
Yang ditakutkan oleh Alfa terbukti. Intan menyusul Vio ke toilet. Sampai di depan toilet Alfa bingung, tidak mungkin dia masuk ke dalam untuk mengecek keadaan Vio.
Kebetulan pada saat itu ada siswi yang akan ke toilet. Alfa melihat tanda pada lengan bajunya. Ternyata siswi ini kakak kelasnya.
"Maaf, Kak. kenal sama Violetta?"
"Kenal."
"Bisa minta tolong panggilin, aku ada perlu. Maaf Kak."
"Ok!" Kakak kelas itu masuk ke dalam.
Tak lama keluar Vio, penampilan Vio sudah lebih baik. Dengan pakaian yang kering, Alfa menelisik Violetta untuk mengetahui adakah luka.
Alfa melihat warna merah pada pergelangan tangan Vio. "Ini kenapa?" tanya Alfa seraya mengangkat pergelangan tangan Vio.
"Kamu? Ngapain di sini?"
"Jawab aku!"
"Ini bukan apa-apa. Kamu sana pergi! Malu berdiri di depan toilet cewek." Vio kemudian pergi.
"Ck ... tuh cewek kalau di deketin malah kabur." Alfa pun pergi dari toilet dia langsung ke kelasnya.
Tak lama bel pun berbunyi. para siswa semua masuk ke kelas masing-masing.
***
Saat ini Alfa sedang berada di rumah Lion, rencananya dia akan menginap untuk belajar bersama Lion. Alfa minta Lion menjadi mentornya.
Lion tentu saja tidak akan menolak permintaan calon adik ipar.
Sebenarnya bukan itu tujuan Alfa. Belajar sendiri pun dia sudah bisa. Alfa mendapat tugas khusus dari sang kakak, Kayla. Juga amandat dari Tante Mala.
__ADS_1
Di sinilah dia, menemani Lion. Tugasnya melapoekan keadaan Lion. Tante Mala yakin kalau Lion tidak akan meminta jika dia butuh sesuatu atau memberi tahu jika terjadi sesuatu. Jadi tepatnya Alfa menjadi mata-mata mereka.
Saat mereka sedang belajar di depan TV, mereka kedatangan tamu tidak di undang.
"Cari siapa, ya?" tanya Alfa begitu dia melihat dua orang gadis di depan pintu.
"Bisakah kami masuk dulu."
"Maaf, kalian perempuan dan kami laki-laki hanya tinggal berdua di sini. Jadi kalian tidak boleh masuk agar tidak mengundang fitnah. Lebih baik kalian pulang! Tidak pantas malam-malam cewek ke rumah cowok!"
"Aku kan saudaranya Alfa, jadi tidak masalah dong kalau aku masuk!"
"Maaf, tidak bisa. Lihat jam ini sudah malam lebih baik kalian pulang!"
"Juatru itu karena ini sudah malam biarkan kami masuk dan menginap. Kami kemalaman di jalan."
"Kalian segitu keras usahanya agar bisa masuk ke rumah ini, walau harus dengan merendahkan harga diri kalian. Dengar, ya! Cewek baik-baik gak akan keluyuran malam, dan menginap di rumah cowok."
"Ya dan lama gak ketemu lo, ternyata atitude lo masih sama aja."
"Jadi, kami tidak boleh masuk?"
"Tidak, sana pulang!" Alfa menutup pintunya.
"Kejam sekali dia!" ucap teman Anandi.
"Tapi dia manis sekali." Anandi justru terpesona pada Alfa.
"Kalau jatuh cinta memang bikin orang buta dan gak tahu malu! Kalau gue, nih! udah malu ditolak mentah-mentah ama cowok!"
"Cinta butuh perjuangan Malika."
"Perjuangan itu buat cowok!" sanggah Malika.
__ADS_1
"Itu mah zaman dulu! Kalau sekarang emansipasi wanita."
"Udah ah pulang aja yuk! Ngapain debat di depan rumah orang malam-malam." Malika lalu pergi, Anandi mengikuti Malika. Rencananya menginap di rumah Lion batal.
Semula dia ingin pendekatan dengan Alfa. Tetapi susah sekali mendekati cowok ketus dan dingin seperti Alfa.
"Siapa, Al?" tanya Lion.
"Setan!" jawab Alfa
"Orang tuh kalau ketemu setan, mukanya tuh kelihatan takut. Kenapa kamu malah kelihatan kesel?"
"Setannya gak tahu adab!"
"Emang ada setan beradab? Aneh lo!" Lion terkekeh.
"Udah sini duduk. Nih Kakak abis masak spageti," ucap Lion.
"Gaya spageti, orang cuma mi goreng aja!"
"Spageti kebijakan lokal!" Lion tertawa.
Mereka lalu makan sambil menonton TV.
...----------------...
Maaf lama banget baru bisa up lagi. Semoga bisa konsisten ya.
Oh ya yang mau berhubungan dengan author lewat iG
IG: euro10910
Makasih banyak .. ❤❤❤❤
__ADS_1