Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 12. Permintaan Amih.


__ADS_3

Mala menyuapi Kayla dengan telaten , amih tersenyum dalam hati dia merasa beruntung mendapatkan dua menantu yang hebat dan baik.


Hasbi memang beruntung Allah menyayangi Hasbi hingga Allah memberikannya dua bidadari untuk mendampinginya. Amih yakin Hasbi pasti bahagia. Walaupun Mala tidak bisa punya anak, tidak masalah . Ada Fathi yang bisa memberikan Hasbi anak yang banyak.


Ah ..iya Amih ingat dia belum sholat dzuhur .


" Fathi kita sholat dzuhur dulu yuk , nanti gantian sama Mala !"


" Iya amih !" Fathi dan amih pergi ke kamar mandi untuk wudhu, mereka sholat di ruang sholat yang ada di dekat taman.


Setelah sholat selesai, amih mengajak Fathi berbicara di mushola. Kini mereka sedang duduk di dalam mushola.


" Fathi bisa amih minta tolong ?"


" Minta tolong apa amih ?"


" Begini , tapi kamu jangan salah paham ya, amih meminta ini karena amih ingin yang terbaik untuk kalian , amih ingin kalian bahagia."


" Iya amih, memangnya amih mau minta apa ?"


" Amih meminta tolong agar kamu mau membantu Hasbi dekat dengan Mala, agar Hasbi juga bisa menerima dan mencintai Mala, berikan waktu buat mereka berdua dekat. Jika Hasbi mencintai Mala seperti dia mencintai kamu, maka Hasbi akan bersikap adil. " Fathi meremas kencang gamisnya.


" Kasihan Mala, yang hanya seperti babysitter, tak dianggap istri oleh Hasbi , karena Hasbi tidak mencintainya. Hasbi sangat mencintaimu jika kamu yang bicara dan menasehatinya, dia pasti akan menurut . Mau tidak mau, Mala sekarang adalah istrinya. Hasbi harus memberikan haknya . Amih mohon padamu ya, amih sudah coba bicara pada Hasbi tapi Hasbi marah dan langsung pergi . Ini demi kebaikan kalian bertiga , agar kalian bisa hidup rukun . Juga hilangkan rasa cemburu kamu, sebab cemburu itu sifat dari setan , tidak baik ! cemburu akar dari kebencian." Fathi mendengarkan dan coba mencermati setiap kata yang keluar dari mulut nyonya besar ini.


Terbuat dari apa hatinya, apakah dia tidak berpikir sebelum bicara seperti itu, Fathi pikir dengan usia yang bertambah maka seseorang akan bertambah bijak tapi ini sebaliknya . Di mana ada seseorang meminta seorang istri untuk membuat suaminya jatuh cinta sama wanita lain. Gila itu namanya.


Perasaan cinta tidak bisa dipaksa. Jikalau nanti pada akhirnya Hasbi mencintai Mala , ia bisa apa selain hanya menerimanya. Tapi dia tidak akan memaksa , memohon atau mencoba membuat Hasbi agar mencintai Mala, menerima pernikahannya saja ia sudah setengah mati menahan luka apalagi harus membuat suaminya jatuh cinta pada madunya, bisa menangis darah. Biarlah semua mengalir dengan sendirinya.


" Fathi.. Fathi.. bagaimana ?" Fathi tersadar setelah amih menepuk pahanya.


" Ah.. bagaimana ya amih , perasaan cinta itu tidak bisa dipaksa ! kita tidak bisa menyuruh seseorang harus mencintai si anu atau harus membenci si anu, semua datang dengan sendirinya. Mungkin jika sudah terbiasa cinta akan datang !"

__ADS_1


" Nah karena itu agar Hasbi terbiasa dengan Mala, kamu harus sering membiarkan mereka berdua. Biarkan selama seminggu ini mereka tidur sekamar, ya !..kamu mau kan Fathi ?" Fathi tidak menjawab


" Kamu tenang saja, kamu tidak akan tidur sendiri. Amih akan menemani kamu !"


Hah ! apa katanya tadi, menemani dia tidur ! yang benar saja. Ia bukan anak kecil yang harus ditemani . Alasan konyol ! bilang saja mau mengawasi , agar rencananya berjalan lancar.


Tadi bicara tentang menjadi suami yang adil, tapi sekarang malah membuat suaminya bertindak tidak adil. Tidak konsisten !


" Maaf amih, sebenarnya Fathi tidak mau membicarakan tentang rumah tangga Fathi pada orang lain walaupun orang tua atau mertua Fathi sendiri . Kami sejak menikah dulu selalu berprinsip Masalah kami hanya kami yang tahu dan diselesaikan oleh kami berdua, sekarang menjadi bertiga. Tapi prinsip kami tetap sama masalah rumah tangga kami biarlah menjadi urusan kami, aib kami. amih..maaf Fathi tidak bisa membicarakan ini pada amih."


" Amih sudah tahu mengenai kesepakatan kamu dan Mala, amih rasa itu kurang. Mala membutuhkan waktu lebih lama agar mereka terbiasa, bagaimana kalau tiga hari, tiga hari bersamamu dan tiga hari bersama Mala ?"


" Kenapa tidak Mala yang berbicara pada Fathi , kenapa harus lewat amih ?"


" Mala tidak tahu nengenai ini, ini adalah inisiatif amih sendiri. Dia pasti tidak enak berbicara ini padamu."


" Lantas apakah amih tidak merasakan perasaan itu ? perasaan tidak enak terhadap Fathi, ketika memohon ini kepada Fathi ?"


" Amih pasti sangat mencintai Kemala. Sampai amih ingin agar aku menyakiti hatiku sendiri , dengan membuat mereka saling jatuh cinta. Amih tidak memikirkan perasaanku !" Protes Fathi.


" Kamu salah Fathi, amih mencintai kamu, amih mengenal kamu, kamu wanita yang kuat, sabar, Soleh, dan baik hati. Karena itu amih yakin, kamu bisa melewati ini semua, Hanya sedikit waktu Fath ! coba beri sedikit waktu buat mereka berdua, bersabarlah !... Amih yakin setelah Hasbi bisa mencintai kalian berdua dia akan bersikap adil dan kalian akan bahagia."


" Teori dari mana itu ?" Batin Fathi.


" Maaf amih, tapi Fathi tidak bisa memutuskan sendiri , Kami bertiga harus berdiskusi !"


" Baiklah ! sementara itu nanti malam biarkan Hasbi tidur di kamar Mala"


" iya amih ." "Memang giliran Mala." lanjutnya dalam hati.


" Ya sudah.. ayo kita pergi ke dalam . Mala juga mau sholat. " ucap amih.

__ADS_1


" Apakah nanti malam amih akan benar-benar tidur bersamaku ?" batin Fathi. Seraya berjalan di belakang amih.


" Mala sholatlah dulu, biar Kayla sama Fathi ."


" Iya amih , maaf kak aku titip Kayla ." Mala Lalu pergi ke kamar.


"Hah, apa tadi maaf ? kenapa kesannya dia ibunya aku orang lain , aneh ." batin Fathi.


" Kayla..sayang .. sudah mamnya..duh tambah gemes aja.." Fathi bermain dengan Kayla.


Fathi bershalawat sambil menggendong Kayla. Suaranya sangat merdu, ia begitu menghayati shalawatnya hingga meneteskan air mata. Setiap Fathi bershalawat dia akan menangis.


Amih menatap Fathi yang memejamkan mata.


" Maafkan sikap amih Fathi, Amih sayang pada kalian bertiga , terlepas dari semua masalah kalian Mala sebatang kara. Biarlah amih yang menjadi ibunya saat ini. Kau wanita hebat Fathi. Amih yakin kalian bisa bahagia asal kalian saling mengerti dan memahami." batin amih .


" Fathi, apakah kamu perlu kontrol ke rumah sakit ?"


Fathi membuka matanya


" Tidak amih, Alhamdulillah sudah sehat tidak perlu kontrol lagi ."


" Alhamdulillah , tapi kamu harus tetap jaga kesehatan jangan terlalu lelah dan mengangkat yang berat-berat."


" iya " Fathi tersenyum.


" Amih mau ke kamar dulu mau istirahat amih ngantuk ."


" Baik, amih sudah Fathi siapkan kamarnya , mari amih ." Fathi mengantar amih ke kamar yang sudah disiapkan. Rumah Hasbi berlantai 1 dan memiliki 4 kamar tidur. Masing-masing kamar mempunyai kamar mandi di dalam. dan 1 kamar mandi di dekat dapur dan mushola.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2