
Alfa dan yang lainnya sudah sampai ke rumah sakit.
Alfa meminjam kursi roda untuk Vio, dan membantu Vio turun.
"Nes, gak turun?" tanya Alfa.
"Gak, lo aja gue masih ada urusan. Gue balik dulu!"
"Nes, lo kan harus tanggung jawab sama orang yang udah lo tabrak!"
"Ya elah, kan udah di anterin, oh ... gue paham, sebentar." Agnes mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang merah beberapa lembar.
"Nih, buat biaya berobat. Cukup kan segini?"
"Gak perlu! Gue juga punya banyak yang begituan mah. Ternyata lo bukan orang yang bertanggung jawab dan tidak punya rasa empati terhadap sesama."
"Makasih ya kak, aku udah dianterin." Vio tetap mengucapkan terima kasih, karena bagaimanapun kak Agnes tetap menolongnya.
"Ya ... ya ... terserah kalian, gue cabut!" Agnes kemudian melajukan mobilnya.
"Astagfirullah, ada yang kaya begitu. Ngeselin banget." Alfa menggerutu.
"Udah Al, gak apa-apa. Dia kan udah nganterin. Lagian Kak Agnes cantik. Orang cantikmah bebas."
"Cantik apanya, yang penting itu hatinya. Kalau cantik tapi kaya medusa gak bakal ada yang mau."
"Udah Al, kita ke dokter yuk!"
"Eh iya, kenapa jadi ngobrol di sini?"
Alfa mendorong roda Vio. Menuju IGD.
...***...
"Kamu tunggu di sini ya, aku pesen mobil dulu."
"Iya Al, makasih banyak."
Alfa memesan mobil melalui apk gocar.
Mereka menunggu sekitar 10 menit.
Mobil pun datang. Alfa membantu Vio naik ke dalam mobil.
__ADS_1
Vio duduk di belakang dan Alfa di depan.
"Vi, ingat kata dokter tadi. Jangan terlalu sering di gunakan kakinya, apalagi menumpu beban berat. Kamu cuti aja dulu kerjanya dua hari."
"Iya Al, aku juga udah kepikiran mau cuti dulu," ucap Vio.
"Al, makasih udah di anterin ke rumah sakit," lanjutnya.
"Iya, Vi. Itu udah kewajiban sesama manusia."
Setengah jam mereka sampai. Alfa membantu Vio turun.
"Inilah rumahku, Al. Mau mampir? Ayo masuk." Al membantu Vio berjalan.
...***...
Sementara itu Lionell sedang berada di rumah Alfa setelah menjemput Kayla.
"Jadi Alfa menolong Vio yang kecelakaan?"
"Iya, Tante."
"Kasihan Vio, apakah parah?"
"Syukurlah."
"Kita makan dulu yuk, Lion."
"Terima kasih Tante. Saya pulang aja."
"Eh ... gak boleh gitu. Pokoknya gak boleh pulang kalau belum makan."
"Iya, Lion. Ayo kita makan aja," ajak Kayla.
"Iya, Kak."
Mereka mulai makan siang. Sebenarnya Lion ada acara dengan teman-temannya tapi dia tidak enak menolak ajakan Kayla dan tante Fathi. Setelah makan dia pamit pulang.
"Tante, terima kasih. Saya pulang dulu."
"Iya, Lion. Salam untuk Bubu dan Papah ya."
"Iya, tante."
__ADS_1
Lion pamit dan pulang. Di pagar Lion bertemu Alfa yang baru pulang.
" Kok, udah pulang? Gak main dulu?" tanya Alfa.
"Ga deh, aku ada janji. Lain kali aja oke."
"Oke deh."
"Yuk, Al. Buru-buru nih."
"Oke."
Lion menaiki motornya dan meluncur.
Lion menjemput Kayla dengan mendampingi Kayla. Mereka masing-masing bawa motor.
Di perjalanan Lion berpikir lebih baik dia pulang dulu sebentar buat ganti baju.
Lion membelokkan motornya ke jalan pulang.
Sampai rumah. Lion memarkirkan motornya di halaman tidak memasukkannya ke garasi karena akan keluar lagi.
Lion melihat ada mobil omanya di halaman.
Dia pun masuk. Rumah terlihat sepi, kemana Oma dan yang lain?
Lion akan ke kamarnya dan saat dia melewati taman, terdengar suara orang sedang berbincang.
Lion mendekati suara itu diam-diam. Dia ingin mengejutkan ibunya.
"Pokoknya Mami tidak setuju, kalau kau wariskan harta itu pada Lion. Itu cuma milik Kayla!"
"Tapi Mi, Lion juga anakku." Hasbi mengingatkan Maminya.
"Anak pungut!" ketus Mami.
"Mi, jangan begitu. Kami menyayanginya seperti anak kami sendiri," tegur Mala.
Mereka tak menyadari di balik dinding ada seorang pria yang shock dam terpaku mendengar kebenaran itu.
Niatnya mengagetkan ibunya malah dia yang terkaget.
...----------------...
__ADS_1