
Hasbi sampai di kantor tepat jam tujuh. Ia tadi mampir membeli sarapan. Hasbi harus bisa fokus bekerja dan mengesampingkan masalah pribadinya dulu.
Hari ini ada rapat penting. Ia harus menyiapkan segala keperluan untuk rapat jangan sampai ada yang salah atau dia akan dipecat.
Sedangkan Mala kedatangan tamu spesial pagi ini. Siapa lagi kalau bukan Amih mertua tercinta.
" Amih mau sarapan ?"
" Tidak usah. Amih ke sini mau tahu apa yang kamu bilang tadi di telepon."
" Ya udah, kita ke taman aja yuk Amih !" Mala mengajak mertuanya ke taman.
Mala menceritakan kejadian kemarin ketika Hasbi pulang dari rumah Fathi.
" Kamu tidak tahu apa yang terjadi pada mereka ?" Tanya Amih.
" Tidak tahu Amih. Mala sudah bertanya pada Kak Fathi tapi jawabannya selalu tanya saja pada Mas Hasbi. Sedangkan Mas Hasbi tidak bisa di tanya."
" Sekarang jam berapa?"
" Jam 07.10 Amih."
" Begini saja nanti kamu ke kantor dia antar makan siang. Supaya dia tidak bisa menghindar lagi. Kamu tanya sama Hasbi di sana ."
" Tapi apa tidak lebih baik bahas masalahnya di rumah saja Amih."
" Kalau nunggu bahas di rumah, dia akan terus menghindar. Wis pokoknya kamu ke kantor dia."
" Iya Amih. Nanti Mala ke kantornya. Tapi gak apa-apa kan Amih ? Takutnya nanti Mala di marahin di kantor lagi."
" Kamu tenang saja. Gak apa-apa. Dia tidak akan berani marah-marah di kantor. Dia juga pasti akan jaga image lah ."
" Iya Amih. Kalau begitu Mala mau belanja dulu. Soalnya bahan makanan sudah banyak yang habis."
" Ya udah ..ayo bareng sama Amih. Kita belanja bareng. "
Mala berganti baju di kamar. Ia juga mengabari suaminya kalau dia akan pergi belanja bersama Amih. Tapi Mala tidak memberi tahu Hasbi kalau dia akan ke kantornya. Mala dan Amih pergi bersama menaiki mobil Amih.
***
Saat ini Hasbi sedang mendampingi Bosnya rapat yang kali ini makan waktu yang lama. Perdebatan mereka cukup alot. Setelah rapat selama 3 jam akhirnya mereka menemui kesepakatan.
" Hasbi apa kau mau bergabung makan siang bersama kami ?"
" Maaf pak. Kalau boleh saya ingin ..."
" Kamu menolak ajakan bos kamu !"
" Maaf tidak pak."
" Bagus... kalau begitu sekarang mari kita pergi makan siang ."
__ADS_1
Hasbi pergi dengan Bosnya, juga sahabat-sahabatnya. " Ngajak tapi maksa." Batin Hasbi .
Mereka makan di salah satu restoran yang tidak jauh dari kantor mereka.
Saat mereka sedang menunggu pesanan ponsel Hasbi berdering. Hasbi melihat siapa yang meneleponnya. Ternyata Mala.
" Maaf Pak saya angkat telepon dulu." Bos Hasbi mengangguk. Hasbi agak menjauh dari mereka beberapa langkah.
" Halo Assalamu'alaikum. Ada apa Mal ?"
" Wa'alaikumsalam Mas. Mas di mana sekarang ? Mala di kantor Mas bawa makan siang buat Mas. Tapi kata resepsionis Mas sedang keluar. Mas bisa ke sini atau Mala yang ke tempat Mas?"
" Kamu kenapa ke kantor segala. Mereka pasti bertanya-tanya siapa kamu? Aku sedang makan siang bersama bos. Kamu pulang aja !" Jawab Hasbi tegas.
" Tapi Mas.. aku sudah cape-cape masak, terus kemari masa pulang lagi. Sayang makanannya."
" Kasih aja yang lain. Sudah Mas tutup teleponnya. Gak enak sama bos." Hasbi menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban Mala.
" Siapa Bi? Kelihatannya penting."
" Ah tidak Pak. Cuma istri saya menanyakan sudah makan belum."
" Oh..seneng ya diperhatikan istri."
" Makanya Lo cepetan nikah biar ada yang perhatiin." Ucap Ryan bos Hasbi.
" Bukannya gue gak mau tapi belum ketemu jodohnya." Jawab Sultan Alfarizki sahabat sekaligus Kolega bisnis Ryan.
" Haruslah ! gue mau istri gue cantik, solehah, tegas, pintar. Bukan cewek yang cuma hoby dandan dan shoping. " Sultan mendeskripsikan wanita tipenya sambil membayangkan wajah wanita yang pernah di tabraknya di kantor Ryan.
" Iya..iya Sultan mah bebas. " Mereka tertawa.
Ponsel Hasbi berdering kembali. Hasbi melihat ponselnya kali ini Fathi yang meneleponnya.
" Maaf Pak ..saya angkat telepon dulu." Hasbi bangkit dan menjauh.
" Assalamu'alaikum Mas ."
" Wa'alaikumsalam . Ada apa Fath ?"
" Mas di mana? Sudah makan belum ? Kita makan siang bareng yuk."
" Mas sedang makan siang dengan bos dan rekan bisnisnya."
" Oh begitu. Ya sudah Mas selamat makan. Hm..Mas nanti pulang kantor bisa ke rumah gak?"
" Mas gak tahu. Liat nanti aja."
" Ok deh Mas kalau begitu Fathi tutup teleponnya . Assalamu'alaikum."
" Wa"alaikumsalam." Hasbi mematikan ponselnya agar tidak ada lagi yang mengganggu. Dia tidak enak pada bosnya.
__ADS_1
Hasbi duduk kembali bersama mereka.
Fathi yang baru saja menutup teleponnya mengambil nafas panjang. Ia melihat ke arah meja Hasbi. Ternyata Fathi berada di restoran yang sama dengan Hasbi. Kayla ia titipkan pada Bunda.
Fathi sebenarnya ingin ke kantor Hasbi, ia ingin mengajak Hasbi makan bersama di restoran ini. Sekaligus membicarakan masalah mereka. Tapi Fathi melihat Hasbi datang ke restoran bersama Bosnya . Ia jadi merasa tidak enak jika harus memaksa Hasbi.
Sultan mengedarkan pandangannya pada sekitar restoran. Tak sengaja ia melihat wanita yang selalu di pikirannya ternyata ada di sini. Sungguh suatu kebetulan sekali. Apakah ini berarti mereka jodoh? Tapi Sultan teringat kalau wanita itu telah bersuami. Ia kembali lesu. Sebentar sepertinya ia ingat sesuatu. "Bukankah pria ini Hasbi adalah pria yang bersama wanita itu. Apakah Hasbi suaminya ?" Batin Sultan.
" Khem ..Hasbi siapa nama istri kamu ?" Semua yang berada di meja menengok pada Sultan.
" Ngapain Lo nanya nama istri Hasbi. Mau sensus Lo ?" Azka terkekeh.
" Pengen tahu aja masa gak boleh."
" Namanya Fathiyah Azahra Pak."
" Beautifull name ." [ Nama yang indah] Ucap Sultan.
" Apa dia berhijab ?"
" Iya Pak ." Jawab Hasbi bingung.
" Oh..saya pernah liat anda dengan istri dan anak anda saat sedang makan siang. "
" Oh..begitu ." Hasbi tertawa canggung. Terjadi tanya jawab antar Hasbi dan Sultan.
" Mas... Kamu di sini ?" Suara seorang wanita mengejutkan mereka. Hasbi membelalakkan matanya melihat Mala yang tiba-tiba ada di hadapannya.
" Maaf anda siapa ya ?" Tanya Azka. Cantik sih wanita ini. Tapi entah kenapa Azka tidak merasa respect padanya.
" Saya istri Hasbi, Kemala."
" Semua melihat ke arah Hasbi." Hasbi tersenyum kikuk.
" Maaf Pak saya permisi sebentar."
Hasbi menarik tangan Mala ke arah luar restoran. Sultan langsung melihat ke arah Fathi yang sedang menatap ke luar restoran di mana Hasbi berada.
" Itu Istrinya? Katanya namanya Fathiyah terus berhijab. Nah tadi namanya Kamala gak pake hijab.Yang bener yang mana ?" Tanya Azka.
" Mungkin dua-duanya istrinya kali." Jawab Ryan .
" Poligami !..gila ada cewek yang mau dipoligami. Wah..Sul, Kalah lo sama Hasbi. Dia udah 2 istrinya. Lo satu aja belum. Hahaha." Azka tertawa puas meledek Sultan.
Sultan tidak perduli ia masih memperhatikan Fathi. Benarkah Fathi di poligami ? Tangannya mengepal kencang. Dia rela jika Fathi bahagia dengan suaminya. Tapi ini Fathi bahkan dikhianati dan di madu.
Perasaan Sultan saat ini di penuhi emosi. Ia tidak rela wanita yang disukainya, disakiti laki-laki.
Sultan tiba-tiba keluar tanpa pamit pada sahabatnya. Ia terus berjalan, saat akan melewati Hasbi , Sultan melambatkan langkahnya dan menatap Hasbi dengan tajam.
Hasbi yang merasa di tatap, melihat ke arah Sultan. Ia bingung kenapa Sultan menatapnya seperti itu ? Sedangkan Mala melihat Sultan sambil tersenyum . Sultan melewati mereka langsung ke parkiran di mana mobilnya berada.
__ADS_1
...----------------...