Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Agnes


__ADS_3

saat ini di sekolah Alfa sedang istirahat. Ia duduk di kantin bersama teman baru yang duduk sebangku dengannya, Daniel namanya.


Ia sedang menunggu pesanannya di antar. Datang 2 orang gadis satu berambut panjang dan satu lagi pendek.


"Hai ... boleh duduk di sini gak?" tanya gadis berambut panjang.


Daniel melirik pada Alfa yang cuek dan hanya melihat ponselnya.


Ia lalu tersenyum. "Maaf Kak tapi ...."


"Gak apa-apa duduk aja." Alfa menyela ucapan Daniel.


Kedua gadis itu saling menatap dan tersenyum.


"Terima kasih. Boleh kenal ...." ucapannya terpotong.


"Ayo Dan, mau ikut gak?" tanya Alfa.


"Hah kemana?" tanya Daniel.


"Udah ayo ikut aja!" Alfa melangkah pergi tanpa perduli 2 gadis itu, Daniel tersenyum tidak enak pada kedua kakak kelasnya. Lalu ia pergi menyusul Alfa.


"Sini Al, gabung sama kita." Ternyata Alfa ke meja Lionell yang sedang bersama dua orang Kakak kelas lainnya.


"Hai Kak, gak apa-apa nih gabung sama kalian?" tanya Alfa. Sambil ia bersalaman ala laki-laki dengan saling mengadukan tangannya yang terkepal.


"Ya elah Al, kaya sama siapa aja lo," celetuk salah satu dari mereka.


" Gue seneng banget lo Al, denger lo sekolah di sini. Kita kan bisa bareng-bareng lagi," ucap yang lain.


"Iya Gi. Gue juga seneng, kaya kita SMP." Lionell senang mereka bisa berkumpul.


"Gue gak seneng Kak!" celetuk Alfa.


"Loh kenapa? Lo gak suka kumpul sama kita-kita lagi?" tanya Ogi.


"Gak!" tegas Alfa.

__ADS_1


"Kenapa Al?" tanya Lion.


"Gue pasti kalian bully lagi. Mentang-mentang gue paling muda." Alfa memberi alasan atau keluhan.


"Hahaha ... itu sih DL, derita lo Al!" Ogi tertawa.


"Tuh kan belum apa-apa gue udah di ketawain aja!"


"Maaf Mas ini pesanannya, tadi saya ke sana Mas nya gak ada, gak tahunya pindah ke sini." Datang penjual makanan mengantarkan pesanan Alfa dan Daniel.


"Iya Pak, maaf saya lupa bilang. Makasih ya Pak."


"Iya, sama-sama Mas. Permisi."


"Eh ... iya lupa kenalin teman sebangku Al, Daniel."


"Udah tahu kan ada namanya di dada tuh," ucap Ogi.


"Biarpun begitu, gak afdol kalau gak nyebutin nama sambil salaman. Serasa belum resmi kenalan!" ucao Alfa.


"Ya udah, gue Rio." Rio bersalaman dengan Daniel.


"Ogi."


"Daniel kak."


"Lionel."


"Daniel Kak."


Kemudian Alfa makan sambil bercengkrama dengan mereka.


Sementara dua gadis tadi terlihat kesal sambil menatap Alfa.


"Kurang ajar bener tuh cowok! udah nolak kita." ucap gadis berambut panjang.


"Anak baru aja belagu. Tapi kok dia bisa kenal sama Lionell cs ya?" tanya gadis berambut pendek.

__ADS_1


"Ya kenalanlah. Lihat aja nanti dia bakal tekuk lutut ama gue!" Agnes mengatakannya dengan yakin.


"Ya ... ya ... percaya gue ama lo Nes." Gadis berambut pendek itu kemudian memutar kedua bola matanya.


"Heh cupu. Sini lo!" Panggil Agnes pada gadis berkepang dan berkacamata. Gadis itu sedang ingin memesan makanan. Ia menghampiri Kakak kelasnya.


"Beliin gue baso, cepet!" titahnya pada gadis yang dipanggilnya cupu.


"Iya Kak, tapi ...." cicitnya.


"Tapi apa?" tanya Agnes melotot.


"Uangnya?" tanya gadis itu pelan


"Dasar miskin, segitu aja gak punya uang, nih jangan pake lama!" Agnes melempar uang itu ke wajah gadis yang di panggil cupu. Gadis itu gemetar walau ia merasa telah direndahkan tapi ia tak berani melawan. Kemudian dia mengambil uang yang ada di lantai.


Tapi seseorang menginjak telapak tangannya. Gadis itu meringis kesakitan.


"Ups ... maaf gak sengaja!" ucap Agnes. Teman Agnes hanya tertawa.


Byur ....


Seseorang menjatuhkan minuman ke arah pundak Agnes. Sehingga pakaian atas dan roknya basah.


"Ups ... maaf gak sengaja!" ucap seorang gadis bertubuh gemuk dan berhijab, lalu pergi sambil menarik tangan si gadis cupu dan melempar uangnya ke wajah Agnes.


" BERHENTI!" Gadis gemuk itu berhenti.


Alfa dan Lion menyaksikan semua itu. Bagaimana gadis gendut itu membalas sikap Agnes yang arogan. Menurut Alfa itu sangat keren. Dia juga tidak menyangka akan bertemu dengan Vio di sini.


Agnes bangun dan mendekati Vio. "Heh, cewek gendut! Siapa lo berani nyiram baju gue. Lo cuma pelayan di sini!"


"Maaf, tapi pelayan ini lebih tahu bagaimana beretika yang baik dari pada Anda Nona. Dan sikap Anda barusan bukanlah sikap seorang pelajar tapi sikap seorang preman."


"Kurang ajar!" Agnes mengangkat tangannya ingin menampar Vio. Tapi Vio berhasil menahannya.


"Maaf Nona, tapi saya harap Anda tidak sembarangan memukul dan berbuat kasar pada orang lain. Jika kau ingin dihargai, hargailah orang lain." Vio melepaskan tangan Agnes dan pergi dari tempat itu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2