
Sebelum membaca saya mau minta pendapat para readers kalau saya bikin spin off novel ini bagaimana setuju tidak. Jadi spin offnya tentang Hani saya buat novel baru.
ini sinopsisnya.
Hani selalu di tekan oleh keluarganya untuk segera menikah. Di sisi lain temannya mengenalkan Abangnya pada Hani dan mengajak ta'aruf. Hani akhirnya bersedia untuk ta'aruf. Tanpa Hani ketahui ada udang di balik batu. Keluarga Hani sangat senang dengan ta'aruf mereka dan memaksa mereka agar segera menikah. Hani akhirnya menikah dengan pria itu. Ternyata banyak kejutan dan rahasia yang Hani ketahui setelah pernikahan itu. Sakit ? Sangat. Tapi dia bukan wanita lemah lihat saja Hani akan membalikkan keadaan dan jadi pemenangnya. Rasa sakitnya akan ia jadikan semangat untuk membalas dendam.
So.. Semoga kalian tertarik dan mampir ya... kalau saya jadi buat novelnya.
...----------------...
Happy reading.
" Selamat siang Pak." Wanita itu duduk di hadapan Sultan dengan membusungkan dadanya.
" Siapa suruh kamu duduk !" Sentak Sultan seraya berdiri.
" Hah..Maafkan saya Pak ." Wanita itu terkesiap. Ia tidak menyangka akan mendapat bentakan. Selama ini ia tidak pernah melihat Direkturnya ini marah.
" Kalau kamu mau duduk , duduk yang jauh disana. Jangan dekat-dekat saya !"
Wanita itu melihat kebelakang ke sofa yang ditunjuk Sultan.
" Di Sofa Pak ?"
" Iya..mau di mana lagi? Kamu mau duduk lesehan di bawah !" Jawab Sultan sewot.
Erik menahan senyumnya. Tuannya ini menjadi sangat sensitif terhadap wanita.
" Ah..iya Pak, baiklah saya duduk di sana ." Wanita itu duduk dan melihat Erik . Ia memberi kode pada Erik dengan menggerakkan dagunya agar Erik keluar.
Erik mengacuhkannya. Memangnya siapa dia berani memerintahnya.
" Apa yang mau kamu laporkan ?" Tanya Sultan.
" Oh..ini Pak laporan hasil pemasaran kita di minggu ini." Wanita itu akan bangun.
" Tidak usah ke sini duduk aja di situ !" Sultan langsung mencegahnya.
" Erik..tolong ambil berkasnya !" Erik tanpa menjawab langsung mendekati wanita itu dan mengambil berkasnya. Wanita itu menahan berkasnya sehingga aksi tarik-menarik terjadi.
" Tolong lepas nona Inggrid atau berkasnya akan sobek. " Inggris dengan terpaksa melepaskan berkas itu.
" Tapi Pak bagaimana saya akan menjelaskan berkas itu jika saya tidak memegangnya. "
" Tidak perlu kamu jelaskan. Saya bukan orang bodoh yang tidak bisa membaca dan mengerti masalah seperti ini !"
" Maaf Pak bukan seperti itu maksud saya." Sanggah Inggrid cepat.
" Susah banget sih deketin Sultan." Batin Inggrid.
Sultan membaca berkas itu. "Laporan kamu saya terima, silahkan kembali ke tempat kamu !"
" Iya Pak. " Inggrid berjalan pelan melewati Sultan begitu sampai depan meja Sultan ia terjatuh.
" Aww.."
" Kenapa kamu ?" Tanya Sultan.
" Kaki saya sepertinya terkilir pak."
" Erik bantu dia ?"
" Baik Pak."
" Mari saya bantu bangun."
" Tidak apa-apa saya bisa bangun sendiri."
Inggrid bangun dan berjalan pincang ke meja Sultan. Ia sedikit menunduk sehingga gaun berkerah rendah yang ia pakai menampakkan setengah bulatan melon.
__ADS_1
Sultan melihat wajah Inggrid, Ia terlihat marah. Sudah cukup ia menoleransi sikap inggrid yang seperti j*l*ng.
" Erik.. pecat dia, dan usir dari sini !"
" Siap Tuan ." Erik menarik tangan Inggrid.
" Apa? Bapak tidak bisa seperti ini memecat saya. Apa salah saya?"
" Salah kamu adalah bersikap seperti j*l*ng di kantor ini. Ini kantor bukan klub malam. Dan saya bisa memecat kamu. Karena saya atasan kamu.
" Erik..!"
" Ayo cepat keluar !"
"Saya sudah bilang padamu jangan mendekatinya bahaya. Kau tidak mau mendengarkan saya."
" Lepas..saya bisa jalan sendiri ! Saya tidak butuh bantuanmu. Dan satu lagi saya mengundurkan diri dari sini." Inggrid langsung pergi ia berjalan dengan angkuh.
" Yey.. lo tuh dipecat bukan mengundurkan diri, laga lo so iye." Erik berteriak pada Inggrid.
Inggrid berbalik dan memgacungkan jari tengahnya pada Erik sambil mulutnya bergerak tanpa suara " F*** you." Lalu Inggrid berjalan kembali tapi ia terjatuh.
" Hahaha ...Karma di bayar tunai !"
" Erik ..!" Teriak Sultan dari dalam. Mendengar namanya dipanggil Erik langsung merubah mimik mukanya menjadi datar dan tegas. Ia merapikan bajunya.
"Ekhem... Iya Tuan." Sahut Erik bergegas ke dalam.
***
" Mamah, kita mau ke kantol Papah ya?"
" Iya sayang..kita mau ketemu Papah." Mereka sedang berada di dalam lift.
" Nanti mamah gak sakit lagi kan ?" Tanya Kayla.
" Oh..gak sayang , waktu itu mamah kecapean."
Pintu lift terbuka mereka keluar dari lift.
Kayla berjalan menggandeng Fathi.
Sampailah mereka di depan pintu ruangan Sultan.
Fathi membuka pintu. " Papah Kayla datang !"
" Assalamu'alaikum." Ucap Fathi.
" Eh iya lupa, Assalamu'alaikum."
Sultan melihat ke arah pintu dia senang Fathi datang bersama Kayla.
" Huek...huek...Bau apa ini ?" Fathi lekas keluar. Sultan mengejar Fathi.
" Tuh kan mamah sakit lagi."
" Kayla di sini aja sama om ya.."
" Iya om."
Sementara Fathi sedang duduk di bangku di ruang tunggu dekat ruangan Sultan.
" Sayang kamu kenapa?"
" Ruangan kamu bau wanita penggoda. Anak kamu gak mau masuk." Sultan menepuk dahinya.
" Ya ampun sayang anak kita ini benar- benar anti pelakor. Tapi kalau begini kamu cape jadi mual-mual. Lebih baik kamu jangan pergi ke mana-mana."
" Kenapa kamu takut ketauan main perempuan iya. "
__ADS_1
" Astagfirullah, gak boleh suudzan sama suami. Aku tuh lelaki paling setia. Maksud aku itu, anak kita ini anti pelakor. Sedangkan pelakor banyak di mana-mana. Apa lagi aku ini termasuk lelaki tampan yang menjadi incaran pelakor. Tadi saja ada pelakor mencoba merayu ku. Tapi tenang saja aku sudah pecat dia. Aku tidak akan membuka celah untuk mereka. Hati dan mataku ini sudah terkunci padamu. Kau percaya padaku kan.
" Iya aku percaya, Tapi sekarang aku minta bersihkan ruanganmu dari bau pelakor. Ganti semua furniture nya...bersihkan ruangan dengan desinfektan pel lagi terus pasang lilin aroma therapi. "
" Hah.." Sultan mendelik tidak percaya pada Fathi.
" Sekarang kit makan di luar lalu antar aku periksa kehamilan ke dokter ya "
" Iya..ayo kita pergi." Mereka kembali masuk ke ruangan Sultan.
Sultan memberi perintah pada Erik untuk mengeluarkan semua furniture dan menggantinya dengan yang baru. Juga ia memerintahkan untuk membersihkan ruangan dengan desinfektan dan memakai lilin aroma therapi.
" Baik Tuan." Erik memanggil para OB dan OG untuk membantu mengeluarkan barang dan membersihkan ruangan.
" Ayo sayang kita makan siang lalu ke dokter."
" Sini Kayla sama Papah ya, muah.." Sultan mencium Kayla.
" Pah, Mamah gak papa ?" Sultan tersenyum.
" Gak sayang, mamah gak apa-apa tadi cuma mual aja."
" Oh.." ucapnya dengan wajah yang menggemaskan.
***
Hasbi dan Hani sedang mengerjakan hasil rapat. Hasbi sedang mengajari Hani sebab sebentar lagi dia akan berhenti. Tapi Hani terlihat tidak fokus.
" Hani bisakah kamu perhatikan dengan baik !" Hani tersadar dari lamunannya.
" Iya Pak.."
" Nanti kalau ada yang mengirim berkas. Sebelum kamu berikan pada direktur kamu harus cek dulu. Pak Ryan tidak mau ada kesalahan sedikitpun. Kita ini pintu terakhir. Setiap berkas yang masuk harus sudah terjamin tidak ada kesalahan. Akibatnya bisa Fatal dan menimbulkan kerugian besar. Kamu mengerti ?"
" Iya Pak." Jawab Hani .
" Pak, maaf kalo boleh tahu, kenapa Pak Hasbi ingin berhenti ?"
" Alhamdulillah untuk membantu teman ."
" Oh..bukan untuk menghindari saya kan ?"
" Kenapa kamu berpikir seperti itu?" Tanya Hasbi.
"'Tidak apa-apa pak. Saya hanya takut saja Bapak pindah karena saya!"
" Tidak ..bukan karena kamu. Tenang aja !"
" Syukurlah..aku merasa tenang sekarang. Kuharap Pak hasbi selalu bahagia. "
" Terima kasih."
...----------------...
Halo terima kasih untuk top Fans saya..dan semua fans- fans setia saya.
Terima kasih like dan komennya. juga hadiah dan votenya.😘😘😘💖💖💖
Satu kalimat untuk kalian
💗 I'm nothing without You 💗
3 kata yang mencerminkan perasaan saya
💓💓 Love you full 💓💓
Sambil menunggu saya up bab berikutnya baca- baca cerita teman author ya..terima kasih sebelumnya.
__ADS_1