Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Bab 64


__ADS_3

Hari ini Sultan bangun dalam keadaan yang berbeda, hatinya berbunga-bunga. Ia sebentar lagi akan melepas masa lajangnya.


" Ah..iya gue belum kirim foto acara kemarin sama duo kampret yang suka buly gue." Sultan terkekeh sendiri. Lalu ia mengambil ponselnya dan mencari foto semalam.


" Nah ! yang ini bagus nih pas..gue ama Fathi keliatan serasi..hahaha." Sultan tergelak sendiri.


Ia mengirim foto itu pada dua sahabatnya.


Tring..tring..


Bunyi notifikasi langsung terdengar. Rupanya mereka langsung merespon kiriman foto itu.


Ryan to Fariz


Wah parah lo..lamaran gak ngajak-ngajak. Btw congrat bro


akhirnya teman gue sold out juga.


Azka to Fariz


Gak cocok lo man. She's to beauty 4 u. Tapi itu mantannya si Hasbi? Bego emang tuh cowok,


cewek cakep di buang. Tapi untunglah jadi sobat gue bisa bersama cewek pujaannya.


Congrat ya bro. di tunggu undangannya.


Sultan hanya tersenyum membaca chat mereka tanpa niat membalas. Ia segera mandi. Hari ini ia akan pergi bersama Fathi untuk mencari gedung yang akan di gunakan untuk resepsi pernikahan mereka.


Sebenarnya, Fathi hanya ingin pernikahan yang sederhana, tapi keluarga Sultan menolak. Karena ini adalah pernikahan Sultan seorang CEO yang punya banyak rekan bisnis. Jadi perhelatan harus di gelar secara besar. Tapi Fathi merasa malu karena statusnya yang janda dan ini pernikahannya yang kedua. Sultan meyakinkan Fathi kalau itu bukanlah hal yang harus di risaukan. Sultan mencintai Fathi apa adanya dan dia tidak malu dengan status Fathi.


Justru ia sangat bahagia bisa menikah dengan Fathi. Dan ingin membagikan kebahagiaannya. Akhirnya Fathi setuju.


Sultan sudah berpakaian rapi. Ia sengaja cuti hari ini untuk mencari gedung tempat resepsi.


Sultan keluar kamar dan ke ruang makan.


" Pagi semua..." Sapa sultan .


" Pagi Sayang .." Balas Mamah Sultan.


" Pagi .." Balas Papah Sultan singkat.


" Pagi dek.." Ucap kakak Sultan Nabilla Anggraini. Yang baru saja datang tadi subuh dari US. Karena ia ikut suaminya bekerja.


" Eh Kak Bila , Apa kabar Kak? kapan datang kak ?" Sultan lalu duduk di samping kakaknya.


" Tadi subuh baru nyampe. Alhamdulillah kabar baik." Jawab Billa.


"Dek..maaf yah Kakak gak bisa hadir kemarin soalnya Kak Juna nya baru di acc pindahnya ya 2 hari yang lalu. " Lanjut Bila.


" Apa ? pindah ? Serius ?" Tanya Sultan. Pasalnya mereka sudah di US selama 4 tahun.


" Iya ..Kakak pindah, sekarang ngurus kantor yang di sini." Jawab seorang pria yang di panggil Juna.


"Eh Kak Juna, apa kabar? Bagus deh kalau pindah, jadi Mamah ada temannya.. Si bocil mana ?" Tanya Sultan.


" Alhamdulillah kabar baik. Anak anak masih tidur." Jawab Arjuna di panggil Juna.


" Oh.."


" Kamu mau ke mana dek? Kok pakai baju santai. Gak ngantor?" Tanya Billa.


" Aku cuti Kak, mau nyari gedung resepsi. " Jawab Sultan.


" Oh..eh dek, nanti pulangnya ajak Fathi ke sini ya, Kakak mau ketemu ." Pinta Billa.

__ADS_1


" Ok ! Nanti aku ajak ke sini pas makan siang sama Kayla." Ucap Sultan.


" Sip nanti Kakak masak yang enak."


Mereka pun sarapan bersama setelah sekian lama sang Kakak pergi.


Berbeda di rumah Mala. Ia masak terburu-buru, dia bangun kesiangan. Hasbi akhirnya hanya sarapan roti.


"Aku tahu, kamu tidak bisa masak seperti Fathi. Tapi tidak roti juga Mala ! Aku tuh baru bisa makan saat jam istirahat siang kadang suka telat. Sarapan Mas harus makanan berat biar kuat sampai siang. Kalau begini, kamu gak Mas ijinkan kerja. baru berapa hari kamu kerja sudah lalai sama kewajiban kamu !"


" Maaf Mas, aku bangun kesiangan." Mala hanya bisa pasrah di marahi Hasbi karena memang dia salah.


" Mas berangkat aja. Nanti sarapan di kantor !" Hasbi berangkat kerja setelah menghabiskan 2 roti. Tapi tetap aja gak kenyang.


" Hah..hidupku jadi monoton banget, gak ada kehangatan. Ah iya aku ke rumah Fathi aja. Tapi jangan deh nanti aku kesiangan kerjanya. Tar aja deh pulangnya." Gumam Hasbi di dalam mobil.


***


Sebuah mobil masuk gerbang dan berhenti di pekarangan rumah yanh besar. Keluarlah Sultan ia berjalan ke arah seseorang yang menunggunya di teras.


" Papa...dong ." Kayla minta di gendong.


" Ya ampun anak Papah udah cantik. Mau ke mana hm..?" Tanya Sultan.


" la mau gi mama ." Jawab


" Oh..pergi sama Mamah ."


" Iya.."


Sultan menggendong Kayla.


" Mamahnya mana ?"


" Mamah gi mam ."


" Udah anyak."


" Wah..pinter. Masuk yuk." Sultan masuk ke dalam.


"Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam. Eh nak Fariz..sini ikut sarapan !"


" Makasih Yah, tapi tadi udah sarapan di rumah."


" Yah..Bun aku udah makannya. Aku berangkat dulu ya ." Ucap Fathi lalu ia bangkit dan beranjak menghampiri Sultan.


" Ayo A..kita berangkat."


" Kamu emang udah sarapannya? Aa tungguin kok. Kamu sarapan aja sampai selesai." Ucap Sultan.


" Udah kok. Liat aja piringnya juga udah kosong, bersih ! Gak perlu di cuci lagi." Sultan terkekeh.


" Ya udah ayo..Yah, Bun kami berangkat dulu."


" Iya hati-hati ."


Mereka pergi ke luar. Di luar sudah menunggu Mbok dengan perlengkapan Kayla. Ia akam ikut dengan Fathi.


" Ayo Mbok..kita berangkat."


Mereka naik mobil dan berangkat mencari hotel tempat mereka resepsi.


" Yang ..kita ke hotel A dulu ya. Temen Aa rekomen tempat itu katanya bagus."

__ADS_1


" Iya." Wajah Fathi memerah mendengar panggilan Sultan untuknya.


Mereka berhenti di depan hotel A. Fathi dan Mbok turun lebih dulu di depan lobi. Sultan akan mencari tempat parkir mobilnya di basement.


Fathi masuk ke lobi dia akan menunggu Sultan di sini. Fathi menggendong Kayla yang memaksa ingin turun. Akhirnya Kayla di turunkan.


" Ma..Bubu..." Kayla berjalan ke arah meja resepsionis.


" Kayla sayang mau ke mana ?" Fathi mengejar Kayla.


" Bubu..Bubu.." Kayla terus berjalan. Sampai di depan meja resepsionis.


" Kayla..sayang kamu ngapain ke sini. Kita tunggu Papah yuk." Fathi membujuk Kayla.


" Bubu.." ucap Kayla.


"Bubu ?" Tanya Fathi heran.


" Bubu dong." Kayla meminta gendong pada salah satu resesionis yang dia panggil Bubu.


Fathi melihat ke arah resepsionis itu. " Mala ! Kamu kerja disini?" Tanya Fathi begitu melihat Mala.


"Kenapa gue ketemu dia di sini sih." Batin Mala.


" Iya saya bekerja di sini Bu. Kayla apa kabar? Cantiknya." Mala berusaha ramah pada Fathi atau nanti dia kena SP.


" Sayang..kamu sedang apa?" Tanya Sultan yanh baru datang.


" Oh ini A..Kayla ketemu Bubunya jadi dia lari nyamperin." Fathi menjekaskan.


" Oh.. Pagi Mba, Bisa saya bertemu Pak Brata ? saya sudah ada janji." Ucap Sultan pada Resepsionis.


" Oh iya Pak..dengan tuan siapa ?" Mala yang menjawab.


" Sultan Alfarizki. "


" Baik Pak silahkan tunggu, saya laporkan pada beliau. " Ucap Mala ramah.


" Terima kasih Mba. "


" Ayo yang, kita duduk di situ." Fathi dan Sultan duduk di salah satu sofa yang di sediakan.


" Mal, lo kenal?" Tanya Teman Mala.


" Iya gue kenal, tapi gak deket. "


" Tapi anaknya manggil lo Bubu. kaya yang udah lengket gitu ."


" Iya.. dulu sering main ama gue, ortunya suka nitipin ke gue. Kita kan tetanggaan." Alasan Mala.


" Oh..gitu." ucap Temannya mengerti.


" Mana Tuan Sultan ?" Datang Pak Brata .


" Maaf itu Pak ." Jawab Mala.


" Oh..makasih ." Pak Brata lalu menghampiri Sultan.


Pak Brata menemui mereka dan mengobrol lalu mereka pergi menuju lift. Semua tak luput dari perhatian Mala.


Siapa yang bersama Fathi? Ada perlu apa Fathi datang ke hotel ini menemui Pak Brata? Apakah mereka ingin menyewa gedung? Mala bertanya-tanya dalam hati.


" Mereka serasi banget ya ? Anaknya juga cantik kaya ibunya." Ujar teman Mala.


" Iya.." Sebenarnya Mala tadi ingin menggendong Kayla tapi urung karena takut nanti menganggu pekerjaannya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2