
Selesai makan Erik langsung pergi ke kantor. Sementara Sultan lekas mandi dan dia berendam air hangat.
Fathi mengajak main Kayla agar tidak mengganggu Papahnya.
" Mah ..susu." Kayla minta di buatkan susu. Fathi bangun.
" Kay mau ikut atau di sini?" Tanya Fathi.
" Gak, Kay sini !"
" Ok ..sebentar ya. " Fathi pergi ke dapur.
Kayla menunggu sambil menonton tv kartun upin ipin. Datang Sultan. Ia langsung mendekati Kayla dan memcium pipinya.
" Mana Mamah sayang ?"
" Bikin susu ."
" Oh..."
Fathiyah datang membawa susu botol.
" Loh Papah gak tidur. Emang gak jetlag apa ?" Tanya Fathi lalu duduk di samping Sultan.
" Nanti aja, aku masih kangen sama kalian. Aku mimpi serem kemarin malam sebelum aku berangkat. Alhamdulillah aku selamat sampai di rumah, dan bisa bertemu kalian lagi."
" Aku juga semalam mimpi buruk dan aku tidak bisa tidur. Alhamdulillah aku senang Papah pulang dengan selamat dan aku bisa bertemu Papah lagi. "
" Alhamdulillah. Kamu tahu yang paling aneh. Karena mimpi itu, aku tidak mau naik pesawat pribadi dan memilih memakai pesawat komersil. Selama perjalanan aku tidak mau menyentuh makanan atau minuman dari maskapai . Aku membeli banyak roti sebelum naik pesawat. Dan aku merasa tegang tidak tenang. Tapi lama-lama aku merasa rileks hatiku tidak takut lagi. "
" Pantas tadi Papah makannya lahap banget, rupanya kelaparan." Fathi terkekeh.
" Dan Mamah juga semalam merasa gelisah tapi setelah mengaji Mamah menjadi lebih tenang. Ternyata perasaan kita tersambung meski kita jauh." Sambung Fathi.
" Iya bener sayang. Dan ada lagi, Papah bilang sama Pilotnya, sebelum berangkat, lebih baik pesawatnya di cek dulu secara keseluruhan. Setelah di cek ternyata teknisi menemukan kalau pesawat itu sudah di sabotase. Papah bersyukur Allah memperingati lewat mimpi itu, kalau tidak Papah pasti sudah naik pesawat itu dan terjatuh di atas lautan dengan pesawat yang terbelah menjadi dua. " Fathi menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Ia tidak dapat membayangkan jika suaminya menaiki pesawat itu, maka kini ia sedang menangis histeris. Fathi mengusap perutnya.
" Dek ..Alhamdulillah Papah pulang dengan selamat. " Ucap Fathi sambil menitikkan air mata. Fathi lalu berhambur ke dalam pelukan Sultan.
Kayla tetap asyik meminum susu sambil menonton TV.
" Terus Pah, siapa yang sudah menyabotase pesawat Papah ?"
" Masih diselidiki tapi kamu harus rahasiakan ini. Tidak ada yang tahu mengenai ini. "
" Iya Pah."
" Aku jadi ngantuk Mah temenin Papah tidur yuk di kamar sama Kayla juga ."
" Ayo " Mereka bertiga pindah ke kamar.
***
Pagi ini Sultan langsung bekerja. Setelah sarapan dia segera berangkat.
Sampai di kantor ia bingung kenapa semua orang memperhatikannya. Apa wajahnya berubah.
Ia langsung masuk ke dalam lift saat akan menutup pintu lift datang 3 orang pria yang berlari ingin ikut naik. Sultan menahan pintu lift agar tidak tertutup.
" Kalian mau naik? ayo sekalian. "
" Ah ..terima kasih Pak. Kami naik nanti saja. Silahkan Pak."
" Ayo gak apa-apa. Sekalian aja , yang naik juga cuma saya sendiri. "
__ADS_1
Mereka bertiga saling tatap satu sama lain. Lalu karena merasa tak enak, mereka akhirnya ikut naik bersama bos mereka.
Sultan berdiri di tengah, ketiga pria itu masuk dan berdiri mepet di belakang Sultan.
Sultan bingung kenapa mereka seperti menjaga jarak dan enggan padanya. Ia lalu mencium bau badannya. Masih wangi menurutnya. Ia menatap pada ketiga pria itu satu persatu mereka malah menunduk. Sultan akhirnya tidak perduli lalu lift berhenti di lantai 5. Sultan keluar dan melihat ke arah mereka sekali lagi sebelum dia beranjak pergi.
Mereka menunduk dan membungkukkan badan.
" Kenapa sih ? Pasti ada sesuatu soalnya tatapannya kaya yang lihat orang aneh. " Monolognya.
Sultan berjalan ke ruangannya didepan pintu ada David sedang duduk menatap layar komputer.
Dia melihat Sultan dan bangun .
" Selamat pagi Pak ."
" Pagi, masuk ruangan saya !"
" Baik Pak. "
Sultan masuk ke dalam. Di ikuti David.
" Mana Erik ?"
" Tidak tahu Pak ."
" Sini coba mendekat !" David dengan ragu maju 1 langkah.
" Lagi !" David maju lagi satu langkah.
" More closer !" David bingung sebenarnya mau apa bosnya ini apakah mau merayunya.
" Hm..Maaf Pak tapi ada apa ya ?"
" Membungkuk !"
" Ha..mau apa Pak ?"
" Kamu bisa gak sih kerjain aja, jangan banyak tanya !"
" I..iya Pak ." David membungkuk.
" Liat sini !" David yang melihat ke bawah akhirnya menatap Sultan.
Sultan mendekatkan wajahnya dengan wajah David.
" Lihat ada apa di wajah saya ! Perhatikan baik-baik dari mulai mata hidung sampai bibir, semua wajah saya diperhatikan dengan baik !" David menelan ludah dengan susah payah. Ia menjadi gugup lalu memperhatikan wajah Sultan dari mata hidung sampai bibir.
Tampan dan sexy itulah yang ada dipikiran David. Sayang sekali pemilik wajah tampan ini menjadi homo. Muka David menjadi merah ia bertambah gugup saat menyadari Sultan menatapnya dengan intens.
" Sudah kamu perhatikan dengan baik ?"
" Iya Pak." Jawab David gugup.
" Apa yang kamu lihat ? Apa ada keanehan pada wajah saya.
" Tidak Pak, wajah Bapak tampan dan sexy."
" Benar, kamu tidak bohong kan ?"
" Tidak Pak ."
" Terima kasih. Kamu juga tampan dan sexy."
__ADS_1
" Kamu boleh kembali ke tempat kamu. " Sultan hendak mendorong wajah David tapi baru menyentuh kulitnya belum sempat mendorong pintu terbuka. 3 orang yang dikenal Sultan melihat kejadian itu.
David menjadi salah tingkah dia lalu berdiri tegak dan berjalan keluar.
" Saya permisi Pak."
" Iya..silahkan ." Ucap Sultan. David mendekati mereka bertiga dan melewatinya.
" Hei Apa kabar kalian ?" Sultan bangun dan menyalami sahabatnya ala lelaki lalu berpelukan.
" Gue baik..lo ngapain tadi ?" Tanya Ryan. Ia datang bersama Azka dan Erik.
" Tadi kapan?" Tanya Sultan.
" Itu barusan lo pegang wajah dia." Ucap Ryan
" Oh itu panjang ceritanya. Sini masuk dulu masa ngobrol di depan pintu." Ajak Sultan pada Mereka.
" Silahkan duduk !"
" Gak ditawarin juga gue bakal duduk, masa mau berdiri terus !" Celetuk Azka.
" Iya..iya ..anggap aja kantor sendiri !" Sarkas Sultan.
" Hehe... Kita ganggu momen lo ya, makanya sensi." Sindir Azka.
" Momen apa sih ? " Tanya Sultan jengah.
" Hahaha dia kayaknya gak sadar udah jadi bahan gosip." Ryan heran dengan temannya ini
" Gosip apa? Eh iya Rik, saya bingung kenapa kok saya merasa semua karyawan melihat saya seperti melihat sesuatu yang aneh. Sebenarnya apa yang terjadi selama saya pergi ?"
" Nah..itu dia yang tadi saya bilang kamu sudah jadi bahan gosip di sini. Kamu tidak sadar?"
" Gosip apa?" Azka tersenyum miring. Dia mendekat dan berbisik di telinga Sultan.
" Gosip kalau kamu homo." Bisik Azka.
" Apa?"
"Iya, jangan-jangan gosipnya bener lagi? Buktinya, tadi itu lo pegang-pegang wajah David." Kata Azka.
" Ya ampun bukan begitu ..kalian salah paham. Masa iya gue homo ! Bini gue aja lagi hamil . Gue masih normal kali. masih suka melon dari pada tutup gelas !"
" Hahahaha....tutup gelas." Azka tertawa.
" Dari mana datangnya gosip ini. Wah gak benar ini. Merusak nama baik gue. Pantes tadi ada 3 cowok gak mau naik lift ama gue." Gumam Sultan.
" Udah, gak usah di ambil hati. Itumah gampang. Lo tinggal suruh Fathi ke sini tiap hari. Lama-lama gosip itu akan tenggelam. "
" Iya sih ..udahlah masalah gue udah banyak, ngapain mengurusi masalah tidak penting seperti itu. Lagi pula jika mereka bilang saya homo itu bagus , artinya tidak akan ada cewek yang deketin gue. Dan Fathi tidak akan nyuruh gue mandi kembang lagi sama nyikatin badan gue. "
...----------------...
Terima kasih buat semua dukungan kalian 😘😘😘💖💖💖
Jangan lupa jaga kesehatan
❤❤❤ Love you all ❤❤❤
Baca juga karya teman author. Terima kasih.💙💙
__ADS_1