
Malam hari. Kayla mendatangi kamar Alfa.
" De boleh Kakak masuk ?" tanya Kayla.
"Masuk Kak!"
"Kakak mau bicara sama kamu bisa?" tanya Kayla.
"Ya Kak, ada apa?"
"Begini, Kakak mau tahu bagaimana perasaan kamu pada Vio?" Alfa langsung melihat Kayla mendengar pertanyaan Kakaknya.
"Vio? Kenapa memangnya?" tanya Alfa heran.
"Gak ... Kakak tahu bagaimana kamu, kamu itu orang yang selalu menjaga mata, hati dan perkataan kamu. Sampai kamu ingin pesantren. Kakak pikir kamu anti perempuan dan anti merayu karena ya tahu sendiri kamu terlihat alim!" ucap Kayla.
"Terus?" tanya Alfa.
"Ya Kakak heran aja, kenapa kamu merayu dia? Selama ini kamu gak pernah loh seperti itu pada perempuan lain, atau Kakak yang tidak tahu?" Alfa tersenyum mendengar Kakaknya.
"Jangankan Kakak, Alfa aja gak tahu kenapa Alfa begitu? Ini kan juga pertama kali buat Alfa."
"Pertama kali bagaimana?" tanya Kayla.
"Iya, Pertama kali merasakan gemas sama seorang perempuan, kagum, dan simpati. Bayangin aja deh Kak, dia itu berjuang kerja keras, untuk mendapatkan rizki. Aku aja yang baru nganter Pizza sebentar udah kepanasan, akhirnya aku minta Mang Barna yang nerusin. Tapi dia ... seharian berada di jalan, pake hijab juga, kan tangguh Kak."
"Terus kenapa kamu gombalin dia?"
"Aku gak gombal Kak, itu keluar begitu aja dari mulutku. Aku juga gak sadar mengatakannya. Tapi dia memang menggemaskan."
"Tapi lain kali jangan begitu lagi ya, orang akan berpikir kalau kamu ini tukang gombal! Jika kamu kagum pujilah Allah dalam hati yang telah menciptakannya."
"Iya Kak, maaf Alfa salah. seharusnya Alfa bisa menjaga perkataan Alfa," sesal Alfa.
"Iya, ingat kata Mamah tadi. Jika perkataan kamu bisa buat baper orang dan salah paham menganggap kamu menyukainya, bisa repot nanti kamu." Peringatan Kayla.
"Iya Kak."
"Tapi Kalau kamu sudah mulai ada rasa suka sama lawan jenis. Kamu harus bisa milih yang baik. Minta petunjuk sama Allah apakah dia adalah jodoh terbaik untukmu dan pintalah pada Nya untuk jadikan dia jodohmu."
__ADS_1
"Kakak apaan sih. Alfa kan masih kecil baru kelas 1 SMA, belum kepikiran cinta-cintaan," sanggah Alfa.
"Masih kecil tapi bikin baper orang!" sindir Kayla. Sedangkan Alfa hanya nyengir.
"Nyengir aja! Ya udah Kakak mau tidur. Kamu juga tidur!"
"Iya Kak."
Kayla keluar dari kamar Alfa dan menutup pintu.
Alfa merenungkan perkataan Kakaknya.
"Benarkah aku sudah menyukainya. Tidak mungkin, aku hanya mengaguminya saja." gumamnya.
"Aku baru bertemu dengannya pertama kali. Dia juga lebih tua dariku, tapi dia seperti boneka. Tidak ... tidak mungkin aku menyukainya." Alfa terus berdebat dengan dirinya sendiri.
***
Pagi hari semua keluarga Sultan sedang sarapan.
"Kay, kamu kuliah sampai jam berapa?" tanya Sultan.
"Jadwalnya sih sampai jam dua Pah," jawab Kayla.
"Biar Alfa aja Pah." Alfa menawarkan diri untuk menjemput Kayla.
"Kamu pulang jam berapa?" tanya Sultan.
"Kata Lion, hari ini pulang cepat. Malah kami tadinya mau main dulu." jawab
"Ya sudah nanti kamu jemput Kakakmu ya, tapi jangan ngebut!"
" Iya Pah."
"Papah berangkat sekarang ada meeting pagi. Kamu mau bareng Papah atau Sama Alfa?"
"Sama Alfa aja Pah. Mau kan de antar Kakak?"
"Iya Kak."
__ADS_1
"Ya sudah Papah berangkat ya, assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Fathi mengantar suaminya ke depan.
"De nanti biar Kakak yang bawa motornya!"
"Jangan Kak, berat! Aku aja gak kuat. Lagian Kakak motor tuh di naikin bukan di bawa."
"Gak lucu!" Kayla kesal Alfa hanya terkekeh.
"Emang kenapa sih Kak?" tanya Alfa.
"Kamu belum ada SIM," jawab Kayla.
"Gak apa-apa kali Kak, Papah aja bolehin."
"Ya mungkin karena Papah tahu kamu udah mahir dan percaya sama kamu. Kakak juga tahu kamu mahir bawa motor dan hati-hati, tapi orang lain belum tentu. Nanti, misalnya ada orang yang nabrak kita, tapi karena kamu masih di bawah umur dam belum punya SiM tetap aja kamu yang di salahin padahal kamu ada di pihak yang benar." Kayla mencontohkan.
"Kakak sayang kamu. Kakak khawatir sama kamu. Jadi kalau bisa kamu gak usah bawa motor lagi sampai punya SIM ya."
"Kemarin-kemarin gak apa-apa!" protes Alfa.
"Iya,sampai Kakak lihat youtube tadi malam. Itu membuka mata Kakak."
"Ya udah ayo kita berangkat!" ajak Alfa.
"Ayo."
Mereka keluar setelah berpamitan pada Fathi. Kayla menaiki motornya.
"Ini sih, namanya Alfa yang di anter jemput!" ucap Alfa.
"Ya gak apa-apa sayang. Ayo naik!"
Dengan wajah cemberut Alfa naik di belakang Alfa.
"Apa kata teman-teman di sekolah nanti? Ada anak baru di antar sama cewek!" gerutu Alfa.
__ADS_1
Kayla hanya tersenyum di balik helm.
...----------------...