Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 67. Akad Nikah


__ADS_3

Hari terus berganti dan sebulan sudah berlalu. Sultan serius dengan perkataannya waktu itu. Bahwa ia akan melaksanakan akad nikah lebih dulu.


Hari ini adalah acara akad nikah mereka dan akadnya hanya di hadiri keluarga besar juga sahabat.


Untuk kedua kali Ayah melakukan ijab qabul, ia meneteskan air mata. Dalam hati ia berharap ini pernikahan terakhir anaknya, dan Fathi akan bahagia kali ini.


Proses akad di mulai. Ayah menjabat tangan Sultan yang berpakaian Jas pengantin berwarna putih.


Dengan satu tarikan nafas Sultan berhasil mengucapkan ijab qabul dengan lancar. Ia merasa lega akhirnya Fathi telah resmi menjadi istrinya. Tidak sia-sia perjuangan panjangnya sering bolak-balik Bandung Jakarta.


Setelah Ijab qabul selesai pengantin wanita keluar. Fathi memakai kebaya pengantin warna putih dengan hijab tertutupi rangkaian bunga melati. Wajah yang biasanya hanya bertabur bedak dan lipstik natural saja, kini sudah didandani dengan bermacam -macam polesan make up. Membuat Sultan pangling dan terkesima.


Sultan berdiri dan menyambut sang istri. Ah.. wajahnya bersemu mengingat ia seorang suami sekarang. Fathi mendekati Sultan lalu mencium tangannya. Sultan membalas dengan mengecup kening Fathi. Lalu seseorang yang berdiri di samping Sultan memberikan kotak beludru berisi dua cincin.


Sultan memakaikan cincin itu di jari manis Fathi. Lalu bergantian Fathi yang memakaikan cincin di jari manis Sultan.


Fathi disuruh kembali mencium tangan Sultan untuk dokumentasi. Dan Sultan mencium kening Fathi. Acara berlangsung khidmat .


Kini mereka sedang menikmati makanan yang disajikan dengan di iringi musik dari penyanyi ternama. Acara akad nikah di laksanakan di rumah Orang tua Fathi yang luas.


Keluarga kerabat dan sahabat saja berjumlah 200 orang. Tidak ada pelaminan. Karena Fathi ingin setelah akad mereka berbaur dengan keluarga.


Dan Fathi baru tahu kalau Resty ternyata sepupu Sultan. Mereka bertemu dan Resty mengucapkan selamat. Sahabat Sultan pun datang. Ryan dan keluarganya bersama Azka dan orang tuanya. Mereka turut bahagia dengan pernikahan Sultan.


" Selamat bro..Semoga samawa..dan cepat dapat momongan." Ucap Azka.


" Amiin.. makasih..tapi gue udah punya Kayla dan anak kedua santai tunggu Fathi siap." Ucap Sultan yang sedang menggendong Kayla.


" Kayla ..selamat, sekarang tambah banyak yang sayang Kayla. Kayla bilang Mamah ya mau punya adek gitu ." Azka merayu Kayla


Kayla cuma tertawa dan menyembuyikan wajahnya di dada Sultan. Fathi hanya tersemyum.


" Selamat ya Fathi, Sultan..Semoga Samawa dan ini ada hadiah buat kalian."

__ADS_1


" Terima kasih ..tapi kenapa pake hadiah segala.."


" Gak apa-apa..kami bahagia melihat sahabat kami juga bahagia."


" Fathi ini ada hadiah khusus untuk kamu. " Ucap Istri Ryan.


" Terima kasih banyak."


" Nanti malam di pake ya." Pesan istri Ryan.


***


Malam hari di ruang makan dua keluarga sedang makan malam.


" Fariz, kamu ikut pulang ya.Biar Fathi di sini." Ucap Papah Sultan. Tentu saja Sultan langsung menengok ke Papahnya.


" Mana bisa begitu? mana ada suami istri pisah rumah. Sultan juga baru nikah masa mau di pisahin !" Sultan protes .


" Iya tapi kalian belum resepsi. Mamah gak mau nanti kamu hamilin Fathi sebelum resepsi."


Fathi tersedak mendengar ucapan Mamah Sultan. Wajahnya merah.


" Ya gak apa-apa kali Mah. Hamil juga udah halal." Ucap Sultan.


" Bukan begitu, nanti bajunya gak muat..!"


" Ya Allah cuma masalah baju doang. Pokoknya Fariz tidak mau berpisah dengan Fathi titik !"


Semua tergelak mendengar Sultan. Sultan baru menyadari kalau mereka sedang mengerjainya.


Makan malam telah selesai. Keluarga Sultan pulang ke rumah mereka, tentu tanpa Sultan. Ia akan tinggal di rumah Fathi untuk sementara waktu, sampai resepsi nanti.


" Kayla sayang, bobo sama Oma yuk. Nih, susu Kayla sudah Oma buatin ." Bunda membujuk Kayla tidur di kamarnya, agar pengantin baru dapat menikmati malam pertama mereka.

__ADS_1


Untunglah Kayla mau..dia ikut Omanya ke kamar.


Sultan dan Fathi pergi ke kamar pengantin.


Ceklek...


Sultan membuka pintu. Kamar terlihat temaram. Kasur bertabur bunga..suasana sangat mendukung sekali.


Fathi jadi salah tingkah ia lekas ke kamar mandi. Sultan tersenyum melihat Fathi. Sebenarnya ia pun merasa gugup dan tak tahu harus bagaimana.


Apakah dia harus merayu dulu? Atau langsung todong saja meminta hak nya? Atau tidak usah banyak bicara langsung terkam? Aduh dia pusing, bagaimana cara memulainya. Kalau sudah dimulai, selanjutnya gampang akan mengalir begitu saja.


Sedangkan di dalam kamar mandi. Fathi sedang memegang hadiah dari istri Ryan. Apakah ia harus memakai ini? Tapi ia sudah berjanji akan memakainya. Lagi pula Sultan suaminya..tidak apa-apa jika Sultan melihatnya. Ia akhirnya memberanikan diri memakai baju itu.


Fathi keluar kamar mandi. Ia mengeluarkan sedikit kepalanya terlebih dahulu, Ia melihat Sultan sedang membelakanginya. Fathi perlahan keluar sambil menahan nafasnya. Jantungnya berdegup kencang, wajahnya merah.


" Khem..A.." Fathi memanggil Sultan.


Dalam gerakan lambat Sultan melihat ke belakang . Matanya melotot melihat Fathi. Ia menelan ludahnya dengan susah. Perlahan ia balikkan seluruh badannya.


Sultan masih tertegun melihat Fathi. Ia mengamati Fathi lekat. Dari wajah terus turun ke leher, baru kali ini ia melihat rambut Fathi yang tergerai indah. Sungguh cantik bagai bidadari.


Pandangannya turun ke gunung kembar yang hanya tertutup jaring seperti kelambu. Subhanallah.. Sultan merasa sangat beruntung. Ia sudah tidak tahan . Lalu Sultan mendekat ke arah Fathi. ia mengangkat dagu Fathi yang menunduk malu.


" Jangan malu..kamu sungguh indah. Kamu adalah augerah yang Allah ciptakan untukku. Terima kasih kamu sudah mau menjadi istriku dan mepercayakan aku untuk jadi imam mu." Sultan semakin mendekatkkan wajahnya dan berbisik pada Fathi, " Terima kasih sudah mau menyerahkan dirimu dan membuatku bahagia."


Ia kemudian menatap Fathi kembali, dan menatap wajahnya lalu bibirnya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Fathi dengan memiringkan kepalanya. Skip ya ..kena sensor 😁


***


Fathi membuka matanya. Perutnya terasa berat. Ia menoleh ke samping . Ternyata ada Sultan, dia baru ingat..diakan sudah menikah dengan Sultan. Fathi tersenyum dan memindahkan tangan Sultan . Ia bangun dan badannya terasa dingin , ia melihat ke badannya ternyata ia masih polos.. Fathi mengambil selimut dan menutupi badannya. Ia celingukan mencari baju. Ia melhat hadiah dari istri Ryan yang terkoyak di lantai. Ia mencari baju lain dan ia melihat kaos milik Sultan di bawah kasur di sampingnya. Ia mengambil baju itu dan memakainya. Lalu bangun dan ke kamar mandi.


Setelah pintu tertutup Sultan membuka matanya dan tersenyum -senyum sendir, ia menutup wajahnya dengan bantal. Ia melihat jam di dinding sudah pukul 3 pagi. Sultan lalu bangun. Ia melihat sekitarnya . Bajunya berserakan. Segitiga bermudanya juga teronggok di lantai. Ia mengambil semua baju yang ada di lantai , ketika Sultan mengambil lingeri yang sudah tidak karuan bentuknya ia tertawa. Ia ingat semalam betapa ia tidak sabaran sampai merobek baju jala itu. Ah hidupnya begitu berwarna sekarang. Ia tidak bosan bilang bahwa ia bahagia sekarang.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2