Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Fathi Pingsan


__ADS_3

Kayla berlari di sepanjang lorong kampus. Ia benar-benar khawatir dan takut.


Saat sedang di kelas. Ia mendapat chat via WA kalau Mamahnya pingsan dan di bawa ke rumah sakit. Ia langsung meminta izin pada dosen yang mengajar untuk ke rumah sakit.


Kayla menunjukkan bukti chatnya pada dosen.


Sampailah Kayla diparkiran. Saat Kayla ingin membuka pintu mobil, seorang pria mengambil kuncinya.


" Biar aku antar ke rumah sakit. Bahaya jika kamu mengemudikan mobil dalam keadaan cemas seperti ini. Kamu tidak akan fokus. Ayo !"


Kayla menurut saat ia di tuntun ke kursi penumpang samping kemudi.


" Pasang seatbelt kamu !" Kayla memasang seatbeltnya tapi seatbelt itu tidak bisa terkait. Akhirnya pria itu membantunya.


"Rumah sakit mana ?" Tanya pria itu .


" Husada !" Jawab Kayla. Air matanya menetes dia berusaha memenangkan hatinya dengan membaca surat Al fatihah.


Pria yang bersama Kayla melirik ke arah Kayla.


" ah iya aku lupa memberitahu Papah dan Alfa."


Kayla mengambil ponselnya dan menelepon Ayahnya yang masih di kantor. Nada sambung terdengar.


" Halo Assalamu'alaikum Kay ada apa?" Kayla justru menangis mendengar suara Papahnya.


" Kay ..kamu kenapa? Kamu di mana sekarang ?" Papahnya khawatir mendengar tangisan Kayla.


" Mamah..Mamah pingsan Pah, sekarang Mamah di rumah sakit . Kayla. hiks..baru mau ke sana..hiks..rumah sakit Husada."


" Apa?? Mamah pingsan. Oke Papah segera ke sana. Kamu pergi sama siapa Kay ? Jangan menyetir sendiri !"


" Gak Pah..Kayla sama teman. Dia yang bawa."


" Oke..suruh teman kamu hati-hati dan jangan ngebut. Papah ke sana sekarang. Asaalamu'alaikum " Sambungan terputus sebelum Kayla sempat menjawab salam Papahnya.


" Wa'alaikumsalam. " Gumamnya.


Lalu Kayla menelepon Alfa lewat ponsel yang waktu itu Alfa meneleponnya. Ia minta pada Mamahnya. Nada sambung terdengar.


" Halo Assalamu'alaikum." Ucap Kayla begitu teleponnya di angkat.

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam , siapa ya ?" Jawab orang di seberang sana.


" Maaf saya Kayla kakaknya Malik Alfarizki. Saya gak tahu harus menghubungi adek saya ke mana. Maaf sebelumnya saya mengganggu. Saya mau titip pesan tolong sampaikan pada Alfa kalau mamahnya masuk rumah sakit." Kayla menangis lagi.


Pasalnya ini baru pertama kali Mamahnya pingsan. Dia takut mamahnya mengidap penyakit yang parah.


" Oh..baik, nanti saya sampaikan. Dan semoga Ibunya cepat sembuh ya .." Ucap Ustad


" Iya terima kasih ustad ..hiks.. Assalamu'alaikum " ucap Kayla dan menutup telepon.


" Wa'alaikumsalam. Suaranya merdu sekali. Astagfirullah.." Ustad itu menyimpan teleponnya di atas meja.


Ia melihat ke seluruh Siswa yang sedang ulangan .


" Malik Alfarizki !"


" Iya Ustad."


" Sini ." Ustad Azam


memanggilnya.


" Kamu boleh pulang dan siap-siap kembali ke Jakarta !" Deg perasaan Alfa mulai tak enak. Sebenarnya dia sudah merasa gelisah sejak pagi.


" Kamu harus sabar dan berdo'a pada Allah. Barusan Kakakmu menelepon katanya Mamahmu pingsan dan masuk rumah sakit. Sekarang kamu langsung pulang aja biar nanti saya yang izinkan. "


" Mamah masuk rumah sakit ! Baik Ustad saya pulang dulu terima kasih." Alfa segera berlari.


" Alfa !" Dia menghentikan larinya ketika Ustad Azam memanggilnya.


" Semoga Ibumu baik-baik saja dan cepat sembuh sampaikan salam saya ."


" Iya Ustad terima kasih. " Alfa berlari ke kamarnya.


" Ya Allah semoga Mamah baik-baik saja . Berikanlah aku kesempatan untuk bertemu dengannya. Amiin " Alfa meneteskan air mata. Ia membereskan barang yang akan di bawanya.


Begitu sampai di gerbang pesantren ia melihat Pak Haji Ibrahim bersama Ustad Azam dan 2 santri lain.


" Alfa kamu ke terminal di antar sama Dudung ya, biar cepat. Maaf Abah tidak bisa mengantar kamu. Sampaikan salam Abah dan semoga ibumu cepat sembuh ya ."


" Amiiin.. Terima kasih Abah. Akan saya sampaikan salam dan do'a abah. "

__ADS_1


" Ya ..sudah cepat berangkat."


" Iya Abah ..Assalamu'alaikum " Alfa mencium tangan Abah dan Ustad.


Ia naik mobil diantar Dudung dan satu santri.


***


Sementara Kayla yang baru saja sampai di IGD, mencari-cari mbok.


" Non Kayla !"


Kayla melihat Mbok, dia langsung berlari menghampiri Mbok.


" Mbok gimana Mamah ?"


" Dokter mau bertemu keluarga Ibu. Ayo Non di tunggu dokter. Kalau Ibu Fathi masih pingsan Non belum sadar. "


" Ya ampun ..Mamah. Nanti saja Mbok tunggu Papah. Kay takut ."


" Kayla !" Kayla melihat ke arah asal suara. Dia melihat Papahnya berlari ke arahnya.


" Papah !" Kayla langsung menghambur ke pelukan Papahnya.


Dia menangis melepaskan semua ketakutannya dia merasa lega karena menemukan sandarannya.


" Pak..maaf Bapak ditunggu dokter di ruangannya. " Ucap Mbok.


" Iya Mbok. Kamu mau ikut Papah atau gak ?" Kayla menggeleng .


" Kay mau lihat Mamah aja !" Sultan mengangguk dan ia langsung pergi ke ruangan dokter. Ia bertanya pada suster yang berada di dekatnya.


" Ayo Non saya antar." Ucap mbok. Kayla mengikuti Mbok. Dia lalu berhenti sejenak. Ia berbalik dan menghampiri pria yang tadi mengantarnya.


" Maaf ya Yusuf saya saking paniknya sampai melupakan kamu. Terima kasih banyak sudah mengantar saya. Ayo kita lihat Mamah saya."


" Iya tidak apa-apa Kay, saya maklum."


" Terima kasih." Ucap Kayla dan berjalan di samping Yusuf mengikuti Mbok.


...----------------...

__ADS_1


"


"


__ADS_2