Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku

Berbagi Cinta : Dia Juga Suamiku
Menjenguk Violetta


__ADS_3

Sepulang dari makam, mereka semua pergi ke kafe. Lion mentraktir mereka sebagai perayaan direstuinya hubungan Lion dan Kayla.


Alfa turut bahagia dengan lamaran kakaknya.


Walaupun umur Lion lebih muda dari Kayla. Alfa tahu Lion sangat mencintai kakaknya, juga Lion sangat bertanggung jawab. Dia bahkan sudah punya perusahaan clothing line sendiri.


Sudah banyak distro serta FO [ Factory outlet] yang bekerja sama dengannya.


Penghasilannya sebulan sudah sampai di atas 100 juta.


Bukan hanya clothing line. Lion juga punya percetakan yang bekerja sama dengan penerbit. Jadi masalah materi meskipun tidak sekaya Abi, Lion sanggup menafkahi Kayla.


Kayla juga bukan gadis matre yang suka foya-foya.


Mereka pasangan serasi. Kayla yang manja dan Lion yang suka memanjakan.


melihat mereka, Alfa teringat pada Vio, apa kabarnya sekarang. Sepertinya nanti dia ke sana saja menjenguk Vio.


"Kak, nanti gimana kalau pulangnya kita jenguk Vio?" tanya Alfa.


"Boleh, Kakak juga belum jenguk dia setelah dia kecelakaan."


"Tapi nanti kita beli buah tangan dulu, ya? Masa jenguk orang sakit, gak bawa apa-apa."


"Iya lah De, atau kita beli makanan di sini?"


"Boleh, sama nanti tambah makanan lain!"


"Nanti, aku yang beli buah-buahan," ucap Lion.


"Oke, Kak. Berarti aku beli yang lain aja," ucap Alfa.

__ADS_1


"Kita ikut sekalian."


"Oke. Sekarang aja yuk! Nanti keburu malam," ajak Alfa.


"Eh, tunggu dulu. Kakak kan mau pesan makan buat Vio dulu."


"Oh iya, lupa."


Kayla memesan beberapa menu makanan untuk take away. Semua pesanan Kayla di bayar oleh Lion.


Setelah selesai mereka segera pergi ke rumah Vio. Di perjalanan mereka membeli beberapa buah tangan. Lalu melanjutkan kembali perjalanan.


Lima belas menit kemudian, mereka sampai dirumah Vio.


"Assalamu'alaikum." Semua serempak memberi salam.


"Wa'alaikumsalam." Seorang wanita paruh baya menjawab salam dan menghampiri mereka di depan pintu yang kebetulan sedang terbuka.


"Sore Bu, maaf Violetta nya ada?" tanya Kayla.


Tidak ada kursi, mereka duduk di atas karpet.


"Sebentar ya, nak Letta nya sedang ke luar biar saya suruh adiknya panggilkan." Ibu itu langsung masuk ke dalam dan tak lama ia keluara kembali bersama dengan Gadis kecil yang cantik.


"Permisi Kak," ucap gadis kecil itu ketika dia melewati para tamu.


"Iya De, silahkan." ucap Ogi seraya tak melepaskan pandangannya dari gadis kecil itu.


"Kecil-kecil cantik banget, gimana gedenya, bisa jadi rebutan." Ogi berkomentar yang langsung mendapat geplakan dari Rio.


"Aduh! Kenapa sih?"

__ADS_1


"Hus, ada Ibunya." Rio berbisik pada Ogi.


"Loh , emang salah. Bener kan anaknya emang cantik ya Bu."


"Makasih, nak."


"Tuh, ibunya aja gak apa-apa. Bu siapa namanya yang barusan."


"Melati."


"Oh, namanya cantik kaya orangnya. Bu saya titip Melati ya, nanti kalau sudah besar saya lamar ... Aw!" Seseorang mencubit kaki Ogi.


"Kenapa nak?" tanya Ibu Violetta.


"Tidak apa-apa Bu!" Ogi tersenyum malu.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Datang Violetta dengan Melati. Vio memakai kurk dan berjalan dengan pelan.


"Vio, Kamu dari mana? Kaki kamu, kan masih sakit." Kayla langsung bertanya pada Violetta. Vio langsung duduk di atas karpet.


"Dari tetangga, dia mau hajatan, dan minta bantuan Vio. Gak enak kalau nolak, Kak."


"Tapi kakimu, kan belum sembuh!" tegur Alfa.


"Kerjanya duduk kok, Al."


"Sebentar ya, Ibu tinggal ke dalam dulu." Pamit ibu Violetta.

__ADS_1


...----------------...


"


__ADS_2