Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Vio Kecelakaan.


__ADS_3

Bel pulang sudah berbunyi. Lionel lebih dulu keluar. Dan menjemput Alfa di kelasnya.


Mereka kemudian pergi menuju parkiran motor.


Alfa di bonceng Lionel. Saat mereka akan berangkat tiba-tiba ada kecelakaan terjadi di depan gerbang.


Alfa turun dan melihat siapa yang mengalami kecelakaan.


"Vio!" Alfa berlari menghampiri Violetta yang terduduk di tengah jalan dengan motor yang menindih kakinya.


"Eh ... tolong angkat motornya bawa ke pinggir." Alfa memanggil siswa lain yang berdiri dipinggir jalan.


Alfa di bantu siswa yang lain membantu mengangkat motor dan siswa itu membawa motornya ke pinggir jalan.


"Kamu bisa bangun Vi?" tanya Alfa.


"Bisa." Vio mencoba bangun.


"AW ... !" Reflek Vio teriak, kakinya terasa sakit saat ia mencoba berdiri.


"Kaki kamu mungkin patah atau terkilir. Jangan dulu di gerakkan, ayo sini biar aku gendong."


"Kamu gak salah mau gendong Vio! Aku berat lo."


"Gak masalah Vio atau kamu mau terus di tengah jalan. Liat tuh sampai macet!"

__ADS_1


"Tapi kamu gak bakalan kuat yang ada tar kamu jatuh. Lagian aku gak mau di sentuh yang bukan muhrim aku."


"Astagfirullah Vio! Aku bukannya mau modus ya tapi mau nolongin kamu. Kalau kamu gak mau ya udah. Silahkan kamu ngesod aja kalau gitu. Paling kamu dikatain gajah ngesod."


"Jahat banget mulutnya. Aku kan cuma gak mau di sentuh lelaki yang bukan muhrim apalagi di gendong." Vio mencoba berdiri. Walau sakit dia menahannya. Ia berjalan perlahan, hanya kadang ringisan terdengar.


Tin ... tin ...


"Oy ... lama banget, minggir!" teriak salah satu pengguna jalan, Mereka membunyikan klakson sehingga terdengar bising. Apa mereka tidak melihat keadaan? Kenapa tidak ada pengertian sama sekali dan tidak ada empatinya?


"Ya ampun Vio, maaf tapi aku harus gendong kamu!" Alfa yang jengah mendengar suara kebisingan lalu menggendong Vio.


"AAAA ... kamu apa-apaan sih Al, mereka ngelihatin kita, kamu juga bukan muhrim aku, apa kata orang tentang aku nanti Al?" tanya Vio pada Alfa yang tiba-tiba menggendongnya.


"Aku akan tanggung jawab semuanya. Yang penting sekarang. Kita ke rumah sakit dulu," jawab Alfa lalu mendudukkan Vio di pinggir jalan.


"Kak, ini nih yang nyerempet motor Kak Vio!" Datang Daniel menghampiri Lionel dan Alfa.


"Oh ..jadi kamu! Sekarang kamu harus tanggung jawab dan minta maaf sama Vio!" Perintah Lion.


"Ih ... bukan salah gue ya, motor bututnya aja yang ngalangin jalan. gue juga gak sengaja nyerempet dia. Makanya kalau jalan tuh di pinggir jangan di tengah-tengah!"


"Dih ... malah galakan dia, udah salah nyolot lagi!" ucap Rio.


"Sekarang kamu anterin dia ke rumah sakit!" titah Lion.

__ADS_1


"Ya udah cepet masukin mobil!" suruhnya ketus.


Alfa menggendong Vio kembali dan memasukkannya ke dalam mobil Agnes.


"Al lo anterin Vio aja dulu. Biar motornya Vio, nanti ada Daniel yang ngurusin. Iya kan Niel?"


"Iya Kak," jawab Daniel.


"Oke Kak, tapi Al minta tolong boleh?" tanya Alfa.


"Tolong apa?" tanya Lionell.


"Jemput Kak Kayla di kampus jam 2, dia bawa motor sendiri. Kak Lion tahu kan Papah gak bolehin Kak Kayla bawa motor. Nanti Kak Lion yang bawa motornya."


"Oh oke, beres nanti gue jemput Kak Kayla." Lionell justru merasa senang menjemput Kayla.


"Ya udah Al pergi dulu. Makasih Kak."


"Oke, jagain Vio ya," canda Lion.


"Pasti lah," kekeh Alfa.


"Kalian masih lama gak sih, ayo cepet gue banyak urusan nih!" teriak Agnes dari dalam mobil.


"Iya Nes, sabar kenapa!" balas Lion.

__ADS_1


Alfa masuk di kursi belakang di samping Vio. Dan menutup pintu mobil.


Mobil pun melaju menuju rumah sakit terdekat.


__ADS_2