
Sultan menelepon sahabatnya saat sudah berada di mobil. Ia minta maaf kalau dia harus pulang lebih dulu.
Fathi yang masih berada di restoran sempat terkejut melihat Mala yang menghampiri Hasbi di saat Hasbi makan bersama bosnya.
Fathi terus memperhatikan Mala dan Hasbi yang terlihat sedang berdebat. Fathi berdiri dan berjalan ke arah mereka.
" Eh..eh.. Yan liat ada cewek pake hijab nyamperin Hasbi." Ternyata Azka masih memperhatikan Hasbi.
" Itu istrinya juga kali ya Yan. Yang jadi pertanyaan gue. Mana istri yang pertama?" Ryan memutar bola matanya merasa pertanyaan Azka tidak penting.
" Ya jelas yang berhijab lah. Gak mungkin lah berhiijab jadi pelakor !" ucap Ryan.
" Eh kata siapa, pakaian tidak mencerminkan akhlak seseorang ya. Pakaian cuma identitas aja . Banyak kok yang pake hijab tapi suka selingkuh atau mencuri atau bergosip dsb. Pokoknya jangan menilai seseorang dari pakaiannya . Kita bisa tahu orang itu baik atau tidak kalau kita sudah mengenal mereka."
" Ok..Ok..gue salah sorry. Lagian pertanyaan Lo gak bermutu banget ."
Azka terkekeh.
" Gue dah beres makan. Ayo kita ke kantor !"
" Tunggu.. kita? Lo mau ke kantor gue lagi . Mau ngapain ?"
" Ck..Lo gak liat Sultan udah duluan pergi. Gue pulang ama siapa? Lo anterin dulu ke kantor gue ya ."
" Ck..Lo nyusahin gue aja. Ayo cepet !"
Azka tersenyum lalu berdiri menyusul Ryan.
Ryan mendekati Hasbi.
" Maaf Hasbi, saya mau kembali ke kantor. Kamu ikut dengan saya !" Ryan lalu pergi tanpa menunggu jawaban Hasbi.
Azka melihat sekilas pada Fathi. Lalu ia tersenyum. " Lebih cantik dari pada si Mala ." Batin Azka lalu pergi.
__ADS_1
" Lihat kan ! Kamu bikin aku malu ! Aku sudah bilang aku gak bisa ketemu kamu. Sekarang pulang !"
Hasbi langsung menyusul bosnya. Ia tidak mau bosnya marah karena lama menunggu.
" Jadi Mas Hasbi janjian sama kamu di sini dan menolak makan siang denganku." Tuduh Mala pada Fathi.
" Aku tidak janjian dengan Mas Hasbi. Mas Hasbi bahkan tidak tahu kalau aku di sini. Dan Mas Hasbi juga makannya sama bosnya, bukan aku . Kamu tadi liat sendiri kan !" Fathi menerangkan.
" Aku tidak mau menghampiri Hasbi karena dia sedang bersama bos nya. Tapi kamu malah dengan tidak tahu malu nyamperin Mas Hasbi dan memperkenalkan diri sebagai istri Mas Hasbi. Apa kamu tahu gimana malunya Mas Hasbi. Orang kantor tahunya aku istri Mas Hasbi dan mereka sekarang pasti sedang bergosip tentang Mas Hasbi yang punya 2 istri. Seorang istri harus bisa menjaga kehormatan dan nama baik suami, Mala. Tapi kamu, justru mencoreng kehormatan dan nama baik suami kamu !"
Fathi segera pulang naik mobil online.
" Jadi, aku ini aib dan orang tidak boleh tahu tentang aku? Keberadaanku mencoreng kehormatan Mas Hasbi? Benarkah?" Gumam Mala.
Mala pulang dengan perasaan kecewa dan terluka.
Hasbi berusaha keras berkonsentrasi pada pekerjaannya. Terbersit rasa khawatir pada Mala dan Fathi yang dia tinggalkan begitu saja di restoran. Hasbi juga yakin bahwa sekarang ia sudah jadi bahan gosip karena Mala yang ke kantornya.
Hasbi butuh menenangkan diri. Pikirannya penuh dengan masalah. Rasanya ia tidak akan pulang ke rumah Mala atau Fathi.
Tapi sekarang ia harus fokus bekerja.
" Pak Hasbi dipanggil Pak Ryan ." Ucap OB yang baru saja mengantar minum ke ruangan Direktur.
Hasbi segera ke ruangan Direktur.
" Iya Pak ada yang bisa saya bantu."
" Duduk Hasbi !" Hasbi segera duduk mendengar suara tegas Ryan.
" Dengar ya Hasbi. Saya tidak pernah mencampuri urusan pribadi karyawan saya. Tapi saya harap masalah pribadi kamu tidak mempengaruhi kinerja kamu. Sekarang lihat, bagaimana mungkin sekretaris seperti kamu yang sudah bertahun-tahun bekerja di kantor ini, membuat kesalahan yang sangat fatal ? Biasanya saya tidak pernah mengecek pekerjaan kamu. Saya sudah sangat percaya sama kamu. Tapi entah kenapa melihat kejadian tadi dan kamu yang sepertinya tidak fokus. Saya takut terjadi kesalahan makanya saya cek. Kamu bisa lihat sendiri di mana kesalahan kamu !"
Ryan mendorong berkas yang ada di meja ke hadapan Hasbi.
__ADS_1
Hasbi memeriksa hasil pekerjaannya dengan teliti. Sampai ia menemukan kesalahannya yang memang fatal. Bagaiman bisa dia membuat kesalahan ini? Angka yang ditulisnya kurang 2 nol. Dan itu angka yang fantastis . Berungung Ryan belum menanda tanganinya. Perusahaan bisa rugi besar. Yang seharusnya 500 Milyar menjadi 5 Milyar.
" Maaf Pak... sungguh saya minta maaf . Saya akan lebih teliti lagi. Maaf Pak ."
" Mengingat kinerja kamu, saya maafkan kamu. Tapi saya tidak akan mentolelir jika hal yang seperti ini terjadi lagi. Jika kamu sedang banyak pikiran lebih baik kamu cuti dan bereskan masalah kamu."
" Baik Pak terima kasih. Saya akan mengajukan cuti sekarang untuk 2 hari ke depan. Sekali lagi Maaf Pak ."
" Ya sudah pergilah !"
Ryan Bos yang sangat tegas. Biasanya ia akan memecat orang yang membuat kesalahan Fatal seperti Hasbi. Tapi ia akan beri Hasbi kesempatan ke dua mengingat kinerja Hasbi yang baik selama ini.
***
Hasbi sedang makan malam bersama Amih. Ia baru saja sampai ke rumah Amih sekitar jam 9 malam. Selain ia menyelesaikan tugasnya karena akan cuti. Hasbi juga menghindar dari omelan panjang Amih.
Amih terkejut melihat Hasbi yang mendatangi rumahnya malam-malam. Amih ingin bertanya tapi melihat penampilan Hasbi yang terlihat lelah Amih mengurungkannya. Amih menyiapkan makan malam untuk Hasbi.
" Bi.. kamu mau menginap di sini ?" Tanya Amih .
" Iya.. kenapa ? Tidak boleh ?" Tanya Hasbi di sela makannya.
" Bukan begitu. Rumah ini selalu terbuka untuk kamu. Tapi masalahnya kamu kan punya 2 istri punya 2 rumah . Kenapa malah ke rumah Amih ? Kamu ada masalah sama mereka ?"
Hasbi masih terus makan. Amih menunggu jawaban Hasbi.
" Hasbi tidak ada masalah. Hasbi juga ingin meluangkan waktu untuk Amih dan Apih . Hasbi memang punya tanggung jawab kepada istri tapi Hasbi juga punya tanggung jawab sebagai anak kepada orang tuanya. Waktu Hasbi selama ini dihabiskan untuk istri -istri Hasbi sekarang biar Hasbi luangkan waktu untuk Amih." Seharusnya Amih senang dengan perkataan Hasbi namun Amih merasa tersirat kesedihan dalam perkataan Hasbi. Perasaan orang tua itu sangat peka bila menyangkut anaknya.
Bukannya Amih tak menyadari selama ini kalau Hasbi tertekan setelah menikah lagi. Amih merasa bersalah telah ikut campur ke dalam masalah keluarga Hasbi. Ia pikir seiring waktu mereka bertiga bisa menyesuaikan diri dan bahagia. Tapi sudah hampir setahun poligami ini, Hasbi justru terlihat tidak bahagia.
"Terima kasih sayang .. istirahatlah. Kamu boleh di sini sampai kapanpun kamu mau."
" Iya Amih. " Hasbi meneruskan makannya.
__ADS_1
Selesai makan Hasbi langsung masuk ke kamarnya.
...----------------...