
Kemala Pov.
Aduh bener deh, Mas Reyhan tuh bikin aku gak bisa hidup tenang. Ngapain sih, dia nanya-nanya terus sama teman-teman ku ? Aku kan gak enak.
Terbukti mereka sekarang menggosipkan aku ada main sama tamu. Ini tidak bisa dibiarkan aku harus menemui Mas Rey. Kalau aku terus menghindar masalah ini tidak akan selesai. Aku harus tegaskan sama Rey.
Akhirnya waktu makan siang aku janjian dengan Mas Rey di kafe dekat hotel. Kita ketemu di sana. Gak mau lah aku di jemput, nyari mati namanya.
Di sinilah aku sekarang. Menunggu Rey yang belum datang. Biasanya lelaki yang nunggu cewek, ini sebaliknya gak on time banget sih.
Saat aku sedang melihat berita-berita artis di ponsel seseorang duduk di depanku. Ternyata Reyhan. Datang juga dia. Ku lihat jam tangan, terlambat 15 menit.
" Maaf aku terlambat." Ucapnya dengan enteng .
"Seorang bisnis man harusnya tahu time is money. Jadi kalau ada janji itu biasakan on time."
" Maaf tadinya aku ingin berangkat lebih awal, tapi ada hal mendesak yang tidak bisa aku abaikan terjadi." Alasan Reyhan.
" Tapi bisakan ada pemberitahuan... anda punya ponsel kan !"
Rey malah terkekeh, kenapa tuh orang? Bukannya mikir udah bikin salah malah ngetawain.
" Iya ..iya Mal , maaf. Time is money, jadi jangan habiskan waktu untuk berdebat. So ada apa kamu mau ketemu denganku? "
" Bukan aku tapi kamu? Ada apa kamu mencariku dan bertanya-tanya pada temanku ?"
" Oh..aku cuma mau tahu jam kerja kamu. Jadi aku bisa jemput kamu. Atau ajak kamu makan siang seperti sekarang."
Cuma.. dia bilang. Apa dia tidak berfikir kalau apa yang di lakukannya dapat membuatku di pecat.
" Tapi Rey, cuma karena keingin tahuan kamu, aku bisa jadi bahan pergunjingan dan aku juga bisa di pecat . Tahu !"
" Kok bisa begitu?"
" Aduh tuan Rey terhormat..kamu adalah tamu di hotel tempat aku bekerja yang mana ada peraturan bahwa pegawai di larang mempunyai hubungan dengan tamu. Apalagi kamu itu sudah berkeluarga. Mereka bergosip kalau aku itu ada main sama kamu. Aku bilang aja kalau kamu itu adalah teman sekolah aku."
Eh..kenapa dia malah senyum-senyum. Aku ngomong sampai berbusa dia tidak menyimak.
" Rey, kamu denger gak sih?"
" Iya aku dengar. Aku senang lihat kamu bicara panjang lebar dan marah-marah. Serasa kita masih pacaran."
" Cukup Rey ! Hentikan semua ini. Jangan buat aku di cap jelek sama semua orang ya Rey !"
__ADS_1
" Hentikan apa? aku tidak melakukan apapun. Kamu aja yang baperan. "
" Aku pikir.. kita dapat bicara baik-baik. Aku pikir setelah bicara kamu dapat memahami posisiku, tapi aku salah. Menghindar ternyata lebih baik." Aku segera pergi dari tempat itu. Toh percuma saja. Lebih baik aku segera ke hotel saja.
" Tunggu dulu Mal !" Rey menahanku dengan memegang tanganku. Dan sentuhan tangannya membuat jantungku berdetak kencang. Aku seolah teringat masa pacaran kami dulu, dan itu menyakitkan hatiku. Karena tangan ini bukan untukku lagi. Tangan ini sudah haram aku sentuh. Tangan ini yang melepaskan aku pergi.
" Lepas Rey ! Jangan sentuh aku."
" Maaf Mal, tapi dengarkan aku dulu. Ku mohon."
" Tidak Rey, bicara denganmu hanya membuat aku emosi. "
" Ok..aku tidak akan membuat kamu kesal."
Aku akhirnya duduk kembali. Aku ingin masalah ini selesai secepatnya dan dia tidak menganggu hidup ku lagi.
" Mal.. coba pikirkan lagi. lebih baik kamu kerja di kantorku. Jadi sekretarisku lagi."
" Rey .. pikiran kamu ke mana sih ? Aku itu justru ingin jauh-jauh dari kamu. kamu malah nawarin aku jadi sekretaris kamu."
" Mal, aku tuh nawarin kerjaan ke kamu karena aku tahu cara kerja kamu memang bagus. Sayang kalau kamu hanya bekerja jadi resepsionis hotel. Dan ini tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi kita. Seperti yang aku bilang aku cuma ingin menolongmu !"
" Terima kasih tapi aku tidak perlu di kasihani. "
" Aku tidak mencintaimu lagi Rey. Aku mencintai suamiku !"
" Benarkah ? aku tidak percaya !"
" Akan ku buktikan kalau aku tidak mencintaimu lagi. Aku akan bekerja di kantormu !"
" Bagus ..aku tunggu besok ! Aku sekarang ada janji lain. Terima kasih undangan makan siangnya , sampai jumpa. "
Rey pergi begitu saja. Dan aku masih termangu sendiri. Apa yang sudah aku lakukan aku menerima bekerja dengannya.
Kemala Pov End.
Kemala keluar dari kafe itu. Seharusnya ia tidak bertemu dengan Rey. Bukannya menjauh ia justru mendekat. Mala kembali ke hotel dan bekerja lagi.
***
Hasbi baru bisa makan siang. Dia harus mengurus berkas untuk rapat jam 2 nanti. Sebenarnya berkasnya sudah siap tapi ada perubahan jadi harus di buat ulang juga ada perubahan jadwal rapat. Untung ada Hani yang membantunya mengurus jadwal Bos Ryan.
Hani pun baru sempat makan siang. Mereka makan di pantry. Tidak sempat untuk keluar. Hani membawa bekal mereka makan bersama.
__ADS_1
" Untung kamu bawa bekal Han..terima kasih ya. "
" Iya Pak sama-sama. "
" Han ..bisakah panggil aku Kakak saja jangan Pak..kita ini partner bukan atasan dan bawahan."
" Baik Pak..eh Kak."
'" Biasakan ya.."
" Iya Kak ." Hani melihat Hasbi yang makannya belepotan sampai ada bumbu di mulutnya. Tanpa sadar Hani reflek mengelap mulut Hasbi dengan tisu.
Hasbi yang sedang fokus makan terkejut ada tangan terulur mengelap mulutnya.
" Maaf Kak...itu belepotan." Hani menjadi salah tingkah.
Hasbi diam saja , ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Hasbi terus makan karena waktu terus berjalan. Ia hanya punya hanya 10 menit lagi untuk makan.
***
" A..Kamu pulang ke rumah cuma untuk makan siang apa gak terlalu jauh dari kantor. Kamu malah cape nanti."
" Gak apa-apa sayang. Aku mau makan bersama istriku. Masakan istriku lezat sekali. Setelah pertama kali aku makan masakan kamu aku ketagihan. "
" Memang kapan, Aa pertama kali makan masakan Fathiyah ?"
" Sudah lama, waktu Hasbi membawa bekal buat Ryan. Kami makan bersama di kantor."
" Oh...."
" Kalau gitu mulai besok aku akan ke kantor Aa nganterin makan siang. Kita makan siang bersama di kantor ya. Biar kamu gak pulang, kasian jauh."
" Duh..perhatian sekali istriku ini. Makasih sayang. Tapi kamu jangan kecapean ya ..belum lagi kamu ngurus Kayla."
" Iya A.. tapi nanti bilang sama mereka yah kalau aku akan datang. Bukan apa-apa, aku tidak mau aja udah datang tapi gak bisa ketemu malah di usir.."
" Iya , tenang saja . Siapa yang berani ngusir kamu akan langsung ku pecat."
" Hm A, satu lagi kalau bawa Kayla boleh ?"
" Tentu boleh , aku malah senang .Dia itu lucu dn obat lelah hiburan buat aku. " Sultan terkekeh.
Fathi tersenyum. Mereka meneruskan makan siangnya.
__ADS_1
...----------------...