Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 31. Pindah Rumah


__ADS_3

Fathiyah turun dari mobil dengan menggendong Kayla. Ia melihat Hasbi dan melambaikan tangannya. Hasbi tidak turun dari mobil karena ia akan ke kantor lagi. Istirahat makan siangnya telah berakhir.


Fathiyah membuka pagar kemudian masuk . Di rumah terlihat sepi. Fathi masuk ke dalam kamarnya untuk berganti baju dan membaringkan Kayla yang tertidur saat di mobil.


Fathi keluar setelah sholat dzuhur. Ia ingin mengambil minum. '" Assalamu'alaikum " Mala masuk dengan wajah lesu.


" Wa'alaikumsalam , dari mana Mal?" Fathi tidak tahu kalau ternyata Mala pergi ke luar.


" Habis jalan-jalan aja kak, aku mau ke kamar dulu cape," Ucapnya sambil berlalu. Fathi melihat punggung Mala. " Ke mana dia tadi pergi? Dandannya sampai niat gitu. Cantik sih ." Fathi mengedikkan kedua bahunya, lalu melanjutkan niatnya ke dapur.


Mala menutup pintu kamarnya. "Hah... bukannya makan sama Hasbi aku malah ketemu sama mantan." Gumamnya seraya merebahkan tubuhnya ke atas kasur. Memorinya kembali pada saat ia bertemu dengan Reyhan.


Flashback


Karena tak jadi makan dengan Hasbi, ia memutuskan untuk makan sendiri. Ia pergi ke restoran favoritnya dulu. Saat sedang menikmati makannya seseorang menegurnya. " Mala !.. kita ketemu lagi?" Mala memutar bola matanya malas.


" Ya..padahal kuharap kita tak pernah bertemu lagi !" Sarkasnya lalu melanjutkan makannya mengabaikan kekehan pria yang sangat menyebalkan menurutnya.


" Jika sekali lagi kita bertemu tanpa sengaja berarti kita jodoh ." Pria itu duduk semeja dengan Mala.


" Please deh Rey...kamu sudah menikah , aku juga . Bercandaan seperti itu gak pantas kamu ucapkan Rey !" Mala merasa risih dan jengah dengan kehadiran Reyhan.


" Kamu cantik banget ..aku rindu kamu Mal ." Wajah Rey tampak serius saat mengatakannya . " Kamu tahu aku mencintai kamu. Waktu itu aku memohon pada Orang tuaku untuk dapat menikahi kamu, masalah anak kita bisa adopsi tapi ibu tidak mengizinkan . Orang tuaku menjodohkan aku dengannya karena mereka ingin ada penerus keluarga. Setelah aku nanti punya anak , orang tuaku tak masalah aku menikah dengan kamu Mal. Aku ingin menceritakan ini padamu dan memintamu menungguku .Tapi aku tak dapat menemukanmu. Saat aku bertemu denganmu aku terkejut ternyata kau telah menikah ...aku terlambat. "


Mala tertegun dengan apa yang di dengarnya. Bukan kalimat menikah dengannya yang jadi fokusnya. Namun kalimat ' Setelah aku punya anak orang tuaku tak masalah aku menikah denganmu ' Maksudnya ia akan dijadikan istri kedua lalu orang akan mengecapnya sebagai pelakor . Yang benar saja, jelas dia akan menolak. Ia tak mau menikah di atas penderitaan orang lain.


" Rey..seharusnya , ketika kamu memutuskan untuk menikah dengan siapapun itu, kamu berkomitmen pada dirimu sendiri kalau kamu akan menjaganya dan mencintainya. Jadikan ia istri sempurna. Satu-satunya istri dalam hidupmu. " Mala menjauhkan piring yang sudah kosong, isinya berpindah tempat masuk ke perutnya.


" Aku pulang ... ku harap kita tidak bertemu lagi. Bisakah aku minta satu hal padamu Rey ? Jika kita bertemu , bersikaplah seolah kau tidak mengenalku . Jangan menegurku lagi !" Dengan tegas Mala mengatakannya .


" Mana mungkin aku berpura -pura tidak mengenalmu. Sedangkan di hatiku masih ada cinta untukmu ." Gumam Rey menatap kepergian Mala.


Flashback End .


Mala bangun dari peraduan lalu bercermin. Ia menatap wajah yang serupa dengannya .. cantik.. tubuhnya juga bak model tinggi semampai serta berlekuk. Tapi kenapa nasibnya tak secantik itu. Ia selalu jadi yang kedua. Walau Rey hanya baru berniat. Tidak adakah lelaki yang akan menjadikan ia yang pertama dan satu-satunya, pikir Mala.


Mala ke kamar mandi hendak mencuci muka dan wudhu ia belum sholat dzuhur.


...***...


Mala sedang menonton Tv saat Fathi keluar kamar bersama Kayla .

__ADS_1


" Eh anak bubu sudah bangun, sini nak..nonton film kartun kesukaan Kayla ," Mala bangkit menghampiri Kayla yang disambut Kayla minta digendong.


Fathi membiarkan Mala menggendongnya. Ia pergi ke dapur untuk membuat makanan Kayla.


Tadi ia sudah membereskan barang - barangnya untuk di bawa pindah. Perlengkapan Kayla juga sudah sebagian ada yang ditinggalkan di sini berjaga andai Kayla menginap di sini.


Sebentar lagi Hasbi akan datang . Ia akan memasak sekalian untuk Hasbi. Hasbi izin pulangnya lebih cepat dengan alasan pindah rumah.


" Hm..wanginya . Mamah masak apa ya..wangi sekali ," Mala menggendong Kayla dan membawanya ke dapur.


" Kak Fathi masak apa ? wanginya sampai kecium ke dalam," Seloroh Mala.


" Aku mau masak nasi liwet, ayam goreng , semur jengkol, sambel terasi, tumis kangkung. " Mala tersenyum lebar.


" Wah..sepertinya sedap banget . Tapi ini jam berapa ? tumben kak Fathi sudah masak jam segini !" tanyanya.


" Ya..biar santai aja nanti ," jawab Fathi singkat.


" Perlu bantuan ?" Tanyanya yang ia yakin pasti akan ditolak oleh Fathi.


" Tidak usah , kau jaga saja Kayla ..nih aku sudah buatkan makanan untuknya, tolong suapi dia !" Fathi menyerahkan nasi lembek pada Mala.


1 jam kemudian Fathi menyelesaikan semua masakannya. Dan menatanya di meja. ia melihat jam sudah pukul 3. Sebentar lagi Ashar dan Mas Hasbi pulang . Ia akan mandi dulu dan berganti baju.


" Assalamu'alaikum," Hasbi masuk dan langsung duduk di kursi tamu.


" Wa'alaikumsalam ," Mala menghampiri Hasbi dan mencium tangannya.


" Mas..tumben sudah pulang jam segini ." Ucap Mala heran.


" Iya..mas izin pulang lebih cepat, ada perlu. " jawab Hasbi.


" Perlu apa? sampai izin segala ," tanya Mala.


" Mana Fathi ?" Hasbi bertanya tanpa menjawab Mala.


" Lagi di kamar mas, mandi mungkin ," Jawabnya sedikit kesal karena tidak mendapat jawaban malah menanyakan Fathi.


" Tolong ambilkan minum ya..sini Kayla sama mas ." Hasbi menggendong Kayla.


" Papa..ang ," Celoteh Kayla .

__ADS_1


" iya ..sayang papah pulang...Kayla udah mimi cucu ?" Hasbi memcium Kayla.


"uah...mah iin nyak ( udah mamah bikin banyak ) " Kayla memang termasuk cepat pertumbuhannya umur 1 tahun ia sudah bisa berjalan walau kadang jatuh, mulai bisa bicara meski belum jelas, tapi bisa ditebak.


Fathi keluar kamar mencari Kayla. " Ia melihat Hasbi yang sedang duduk memangku Kayla.


Fathi menghampirinya ia mencium tangan Hasbi. " Mas sudah pulang dari tadi ?" Fathi mengambil Kayla dari gendongan Hasbi.


Mala datang membawa minum untuk Hasbi. " Makasih Mal ," Ucap Hasbi seraya tersenyum.


" Kamu sudah siap Fathi ?" Fathi yang ditanya hanya mengangguk. " Mas mandi dulu ya , gerah banget !" Hasbi betlalu ke kamar Fathi.


"Memang mau ke mana kak ?" Mala sangat penasaran seperti ada yang dirahasiakan.


" Nanti juga kamu tahu, kita tunggu Hasbi saja biar dia yang bilang sama kamu ." ucapnya seraya berlalu menuju kamar untuk mengganti baju Kayla.


Hasbi, Fathi dan Kayla sudah tampak rapi. Mereka menuju ke ruang keluarga di mana Kemala menunggu dengan penasaran. "Kalian sudah rapi mau ke mana ?" Tanya Mala cepat.


" kita makan dulu ya , aku sudah masak banyak . " Hasbi mengangguk berjalan menuju dapur di ikuti Mala dan Fathi.


Selesai makan mereka kembali ke ruang keluarga.


" Duduk dulu Mala kita perlu bicara !" Pinta Hasbi. Mereka semua duduk.


" Mala..Aku mengambil keputusan ini setelah berpikir panjang. Demi kebaikan semuanya, aku memutuskan untuk kalian akan tinggal secara terpisah . Fathiyah akan pindah dari rumah ini menempati rumah sederhana yang aku beli untuknya. Aku akan bergantian bersama kalian. Seminggu di rumah Fathi dan seminggu di sini...." Hasbi belum selesai bicara Mala sudah memotong ucapannya.


" Oh..iya mas gak apa-apa aku setuju , itu lebih baik jadi kita masing -masing mendapatkan hak yang sama asal mas bisa adil saja," Mala senang mungkin dangan begini Hasbi bisa semakin dekat dengannya. Semua kembali seperti dulu di saat Fathi belum bangun dari komanya.


" Syukurlah kalau kamu juga setuju, sekarang Fathi akan pindah ke sana. Mulai hari ini sampai seminggu ke depan aku akan tinggal di rumah Fathi. Insyaallah hari minggu adalah hari di mana kita semua kumpul. Kamu hati-hati di rumah kunci semua pintu. Aku sudah memperkerjakan ART untuk kamu, dia akan datang nanti setelah magrib. Pakai kamar yang belakang saja untuknya. Kami pergi ya ." Hasbi bangkit di ikuti Fathi yang menggendong Kayla.


Kemala menjadi bingung semua mendadak baginya. Ia senang tapi terasa aneh. Kayla apakah akan di bawa ? Jangan sampai.


" Mas..!" Hasbi yang sudah mencapai pintu berhenti. Ia membalikkan badan menghadap Mala.


" Kenapa Kayla di bawa? Kayla biar sama Mala saja di rumah !" Mala segera menghampiri Fathi dan akan mengambil Kayla. Fathi tentu menahannya.


" Tentu saja Kayla ikut denganku , dia anakku. Aku bisa merawatnya sendiri. Kenapa harus ku berikan padamu ?" Ketus Fathi yang kesal, karena Mala menahannya untuk membawa Kayla.


" Tapi kak , aku akan kesepian jika sendiri di rumah ." Keluh Mala.


" Lantas kau ingin aku yang hidup tanpa Kayla begitu? Mala coba kau pikir kau saja yang bukan ibu kandungnya ingin bersama Kayla , apalagi aku ibu kandungnya. Aku yang lebih berhak merawatnya !" Fathi berusaha bicara dengan lembut walau dia sangat menggebu-gebu. Ada Kayla dalam gendongannya ia tak mau Kayla kaget dan menangis jika ia berteriak.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2