
Amih sedang tidur siang, Fathi ke kamarnya bersama Kayla.
Mala yang baru selesai sholat keluar kamar tak lupa membawa ponselnya. Begitu sampai di ruang tengah tak ada siapapun . mungkin amih sedang tidur. Kak Fathi pasti di kamarnya bersama Kayla.
Mala yang bosan menonton sendiri , ingin menelepon Hasbi. Tapi yang terdengar nada sibuk dan suara operator.
" Mas Hasbi sedang menelepon siapa ya? mungkin urusan pekerjaan ."
Sementara di kamar Fathi. Fathi sedang video call dengan Hasbi.
" Sayang , apakah harus aku tidur di kamar Mala malam ini ?"
" Iya ..sayang harus ! , bersikap adil lah pada kedua istrimu mas !" Fathi tersenyum, ia tidak mau terlihat sedih dan menjadi beban pikiran Hasbi. Ia harus terlihat baik- baik saja.
" Bisakah Kayla juga tidur di kamar bersama ku dan Mala ?"
" Kenapa begitu mas ? apa menakutkan tidur dengan Mala sehingga harus di temani Kayla ?" Fathi terkekeh.
" Bukan begitu sayang.. tapi rasanya canggung kalau hanya berdua ."
" Apa kau takut tergoda dan akhirnya kau melakukannya ? secara Mala itu cantik dan seksi tak mungkin sebagai lelaki normal kau tidak tergoda mas . Aku sendiri heran bagaimana selama ini kau tidak pernah melakukannya dengan Mala. Kalian sudah halal dan kau boleh melakukannya mas, itu sudah hak Mala. Walaupun sakit hatiku mas tapi itu kewajibanmu , dan aku tak mau jadi alasanmu melalaikan kewajiban itu, aku akan berdosa jika melarangmu mas . "
" Maafkan aku Fathi telah membuatmu dalam situasi seperti ini. Sebagai seorang suami dan kepala keluarga aku telah mengambil keputusan yang salah , sehingga menggoyangkan bahtera kita .Syukurlah aku bersama dengan partner nahkoda yang hebat sepertimu, kau berusaha membuat bahtera kita stabil dan tidak karam di tengah perjalanan. Aku tidak bisa menarik kembali keputusanku Fathi, yang ku bisa hanya menjalaninya. " ucap Hasbi.
" Entah akan ku bawa ke mana bahtera ini ? Semoga Allah selalu membimbing dan memberi petunjuk Nya, serta meridhoi keluarga ini agar selalu mendapat berkah Nya amiin. " Hasbi terdiam dan menatap Fathi.
" Sayang.. kumohon , tetaplah bersamaku. Dampingi aku seumur hidupku .. aku tidak minta janjimu untuk terus bersamaku karena ku takut akan membebanimu , seperti aku yang terbebani janji seumur hidupku, ketika aku berjanji pada ayah Mala. Aku hanya minta padamu, berusahalah agar terus bersamaku. Jika suatu saat nanti kau sudah tak sanggup, kau harus mengatakan padaku ! jangan kau tahan dan membuatmu tersiksa. Yang ini, aku minta janjimu. Kau harus berjanji akan mengatakan padaku , sedihmu , bahagiamu dan sakitmu ..kau mau berjanji padaku ?"
" Ya ..aku berjanji padamu, aku akan mengatakannya jika aku sudah tak sanggup lagi menaiki bahtera ini ."
" Fathi , bagaimana jika kau mengunjungi keluargamu ? Mereka pasti senang bertemu denganmu, mereka pasti merindukanmu. Setelah kau pulang dari rumah sakit, kau belum pernah bukan bertemu dengan mereka ?"
" Iya mas benar , aku juga merindukan mereka. Apakah mas mengijinkan aku pergi ?"
" Tentu mas ijinkan, pergilah lepaskan rindumu pada mereka , aku merasa bunda segan ke rumah kita karena ada Mala , kau pasti paham ."
" Tapi aku ingin pergi dengan Kayla , boleh mas ?"
" Bisakah kau pergi tanpa Kayla ?"
" Mas .. please mas , aku akan pergi bersama Kayla atau aku tidak akan pergi !"
" Ya baiklah kau boleh bawa Kayla !"
__ADS_1
" Terima kasih mas , " Kayla tersenyum lebar terlihat cantik dengan lesung pipinya.
" Kau cantik sekali, kamu pergi jangan lama-lama ya besok pagi kamu sudah ada di rumah !"
" Mas.. tega sekali kamu , masih pagi Kayla masih tidur . Bagaimana kalau pas makan siang aku akan ke kantor mas bersama Kayla, membawa makanan . Kita makan bersama ya mas "
" Baiklah ..aku tunggu ya . Kapan kamu akan berangkat ke rumah bunda mau aku antar ?"
" Tidak usah nanti kamu lelah, alu berangkat sendiri saja . Mungkin nanti setelah ashar mas ."
" Ok.. hati-hati di jalan , nanti setelah sampai kabari mas ya ! jika mas tidak mengangkat telepon, chat mas saja . Takutnya mas sedang rapat ."
" Iya..mas, sudah ya mas sudah mau ashar. Kamu juga harus bekerja nanti bos mu marah ! Assalamu'alaikun ."
" Wa' alaikumsalam." Hasbi kemudian dadah dan memberi kiss bye. Fathi tersenyum dan membalas kiss bye Hasbi. Lalu Hasbi mematikan sambungan ponselnya.
Semoga dengan perginya Fathi ke rumah orang tuanya dapat menghibur Fathi. Hasbi tahu perasaan Fathi pasti terluka. Dia tak ingin menambah luka itu, dengan membiarkan Fathi melihatnya bersama Mala.
Hasbi merasa serba salah dengan keadaannya , Jika dia bersama Fathi , Mala terluka begitu juga sebaliknya. Ia merasa seperti pria brengsek yang tidak setia. Berat sekali hidupnya . Apakah semua pria yang poligami merasakan yang dia rasakan atau hanya dia seorang ? Entahlah .. ah kenapa dia memikirkan perasaan orang lain . Lebih baik dia bekerja sekarang.
Hasbi meninggalkan ponselnya di dalam laci agar tidak mengganggu pekerjaannya , ia akan rapat sebentar lagi.
Begitu Hasbi menutup lacinya, ponselnya menyala dan bergetar tertera nama Mala.
Tadi suara sibuk sekarang gak diangkat, kenapa susah sekali mengubungi Hasbi ?
Siapa tadi ya yang ditelepon Hasbi ? lama sekali mereka teleponan .
Fathi kah yang tadi berteleponan sama mas Hasbi? pikir Mala.
Orang yang dipikirkan kini sedang berjalan ke arahnya menggendong Kayla.
" Mala aku titip Kayla ya , aku mau bikin kue dulu , terima kasih !" Fathi menyerahkan Kayla pada Mala.
Fathi akan membuat kue brownis kukus, putri ayu dan bubur kacang hijau. Dia akan membawa sebagian kerumah bunda.
" Tumben kak Fathi bikin kue ." Mala ke dapur untuk melihat Fathi.
" Kak Fathi , perlu bantuan ?"
" Tidak usah Mal, kamu tolong jagain Kayla aja !"
Fathi sedang mengocok terigu, telor dan gula memakai mixer. Lalu memasukkan air perasan daun suji ke dalam adonan. di mixer lagi.
__ADS_1
" Wah kak Fathi pinter bikin kue aku belum bisa membuat kue. " ucap Mala .
" Nanti lain kali kita masak berdua membuat kue oke !"
" iya kak ." Kadang Mala senang dengan Fathi dia baik dan Mala merasa seperti mempunyai kakak. Andai dia bertemu dengan Kak Fathi dalam suasana dan kondisi yang berbeda mereka pasti bisa menjadi sahabat dekat.
Fathi sedang mengolesi minyak pada cetakan putri ayu, kemudian menaruh parutan kelapa yang sebelumnya sudah ia kukus agar tahan lama dan tidak mudah basi. Parutan kelapa di ratakan , kemudian menaruh adonan sampai penuh . Setelah itu Fathi menaruh 15 cetakan yang sudah terisi adonan ke dalam panci kukus, yang sudah mendidih airnya .dan ditutup pancinya , sambil menunggu matang Fathi mengisi kembali cetakan kuenya. 40 menit semua kue putri ayu jadi, ia membuat 80 potong kue. Sekarang ia akan membuat brownis kukus,6$ bubur Kacang hijaunya masih keras belum matang.
Kayla senang melihat Fathi membuat kue , dia selalu tepuk tangan dan ikut membantu...membantu mengacak-ngacak dapur.
1 jam kemudian kue brownis dan bubur kacang hijau sudah jadi . Fathi memasukkan 1 loyang brownis ke dalam wadah untuk di bawa ke rumah bunda dan 1 lagi untuk di sini. Fathi juga membawa 20 potong kue putri ayu .
Kebetulan waktu ashar telah tiba , Fathi meminta tolong pada Mala untuk membereskan dapur, sementara Fathi dan Kayla mandi.
" Ini wangi sekali , kamu masak apa Mala ?"
" Eh amih , tidak mih. Kak Fathi yang masak . Tadi kak Fathi membuat kue brownis, putri ayu sama bubur kacang hijau." Jawab Mala.
" Oh .begitu, Ya sudah amih mau sholat dulu. tolong siapkan bubur kacang hijau ya nanti habis sholat amih mau makan itu !"
" iya mih ."
Amih berlalu ke kamar. Mala segera mengambil mangkok dan mengisinya dengan bubur kacang hijau.
" hm..wanginya enak." Mala tersenyum.
Fathi sudah selesai mandi dan sholat ia sudah tampil cantik dengan gamis pastelnya dan hijab yang berwarna senada. Kayla juga sudah terlihat cantik menggemaskan dengan hijab kecilnya.
Fathi keluar kamar membawa Tas baby berisi keperluan Kayla . juga pakaiannya mereka akan menginap 1 malam di rumah bunda.
Fathi menyimpan tasnya di ruang tengah dan menuju dapur untuk mengambil kue yang akan di bawanya.Di dapur ada Mala dan amih.
" Loh Fathi mau ke mana ? sudah tampil cantik." Tanya amih.
" Fathi mau ke rumah bunda sama Kayla, kemungkinan Fathi menginap 1 malam di sana . Fathi rindu mereka, sudah lama sekali rasanya tidak bertemu ?"
" Tidak bisakah lain kali ke rumah bundanya , ada amih loh di sini. Masa kamu tinggalkan amih ?"
" Maaf amih sebenarnya ini mas Hasbi yang menyuruh Fathi. " Biarlah dia menjual Hasbi yang penting ia bisa keluar sejenak dari rumahnya malam ini, lagi pula ia tak berbohong memang tadi Hasbi yang memintanya.
" Maaf mas aku memakai namamu sebagai alasan ." batin Fathi .
...----------------...
__ADS_1