Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 58


__ADS_3

Hasbi yang merasa di perhatikan mengalihkan pandangan pada teman makan siangnya. Wajah Hani bersemu merah. Dia jadi malu kepergok Hasbi sedang memperhatikannya. Mereka baru bisa makan, melewati jam makan siang. Karena tadi rapatnya sangat lama. Jadi mereka berdua langsung makan. Sebenarnya Ryan mengajak mereka makan bersama tapi Hasbi merasa canggung . Jadi ia menolak ajakan Ryan. Hani juga menolak. Jadi mereka makan berdua di kantin kantor.


Hasbi bingung dengan sikap Hani. Tapi dia tidak perduli dan terus makan.


Sedangkan Mala. Dia ingin ke kantor Hasbi dan makan siang dengannya. Tapi dia ingat Hasbi melarangnya pergi ke kantor. Mala malas pulang ke rumah. Akhirnya dia memilih ke rumah Amih saja dari pada sendirian di rumah. Mala habis melamar pekerjaan ternyata sangat susah. Dulu dia bekerja tanpa lamaran. Karena di masukkan oleh Rey.


Sampai sesiang ini belum satupun yang menerimanya. Terpaksa dia hanya menitipkan lamaran pada resepsionis atau satpam.


Mala melajukan mobilnya ke rumah Amih. Sampai di rumah Amih,keadaan terlihat sepi. Mobil Apih pun tidak terlihat. Mala turun dan langsung mengetuk pintu rumah Amih.


Tangannya bahkan belum mengetuk baru saja menempel di badan pintu. Pintu sudah terbuka.


" Astagfirullah.." Ujar seseorang di balik pintu. Ia terkejut begitu membuka pintu ia melihat Mala


" Eh...Apih. Assalamu'alaikum Pih."


" Wa'alaikumsalam. Masuk Mal !"


" Mau ke mana Pih"


" Mau ke luar dulu. Beli sesuatu untk Amih. Masuk langsung ke kamar aja . Amih ada di kamar !"


" Iya Pih." Apih keluar. Mala masuk dan langsung ke kamar Amih.


" Assalamu'alaikum." Salam Mala begitu masuk kamar Amih.


" Wa'alaikumsalam." Amih melihat ternyata Mala yang datang.


" Amih apa kabar?" Mala yang melihat Amih begitu lemas. Baru menyadari kalau Amih ternyata sedang sakit.


" Alhamdulillah sudah lebih baik."


" Syukurlah. Maaf Amih aku tidak tahu kalau Amih sakit. Aku ke sini tidak bawa apa-apa."


" Gak apa-apa Mal. Kamu datang saja Amih sudah seneng." Amih duduk dan hendak bangun.


" Amih mau ke mana?"


" Amih mau ke kamar mandi dulu."


" Sini biar Mala bantu !" Mala membantu Amih ke kamar mandi. Mala menunggu di pintu. Setelah Amih selesai Mala menuntunnya kembali ke tempat tidur.


" Amih sudah makan?"


"Sudah Mal"


" Amih..nih kuenya." Apih datang membawa bungkusan.


" Makasih Pih"


" Mih..karena sudah ada Mala. Apih tinggal dulu ke kantor ya ?"


" Iya Pih, pergi saja. Ada Mala yang jaga Amih."


" Ya sudah. Mal titip Amih ya tolong jagain sampai Apih pulang."


" Iya ..Pih ." Apih pun pergi.


" Kamu dari mana Mal?" Pertanyaan Amih mengejutkan Mala yang sedang memperhatikan Apih.

__ADS_1


" Hah..oh Mala habis melamar pekerjaan Amih . Tapi belum dapat."


" Melamar pekerjaan ? Kenapa bekerja? Apa Hasbi tidak menafkahi kamu?"


" Hasbi menafkahi Mala kok Mih. Mala cuma mau cari kegiatan. Mala bosen di rumah terus, cuma bengong sendirian. Mas Hasbi sekarang pulangnya malam. "


" Kalau kamu mau cari kegiatan untuk mengisi waktu kamu ikut Amih aja. Gak usah cari kerja ."


" Ikut Amih bagaimana?"


" Iya ikut Amih. Amih punya toko. Kamu jagain toko Amih."


" Iya Amih boleh, sebelum Mala mendapat pekerjaan. Tapi toko apa Amih ?"


" Toko emas."


" Oh..wow . Toko emas !"


" Kamu kenapa kaget. Emang kamu gak tahu ya. Hasbi sama Fathi gak pernah cerita ?"


" Gak ." Mala menggelengkan kepala.


" Ya ampun kamu sudah menikah setahun lebih tapi tidak tahu Amih punya toko emas?"


" Iya Amih...maaf." Mala tersenyum canggung.


" ya sudah. Nanti kalau Amih sudah sembuh.Kamu ikut Amih. Belajar bagaimana mengelola toko."


"Iya."


Setelah mengobrol Amih tertidur. Mala meninggalkan Amih ke ruang keluarga dan menonton TV.


Sudah Azan Ashar tapi Apih belum pulang. Mala ingin sholat ashar dulu. Perutnya terasa lapar. Ia belum makan siang. Nanti setelah sholat ia akan pulang. Mala ke kamar Hasbi lalu ia sholat di sana.


" Amih sudah bangun. Mala mau pulang dulu. Mala mau masak makan malam Buat Hasbi. " Maa pamit pada Amih.


" Iya Mal..terima kasih kamu sudah nemenin Amih. " Ucap Amih


" Tapi Apih belum pulang. Apa tidak apa-apa Amih Mala tinggal."


" Gak apa-apa Mala. Sebentar lagi juga Apih pulang ."


" Baiklah Amih. Mala pulang. Assalamu'alaikum " Mala mencium tangan Amih dan pergi keluar.


Begitu Mobil Mala pergi dari rumah Amih. Datang mobil lain masuk ke pekarangan rumah Amih.


Turun dua orang dari mobil. Mereka berjalan ke depan pintu dan mengetuknya. Pintu sudah dalam keadaan sedikit terbuka tapi tidak ada yang menjawab.


" Bagaimana Fath. Pintunya terbuka apa kita masuk saja?"


" Amih kan sedang sakit . Mungkin dia di kamar gak bisa bangun. Jadi kita masuk saja."


Fathi dan Bunda membuka alas kaki dan masuk.


" Assalamu'alikum ." Mereka memberi salam, walau tak ada jawaban.


Fathi langsung ke kamar Amih. " Amih, Assalamu'alaikum."


Amih yang sedang melihat ponsel terkejut mendengar suara Fathi. Lalu ia mengalihkan pandangan ke pintu. Ada Fathi di sana sedang menggendong Kayla bersama Bunda di sampingnya. Senyum Amih terbit.

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam. Masuk sayang sini. Aduh cucu Eyang sini sama Eyang."


Fathi mencium tangan Amih lalu mendudukkan Kayla di tempat tidur Amih .


Kayla ikut menciun tangan Amih.


" Duh pinternya cucu Eyang. " Amih mengusap kepala Kayla dan memciumi pipinya.


" Yang..kit?" Amih menatap Fathi.


" Eyang sakit?" Fathi menjelaskan maksud Kayla.


" Iya sayang Eyang sakit. Eyang kangen sama Kayla."


" La angen Yang ."


" Aduh cucu Eyang udah pinter ngomong yah." Senyum Amih terus mengembang. Iya terlihat bahagia bisa bertemu Kayla. Semangatnya kembali. Ia bisa bertemu Kayla kapanpun . Ia pikir Fathi akan mempersulit mereka untuk bertemu Kayla. Tapi ternyata Fathi sangat baik bahkan mengantarkan Kayla.


" iya La ter ." Amih tertawa .


" Wah pantas Amih tertawa sampai kedengaran keluar. Ternyata di tengokin cucu ." Suara Apih yang baru saja pulang membuat tawa Amih berhenti.


" Fathi , Bu Siti apa kabar?"


" Baik Apih, Apih apa kabar?" Fathi mencium tangan Apih.


" Alhamdulillah baik." Ucap Bunda.


"Alhamdulillah Apih juga baik."


"Assalamu'alaikum. Kayla ! Papah kangen ." Hasbi langsung menggendong Kayla. Dia sengaja pulang cepat karena ingin bertemu Kayla.


"Wa'alaikumsalam." Fathi melihat bagaimana Hasbi dan Amih begitu bahagia bisa bertemu dengan Kayla. Tapi perasaanya sudah biasa saja melihat Hasbi tak ada perasaan sedih atau apapun itu.


Mereka semua berbicara penuh kehangatan. Tingkah Kayla membuat semua tertawa.


" Kamu Hasbi kenapa gak pernah bilang Amih. Kalau kamu sering vc sama Kayla?"


" Amih gak pernah nanya."


" Curang kamu. Kalau tahu gitu Amih juga kan mau vc an sama Kayla. Boleh ya Fath?"


" Tentu boleh Amih. Masa Eyangnya nelepon gak boleh. Eyang mau ketemu juga boleh cuma Kayla gak bisa sering ke Jakarta . "


" Ah itumah gampang nanti Amih yang akan sering ke Bandung." Amih bahagia sekali.


" Fath, Bu Siti maafkan saya yang sudah menyakiti Fathi. Maafkan Hasbi juga." Amih terlihat sendu.


" Iya Bu Najwa sudahlah semua sudah berlalu. Sekarang kita semua harus bahagia dan fokus ke depan jangan selalu menengok ke belakang. Cukup jadikan masa lalu itu pelajaran." Ucap Bunda bijak.


" Iya Amih..Fathi juga sudah memaafkan semuanya. Kita tetap bisa bersilaturahmi demi Kayla." Fathi teraenyum.


" Terima kasih kalian memang baik. " Amih tersenyum lembut.


" Kalian makan malam di sini ya." Pinta Amih dengan penuh harap.


Fathi ingin menolak tapi tidak tega dengan Amih . Akhirnya Fathi dan Bunda setuju.


Mereka larut kembali dalam tawa karena tingkah Kayla. Lega perasaan Amih setelah meminta maaf pada Fathi. Amih semakin menyesal telah menyakiti Fathi. Fathi memang berlian dan Hasbi telah kehilangannya. Amih berdo'a semoga Fathi dan Hasbi bisa berjodoh kembali.

__ADS_1


...----------------...


"


__ADS_2