
Jika Hasbi sedang makan malam bersama dengan Kayla juga mantan istri dan mantan mertuanya. Berbeda dengan Mala yang sedang menunggu Hasbi pulang. Dia menelepon Hasbi tapi tidak di angkat. Jam sepulun Hasbi baru pulang.
" Mas.. kok baru pulang biasanya jam 9?"
" Aku dari rumah Amih dulu. Nengokin Amih."
" Oh..Kenapa telepon Mala tidak diangkat ?"
" Ponselnya di tas, aku silence jadi tidak tahu kamu telepon ! Sudah ya aku mau tidur, cape." Entahlah Hasbi merasa kesal pulang ke rumah. Ia masih rindu Kayla juga Fathi. Ia senang sekai tadi bisa bersama Fathi dan Kayla . Serasa mereka belum bercerai. Tapi ketika Fathi pamit pulang ia seolah dibangunkan dari mimpi. Dan tersadar kalau mereka sudah bercerai.
Tapi mungkin jika hubungan mereka baik seperti ini mungkin Fathi bisa menerimanya kembali dan rujuk. Hanya satu hambatannya.. Kemala.
Hasbi merasa pusing setiap memikirkan Mala.
" Mas, kamu tidak makan dulu?"
" Aku sudah makan di rumah Amih !" Hasbi berlalu pergi ke kamar.
Mala menatap meja dengan sendu. Ia kemudian membereskan meja makan itu dan menyimpan semua makanan ke dalam kulkas.
***
Pagi hari...Fathi akan pulang kembali ke Bandung ia tidak bisa lama. Tapi ia akan mampir sebentar untuk mengontrol usahanya bersama Sisca. Ia juga akan ke tempat Resty.
Fathi pergi sendiri tidak bersama Kayla. Ia titipkan Kayla pada Bunda.
Ia pergi ke tempat restoran usahanya bersama Sisca. Sekarang jam 9 dan restoran sudah buka. Memang restoran ini menyiapkan menu sarapan dan buka dari jam 8 pagi. Fathi masuk ke dalam . Ia langsung naik ke atas ke ruangan Sisca.
" Maaf Bu.. selain pegawai di larang naik ke atas ." Seorang wanita menegur Fathi.
" Maaf tapi saya mau bertemu Ibu Sisca. Saya sudah ada janji dengannya."
" Maaf Bu. Ibu tunggu saja di dalam restoran biar nanti saya yang bilang sama Bu Sisca. Lagipula Bu Sisca belum datang."
Memang belum ada pegawai yang mengenalnya karena Fathi belum pernah ke sini, dia hanya menyerahkan semuanya pada Sisca.
"Hm.. baiklah aku tunggu didalam saja. Tolong bilang sama Sisca kalau Fathi sudah datang." Fathi berjalan melewati wanita itu dengan anggun. Ia lalu mencari tempat duduk.
" Fathi..." Seseorang memanggilnya Fathi menengok ke arah orang itu.
" Hai..tuan Fariz ya?" Tanya Fathi
" Iya..Apa kabar? Saya tidak menyangka kita ketemu di sini. Sedang apa kamu di sini?" Sultan berdiri.
" Saya mau ketemu teman. Anda teruskan saja makannya. Anda sering makan di sini?" Tanya Fathi
" Maukah kamu duduk di sini? Biar saya tidak terlihat menyedihkan makan sendiri." Ajak Sultan .
__ADS_1
" Ah..saya tidak mau mengganggu." alasan Fathi.
" Tidak...tidak mengganggu saya justru senang."
" Baiklah ." Fathi kemudian duduk bersama Sultan.
" Saya sering makan di sini. Makanannya enak, favorit saya. Sama seperti restoran kamu yang di Bandung. " Ucap Sultan.
" Iya pasti sama, karena pemiliknya juga sama." Ucap Fathi terkekeh.
" Benarkah? Sudah saya duga. Saya juga curiga, tapi karena nama restorannya berbeda saya pikir berbeda pemiliknya."
" Kalau yang ini saya bekerja sama dengan teman saya, Sisca namanya. Kalau yang di Bandung itu punya saya sendiri."
" Oh..begitu.." Sultan mengobrol sambil menikmati sarapannya.
" Anda tidak sarapan ?" Tanya Sultan
" Tidak saya sudah sarapan tadi di rumah." Jawab Fathi.
Mereka kembali terlibat obrolan hangat kadang Fathi tertawa mendengar guyonan Sultan.
" Khem..Apa saya mengganggu tuan Sultan, Fathi." Sisca datang. Sekilas dia melihat Fathi dengan pandangan tidak suka. Tapi Fathi tidak menyadarinya.
" Sisca ! gue kangen banget. Apa kabar lo ? Sorry ya gue baru datang ke restoran."
" Tuan Sultan, hari ini datang lebih pagi ya." Ucap Sisca tersenyum.
" Iya saya belum sarapan." Jawab Sultan dengan nada datar. Selama dia datang ke restoran ini. Sisca selalu berusaha mendekatinya. Tapi Sultan bersikap dingin .
" Kamu sudah kenal dengan Tuan Sultan Fathi ?"
" Iya kami sudah kenal lama waktu itu kita ketemu di Bogor ya Tuan Sultan. " Fathi menekankan kata Tuan Sultan yang menurutnya lucu.
" Tidak betul Nona Fathiyah. Yang betul itu kita bertemu pertama kali di kantornya Ryan, maksudku R Corps ." Fathi tahu R Corps adalah kantor mantan suaminya bekerja.
" Benarkah ? Tapi aku tidak melihat anda ?" Fathi merasa tidak pernah melihat Sultan di sana.
" Ya ..tapi aku melihat kamu, waktu itu kamu menabrak ku atau aku menabrak mu ." Sultan tersenyum pada Fathi. Senyum yang tak pernah di berikan pada Sisca.
Sisca merasa cemburu. Jadi Fathi lebih dulu kenal dengan Sultan. Dan sepertinya Sultan menyukai Fathi. Apakah Sultan sudah tahu kalau Fathi hanya seorang janda beranak satu.
" Oh..ya Fathi katanya kamu mau menemuiku ayo kita ke ruanganku saja. " Ucap Sisca tegas .
" Baiklah . Ah iya Pak Riz..selamat menikmati sarapan anda , saya permisi dulu." Fathi pamit pada Sultan.
" Fathi..apakah kita bisa bertemu nanti?" Tanya Sultan begitu Fathi hendak pergi.
__ADS_1
" Bukankah setiap weekend kita ketemu. " Jawab Fathi.
" Iya tapi tidak mengobrol. Bagaimana kalau kamu dan orang tua kamu saya undang makan siang nanti di rumah . Orang tua saya pasti senang." Ucap Sultan.
" Hm..nanti saya tanyakan dulu sama Ayah dan Bunda ya." Ucap Fathi.
" Ok ! Saya tunggu jawabannya secepatnya. " Sultan lalu menyerahkan ponselnya pada Fathi.
" Apa ?" Tanya Fathi tidak mengerti
" Bagaimana aku bisa menanyakan jawabannya kalau aku tidak tahu no kamu."
" Oh.. ." Fathi mengetikkan no nya pada ponsel Sultan. Sultan tersenyum senang mendapat no Fathi. selangkah lebih maju hubungannya dengan Fathi. Sisca terlihat tidak senang.
" Ayo Fathi.. aku sibuk tidak banyak waktu sepertimu !" Fathi terkejut mendengar nada ketus Sisca.
" Iya , ayo." Fathi menyusul Sisca yang lebih dulu pergi.
Fathi masuk ke ruangan Sisca ..ruangannya terasa nyaman. Dia lalu duduk di sofa.
" Fathi setelah menjadi janda, apakah lo berniat untuk menikah lagi ?"
" Hah ? Kenapa lo bertanya seperti itu ? " Fathi heran setelah lama tidak bertemu. Sisca justru menanyakan ini.
" Gak apa-apa, karena gue lihat lo udah mulai menarik perhatian cowok . Janda memang selalu lebih menarik. " Ucap Sisca sambil tertawa. Tapi Fathi merasa Sisca sedang meledaknya. Ada apa dengan sahabatnya ini?
" Oh ya Fath. Aku sudah ada rencana mau mengembangkan restoran ini. Aku mau menambahkan menu western dan oriental. "
" Hm..Begitu. Restorannya memang ramai. Tempatnya juga nyaman. Pasti omset juga besar. Apa kau mau usaha sendiri Sisca? Aku tidak keberatan, karena menurutku kerja sama di saat salah satunya tidak berkenan lagi, tidak akan baik. Ok ! Kalau begitu aku ambil sahamku dan aku tidak mau semua menuku tersaji di restoran ini !" Fathi merasa itu kode Sisca bahwa ia ingin usaha sendiri.
" Deal, aku tidak masalah karena aku juga sudah punya menu sendiri. Semua sahammu akan ku kembalikan. " Ucap Sisca
" Ok ! Aku serahkan semua pada pengacaraku. Nanti ia akan datang ke sini. Membahas semuanya. Kalau begitu aku pergi dulu. Selamat tinggal Sisca ." Fathi pergi dengan perasaan tak karuan. Ia bingung kenapa Sisca bersikap seperti itu.
" Fathi " Sultan memanggil Fathi yang melewatinya.
" Eh.. Pak Riz.. masih di sini ?" Tanya Fathi
" Iya ..saya cuma mau bilang, Mamah senang sekali jika kamu mau makan siang di rumah." Padahal Sultan belum menelepon mamahnya . Ia merasa akan terjadi sesuatu antara Sisca dan Fathi. Jadi ia menunggu Fathi.
" Ih Pak Riz , kenapa bilang sama mamahnya. Fathi kan jadi gak enak nolaknya. Pak Riz sengaja ya ?" Sultan hanya terkekeh.
" Ya udah deh saya mau ." Jawab Fathi akhirnya dia setuju.
" Alhamdulillah. " Sultan tersenyum lebar dia bahagia semua proses pendekatan berjalan lancar.
Mereka keluar restoran bersama. Pada saat yang sama lewat sebuah mobil hitam. Yang di dalam mobil, melihat pemandangan di mana Fathi sedang tertawa bersama pria keluar dari restoran. Dia marah dan cemburu. Dia tidak terima Fathi bisa bahagia bersama pria lain.
__ADS_1
...----------------...