !!" lanjutnya.


" Egois kamu mas !!" Terakhir Fathi berkata dengan keras lalu ia pergi dari dapur .


Hasbi memijit keningnya dan duduk kembali. Apa yang harus ia lakukan? Hasbi lalu bangkit dan menyusul Fathi ke dalam.


Ia melihat Fathi sedang duduk di sofa dan menangis dalam pelukan Sisca.


Sisca melihat Hasbi , Ia sebenarnya terkejut mendengar perdebatan mereka ia jadi tahu apa masalahnya. Ia merasa kesal pada Hasbi karena telah menduakan Fathi, sahabat yang ia sayangi.Fathi pasti mengalami masa tersulit dalam hidupnya.


Yang paling membuatnya sedih adalah Fathi menanggung beban itu sendiri, ia tak bisa menceritakan masalahnya pada siapapun. "Oh..Fathiyah bagaimanakah hatimu? mendengar saja hatiku sakit, apalagi kau yang mengalaminya !! Kau begitu tegar Fathi. " batin Sisca.


Sisca tak bisa ikut campur, ia hanya bisa menjadi pendengar dan sandaran Fathi untuk istirahat sejenak dari masalah hidupnya.


Hasbi menghampiri Fathi dan duduk di sofa Ia diam menunggu Fathi tenang .


Setelah tenang Fathi melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.


" Maaf Sis, lo harus melihat dan mendengar tentang ini semua , lo pasti kaget dan banyak pertanyaan di hati lo. Tapi maaf gue gak bisa bercerita lebih detail.. makasih ya udah nampung gue. Gue pulang dulu !" Fathi bangun di ikuti Sisca ia lalu mencium pipi kanan dan kiri Sisca lalu pamit pergi tanpa melihat Hasbi. Hasbi menghela nafas .


" Wa'alaikumsalam." Jawab Sisca . " Semoga kau selalu dikuatkan dan bahagia, Ya Allah berikan yang terbaik untuk sahabatku . Amiiin " batin Sisca.


Hasbi mengendarai mobilnya dengan perasaan tak menentu walau begitu ia harus fokus menyetir. Ia tak berbicara karena takut akan memancing emosi.


Fathi memutar lagu untuk memecah kesunyian.


Sampailah mobil di depan rumahnya Fathi segera turun dan masuk ke dalam , meninggalkan Hasbi yang masih duduk di mobil. Hasbi akan memasukkan mobilnya ke dalam garasi.


" Assalamu'alaikum " Salam Fathi begitu masuk.


" Wa'alaikumsalam ." Jawab amih dan Mala yang berada di ruang tv.


" Baru pulang Fath..amih kira kamu bakal pulang duluan sebelum Mala dan Hasbi ternyata sengaja minta di jemput !"


" Inilah alasan lain yang membuatku ingin pisah atap mas, amih selalu memojokkanku di hadapan Mala , sakit hatiku mas !" batin Fathi.


" Fathi gak minta jemput mas Hasbi..amih, Fathi juga bisa pulang sendiri , protes tuh sama mas Hasbi kenapa Fathi di jemput. Fathi juga gak suka ! maaf amih Fathi ke kamar dulu !" Fathi berkata dengan pelan tapi tegas.


"Fathi kenapa? dijemput kok marah ? " Tanya amih.


" Gak tahu amih !" jawab Mala yang memang tidak mengerti.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum " Hasbi masuk ke dalam.


" Wa'alaikumsalam," Jawab Amih dan Mala.


" Kalian kenapa Hasbi? Kenapa Fathi kaya yang kesal ?" Tanya amih.


" Ah..tidak apa-apa amih , Hasbi ke kamar dulu ya !" Hasbi tak ingin menceritakannya pada amih dan Mala, ia tak mau memperkeruh suasana.


Tok....Tok....


" Sayang ..mas masuk ya !"


Hasbi membuka pintu, ternyata tak dikunci.


Fathi sedang merebahkan dirinya di tempat tidur. Hasbi menutup pintu dan menguncinya.


Ia menghampiri Fathi


" Sayang.." Hasbi memeluk Fathi dari belakang .


" Sayang..dengar mas ya, keinginan kamu untuk pisah atap mas belum bisa kabulkan , maaf . Kita lihat nanti setelah ulang tahun Kayla yang ke 1 ya, sambil aku pikirkan alasan yang bisa diterima amih. Kamu sabar ya hanya 6 bulan lagi . " Fathi membalikkan badannya menghadap Hasbi .


" Tapi mas itu terlalu lama !"


" Gak kok 6 bulan juga gak nyampe, waktu cepat berlalu pasti gak terasa , tahu-tahu udah hari ultahnya Kayla aja !"


" Tapi mas janji ya habis ultah Kayla kita pisah atap sama Kemala."


" Mas gak bisa janji Fathi, mas gak mau berjanji lagi. Tapi mas akan berusaha untuk mewujudkan keinginanmu. Cuma mas minta kamu rahasiakan ini dulu dari amih dan Mala ya !


" Kenapa dirahasiakan ?"


" Nanti kalau saatnya sudah tiba kita baru bilang. Kalau dikasih tahu sekarang mereka akan menolak dan berusaha untuk menggagalkan niat kamu !"


Fathi berpikir ..benar yang Hasbi katakan. Nanti mereka pasti akan terus membujuknya agar tidak pisah atap. Fathi tidak mau dipusingkan hal itu.


" Iya mas... akan ku rahasiakan "


" Terima kasih Fath !" Hasbi lalu memeluk Fathi


" Aku jadi ngantuk Fath..nyaman banget meluk kamu, apalagi ada yang empuk-empuk ."


Plak..


" Ih..mas mesum terus !" Fathi memukul tangan Hasbi. Hasbi hanya tertawa.


" Emang benar paling enak kalau meluk kamu, bikin aku pengen tidur !" Hasbi tertawa. Hatinya lega akhirnya Fathi mau menunda keinginannya.


Semoga dengan berjalan waktu Fathi melupakan keinginannya itu

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2