
Sesuai dengan perjanjian nya pada Oma, Lion akan keluar dari rumah hari ini. Mala merasa sedih, ketika Lion memutuskan akan keluar dari rumah. Dia terus menangis, dia meminta pada Lion untuk berpikir ulang, pasti ada cara untuk meluluhkan hati Amah tanpa harus keluar dari rumah. Saat ini Lion sedang membereskan barangnya yang akan di bawa.
"Bubu, restui Lion. Restu Bubu akan mempermudah jalan Lion. Walau Lion pergi bukan berarti ikatan kita terhenti, meskipun Lion tidak lahir dari rahim Bubu atau ikatan kita tidak tercatat di catatan sipil. Bubu tetap Ibu Lion yang Lion sayangi. Lion akan selalu berbakti pada Bubu dan Papah. Kalian yang membesarkan Lion, memberi kasih sayang yang tulus, tidak mungkin Lion akan melupakan itu dan berpaling dari kalian."
"Jangan pergi Lion, rumah ini akan sepi. Pasti ada cara lain agar Amah merestui hubungan kamu dan Kayla, atau kamu pikirkan lagi hubungan kamu dengan Kayla." Mala terisak dia tidak mau berpisah dengan Lion, anak.yang sudah dia rawat sejak lahir. Anak yang sangat dia sayangi. Lion mengusap air mata Mala.
"Bubu, aku hanya ingin memperjuangkan cinta. Aku yakin Kayla adalah jodohku. Aku akan berusaha melakukan yang terbaik untuknya. Aku tak ingin menikah tanpa restu Oma. Beliau adalah nenekku, aku menyayanginya dan bagiku restunya adalah penting."
"Bubu pasti akan rindu kamu." Mala memeluk Lionel.
"Aku akan datang jika Bubu rindu, atau Bubu bisa ke tempatku. Jaraknya dari sini tidak jauh Bubu hanya setengah jam." Lionel memvalas pelukan hangat Bubunya dan melepaskannya.
"Assalamu'alaikum, Yon udah siap? Ada anak-anak di depan mau membantu." Datang Alfa dia sudah berjanji akan membantu Lion, teman-teman Lion juga datang..
"Wa'alaikumsalam, Eh Alfa, pa kabar?" Mala bertanya pada Alfa.
"Baik Tante, alhamdulillah. Tante jangan sedih ru.ah Lion dekat kok dari sini. Kalau Tante mau main ke rumah Lion, Tante bisa panggil Alfa. Sekarang Alfa sudah punya SIM. Jadi bisa antar Tante."
"Alhamdulillah, gampang itu mah. Kamu jangan risih ya kalau di ganggu Tante nanti, minta antar ke tempat Lion."
"Iya Tante."
"Tante ke belakang dulu ya. Mau siapin minum buat kamu sama teman-teman Lion."
__ADS_1
"Gak usah repot-repot Tante, yang dingin-dingin aja kalau ada, sama kuenya Tante."
"Gak usah repot-repot tapi ngerepotin!" celetuk Lion. Alfa hanya nyengir saja. Mala langsung ke belakang.
"Lo serius Yon, mau pindah?" tanya Alfa sepeninggal Mala. Semalam Lion meneleponnya untuk memberi tahu tentang kepindahannya. Namun, mereka belum membicarakannya panjang lebar.
"Iya, Nanti gue ceritain di sana aja. Kayla tahu kalau gue mau pindah?" tanya Lion.
"Tahu, dia ada di samping gue pas lo nelepon. Dia jadi galau, merasa bersalah karena membuat hubungan lo harus berpisah dari Bubu dan Papah Hasbi."
"Tolong ya Al, kuatkan Kayla. Bilang sama dia yakin aja sama gue, semua akan baik-baik saja. Jangan sampai dia ragu, yakinkan ini yang terbaik buat kita. Atau kamu ajak nanti dia ke rumah ya."
"Oke Yon."
***
"Wah, asik nih. Kebetulan lagi haus banget." Ogi langsung mengambil minuman es jeruk dan meneguknya hingga habis tidak tersisa.
"Yah, Yon. Bocor!"
"Di dapur masih banyak, gih ambil. Jangan kaya tamu, anggap aja rumah sendiri."
"Sekalian makannya dong Yon!" ucap Ogi.
__ADS_1
"Nih orang ngelunjak banget, malu-maluin aja lo!" tegur Rio.
"Telepon aja makanan tar gue yang bayar."
"Wih, Pak Bos mah beda," celetuk Ogi. Dia langsung memesan makanan favoritnya.
"Yon, nanti Papah sama Mama juga Kak Kayla bakal ke sini."
"Kenapa baru bilang? Gi ikut gue! Kita beli makanan buat camer." Lion bangun dan pergi ke kamar mengambil kunci mobil juga dompet.
Begitu mobil Lion keluar, masuk satu mobil berwarna silver. Keluar Sultan, Fathi dan Kayla dari dalam mobil.
"Assalamu'alaikum." Sultan memberi salam.
"Wa'alaikumsalam," jawab mereka yang ada di dalam.
"Papah, sini Pah, Mah, Kak, duduk." Alfa menghampiri Siltan dan mencium tangannya juga mencium tangan Fathi. Para lelaki mengikuti Alfa mencium tangan Sultan, lalu mereka duduk kembali.
"Kak Lion nya sedang keluar sebentar Pah, di tunggu aja."
"Iya, akan Papah tunggu, karena ini adalah masalah penting."
"Iya Pah," saut Alfa. Mereka lalu mengobrol sambil bercanda menunggu Lion datang.
__ADS_1
...----------------...
"